
Pagi sudah menyapa, meninggalkan sosok Pria yang membuka matanya hangat, ia bisa melihat sosok mungil di hadapannya, tersenyum tipis mengawil hidung sang anak. Mata yang tadinya terpejam sekarang terbuka lemah mengerjab menatapnya dengan tatapan malas.
Putra terkekeh pelan menatap anaknya.” udah bangun hmm?” tanyanya pelan.
anaknya mengangguk pelan.” ayooo bangun, katanya mau sekolah, udah jam enam loh.” Gumam putra lembut.
Sang anak masih memberi wajah bantalnya dan berdehem pelan.” masih ngantuk papa.” Gumamnya serak.
“nggak boleh, nantikan telat kamu bisa kena hukum. Ayo bangun dan bersihkan tempat tidur, lalu gosok gigi dan..??”
“ mandi..” gumam juy dengan senang.
Putra terkekeh mengusap kepala anaknya sayang.” yukk mulai membersih kan kamar, nanti papa siapkan sarapannya oke,. " Jelas Putra semangat. Juy mengangguk segera turun dari kasurnya.
Putra ikut turun dan bergegas ke dapur. Juya pun melakukan tugasnya membersihkan kasur, merapikan semuanya, setelahnya ia segera ke kamar mandi menggosok gigi dan mandi. Usianya sudah hampir lima tahun dan sekarang sudah masuk TK, sudah satu bulan dia masuk TK di sini.
Juya di ajarkan mandiri sedini mungkin oleh ayahnya, dimulai dari membereskan semua maiannya sendiri, membeserkan kasur, bahkan mandi dan juga ganti baju. Kadang ada beberaa yang putra perbaiki, jika ada yang tidak rapi, namanya juga anak anak kan, tapi setidaknya dia tau tangung jawab dirinya sendiri. Bisa melakukan hal hal sendiri tampa harus meneriaki atau menyusahkan orang lain.
Jasmine??? Dia tidak menikah dengan Putra.
Putra teguh pada pendiriannya untuk tidak menikahi Jasmine, tapi syukurlah Jasmine mendapatkan laki laki lebih baik dari Putra, sehingga ia menikah dua tahun lalu dan suaminya adalah orang luar negri.
Hak asuh Juya jatuh ditangan Putra karena jasmine ingin focus pada keluarga kecilnya, sedangkan Putra tidak memiliki tanggungan lebih terhadap keluarga. Putra juga ingin hak asuh itu jatuh padanya,.
Ingatan Putra jatuh pada dua tahun yang lalu, benar kata orang., sejauh manapun hdup bersama jika cinta kita sudah habis di satu orang yang lama, maka mau bagaimana pun hidup bersama wanita lain, itu akan tetap kalah. Dia akan selalu tidak akan tergantikan.
Putra pernah di tolak oleh Letta saat kembali memintanya untuk menikah, dengan tegas Letta menolak dimalam itu.
Bayang-bayang itu masih ada.... Ingatan Putra kembali ke masa lalunya yang menyakitkan.
Menatap Letta yang baru pulang dari kampus. Putra menadakan tangan dipinggir kampus dengan senyum lebar, " Letta!!!" Panggil Putra nyaris berteriak.
letta yang masih terkikik bersama temanya ikut melambaikan tangan segera mendekati Putra. “ eh kok di sini?” Tanya Letta melirik ke kanan dan kekiri.
Putra menggeleng, masih menatap letta penuh pemujaan. “ nggak ada, aku tadi ada rapat di kampus kamu, katanya mau bawa acara motivasi.. aku motivatornya.” Jelas Putra bangga.
Letta menatap Putra kagum.” Wah keren dong.” Jelas letta mengangguk menunjukan dua jempolnya.
Putra terkekeh pelan., Letta paling bisa memberikan dirinya kebahagiaan, di puji begitu saja dirinya rasa tubuhnya melayang. “ kamu mau lunch bareng aku?” Tanya Putra pelan.
Letta mendengar itu menatap letta ragu.” Aku nggak ada hubungan sama jasmine, jangan berfikir tentang dia.” Jelas Putra kepada letta lagi karena tau pikiran letta.
“ tapi nanti sore aku ada makul lagi di sini, bisa makan didekat sini aja kan?” Tanya Letta pelan. Letta tau Putra sangat keras karena itu menerima ajakan Putra untuk makan. lagi pula hanya untuk makan kan?
Putra mengangguk segera membukakan pintu untuk Letta. letta tersenyum mengucapkan terima kasih padanya.
Mobilnya melaju menuju café terdekat, Letta merekomendasikan tempat makan enak dan murah di sekitar kampus, berhenti di angkringan yang cukup luas dan ramai.” nah ini itu enak makananya.” Jelas Letta semangat menatap angkringan di depannya.
__ADS_1
“ emang jualan apa aja?” Tanya Putra.
“ ada bakso, tekwan, ada salad juga. Banyak lainnya. Ada geprek, ada ayam goyeng. Ada banyak lainnya.” Jelas Letta melebarkan tangannya hingga ke depan wajah Putra hingga.menimpa wajah Putra.
Putra kaget membuat letta terbahak pelan.” bercanda.. he he ayo turun.” Gumam letta.
Putra terkekeh pelan ikut turun, saat Letta dan putra turun, tentu tatapan mahasiswa yang ada di sini terarah pada Letta, Letta kerap kali di jemput oleh lelaki bermobil keren, bahkan gossip jika Letta adalah simpanan para pejabat dan pebisnis menyebar.
entah siapa yang memfitnah dirinya sebagai simpanan Letta tidak tau, tapi selagi tidak dan yang mengusik nya Letta tidak peduli.
Letta tidak memusingkan itu, selagi uang uang Bima dan mereka mengalir ke rekeningnya tidak masalah haha.
Masuk di angkringan Letta memilih memesan soto Madura, dia sangat suka soto Madura, dengan kaldu dan bau khasnya. Letta bisa makan dengan porsi banyak, sayangnya ia tidak bisa makan banyak daging sehingga ia selalu makan dengan nasi dan di ganti sayur kol.
Penjaga bot sudah sangat tau apa saja yang letta inginkan, mereka selalu menyiapkjan makanan untuk letta.
Apalagi nasi merah, seakan sudah sangat tau Letta. mereka selalu menyiapkan nasi merah untuk Letta nikmati.
“ wah kayaknya udah sering yah ke sini.” Jelas Putra terkekeh melihat porsi Letta dan dirinya berbeda, porsi dirinya banyak sekali ayam dan koya sedangkan letta hanya bawang goreng, sedikit tulang dan daging dan kol di iris tipis beserta bihun, nasi merah satu piring di tabur bawang goreng.
letta terkekeh.,” enak banget tauk di sini... ini itu porsi aku nggak boleh banyak daging soalnya bisa kolesterol nanti.” Gumam Letta terkekeh.
Putra ikut terkekeh pelan.” kamu keren bisa jaga pola makan.” Tegas Putra.
” Gimana yah kalo nggak jaga pola makan kan rugi di diri sendiri, kasihan orang orang tercinta bisa ngomel setiap hari.” Tegas Letta ingat dengan agung dan Nadia yang terus saja mencerca dirinya agar tidak makan makanan yang tidak baik. putra terkekeh mendengar curhatan letta.
” Kan..” gumam letta semangat.” Emang enak banget, kamu tau nggak di sini harganya berapa??? Cuma 23ribu. Dimana lagi dapet harga segitu dengan makanan seenak ini, katanya yang masak itu mantan chef hotel bintang lima loh.” Jelas Letta semangat.,
putra mengangguk.”keren keren.” Gumam putra menikmati makanan miliknya.
Melirik letta yang makan dengan semangat menghabisi makananya tanpa sisa Putra jadi tau sekarang Letta jauh lebih baik dari dulu, bisa bicara bebas, tertawa bahkan bisa menampilkan banyak ekspresi. Jauh dari tahun tahun dulu, Letta semakin menarik dirinya.
Letta menghela nafas pelan.” jadi mau makan manis manis lagi deh.... ke taman dekat perpustakaan yuk, di sana ada ruak kacang merah gitu, pakek es dongdong.” Jelas letta mengingat es yang terakhir ia beli mingu lalu, sangat enak.” Harganya juga Cuma ceban.. “ jelas Letta polos.
“ haha sekarang anak kuliah banget yah, mikirin harga.’ Gumam Putra melihat Letta yang selalu bahas tentang harga. Letta terlihat sangat memanage keuangannya.
Letta mengangguk memelas.” Semenjak kuliah harus nyisih duit, nggak ada lagi donator donator om-om, harus pakek uang pak Agung bu Nadia, seari Cuma dikasih 100rebu.’ Gumam letta memelas.
“ loh bukannya ditas kamu ada kartu hitam?” Tanya Putra heran.
Letta cengengesan.” Masih ada dari Xior dari om Bima, dari kamu. Tapi yah itu hehe. Biar dramastis aja.. soalnya temen aku anak kos semua yah jadi rakyat jelata mereka, syukur syukur dapet makanan gratis, kalo tau gue banyak duet behhh.” Gumam Letta mencibir.
" Kenapa?" Tanya Putra terkekeh melihat ekspresi Letta yang lucu.
“ kalo mereka tau aku ada uang banyak, habis deh di maintain traktir. Mana banyak yang minjam uang lagi, nggak ada yang bayar kalo dah minjem ditagih jadi ribut.” Gumam letta mencibir.
Putra terkekeh melihat Letta yang sudah mulai perrhitungan.” Belum lagi bensin,. Terus kadang nggak pulang jadi milih nginep aja di hotel, kalo di apartemen Beta, Beta suka bawa sepupunya, jadi nggak bebas, nggak enak juga. “ jelas Letta bercerita lagi dengan semangat.
__ADS_1
“ oh iya, gimana keadaan baby boy? “ Tanya Letta ingat pada anak Putra.
Putra mengangguk.” Udah bisa merangkak.” Gumamnya ingat pada anaknya.
” Wah udah lama nggak ketemu hehe.” Gumam letta.
“ nanti ketemu setiap hari.” Jelas Putra tegas.
Letta melirik Putra mendelik.’” Kan kamu yang akan jadi ibunya nanti.” Jelas Putra melihat wajah Letta yang heran.
Letta mendatarkan wajahnya.'’ Kan jasmine mamanya, ngapa jadi aku.” Jelas letta mengangkat bahunya.” Ingat yah put, kita sekarang Cuma temen.. kamu harus jadi ayah yang baik dan suami yang setia.” Tegas Letta pada putra terang terangan.
Putra mendengar itu mendatarkan wajahnya. Melirik sekeliling yang sudah sepi ia menggeleng.” Letta, kamu masih tetap nolak aku?? “ Tanya Putra.
Letta menatap putra dengan pandangan sulit dijelaskan.”letta sampai saat ini aku tetap sayang dan cinta sama kamu, aku nggak mau nikah kalo bukan sama kamu, sampai kapanpun nggak akan.” tegas Putra dingin.
Letta meneguk Saliva keringnya, Letta bukan jahat, tapi Letta dan Jasmine sama-sama seorang perempuan dan Letta tidak ingin menyakiti perasaan sesama nya.” Put. Tolong jangan egois... anak kamu butuh ayah dan ibu yang lengkap.” Jelas Letta lemah.
Putra menggeleng.” saya dan kamu akan menjadi keluarga yang lengkap buat jagain dia. Dan jasmine akan menemukan laki lakinya. Tidak ada yang tidak lengkap.. semuanya terjadi diluar kendali aku. Aku Cuma mau satu, yaitu kamu..” jelasnya tegas.
Letta menatap putra memelas.” Ayolah put, jangan bahas ini lagi sama aku.. plliiiiss.” Gumam Letta memelas dan memohon, lelah dirinya menjelaskan pada putra dirinya tidak ingin bersama Putra. Dirinya bukan menolak Putra, tapi situasi putra tidak bisa ia abaikan, ada perempuan dan seorang anak yang harus ia jaga perasaannya.” Apa nanti kata anak kamu kalo lihat kalian pisah, apalagi ibu dan ayahnya enggak menikah, punya uang tua ganda. Ia akan kebingungan ikut kemana.” Jelas Letta memelas.
" Sekarang yang harus kamu pikirkan anak kamu bukan perasaan kamu saja... sekarang anak kamu belum paham apa-apa karena itu kamu bisa begini. tapi kalo anak kamu sudah besar dan paham segalanya, kamu mau menjelaskan bagaimana? tentang keegoisan perasaan kamu? oke sekarang aku bisa menerima kamu, tapi anak kamu pasti akan menganggap aku pelakor nya. seperti Brayen dan Bima. mereka akan membenci aku dan kamu!!!" Jelas Letta lagi tegas mengenai alasannya.
Putra menggeleng.” dia mungkin akan patah, tapi aku punya obatnya, aku akan jelaskan semuanya kepada dia. “gumam Putra segera menghela nafas pelan.” apa nggak ada kesempatan buat aku?” Tanya Putra pada Letta memelas, tatapannya suram dan merah, sangat terkika akan penolakan letta.
Letta menggeleng pelan,” aku berat.. Cuma aku tau, kamu lebih berat. Im sorry Putra, kamu harus jadi rumah buat keluarga kamu, kalo kamu sama aku, korbannya dua orang, tapi kalo kamu sama mereka, Cuma aku yang disini doakan kalian, aku nggak apa apa, masa depan aku masih panjang, beda sama Jasmine dan anak kamu, kalo nggak ada kamu bagaimana kehidupan Jasmine dan anak kamu kedepannya.” Jelas letta menggeleng.” aku dan kamu nggak bisa egois.’ Gumam Letta memelas dan segera mengambil tasnya.
Letta berdiri dari posisinya. Dan hendak pergi.” Aku tegasin letta, kalo aku nggak akan nikah kalo bukan sama kamu.”
Letta mendengar itu tak bisa tidak menjatuhkan air matanya. Letta tau dirinya egois tapi menerima putra juga keegoisan yang tidak termaafkan.
Putra terkekeh.” Aku nggak bisa menikahi orang lain, sedangkan cinta aku udah habis buat kamu. Im sorry, aku jahat dan aku egois. Nggak apa-apa. aku terima sama takdir aku sendiri.” Tegas putra menghela nafas.
Letta tak menjawab segera pergi. rasanya sakit, dadanya sakit.
”letta aku Anter, “ tegas Putra.
Letta menggeleng pelan segera keluar dan melambai pada anak mahasiswa di sana, karena kenal ia menebeng untuk ke kampus.
Putra hanya menatap Letta dengan sedih, sekali lagi Putra harus menelan pil pahit karena di tolak oleh Letta yang kesekian kalinya. Putra menahan dadanya yang sesak. Memukul kuat dirinya sendiri. sekali lagi Putra harus menangis karena ditolak lagi oleh wanita nya.
.
.
... Aku tuh bingung deh. mau bikin novel tentang fantasi, atau tentang keislaman Rani dan Make? menurut kalian aku bikin yang mana yah? atau judul lain saja?...
__ADS_1
...atau aku bikin novel yang dengan tema Time travel lagi yah? ...