Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
tanggung dokter


__ADS_3

Haloo semuanya!!! aku sudah menemukan ide cerita baruku. karena ingin nuansa yang lain aku mengambil Tema Perselingkuhan hohoho.... ayo baca novel ku yg lagi on going sembari menunggu novel Letta tamat. dengan judul " Ku rebut suami pelakor ibuku" atau klik profil ku saja oke.. aku tunggu di sana yah!!!!


.


.


Setelah terakhir perrtemuan itu, Letta selalu mengihindari Putra, setiap Putra menelpon Letta akan memblokir nomor yang, jika Putra datang ke kampus Letta akan pergi seperti ninja, sama sekali tidak bisa di hubungi. Sampai putra sadar, mungkin memang Letta bukan jodohnya, dirinya tidak bisa berpasrah diri pada letta.


“ papa...” teriak Juya keluar dari lift dan berlari mendekati Putra.’"Jangan lari lari Juy nanti jatuh bagaimana?” Tanya Putra berdecak pinggang menatap anaknya yang sudah berada di depannya. Tatapan Putra menatap nya garang.


Anaknya menatap ayahnya tercengir kuda, menunjukan dua jarinya. “ maafkan Juy papa. Juy hanya terlalu bersemanat setelah mandi. “ jelas Juya manis


Putrra menggeleng pelan mendengar alasan itu, segera membungkuk dan merapikan dasi anaknya yang tidak rapi. “ pagi ini papa hanya masak nasi goreng. Kamu sudah lama tidak bisa makan nasi seafood kan?” Tanya Putra menaik turunkan alisnya.


Juya mengangguk senang.” Apakah ada udangnya?” Tanya Juya berbinar.


Putra mengangguk.” Tentu saja, terkhusus untuk hari ini ada.. ayo makan.” Jelas Putra mengajak anaknya segera sarapannya. Sudah kebiasaan Putra untuk menyiapkan makan anaknya setelah Jasmine menikah.


Jasmine menemui suaminya di social media, dengan perasaan yang sudah sangat sakit karena diabaikan eh Purra, laki laki itu datang, lalu mereka ketemuan, tidak sampai satu bulan mereka menikah, rupanya dia teman smp Jasmine dulu, dan saat setelah tamat ia sekolah diluar negri kembali ke Negara asal ayahnya.


Saat itulah Putra berusaha menjadi orang tua tunggal yang baik untuk juya.


“ masakan papa memang paling enak..” gumam Juya dengan senang.


Putra mengangguk pelan.” papa tidak mau menikah seperti mama kan?” Tanya Juya tioba tiba.


Hal itu membuat putra kaget menghentikan kegiatannya lalu menatap sang anak kaget. “ memangnya kenapa Juya bertanya begjtu?" Tanya Putra.


Juya menggeleng pelan.. menatap Putra dengan pandangan polos.” Jika papa menikah Juya sama siapa? Mama sudah pergi meningalkan juya dan sudah memiliki Jiya, “ Jiya itu adiknya Juya. Anaknya bersama suami barunya, jiya adalah anak perempuan.” Dan jika papa menikah juya akan sendiri dong.” Gumam Juya sedih.


Putra menggeleng.” kata siapa Juya akan sendiri?” Tanya Putra bingung.


Juya mengernyitkan keningnya.” Juya akan tetap sama papa, lagi pula papa nggak ada niat untuk menikah. Juya tidak masalahkan jika juya Cuma berdua sama papa selama lamanya?” Tanya Putra tersenyum mengusap kepala anaknya lembut. Juya satu satunya hal yang berharga dalam hidupnya.


Juya mengangguk.” Tapi , kata kakek. Juya jika punya ibu akan ada yang memasakkan Juya, mengurus Juya, kalo begitu papa nggak akan kerepotan, jadi Juya harus menyuruh papa mencari ibu baru. Benarkah papa kerepotan mengurus Juya?” Tanya Juya kembali polos.


“ siapa bilang papa kerepotan? Apa Juya pernah melihat papa mengeluh?” Tanya Putra dengan pelan mengerutkan keningnya heran.

__ADS_1


Jya mengeleng tegas. “ tapi kakek bilang begitu, “ jelas Juya dengan pelan.


Putra menghela nafas pelan, ayah dan ibunya tetap tidak terima ia belum menikah di usia memasuki 32 tahun ini, putra mengusap pipi anaknya sayang.” Papa tidak kerepotan, selagi ada Juya di sisi papa. Papa akan selalu senang oke..” jelas putra.


Juya tersenyum lebar menatap ayahnya. Juya merasa beruntung memiliki anak sebaik Putra.


.....


Belajar dari kesalahannya. Letta sudah tiga hari ini bangun sangat pagi, ia melakukan rutinitas oahraga di jam lima sampai jam setengah enam, lalu segera mandi . Letta akan kembali menjadi murid residen di hospital. Karena Letta yang harinya harus pergi pagi sekali Nato juga harus pagi sekali bangun dan mengantarkan Letta ke rumah sakit.


Tidak telat, Letta sudah tidak telat kali ini. dan dokter Canva tidak perlu lagi memarahi dirinya. Letta juga ditugaskan bersama Bara sedangkan Loli dan leo. Letta dan bara ditugaskan dibagian bangsal Umum dan itu sangat melelahkan ketimbang bangsal atas. Bara sengaja ingin satu bangsal dengan letta agar ia bisa selalu bersama Letta.


“ dokter... ada yang sesak nafas.” gumam dari keluarga pasien.


Letta dan Bara segera menuju ruangan pasien dan memeriksa tekanannya., menatap infus dan juga radio dari jumlah nafas dan suhu tubuh letta menghela nafas pelan.” apa yang harus dilakukan?” Tanya pasien pelan.


Letta menggeleng pelan.” bapak memiliki kelainan jantung?” Tanya Letta.


keluarga pasien mengangguk sedih.” Ini diharuskan segera melakukan pemasangan cincin pada jantung karena penyumbatan, ibu dan bapak segeralah melakukan administrasinya, “ jelas Letta tenang, ia segera memberikan obat di lengan pasien datar. Letta selalu serius dalam bekerja.


Keluarga pasien menghela sesak.” Kami belum bisa mengumpulkan uangnya. Kali ini kami datang dengan tabungan saya yang beberapa bulan lalu bekerja, dan sekarang tidak lagi. dokter apakkah bisa ada tindak lain yang tidak menghabisi uang?” taya keluarga pasien, dia terlihat anak dari pasien bagi letta.


Mereka kaget mendengar suara itu. letta segera gelagapan memegang dan memeriksa pasien, di sebelahnya Bara yang diam saja jua sontak mendekat dan memeriksa keadaan pasien, sauasana memanas dan letta terkaget, menatap anaknya yang kaget.. letta meneguk Saliva kering.” Maaf nona... bapak anda sudah tiada.” Gumam Letta dengan sulit.


Bugh.. "dokter sialan..”


Letta terdiam memejamkan mata mendapatkan satu pukulan di pipinya. Bara menatap itu segera menatap kaget pria yang baru datang memukul Letta. segera memukulnya juga membuat suasana menjadi kacau.” Sialan.” Teriak bara marah.,


“ kalian sialan, dokter tidak becus..” teriak dari laki laki tersebut.


Bara mengpalkan tangan.” Kalian pikir kami tuhan? Yah kalo meninggal itu artinya karena takdir bukan kami, sialan.” Teriak Bara kembali berkelahi dengan keluarga pasien sampai skcurity datang.


Letta memegang pipinya yang bengkak dan mengeluarkan seluruh sedikit darah, perih dan sakit rasanya, ini pertama kalinya ia dipukul; usai empat tahun lalu. “ dokter nggak apa apa?” Tanya keluarga pasien lain.


Letta menggeleng pelan menatap Bara yang sulit dihentikan, sampai keluarga pasien tak bisa lagi berkutik dibawahnya.” Udah bar udah..” gumam letta.


” dia mukul loe.”teriak Bara menatap pipi letta memar, itu pasti sangat perih dan kebas membuat ia kembali hendak memukul pria itu, tapi letta menariknya kuat dan segera keluar dari sana.

__ADS_1


Kasus ini membuat Letta dan Bara kembali kena peringatan, tidak sampai keluar surat SP.. haya saja imereka harus bertemu dokter Canva dan di marah marah. Di dunia kedokteran dipukul oleh keluarga pasien, disalakan karena kematian mereka itu sudah biasa sudah makanan sehari-harinya oleh para dokter.


Sebab para pasien kadang suka lupa jika dokter juga manusia yang sedang kerja, bukan Tuhan yang bisa memberikan kesehatan untuk manusia.


Lucuu beneranya tapi itulah hudup. Canva menatap luka letta dipipinya dengan pandangan tak enak hati.” Obati luka kamu, jadikan pelajaran untuk kedepannya, ini lah memang sering terjadi dikedepannya, saya harap kalian tidak menyerah untuk belajar.” Tegas Canva.


Bara dan letta mengangguk segera keluar.” Harusnya loe udah kena SP karena ngeroyok kelarga pasien.,,"


” gue ada alasan ngeroyok dia ye. Bisa bisanya nyalahin orang pas keluarganya meninggal. Mereka pikir kita tuhan apa bisa ngasih kehidupan orang orang., bisa banguni orang meninggal?” tanyanya kesal pada Letta.


“ tapi..” Gumam Letta pelan memilih duduk di ruangannya, itu memang ruangan utuk anak koas.” Kita senbagai dokter harus bisa berfikir bagus, bisa saja saat itu mereka sedang sedih dan marah, mereka pasti terpukul karena ayah mereka meninggal. Kita sebagai dokter harus memaklumi dan sabar Bar. Nggak bisa sebar bar itu.” jelas Letta.


Bara menggeleng tegas.” gue bisa sabar kalo dia mukul gue, tapi dia mukul loe. Gue nggak bisa sabar apalagi dia itu cowok, nggak pantes cowok mukul cewek. Banci dia berarti.” Tegas bara membuka kotak obat dan menuju kulkas.


” Gue nggak mau lihat loe dipukul lagi letta, lain kali hati hati.” Bara sudah tidak memanggil letta mama atau mommy, bukan apa apa, letta seperti sugar momny dipanggil Bara begitu, bahkan sampai bergosip jika letta dan Bara memiliki hubungan special mangkanya panggilan nya mami moms begitu,


letta terkekeh pelan dan menggeleng sejenak, meringis merasakan air hangat menimpa pipinya, sangat sakit dan peri. Bara melihat letta meringis semakin marah dan kesal.” rasanya mau gue bunuh deh mereka.” Gumam Bara.


Letta menggeleng pelan. kesabaran Bara itu sangat tipis, lebih tipis dari rammbut dibuatnya. “ ayo Letta. Kita harus cek pasien lain.” teriak Canva. Letta mengangguk dan bara segera mengobati letta lebih baik. lebih cepat lagi.


Pulang jam malam lagi. letta menguap tapi segera meringis merasakan pipi nya sakit.” letta... udah pulang?” letta melirik Fajar yang mengajaknya bicara.


Menggangguk pelan letta berjalan menuju mobilnya.” Loe nggak mau jenguk mama? Dia udah bangun loh. Thanks yah udah bantuin mama gue semalem.” Jelansya tersenyum ramah.


Letta mengangguk.” Udah tugas gue. dan sorry gue belum bisa jenguk., soalnya udah capek, udah malem juga kan.. kapan kapan yah gue jenguk.” Jelas Letta tenang pada fajar.


Fajar selalu saja mengajak dirinya bicara sesuatu. Itu dlakukannya sejak masa kuliah dulu.


Sampai lengan letta ditarik. Fajar mengernyitkan dahinya menatap pipi letta yang biru” Itu kenapa?” Tanya Fajar hendak menyentuh pipi letta.


tapi segera ditepis oleh sang empu.” Ini karena jatuh” Tegas letta.


Fajar tak yakin oleh jawaban letta. “ Tapi itu kayak kena tonjok lett.” gumamnya ragu pada Letta lagi. Letta berbohong kan???


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa mampir di novel baru aku dengan judul " Ku rebut suami pelakor ibuku"


__ADS_2