
Agung tak menemukan siapapun, meremas kuat kertas yang di genggamannya, Agung sadar jika anaknya telah pergi, tidak ada di sini.
“ Letta.” gumam agung menjatuhkan air matanya, kakinya bahkan terlemas dan terjatuh di tanah.
” Bapak kenapa?” Tanya Nadia memeluk suaminya nanar.
Agung memberikan surat dari Letta, Nadia menerimanya dan menatap Agung nanar segera membaca setiap bait tulisan, melihat apa yang suaminya baca hingga sejatuh ini, tapi Nadia ikut terdiam membacanya, menggigit bibir bawahnya Nadia lemas memandang Agung. Sedangkan yang lain hanya menjadi pengamat paling baik.
Di lain sisi. Bima meminum sampanye miliknya hampir dua belas gelas.” Tuan, berhenti. Tuan sudah mabuk. Jangan begini” gumam sekretarisnya nanar kepada Bima
Bima menggeleng dan menangis terisak.” Letta kamu dimana? Jangan tinggalkan saya.” Bisik Bima terisak isak. Sedangkan sekretarisnya hanya bisa diam menatap Bima sedih, sudah satu minggu ini Bima menjadi rusak,
Wanita yang ia cari tidak juga ditemukan, anak anaknya sudah ia buang dan usir,. Sekarang Bima sendiri, mencari wanitanya yang hilang entah dimana. Bima tidak tau lagi harus bagaimana jika tidak ada letta.
"’ apa yang harus saya lakukan jika tidak ada kamu?” bisik Bima sesak,
.....
Hacim.. letta mengusap hidungnya yang gatal “ siapa yang ngomonhin gue?” gumam Letta pelan.
Zeyn melirik letta malas, “ Musrik aja.” Gumamnya menggeleng, di dalam tenda yang redip ini hanya ada mereka, tidak ada siapapun, eh ada dua penjaga diluar, mereka tidak tau jika Bersembunyi alah militer begitu sulit, mereka seperti hidup ditengah kegelapan.
Letta menatap Zeyn yang memasak mie.” Ini yang di taru duluan apa yah? mie nya apa telornya, apa bumbunya?” gumamnya pelan kepada Letta., mereka memang masak menggunakan kompor kecil berisikan gas kecil begitu.
Letta mendengar itu memutar bola mata malas.” Masukkin aja telor duluan terus mienya biar telor mateng mienya juga mateng.,” jelas Letta kepada Zeyn.
Zeyn mengangguk menaruh mienya ke dalam wajan berisikan air mendidih, melirik Letta lagi “ loh telor yah, aduh salah.” Gumamnya meringis. Ia gagal fokus.
Letta memandang Zeyn lempeng.” Taro aja sekarang telornya.” jelas letta. tapi melotot saat Zeyn hendak menaruh telor bulatan utuh kedalam air. " Pecahin dulu oy!!!" serunya geregetan.
” mecahinnya gimana?” Tanya Zeyn kembali menatap telor
Letta melebarkan matanya., ia seperti melihat dirinya yang dulu.” Loe astaga. Tinggal loe ketok aja ke lant. Plak. atrgh.
Zeyn berteriak melihat telor itu retak dan hampir terkena lantai. Letta buru buru menarik tangan Zeyn dan menuangkan telornya ke wajan.
Plak. Letta memandang Zeyn malas sebab cangkang telornya juga di masuk bersama telor nya..” Astaga... ambil cangkangnya kita makan isinya cangkangnya enggak. Loe aja kalo mau.” Jelas letta kesal.
“ duh buang aja nggak sih? udah nggak higenis itu.” gumam Zeyn mendelik tidak mau.
__ADS_1
Letta memukul kepala Zeyn pelan. zeyn melebarkan mata memandang letta,.” kamu memukul saya??” Tanya nya dingin.” Dikepala saya?” tanyanya lagi. Zeyn tidak suka kepalanya dipukul seseorang.
Letta menatap Zeyn lebih garang.” Loe kalo maish numpanhg jangan ngelunjak, udah dikasih telor dan mie aja udah syukur malah mau dibuang dan minta baru. dipikir yang lain aja nggak makan.” Jelas letta kesal
.” tapi nggak juga kukul kelapa.” Tegas Zeyn.
letta meninju perut Zeyn membuat Zeyn meringis.” Loh kok?” tanyanya tak percaya.
“ katanya nggak bioleh kepala yah diperut. Salah juga?” Tanya Letta polos Melirik mie yang sudah hendak matang Letta menepis dna mendorong Zeyn.,
Zeyn kaget segera menjauh. Letta membuang cangkang yang sudah tercampur dan memindahkan mie ke adalam wadah yang belum ada apa apa
Membuka bumbu mie dan mencampurkan seluruh mie yang sudah di taru di wadah lain tadi. Zeyn melihat itu diam dengan wajah cemberut. Letta tak peduli, mencicipinya dan tersenyum lebar.” Enak..” gumamnya, ia melirik Zeyn yang cemberut.” Mau nggak?” Tanya Letta dengan dengan pelan.
Zeyn membuang muka, enggan memandang Letta. Letta melihat itu menaiki sudut bibirnya aneh.” He.. yaampun pakek acara ngambek pulak.” Gumam Letta tak percaya.
Zeyn tak menjawab dan duduk membelakangi letta
Letta melihat itu menggleng pelan.” yaudah kalo nggak mau, makan angin aja.” Jelas Letta dan segera makan, menikmati mie rasa cangkang telur, hehe canda. Mie ini enak, tak ada nasi, sebab mereka masak dua mie satu telur secara bersamaan.
Zeyn mencium aroma mie yang menguar dan juga Letta yang menyeruput kuah mie meneguk Saliva kering, ia segera menggeser membuka pesangon milik tentara yang isinya sudah kosong, padahal ia berniat ingin mengambil mie lain. Zeyn melirik letta yang makan tampa melihatnya meneguk saliva kering. perut Zeyn berbunyi meminta makan tapi ia tak mau makan mie begitu apalagi ia sedang marah.
Tidak tidak. Letta meninggalkan separuh mie di wajan sebelumnya tanpa sepengetahuan Zeyn.
Zeyn menghela nafas, mengusap air mata yang jatuh.” Laper.” Gumam Zeyn nanar. Zeyn tidak pernah kelaparan jika lapar yah nangis, memang iner cild orang beda beda, seperti Zeyn sendiri memiliki kebiasaan aneh, menangis saat lapar, apalagi Letta yang tidak peduli kepada dirinya?. Zeyn memilih duduk di dekat tenda dan melirik ke depan nanar, ia menghela nafas pelan. rasanya sedih sekali.
Sedangkan Putra dan Xior sendiri menatap orang orang yang bekerja di tengah malam begini menggeleng.” ini lebih lebih kerja romusa. Hahaha malem malem masih aja kerja.'’ Gumam Xior menggeleng tak percaya.
“ biasanya mereka dari imigrasi desa yang di janjikan kerja yang gaji menjanjikan, terus mereka di tipu dan di bawa ke sini, ketika mereka ke sini mereka tidak lagi bisa lepas, mereka harus kerja seperti atasan mereka perintahkan. Syukur syukur makanan mereka dikasih, sebagian ada yang dalam sehari hanya makan satu kali.” Jelas Putra tenang.
Xior mengangguk paham, sapa yang Putratidka paham.” Untung kakekku masih memiliki hati nurani dan perasaan sehingga tidak memperlalukan orang sangat buruk. Mereka tetap di gaji .” gumam Xior. Yah keluarganya mmeiliki sindikat kejahatan.
Putra berdehem pelan.” jangan bicara padaku,. aku akan menangkap keluargamu suatu saat nanti.” Jelas Putra dingin.
Xior malah terkekeh pelan.” serunya, teman menangkap keluarga teman karena sindikat mafia. Putra... gue rasa hubungan kita nggak sependek itu kan?” Tanya Xior malas.
Putra lebnih malas mendelik Xior. Ia kembali melihat kedepan dan menajamkan mata.” Kayaknya udah mulai lengah. Kita mulai aja penyebarannya, “ jelas Putra.
Xior mengangguk memainkan pistolnya. Cut.. suara kode dari Putra membuat beberapa orang sudah mengarahkan pistolnya pada para penjaga karena itu terjadi penyerangan satu sama lain di mulai.
__ADS_1
...----------------...
Sudah pagi zeyn memegang perutnya terasa nyeri, tidur di depan tenda neggan masuk lagi. Letta yang sudah bangun di jam segini melihat Zeyn yang tidur dengan menyender di tenda membuat dirinya meringis merasa bersalah. apa dirinya semalam terlalu kejam yah???
Mie yang ia sisa untuk Zeyn tak dimakan rupanya jadi hanya mengembang rugi.
Letta melirik sekeliling, tak ada siapa siapa membuat ia berdehem, udaranya masih sangat dingin dan asri, masih banyak embun membuat dirinya segera pergi dari sana, menikmati udara dingin dan sejuk ini kapan lagi??
Ke hutan di sekitar Letta menatap apa yang ada.,” jamur.’ Gumam Letta tersenyum lebar mendekati jamur jamur yang di tanah.
Letta belajar mengenai jamur beracun dan tidak dulu saat di tubuh lama untuk mmbuat racun.,
Dan ini jamur tidak beracun, dan ini cukup langkah. Letta mengambilnya dengan senang dan melihat bajunya tak ada apapun. letta melihat dedaunan, terlihat daun yang sangat lebar, letta tidak tau namanya tapi ia gunakan itu untuk mengambil jamur.
Jamur ini cukup banyak membuat dirinya senang, hingga lupa waktu dan tempat.” Hehehe.. buat Zeyn.” gumamnya, ingat ia makan mie dan telor semalam pasti Zeyn kelaparan. Ia akan memasak jamur untuk Zeyn pagi ini sebagai gantinya.
...----------------...
Putra dan Xior pulang ke markas dalam keadaan lelah, sangat lelah karena aksi kejar kejaran semalam dengan orang orang perusak tersebut. Di ladang itu berisikan reatusan ribu pohon g4nja, dan saat penangkapan semalam hanya sebagian saja yang di temukan dan sebagian sudah kabur ke atas bukut, dan untuk para pekerja, mereka di amankan oleh anggota lain untuk di evaluasi.
Melihat ada Zeyn yang tidur di depan tenda Xior menaiki alisnya, menendang pelan lengan Zeyn ia berdehem.” Loe ngapain tidur di sini?” Tanya Xior.
Zeyn meringis merasa sakit di lehernya, ia membuka mata nya memandang Xior, sontak karena kaget ia terdiam. Tubuh Xior sudah penuh bercak darah, bahkan ditelinga dan wajahnya.
Putra membuka tirai tenda dan melihat sekeliling, mencari letta.” letta kemana?” Tanya Putra kepada Zeyn segera keluar.
Zeyn mengerjab pelan mengucek matanya.” di dalam.” Gumam Zeyn serak kepada Putra yang bertanya.
“nggak ada.” Jelas Putra tegas. Bahkan baju yang masih basah dan lengket di tubuhnya masih menunjukan dirinya lelah baru saja kerja.
Zeyn mendengar ucapan Putra segera bangun dan membuka tenda. Ia menatap sekeliling, tapi tak ada letta.” loh tadi malem dia tidur di dalem.” Gumam Zeyn.
Putra mendesis kesal kepada Putra.” Kan udah gue bilang jagain letta tapi loe kok teledor banget sih?” Tanya Putra membentak kesal.
Zeyn mengusap kepalanya kasar.” Gue nggak tau.. “ gumam Zeyn polos. Dirinya baru bangun mana tau dimana letta.” siapa tau di dapur, coba cari dulu.” Gumam Xior.
Putra mendesis mengepalkan tangan, memilih pergi ke dapur meninggalkan Zeyn. zeyn segera kearah tenda lain dan mencari dimana Letta.
Xior pun sama mencari dimana Letta di sekeliling cam mereka. Tetapi tidak ada tanda tanda keberadaan letta.
__ADS_1
“ Letta...” Teriak Zeyn mencari ke mana mana.