
Letta terkejut melihat Fahmi yang berada dibelakangnya. Letta menaiki satu alisnya.” Oh yah? kebanyakan baca novel loe jadi ngacok.” Jelas Letta memutar bola mata malas. Jantung letta jatuh tak berbentuk karena kaget.
“ Gue denger semuanya loh Letta. loe bilang loe udah mati dan ini tubuh bukan punya loe.” Tegas Fahmi kepada Letta malas.
“ Terus mau loe apa pas udah tau ha? Mau loe koar koar sama seluruh murid? Seluruh orang? seluruh temen loe? Gue yakinnya besok loe dimasukin ke rumah sakit jiwa..!” tegas Letta tidak takut sama sekali.
Fahmi melebarkan mata.” Jadi bener loe bukan Letta asli?” Tanya nya shok.
“ Iya, puas loe? Letta asli udah mati, mati karena Loe. Brayen dan juga Fajar..!” tegas letta kepada Fahmi.
Fahmi terdiam tidak terima mendengar ucapan Letta. Letta mendekati Fajar, berdiri di depannya dan menunjuk bahu Fahmi dengan telunjuknya” Inget nggak loe pas dimana loe dorong Letta sampek kepala dia kena ujung sudut meja, terus perutnya kalian injek. Dia kalian dorong sampek kepala dia kena ubin? Dia meninggal pas itu dan diganti deh sama arwah gue.” tegas Letta dnegan jujur.
" Ngacok!!!"
“ kita buka-bukaan aja yah nggak sih?? pas gue nggak sekolah selama smeinggu, itu buat gue percaya hal ini terjadi sama gue. dan loe harus tau kalo sebenernya loe sama temen temen loe pembunuh.! Pembunuh Letta asli!!!” Bisik Letta menekan kata kata terakhirnya pada Fahmi yang terlihat shok di depannya saat ini, terbukti matanya yang melebar tidak percaya.
Fahmi melebarkan mata.” Jadi bener loe bukan Letta asli?” Tanya nya shok.
“ Iya Beneran, nggak percaya? Letta asli udah mati, mati karena Loe. Brayen dan juga Fajar..!” tegas Letta kepada Fahmi.
__ADS_1
Fahmi terdiam mendengar ucapan Letta. Letta mendekati Fahmi dan menunjuk bahu Fahmi.” Inget nggak loe pas dimana loe dorong Letta sampek kepala dia kena ujung sudut meja, terus perutnya kalian injak-injak. Dia kalian dorong sampek kepala dia kena ubin? Dia meninggal pas itu dan diganti sama gue.” tegas Letta dengan jujur.
“ kita jujur-jujuran aja yah nggak sih?? pas gue nggak sekolah selama seminggu, itu buat gue percaya hal ini terjadi sama gue. dan loe harus tau kalo sebenernya loe sama temen temen loe pembunuh.!” Bisik Letta menekan kata kata terakhirnya pada Fahmi yang terlihat shok di depannya saat ini. terbukti matanya yang melebar tidak percaya.
“ nggak mungkin..” Fajar tercengir mengeleng menatap letta tidak percaya.
“ loe pasti drama kan supaya kami nyesel dan Fajar suka sama loe?” Tanya Fahmi tidak percaya. Menatap Letta sinis.” Berhenti lah drama Letta. muak gue.” bisik Fahmi kesal.
Letta menggeleng melihat Fahmi yang sangat tidak tahu diri. “ gue nggak drama, karena memang gue bukan letta, mangkanya gue nggak tau elo, gue nggak tau Fajar atau bahkan gue nggak tau Brayen. Gue nggak ada perasaan sama Fajar dan lain lain.” jelas letta jujur.
“ terserah kalo loe nggak mau percaya ataupun loe percaya., gue nggak peduli, tapi yang pasti Letta yang kalian kenal emang udah mati, dan kalian pembunuhnya.” Jelas Letta penuh penekanan dan segera hendak pergi dari sana.
Letta melirik Fahmi lewat ekor matanya.” gue??? loe ngak perlu tau siapa gue, yang pasti gue ngak bakal ganggu loe ataupun temen temen loe, mending loe sama temen loe segera taubat deh, kebanyakan dosa, apalagi sampek bunuh anak orang.” jelas Letta kembali menjauh.
Fahmi diam menatap punggung Letta menjauh rumit. Apa yang dikatakan Letta itu jujur atau tidak? Jika iya maka Fahmi tidak terima jika dirinya adalah pembunuh, apalagi dituduh sebagai pembunuh. “ apa bener?” gumamnya pelan. Percaya tidak percaya dalam hati Fahmi rasa yang dikatakan Letta semuanya rasanya jujur.
“ dari mana loe?” Tanya Brayen menepuk pundak Fahmi.
Fahmi termenung sedari tadi shok melirik Brayen yang berada di sebelahnya, menaiki satu alisnya. “ kok loe kayak kaget banget gitu sih? loe ngeliat setan apa gimana?” Tanya Brayen terkekeh lucu melihat wajah Fahmi yang terlihat shok.
__ADS_1
Fahmi menggeleng pelan.” loe ngapain di sini?” Tanya Fahmi pelan menatap Brayen.
Brayen mengeplak tangan Fahmi pelan.” di suruh bu Jali buat nyusul loe kesini,. Loe di suruh ambil buku udah mau habis mata pelajarannya nggak balik balik lagi. loe mau bolos apa gimana? Bu Jali udah mencak mencak tu di kelas, berasa mau bundir dia.” Jelas Brayen kesla pada Fahmi.
Fahmi membuka mulutnya lebar karena kaget, menepuk jidat pelan.” astaga. Gue lupa... Bray gimana ini? gue lupa kalo di suruh ambil buku bu Jali.” Jelas Fahmi gelagapan, memegang lengan Brayen karena terlalu shok.
Brayen melepaskan tangan fahmi di lengannya yang terlihat gelagapan.”nggak ikut ikutan gue yah fah. Lagian loe ngapain sampek lupa? Di suruh ambil buku malah bengong.” Jelas Brayen mengejek Fahmi yang gelagapan sendiri.
“ nikmatin ajalah yah kalo dihukum, gue mau ambil buku dulu. Nggak ikutan gue kalo loe di hukum.” Ujar Brayen membuat Fahmi kesal.
Letta keluar dari sekolahnya. Sudah jam tiga dan dirinya sudah pulang, saat di liar letta menatap ada chat dari Om Bima membuat matanya menyipit. “ Whatttt uang uang gue.” gumamnya Tersenyum, bagaimana tidak bahagia dia? Jika Bima mengatakan. “ Letta ayo bertemu di hotel XX, om membawa hadiah yang sempat tertunda, dan Om dengar kamu kena begal, maaf yah om baru tau sebab sejak kmaren om sibuk di kantor. Kamu sudah oke kan buat ketemu om di sini??”
Letta berdehem pelan menaiki mobilnya, saat hendak masuk ada Fajar yang melangkah mendekati dirinya memanggil namanya tapi Letta sama sekali tidak mengapiknya, menatap kebelakang. Ia pergi dari parkiran meninggalkan Fajar yang terus berteriak memanggil namanya,
“ anj.. Letta loe pekak apa gimana ha?” teriak Fajar lagi semakin kuat, sialan.. batin Fajar tidak suka. Dirinya di hujat habis habisan oleh anak sekolah karena Letta, dan Letta pergi begitu saja. Fajar tau dirinya salah tapi kan Letta juga salah sudah gatal kepada kakaknya.
Sampai di hotel, Letta segera menuju lift dan menuju ke kamar milik Bima ucapkan. Mengetuk pelan pintu dan tak lama Bima membuka pintu. Letta melebarkan mata melihat Bima yang mmbuka pintru hanya menggunakan komono handuk. “ oh Letta sudah sampai?” ujar Bima segera memeluk letta dan mencium pipi Letta.
Aduh letta tersengat listrik akibat kumis dan brewoknya Bima mengenai pipinya, mana kecupannya Bashar lagi sampai berbunyi. tubuh Bima sangat dingin, Letta mengangkat sebelah bahunya dan tercengir tak enak.” Hehe iya om.” Ujar Letta pelan,
__ADS_1
“ ayo masuk..” ujar Bima segera menutup pintu.