
Hari berlalu, wkatu berlalu hingga masa masa koas letta benar benar harus selesai, menghabisi waktu 2 tahun lebih, letta menyelesaikannya secara baik, Canva bahkan kagum pada letta dan pembelajarannya yang sangat bagus. Menyesal sudah menatap Letta tak suka dari pertama kali dia dulu karena dia telat. Sekarang Letta bahkan bisa menangani oprasi sendiri tampa dampingan dokter bimbingannya.
Letta menguap pelan menatap jalanan,. Letta sudah lama tidak berjumpa Agung dan Nadia, karena dia yang sibuk, tidak ada libur, jikapun libur hanya 1 hari, jadi Agung dan Nadia yang ke sini jika sedang tak sibuk, itupun mereka sedih melihat kesibukan Letta yang bahkan harus pulang hingga larut malam. Memarahi Letta pun percuma sebab itu profesi letta sendiri.
Menuju tempat belanja kebutuhan, Letta melewati taman, hanya menggunakan hodie rambut sebahu yang diikat tinggi, celana pendek, Letta bisa melihat anak anak yangs sedang bermain bola di lapangan, usia mereka mungkin sekitar enam atau tujuh tahun. letta tersenyum melihat itu.
“ kamu nggak boleh main soalnya kamu nggak punya mama..”
Letta mendengar itu mengernyitkan dahi memandang satu anak yang hendak main tapi di dorong paksa.
Letta menatap itu rumit dan sulit, “ tapi... aku mau main, aku punya mama kok.” jawab sang anak sedih,.
Yang lain tertawa di sana.” tidak.. kamu tidak punya, tidak pernah di antar dan di jemput sama mama kamu. Kamu kan anak haram, ibu dan papa kamu nggak nikah haha anak haram..” teriakkan anak anak itu menggema membuat anak itu meremas tangannya sendiri menatap mereka nanar.
Letta melihat itu geram, sangat geram. Ingat dulu saat ia ingin main bola tapi tidak juga dibolehkan karena dia jualan, dia orang yang miskin, letta memejamnkan matanya . letta harus bagaimana dalam bersikap melihat anak kecil yang begitu di perlakukan buruk???
Mendekati anak anak. Letta melipatkan tangannya didepan dada, anak anak menatap Letta yang bertubuh tinggi di depannya mereka mengerjab pelan. postur letta benar benar seperti laki laki. Bahkan anak laki-laki yang di bully melirik Letta takut.
Berjongkol di depan mereka Letta tersenyum sinis.” Dasar gendut, Kumal. Hidung pesek, beraninya kamu mengghina orang lain sedangkan kamu sendiri sangat jelek.” Cinir Letta lugas tanpa hati.
Anak itu terkaget mendengar Letta yang bicara menghina tentang dirinya, Letta melirik anak di sebelah dari anak gendut itu tadi.” Kamu juga, hitam dekil, pendek. Kummel bau matahari. Bisa bisanya menghina orang lain sedangkan kalian jelek.” Cibir Letta lagi.
“ kau?” teriak mereka tidak terima. Letta menghela nafas pelan. anak yang ia lindungi di belakangnya diam tak bicara menatap mereka nanar.
” Apakah enak jika di hina ha? Bagaimana dengan perasaan kalian setelah mendengar penghinaan?” Tanya letta dengan serius pada anak anak itu.
mereka hanya diam tak menjawab. Letta tersenyum sinis.” Nggak enak kan? lantas kenapa masih suka menghina orang lain?” Tanya Letta dengan sinis.
Letta membantu anak yang di bawah itu berdiri, membawanya di bawah kakinya.” Kalian memangnya mau mama kalian mati? Atau keluarga kalian cerai?” Tanya Letta pada anak anak. Letta tidak tau dimana ibu sih anak.
"Bayangkan kalian yang kehilangan ibu atau ayah kalian sehingga kalian hidup sendiri dan di kucilkan oleh anak anak lain. apakah kalian akan suka?” Tanya Letta tegas dan dingin lagi." Apa aku harus berdoa supaya kalian juga kehilangan ibu supaya bisa merasakan apa yang anak yang kalian bully rasakan???
Mereka tercenung memandang Letta dan Juya rumit. Letta mengerjab pelan menatap Juya yang tingginya hanya sepinggangnya.” Nggak ada anak yang mau kehilangan orang tuanya, kehilangan ibunya, ayahnya atau bahkan keluarganya. Nggak ada anak yang mau dilahirkan dengan predikat anak haram.” Jelas Letta dingin.
” Semua orang mau bahagia dan cinta.. Dan kalian menyakiti hati teman kalian.” Jelas Letta tegas lagi.
Juya menbangis dalam diam, mengusap air mata yang jatuh. Letta menghela pelan menatap anak anak yang tadi mengejek.” Bagaimana jika dia tersakiti dan bunuh diri karena kalian ejek? Kalian akan menjadi pembunuh dan penjahat.” Tegas Letta. mereka menggeleng tak terima.” Itu kenyataannya, kalian anak anak jahat dan nakal.” Tegas Letta lagi.
“ tapi dia memang anak haram.” Tegas salah satu yang lain.
” memangnya anak haram itu apa?” Tanya Letta menaiki alisnya.
__ADS_1
” Anak yang orang tuanya nggak nikah. Anak dari perzinahan.” Jelas nya lagi. anak paling besar.
Letta mencibir anak itu.” Lantas apa dia nggak boleh jadi anak-anak jika begitu? Apa mereka harus di ejek dan di injak injak?” Tanya Letta menaiki alisnya.
Jmenghela pelan “ minta maaf lah, dan berteman...” tegasnya.
Mereka menatap Juya ragu. Juya yang disana meremas tangannya kuat.” jika kalian ingin berbaikan berteman dan tidak lagi merundung nya. Aku akan mentraktir es krim.” Tegas Letta lagi.,
“ benar?” Tanya mereka berbinar.,
Letta menggangguk tangan tangan Juya menahan tangan letta lembut, letta melirik Juya yang memegang tangannya.” Mereka akan tetap merundungku nanti. Mereka hanya inguin es krim dirimu, karena aku memang anak haram.” Jelasnya bergetar.
Letta menatap mata anak ini, lukanya cukup dalam. Tak bisa bicara lagi letta melirik anak anak tadi.” kami paham. Maafkan kami juya... kami bersalah.” jelas anak yang paling gemuk mendekati Juya. Matanya berair menatap Juya.
” Sebenarnya papa dan mama ku juga sudah bercerai satu bulan yang lalu, dan sekarang aku hanya tinggal dengan nenek. Maafkan aku.. aku juga anak haram.” Jelasnya.
Letta mengulum senyumnya, mereka tidak tahu apa yang mereka katakana. Juya mendengar itu tercenung. “ kalian?” Tanya Juya terpotong sebab tak jauh harus bicara apa.
“ ayo bermain. Kami tidak mengharapkan es krim.” Teriak mereka menarik tangan Juya.
Menatap letta sejenak.” Kami tidak butuh es krim lagi.” Tegasnya segera berlari menuju lapangan bersama teman teman dengan senyum lebar.
Letta melihat itu tersenyum tipis., anak itu bernama Juya, mengingatkan dirinya pada seseorang tapi ia tak tau itu siapa.
“ Antarkan es krim nya ke sana.” jelas Letta memberikan uang lima ratus ribu rupiah.” Jika ada lebihnya ambillah, tapi biarkan mereka makan sepuasnya.” Tegas Letta. penjual es krim mendnegar itu mengangguk senang segera melakukan apa yang Letta perintahkan.
Anak anak yang tadi merundung Juya kaget sata tukang es krim mengantarkan es krim kepada mereka.” Ini dari kakak cantik tadi, katanya kalian bisa makan sepuasnya.” Tegasnya.
Mereka berseru senang segera mengambil es krim. Juya mendengar itu tertegun, menatap es krim yang dari pria gemal merundungnya.
Julio, namanya. Julio tersenyum tipis.” Maafin gue yah...” bisik nya tak enak.
Juya tersenyum lebar menerima es krim dari Julio.” Sekarang kita temenan soalnya kita sama sama nggak punya mama.” Jelas Julio.
Juya mengangguk pelan mendengar itu. sampai ia teringat. Juya belum mengucapkan terimakasih pada wanita cantik tadi.
.....
Memilih apa saja yang harus dirinya beli, letta terfokus menatap bahan apa saja yang terkandung di setiap makanan., Letta sangat menghindari makanan cepat saji. Apalagi berjenis gula Letta mengurangi semua itu demi kesehatannya. Karena itu dirinya harus lebih teliti sata berbelanja. “ Loh letta?” Tanya Fajar menatap letta kaget.
Letta melirik sekilas lalu kembali menjauh kembali membeli beberapa makanan. Fajar melihat letta yang terus menghindar dari dirinya hanya bisa menghela nafas pelan,. “ letta udah lebih dari bertahun tajun. Loe masih ngak mau ngomong sama gue??” Tanya Fajar pada letta tegas.,
__ADS_1
Letta melirik fajar dan berdehem,.” Sekarang gue Tanya, tujuan loe deketin gue kenapa?? Kalo semisal karena minta maaf, sorry loe ngak ada salah sama gue., loe dan letta Yonarsa yang ada masalah. Jadi nggak usah mencari cela buat cari masalah atau bertemu lagi sama gue.” jelas Letta tegas.,
Fajar menatap letta rumit.” Gue suka sama loe.”
Letta sudah tebak... letta sudah menebak semuanya, usai oprasi ibunya kemarin, terus saja Fajar mengintil dirinya kemana mana, menjempitnya untuk pulang usai koas, lalu saat pergi ia menjemputnya. Letta benar benar muak melihat bocah satu ini.
“ sorry tapi gue enggak.” Jelas Letta tegas segera menjauh.,
Fajar menatap letta menjauh rumit,. Sulit sekali di dekatkan, fajar hanya bisa mengepalkan tangan. Menuju kasir menyelesaikan belanjaannya Karena kehadiran Fajar merusak moodnya, Letta mendapati Zeyn yang di sana bersama Gina. Apa Zeyn dan Gina jadian???
Gina kebetulan melihat kehadian letta melebarkan matanya.” letta.. apa kabar?” tanyanya girang memeluk Letta tanpa permisi.
Zeyn menatap letta rumit sedangkan letta menepuk pelan pundak Gina.” Gue baik. “ jelas Letta tenang.
Gina Tersenyum lebar.” Udah lama ngak ketemu, loe minum apa? Kok bisa tinggi banget??” Tanya guna kagum, tinggi letta dan Zeyn bahkan hampir setara.
Letta mengangguk pelan.” minum Air got.” Jelas Letta terkekek.
Gina mendengus pelan mendengar itu. letta menaruh belanjaannya di atas meja. Menunggu gilirian dirinya yang scan,.
Gina merasa kikuk saat letta yang terkesan tak menatap dirinya. Zeyn pun melihat letta sulit, Letta selalu menghindari dirinya, siapapun mendekati dirinya, terlihat sangat menjaga jarak. Zeyn pernah sempat menginginkan letta kembali tapi temboknya terlalu tinggi.
” Kalian mau kemana?” Tanya Letta menatap kedua yang sedang metap dirinya.
Gina Tersenyum tipis.” Time zone, kebetulan lagi libur... yah Zeyn?” Tanya nya melirik zeyn.
Letta mengangguk pelan.” ikut yuk lett., biar seru.” Gumam Gina menyentuh lengan Letta.
Letta mendengar itu sedikit kikuk. Memang sudah lama dirinya tidak keluar hanya sekedar main,. Tapi..,” udah akh jangan banyak fikir gue tau loe mau. Yuk.’ Jelas Gina.
“ btw gue ganggu kalian nggak?” Tanya Letta sedikit serak.
Gina melirik zeyn yang menatap letta dingin.” Gue bawahannya Zeyn, nggak gangu kok.” jelas Gina cepat.
Letta menatap keduanya mencibir.” Atasan sama bawahan bisa pergi hiling bareng gitu. Lawak.” Gumam Letta.
tapi keduanya tirinya. Letta seperti bicara sinis. “ letta lo..!!!”
“ mbak totalnya 230 ribu.” Ujar kasir.
Zeyn segera membayarnya dengan uang cash. Letta segera memberi barangnya. Zeyn melirik letta yang tenang, berdehem pelan. segera menjauh agar yang antri tidak makin panjang.
__ADS_1
Zeyn tidak tau apa yang membuat Letta menghindar seluruh laki-laki yang mendekati dia. Dia terlihat sangat tertutup terhadap lawan jenis.