Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
YTTA aja


__ADS_3

Sunja meremas tangannya menatap Xior dingin dan sedih, masih dalam kegiatannya, satu jam.. dua jam.. sunja berdehem terus berganti posisi agar nyaman... tiga jam.. empat jam.. hingga Sunja tertidur di atas meja dengan tangan yang sudah bengkak membuka kuaci yang kulitnya berserak di dekat kakinya,


Xior melihat bagaimana memprihatinkan Sunjaya membuka kuacinya tersenyum tipis. Lihat dia baru saja selesai membuka setengah toples.” Kelinci ku kelelahan.” Gumamnya pelan mendekati Sunja yang tertidur di sana.


Xior menaruh laptop diatas meja, menatap tangan Sunja yang memerah dan bengkak, menatap wajah Sunja yang sudah satu tahun setengah ini berada di bawahnya. Sunja itu sangat polos dan penurut asal kalian tau.


Bahkan Xior saja sudah mengatakan kepadanya jika Sunja kabur maka dia akan meledak karena jantungnya sudah di taru bom.


Dan kalian tau? Sunja percaya, karena Sunja suka mendengar jantungnya jika di dekat Xior suka bersuara lebih keras. Dan parahnya Sunja tidak berani kabur karena takut di bunuh oleh Xior, padahal keluarga Sunja itu kaya raya, mereka tentu pasti bisa menjaga Sunja. Tapi yang namanya gadis bodoh sepertinya mana bisa berfikir begitu.


Parahnya lagi Sunja sangat menurut kepadanya, terlihat tidak pernah membantah, apa saja yang Xior perintahkan akan ia lakukan meskipun sesekali menggerutu dan mengeluh.


Tapi Sunja tetap melakukannya.


Xior menghela nafas pelan.” aku harus ke rumah Letta untuk melihat bagaimana keadaannya.” gumam Xior pelan, menatap kuaci yang sudah di buat oleh sunja ia terkekeh pelan.” hanya orang bodoh yang ingin mengumpulkan kuaci di toples ini hingga penuh.” Gumamhya sinis. Ini toples cukup besar dengan ukuran setengah kilo. Tak habis pikir lagi pada Sunja.


Xior menggeleng pelan segera pergi meninggalkan sunja di posisinya.


Tapi sejenak Xior kembali ke pada Sunja, melihat Sunja yang tidur dengan posisi yang tidak nyaman membuat dirinya tidak tega. Mau tak mau Xior mendekati Sunja dan menarik tubuhnya untuk ia gendong.


Xior membawanya ke kamar milik gadis itu an menidurkan dia di kasur kecil miliknya. Sunja sama sekali tidak terbangun, terlihat sangat pulas. Dia pasti sangat kelelahan. Xior mengusap pelan pipi Sunja dan segera pergi dari sana.


....


Sampai sore,, baru mereka pulang. pulang ke rumah mereka sudah di suguhkan dengan Xior yang duduk di meja makan diberi makan oleh Nadia. Porsi makan Xior melebih lebih dari tamu mewah. Nadia memberikan satu ekor ayam kampong betutu, sangat besar. Ikan bakar dan juga beberapa lauk besar lainnya di sana.


Letta melihat ibu dan ayahnya yang begitu mengistimewakan Xior hanya bisa menghela nafas pelan.” kemarin letta pulang ibuk nggak masakin letta segini banyaknya. Ini anak ibuk Letta atau Xior sih?” gumam Letta datar melihat bagaimana Xior makan dengan semangat tampa ingin berbagi.


“ gue aja nggak pernah dimasakin sebanyak dan seenak itu. makan ayam aja harus bagi dua sama loe let.” Gumam Nato di sebeah letta lempeng.


” Kalian berdua cepetan mandi..!!! udah malam bentar lagi, cepet cepet.” Teriak nadia kesal.


Nato dan Letta sama sama menghela nafas, menatap Xior penuh permusuhan sedangkan Xior hanya menikmnati makananya dengan senang tanpa mengindahkan tatapan tatapan iri kepada dirinya. Kapan lagi ia bisa di sambut begitu megah gini kan?


apalagi Nadia sangat baik. Xior menyukai masakan Nadia yang lezat.


Langkah kaki panjang milik Letta menuju kampus tenang, banyak pasang mata menatap letta dengan banyak tatapan, tentu, Kalimat tretmen beauty itu pasti terasa, bahkan hampir seluruh orang fakultas mereka mengenali Letta karena kecantikan Letta miliki, apalagi saat tau jika Letta dekat dengan senoior mereka.


Banyak kabar beriringan mengenai status milik Letta dan Tama sebagai presma, mereka mengatakan jika Letta dan Tama memiliki hubungan khusus karena pelukan hangat usai keributan Kirana dan adiknya lakukan Minggu lalu. Ditambah Tama yang terus saja mendatangi Letta dan mengajaknya untuk berbincang.

__ADS_1


Letta sendiri tidak punya banyak teman dikelasnya, sebab beberapa kali juga ia akan main dengan Bastian dan juga Betta saat istirahat tiba, mereka suka berkumpul di kantin atau dimanapun hanya sekedar bercerita.


” Gue ada tugas yang kayak ginu, loe mau? Ambil yang kita aja.” Jelas Betta melihat letta yang membuat jurnal yang diperintahkan oleh dosennya.


Letta mengeleng pelan, masih mengetik dengan tenang.” gue kuliah buat jadi orang pinter bukan buat di kira pinter. “ jelas letta tegas.


” mudah sih dapet semua tugas dari kalian yang memang udah lewatin di tahun sebelumnya, tapi gue nggak dapat apa apa selain nilai. Kuliah gue mahal.” tegas Letta kembali.


Beta dan Bastian mendengar itu kagum, duudk di tengah tengah kantin, Letta jadi sangat dewasa sekarang, mereka bahkan merasa jika letta sangat berfikir matang dalam berjalan, mereka tidak bisa mengikuti jalan Letta yang teralu bersih.” Letta di panggil tu.” Ujar Udin pada Letta.


Letta mendengar itu mendongak menatap siapa yang memanggilnya, lihat Tama yang melambaikan tangan mendekati Letta, letta berdehem pelan menatap Tama yang mendekat.” Malam nanti ada acara nih kata bokap gue. mau syukuran tujuh bulanan nyokap.. dateng yah.” tegasnya pada Letta.


Letta mengangguk pelan.” ada banyak makanan kan?” tanyanya.


Tama disana menahan kepala Letta DNA..


Tak. Letta mendelik merasa panas keningnya akibat dijitak.” Bawel loe. Dateng aja sih.. “ ketusnya.


Letta menyipitkan mata menatap Tama mendelik tidak suka.” kalian juga dateng yah..” tegas taman pada teman temnan Letta.


“ siap deh.” Gumamnya Udin senang.


Itu sudah pasti menjadi bisik bisik mahasiswa sekitaran, yang di maksud Tama itu adalah organisasi di liuar kampus, yang laki laki itu ikuti,


"organisasi melulu. Tamat aja lie belum, “ gumam Letta menggeleng. bagaimana tidak? Tama itu udah semester 10, dan sekarang akhir tahun dia akan masuk semester 11, jika tahun ini ia tidak tamat berapa lama ia di sini? Dia bisa saja di DO.


“ loe ada hubungan apa sama Tama?” Tanya Betta pada Letta shok.” Dulu bukannya kalian tu suka banget rebut yah ? gue sampek ngeri banget lihat kalian berantem.” bisiknya kembali menuntut pada letta yang masih kembali melanjutkan tugasnya.


Letta melirik Betta sekilas lalu kembali mengetik.” Udah lama sih., kita udah baikan.” Jawab Letta sekenanya saja.


Betta mendengar jawaban Letta terdengar cuek hanya berdecak kesal saja. Letta memang tidak terbuka orangnya.


“ nanti malem bareng aja lett.” tegas Udin mengangguk.


"Kita nggak deket deket banget sama keluarga Tama, lumayan lah makan, gue sebagai anak kos butuh asupan bergizi, capek makan mie instan mulu.” Gumam Bastian menghela nafas pelan.


Letta berdehem pelan, ingat Bastian ini anak brokenhome yah, menghela nafas pelan ia mengangguk.” Nanti kita sampek jam lima kuliahnya, kita ke kosan gue aja, sekalian kalo kalian mau mandi, atau kalian mau pulang? apalagi loe Letta, satu jam loe kalo pulang dulu.,” jelas Beta pada Letta.


Letta mengangguk lagi sembari berfikir.” Iya sih, kalopun pulang udah pasti nggak lagi di kasih izin sama pak agung. “ gumamnya ragu.

__ADS_1


” Gue juga banyak kok baju, loe pakek baju gue aja.,. yah palingan agak cingkrang.” Gumam Beta meringis mengingat tinggi mereka yang beda.


Letta mendengarnya itu terkekeh pelan.” iya boleh deh.” Gumamnya Mengangguk.


Beta mengangguk, melirik Udin dan bastian.” Gue ke kosnya Bastian aja, yakali gue pakek baju loe.” Gumam nya ketus pada Beta.


” Kenapa nggak ke kosnya Bastian aja sih? dekat juga kan?” Tanya Udin lagi.


“ iya juga yah, tapi kita nggak ada baju.” Gumam Letta pelan.


”nggak usah ganti baju, kan Cuma hajatan, kita dateng juga santé. Lagian baju kita formal kok nggak jelek jelek banget. Emang kalian mau pakek baju apa? Gamis?” Tanya Udin.


Letta dan Beta memutar bola mata malas.”nggak bisa. kalian intinya jemput di apartemen Beta aja nanti malem biar kita otw bareng, gue sama Beta harus touch Up, siapa tau ketemu jodoh di sana.” ketus Letta pada kedua teman laki lakinya.


“ dih.” Decih nya Bastian sinis.” Jodoh aja loe pikiran, muka loe tu kayak kodok.” Ketusnya. Letta mendengarnya itu hanya mencintai Bastianini


“ nikah sama gue aja loe nanti let, pasti deh gue jaga sampek maut memisahkan kita eaaa,,” gumam Udin terkekeh.


“ loe suka sama gue?” Tanya Letta pada Udin menggoda.


Udin gelagapan saat di Tanya begitu.” Cie.. kalo suka bilang aja din, jangan di pendem, nanti kalo gue di ambil orang gimana?” Tanya Letta kembali membuat Udin menatap letta ingin muntah, semua yang di sana tertawa di buatnya.


“ muntah muntah. Nangis loe lihat gue SMA orang lain tau rasa.” Gumam Letta sinis padanya.


” Dih baperr loe.” Gumam Udin sinis.” Semisal kalo gue suka sama loe, loe mau nggak sama gue?” Tanya Udin kembali pada Letta bercanda.


Letta menggeleng.”Nggak dulu deh. Loe nggak ngerasain apa ada hawa hawa panas sekitar sini?” Tanya Letta pada Udin serius.


Udin mengernyitkan dainya.” Emang beberapa hari ini cuacanya panas sih.. emang gerah gitu.” Jelasnya polos.


Letta melirik Beta yang dari tadi diam dengan wajah masam sembari meminumnya jus miliknya. Bastian yang paham dengan pandangan letta ikut berseru heboh menepuk pundak Udin membuat sang empu berjengit kesakitan.


” Anjai ada yang terbakar tapi bukan kayu, ada yang panas tapi bukan kompor haha.” Tertawa Bastian ngakak.,


Letta ikut tertaw, ngakak.” YTTA aja nggak sih.” gumam letta cekikikan.


” Apaan tu YTTA?” Tanya Udin kembali menyahut heran.


” YANG TAU TAU AJA.” Teriak Letta dan Bastian saling tertawa. Udin disana hanya mendengus dan Beta hanya diam menatap mereka dengan helaan nafas pelan.

__ADS_1


__ADS_2