Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Ngadu


__ADS_3

Letta memakan kerupuk ikan besar di kantin begitu nikmat., lihat wajahnya yang terlihat sangat alay, bahkan hampir seluruh orang kantin melihat dirinyalah yang makan begitu rakus. Rakus lah, bagaimana tidak. Kalian lihatlah apa yang letta pesan.


Bakso, ie ayam, ayam bakar dan juga kerupuk karung satu bal. Letta makan sejak tadi dengan senang karena semua ini sudah lama tidak ia makan. Apalagi mie. Mie ayam dan bakso. Letta menunggu hari dimana ia bisa menikmati semua ini secara bebas.


” Hemmm letta.. ini tidak salah??? Kamu akan mual jika makan sebanyak ini.” gumam temannya gugup. Menatap semua makanan letta bingung.


Dia adalah wanita yang tadi bicara mengenai Sarah, bernama Vika. Letta mengenal dia gadis yang berbadan kurus mengajaknya ke kantin. Vika awalnya berfikir jika Letta orang yang sombong dan pilih-pilih teman. tetapi ternyata Letta menerima ajakan kekantin dengan semangat


Vika dan teman-temannya tidak berfikir jika Letta makan sebanyak ini, apalagi tubuhnya yang terbilang kurus. ternyata wanita cantik makannya banyak juga yah batin mereka.


Letta melirik Vika dan menggeleng pelan," Aku udah lama nggak makan ini!!" sampai telinga letta dijewer. Letta terpelik nyaring membuat semua orang tertawa. Letta melihat siapa pelakunya.


Nato di sana menatapnya tajam.” kan udah di bilangin jangan makan sembarangan. Kan udah dikasih bekal.” Gumam Nato kesal kepada Letta yang nakal. susah sekali dibilangin.


Letta mengambil kerupuk dan memakannya ditengah amarah Nato. Nato melihat itu geram.”letta kamu dengar tidak?” tanyanya kesal mrampas kerupuk itu. Letta terlihat tidak terima hendak mengambil kerupuk itu, tapi terhenti dan merintis merasakan telinganya perih karena di jewer oleh Nato.


“ aduh aduh...Gue udah lama nggak makan ini Nato... gue mau makan semua ini sekali ini aja.” Gumam Letta lirih.


” Tapi nggak semuanya lett, kan bisa pesan bakso aja. Ini semuanya dimakan, Nggak sehat taukkkk!!” ketus Nato kesal melihat pesanan Letta yang sangat tidak bagus untuk Letta.


Letta mendengar itu memegang tangan Nato di telinganya,.” Itu punya Vika separuh tue Cuma pesen mie ayam aja akh iya gue pesen itu dan makan kerupuk dikit doang.” Gumam Letta merasa telinganya berdengung. Semua yang ada disana menahan tawa dibuatnya.


Vika yang dijadikan korban memandang letta melotot, segera menggeserkan duduknya untuk menjauh.


Nato menghela nafas pelan di buatnya “ dipikir gue percvaya??” gumam Nato mendengus melepaskan jewerannya.


Letta menghela nafas mengusap telinganya terasa perih dan panas. Nato mengambil beberapa sisa makanan Letta dan menjauhinya dari Letta.


Letta disana memandang Nato memelas.” Sekali aja nato.. gue kangen.” Gumam letta memelas.


Nato melihat itu sebenarnya tidak tega, tapi mau bagaimana lagi? mengetahui Letta punya penyakit mematikan ia lebih tak tega jika Letta mati, tepatnya ia tak tega pada dirinya sendiri nanti..” pilih salah satu aja.. demi kesehatan loe.” Tegas Nato.


Letta mendengar itu menatap semua makanan linglung, makanan yang paling ia inginkan.” Kecuali mie ayam, ini nggak bagus letta. makan yang lain aja...” gumam Nato pelan.


Letta mendengar itu menjadi murung, nato melihat itu semakin tak tega.


Letta menunjukan bakso saja. Nato melihat itu memberikan ayam bakar.” nggak boleh, ini aja.” Tegasnya.


Letta memandang nato lempeng.” Terus kalo gitu gunanya apa nanya nanya gitu tadi?” Tanya Letta kesal.


Nato mendengar itu terkekeh pelan.” ini gue aja yang makan, “ tegas Nato memakan milik Letta, bakso dan mie ayam ia satukan saja dan mulai menikmatinya. Letta mau tak mau hanya diam.,

__ADS_1


Kesunyian mulai mendera karena orang sibuk pada pekerjaan masing masing, sama dengan Letta dan Nato. Mereka makan dengan khidmat dengan Letta yang sesekali mencuri bakso atau kuah milik Nato.


Letta ingin marah rasanya tapi Nati lebih galak.


Brak. Meja milik Letta dan Nato di tepuk keras seseorang membuat letta yang mengunyah terhenti, mendongak melihat siapa pelakunya.


Letta menyipitkan matanya heran, sedangkan sosok yang menepuk meja milik letta sontak kaget.” Le letta?” gumamnya kaget. Letta hanya menaiki alis dingin padanya.


“ kak, dia yang tadi ngambil bangku aku, dia yang sok sokan itu kak.” Gumam sarah merengek pada kakaknya,.


Letta melihat itu hanya diam dan melirik Sarah sinis. Sarah yang dilirik sinis menggoyangkan lengan kakaknya lagi.” tuh kak lihat matanya.” Gumamnya pada kakamya merengek.


Sedangkan kakak Sarah disana bungkam, bagaimana tidak?? Ia adalah Kirana, dan ia baru tau yang adeknya masud itu adalah Letta, alias perempuan yang dulu selalu membully dirinya.


Mengapa dia ada di sini dan kembali lagi sejak kapan? itu yang ada di otaknya.


Letta yang melihat wajah bingung dan takut milik Kirana Tersenyum sinis, memakan tulang ayam miliknya nikmat.” Loe punya nyali juga yah cari gara gara sama gue.” gumam Letta pada Kirana.


Kirana terdiam ditempatnya melirik Letta ragu dan takut.” Nggak puas gue bullying pas SMA kemarin???” Tanya Letta santai sembari mengunyah nasi miliknya.


Sarah mendengar itu mengangah, memandang kakaknya kaget. Kirana di sana mundur dengan wajha pucat pasih.” Ka kamu... “ gumam Kirana pelan.


” aka k aku nggak takut lagi sama kamu.” Tegas Kirana dingin dan tegas. dibuat buat tepatnya.


Kirana meremas tangannya sendiri."Kamu bully Ade adek aku jadi yah kamu keterlaluan!!!! Kenapa sih suka ganggu orang? nggak cukup bully aku aja pas SMA?" tanya Kirana berbelit-belit karena gagap.


Nato yang melihat masalah itu segera berdiri menatap Kirana dingin.” Ngapain loe nyari gara gara sama adek gue ha?” sudah satu tahun Nato belajar bela diri. Agar bisa menjaga adiknya. Yah nato banyak belajar agar ia tidak lagi kalah dalam waktu.


Kirana menatap nato dingin.” Dia gangguin adek gue.” tegas Koirana melirik sarah yang mengangguk cepat.


” dia ngambil bangku gue sambil sok sokan di kelas, sok deket sama dosen juga, Pick me girl iw.” Gumam Sarah memelas polos pada kakaknya.


Letta mendengar itu rasanya ingin muntah, melihat sarah dan Kirana saja letta rasa mereka bukan levelnya untuk rebut. Ia melihat semua itu seperti lelucon, lucu dan menggemaskan. Apalagi usia Letta sudah tiga puluh lima tahun, malas letta ribut lagi masalah hal sesepeleh ini.


“ loe pikir kursi di skampus ini punya nenek moyang loe apa?” Tanya Nato dingin pada Kirana yang nyolot mengatai adiknya Pick me girl “ Cuma gara gara bangku aja ngelabrak orang sembarangan. Kalian tu udah kuliah bukan lagiu anak SMA Yang apa apa mau di ributin, hal kayak sampah gini mau di gede gedein. Malu sama rambut bawah.” Ketus Nato sinis.


Byur. Uhukuhuk..


Letta terbatuk sembari melotot mendengar ucapan Nato yang prontal, semua orang bahkan ikut tertawa mendengar ucapan Nato.


“ daebak.. udah bisa lawan orang, seberapa besar dirinya ketinggalan.” Batin Letta menatap Nato cengo.

__ADS_1


Ini diluar dari prediksi BMKG.


Kirana dipermalukan menatap Nato nyalang.” Ini bukan masalah apa apa, tapi masalah hak, loe nggak bisa ngelakuin hal buruk kayak gini sama orang lain, dia tetep salah sama adek gue dengan cara ngambil hak nya.” Tegas Kirana dingin dan tegas.


“ iya... dia salah anak baru juga.” Ketus rombongan Kirana,


Letta mendengar itu merasa senioritas yang tinggi di sini, dadanya panas tapi rasanya malas, bagaimana ini?? Nato melihat mereka melotot pada dirinya menaiki sudut bibirnya nyolot. “ hak apaan??? Emang kalian yang punya kampus,, selagi Letta nggak ngerusak itru masih hak bersama. Kalian sok sokan ngomong blabalaba seakan manusia paling suci aja. Sana sana pergi, bikin masalah aja.” Ketus Nato kesal.


Kirana mengerang marah menatap letta dan juga bakso yang masih wetengah, dengan berani mengambil bakso itu hendak ia lemparkan pada Letta, tapi tentu saja nato menepisnya kuat membuat semua orang kaget. Bakso dan mangkok tumbah di sana dan Kirana terpekik karena terkena kuah bakso. untung tidak panas.


Nato menatap kirana nyalang.” Loe apa apaan sih ha??” teriaknya dingin.


“ loe yang apa apaan. Gue Cuma ada urusan sama dia.” Tegas arah mendukung kakaknya.” Loe cowok minggir deh biar ini jadi masalah sesama cewek, nggak malu loe jadi banci? Ikut campur sama urusan orang lain. adek loe nggak mampu yah nyelesaikan masalah dia sendiri.” tegas teman teman Kirana.


“ gue disinis ekretaris ketua BEM, bisa aja gue bawa dia ke Dekan buat bicarain masalah ini, “ tegas Kirana dingin mencoba membuat mereka takut kepada dirinya.


Karena Kirana tau jika melawan kekuatan tentu saja dirinya kalah.


” Yah jelaslah kena respon. Soalnya kan Loe ani ani dekan.” Gumam Letta pelan. semuanya kaget dan shok mendengar gumaman Letta yang terdengar jelas.


Kirana melotot mendengar itu,” loe?” teriaknya menggema.


Letta yang diteriaki menaiki alisnya.”nggak terima??? Kalo semisal loe bukan ani aninya loe nggak mungkin kan bisa ngomong seleluasa itu sama dekan??? Apalagi masalah hal sepele kayak gini.” Gumam letta sinis. " Dipikir dekan punya waktu banyak??"


“ gue denger anak kelas kemaren juga kena SP Cuma gara gara nggak masukin nama Sarah adik loe ke makalah dia??? “ Tanya letta mengangguk.” Kalian yakin dia nggak punya hubungan khusus???? Yakali Dekan punya waktu sebanyak itu buat ngurusin masalah sesepele, kecuali yah.. kalian tau sendiri kan..” gumam Letta tersenyum sinis.


Kirana pias disana.” loe..” teriak Sarah murkah karena merasa kakaknya difitnah.” Loe mentang mentang badan gede, tinggi gini jangan asal ngomong aja., loe punya bukti nggak ha???” teriaknya marah.


” Bener bener harus dikasih pelajaran ini anak.” Gumam teman teman Kirana,.


Letta mendengar itu tersenyum remeh.” Nanti gue kasih bukti kalian ketar ketir lagi.” gumamnya sinis.


Melirik Kirana yang terdiam menatap letta terganggu.” Gimana??? Mau gue kasih bukti atau kalian pergi dari sini?” Tanya Letta dingin.


Kirana kehilangan kata kata, ingin mengelak tapi ia tau bagaimana jahatnya Letta. bahkan belle dan Cinta mati dibuatnya, ditambah lagi sebelumnya ia sangat tau seberapa brutal Letta jika berkelahi. Bahkan Presma saja sampai patah kaki dan rahang. Letta yang ditatap begitu dalam dan penuh kebencian oleh Kirana hanya tersenyum sinis.


“ pergi.” Gumam Kirana pelan.


” kak.. dia udah ngomongin kakak aneh aneh loih.” Gumam Sarah merengek.” Kita harus kasih pelajaran dulu.” Gumam sarah tegas.


kirana disana berdehem pelan pada adiknya.” sekarang lagi rame, nanti aja.” Gumam Kirana pada adiknya malu.

__ADS_1


Sarah disana kesal menatap Letta garang segera hendak menjambak rambut Letta, tapi tangan Nato lebih dulu menarik tangan Sarah kasar.” Beraninya loe nyentuh Adek gue.!!!!!” teriak Nato.


__ADS_2