
“ Letta..!!” teriak Fahmi menghentikan Letta yang membuka pintu mobilnya.
Letta mendengar ada yang memanggilnya menatap Fahmi dengan tatapan Tanya dan menaruh tasnya kedalam mobil.” Why?” Tanya Letta pelan.
“ gue perlu bicara lagi sama loe.” Jelas Fahmi.
Letta mendengarnya mengangguk pelan.” loe nyetir mobil tapi. Gue capek, kalo mau yah ikut kalo nggak yah se good bye.” Jelas Letta santai.
Fahmi mendengarnya menggeleng.” gue bawa mobil, pakai mobil gue gimana?” tanyanya menunjuk mobil miliknya sendiri.
Letta mencebik.” Tinggalin aja., loe nggak lihat mobil gue mobil baru?” Tanya Letta sinis. Iya lah mobil baru dari Bima, tadi pagi dirinya ambil dari hotel.
” oh iya loe mau beli mobil lama gue nggak? Gue jual.” Jelas letta pelan
Fahmi mendengarnya menggeleng.” udah ah nggak guna loe. Pergi nih gue.” jela Letta.
Buru buru Fahmi menahannya, “ Lett.” Gumam Fahmi pelan.
Letta melempar kunci mobil di terima oleh Fahmi, memutari mobil. Fahmi tidak ada pilihan selain mengikuti Letta,.
Dalam mobil Letta masih dalam diamnya, membuka loket di bagian bawah dan mengeluarkan ciki dan minuman, Letta Tersenyum sebab dirinya di kehidupan keduanya ini harus menikmati hidup, minum minuman rasa jeruk dan melirik Fahmni yang diam saja, tidak ada niatnya untuk meawarkan an fahmi juga malu untuk minta meksipun tenggorokannya kering.
” Belok tu ke perumahan gede” ujar Letta.
__ADS_1
Fahmi mengernyitkan daginya. Mungkin rumah Letta batinnya, tak banyak bicara Letta membawanya ke pemakaman yang cukup mewah , sesudah perumahan besar ada yang di tutup dengan palang Pemakaman.
Fahmi diam melirik Letta yang lkeluar membawa ciki dan minumnya.” Turun..” Tegas Letta kepada Fahmi.
Fahmi tidak paham tapi ia ikut turun, turun mengikuti Letta dari belakang. Letta tenang melangkah menuju barisan nisan di sini, “ mau kemana Letta loe ajak gue kesini?” Tanya Fahmi tak lagi menahan pertanyaan di benaknya.
Letta tidak menjawab masih mengunyah sampai di satu pemakaman yang berada di paling ujung, terlihat tanda pemakaman marga keluarga. Fahmi mengernyitkan dahinya menatap Letta yang berhenti, Letta melirik Fahmi yang berdiri sau meter di depannya, menunjuk satu makam di depannya.
” Itu makam asli gue, tubuh gue yang udah meninggal, gue tau loe masih penasarannya kan sama pernyataan gue ini Letta asli atau bukan?” Tanya letta tenang.
Mata Fahmi melebar sontak menatap nisan penuh rumput hijau dan nisan terpampang di atasnya, mendekat dan menatap nama yang tertera.” Nama gue Alleta, lahir tanggal 21Desember tahun 2198, usia gue meninggal sepuluh tahun silam akibat pembunuhan, gue nggak pernah bohong Letta asli udah meninggal karena loe dan temen temen lo dorong dia.” Jelas Letta serius,
“ Letta.. “ gumam Fahmi gemetar menatap letta lebih nanar. “ loe bercanda kan?” tanyanya kembali gemetaran
Fahmi terlalu kehilangan kata kata, menatap makan Letta asli, Letta menepuk pundak Fahmi pelan.” dan loe tau kan itu artinya apa?” Tanya Letta pelan.” loe pembunuh.” Bisik Letta tersneyum miring dan segera meningalkan Fahmi yang berada di sana menatap kosong makam yang ada.
Fahmi sama sekali tidak sadar Letta pergi meninggalkan dirinya sorang diri di sini, menatap nanar nisan yang sudah tertera nama Aletta, ini semua tidak terasa nyata tapi Fahmi merasa jika tidak ada kebohongan dimata Letta. semuanya nyata, dirinya pembunuh dan Letta asli sudah meninggal. Haha pembunuh? Letta asli meninggal ditangan mereka.,
...----------------...
Langkah kaki Letta tenang keluar dari makamnya, tiak ada yang harus dirinya lihat sih, mau lihat makan dirinya oirang tuanya? Letta tidak mau menangis atau memikirkan hal yang membuat dirinya sedih. Letta ingin bahagia. tapi saat dirinya hendak melangkah lebih dekat dengan mobilnya, ia melihat sekelompok orang yang menatapnya dengan tatapan penuh Tanya.
“ kamu ngapain di makan adik saya?”
__ADS_1
L;etta mengerjab pelan., bibirnya hampir terbuka lebar. Areta, Zaxi dan Bara sekeluarga. Letta harus bilang apa yah? dan mengapa mereka ada di sini?? Dan apa mereka mendengar dan melihat apa yang dirinya lakukan. Letta menggaruk kepalanya pelan.” hmmm nggak ada.,” jelas Letta pelan dan memilih kembali berjalan.
“ Kenapa kamu berada di depan makam adik kami?” suara dingin yang dulu selalu menyakitinya membuat Letta terhenti, suara Zaxi. Zaxi mendekati dirinya, wajah zaxi sangat kurus sekarang, matanya berkantung, letta tidak melihat ada otot yang banyak di tubuh Zaxi. Letta merasa sakit melihat hal ini.
Zaxi mendapatkan tatapan begitu merasa hatinya berdenyut, ada rasa sakit yang menusuknya, tatapan itu tatapan yang di rindukan. “ ada apa dengan tatapanmu itu?” Tanya Zaxi menyadarkan Letta.
Letta mendengarnya menggeleng,.” hmm ka, itu, Om kelihatan kurus banget tinggal kelihatan tengkorak aja di pipinya, kenapa? nggak ada beras yah di rumah? Mau gue sumbangin beras??? Atau sembako?” Tanya Letta dengan sinis
Zaxi dan keluarganya melebarkan mata, mendengar letta yang menggina dirinya. Areta dan Bara pun menatap Lettya melotot kaget.” Kamu menggina saya???” Tanya Zaxi dingin.
Letta mengangguk menarik kelopak bawa matanya dan menjulurkan lidahnya.” Iya wle..” ujar Letta.
“ kamu..!!” tekan Zaxi dingin.
Letta mencebikkan bibir kebawah dan mengejek Zaxi, berlari menuju mobilnya. “ mau kemana kamu?” Tanya Zaxi beteriak melihat Letta yang berlari, Letta kurang cepat Zaxi menangkap tangan Letta.” anak tidak sopan, beraninya kamu menghina orang tua.” Jelas Zaxi menghentakkan tangan Letta.
Letta terkekeh.” Masih sama kasar yah ” ujar Letta. Zaxi terdiam mendengar ucapan Letta.
Letta berdehem pelan. “ kenapa sih nggak terima banget dibilangin?” Tanya Letta, menyentu tangan zaxi.” Lihat tulang om aja kelihatan kalo saya patahin sekali aja ada bunyinya ktrek.” Jelas letta pelan.” nah itu pipi Om, Om kayak mayat hidup, yang tengkorak dilapisin sama kulit doang. Om kurang gizi atau gimana?” Tanya Letta. zai memanas mendengarnya.,
Letta menarik tangan Zaxi menuju mobilnya.” Sini deh om, saya punya banyak makanan, om mau apa ada kok “ jelas Letta dan membuka mobilnya, mengeluarkan roti dan minuman.
Zaxi diam menatap Letta yang menggerebek makananya dan memberikan dirinya roti dan sebotol susu. Zaxi terhipnotis, menegang yang Letta berikan.,
__ADS_1