Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Kemarahan Xior


__ADS_3

“ jangan lihat lihat. Liur kalian hampir jatuh.” Ketus Letta.


Baik putra, bima maupun Xior membuang muka malu, mereka ketahuan melakukan sesuatu yang mesum rasanya.” Cepat obati. katanya mau diobati ini. ini gatal.” Teriak Letta.


“ biar aku saja.” Tegas Bima,


Xior dan Putra secara bersamaan. Letta memandang mereka malas, tapi mereka saling lirik tajam.” biar aku saja.” Tegas Xior


.


” Aku saja.. “ tegas putra.


”kalian nggak bisa. gue yang bisa..” tegas Xior menolak.


Mereka sekarang ribut dngan apa yang harus mereka lakukan. Letta kepalang sudah kesal dengan kasar mengambil obat dan mengolesi sendiri luka dpermukaan kulitnya


menggunakan lotion yang sudah di bawa Xior.


Apa lagi yang ia harapkan dari orang orang dewasa ini ha??


Tapi tangannya tertahan oleh Xior. Letta menatap Xior mengerjab dan mendengus pelan.,


Segera menaruh lebam itu dengan tenang. Baik Bima dan Putra hanya bisa menghela nafas kesal,. Mau melakukan perdebatan lagi siapa yang akan mengobati jadinya??


" Gu--"


" Diam kalian semua!!!" Teriak Xior murkah, baik Putra maupun Bima terdiam. Xior sudah menampilkan taringnya. sampai Bima jadi bertanya-tanya, disini yang lebih tua Xior atau dia sih?


...----------------...


“ kak Zeyn..” panggil Fajar melihat Zeyn yang menuju ruang makan tenang. Zeyn menaiki alisnya memandang Fajar yang memanggil dirinya. Tidak biasanya, fajar tidak pernah mengajak dirinya berinteraksi sebelumnya. Apa yang bocah ini inginkan?


Fajar berdehem pelan di tatap begitu tajam oleh kakaknya.” Kak... gue mau nanya..” jelas fajar gugup.


Zeyn hanya diam menatapnya dnegan serius. “ loe kan pacarnya letta, loe pasti udah tau kan kabar letta yang hilang itu. nah loe tau kan dimana letta sekarang?” Tanya Fajar menggebu gebu. Fajar yakin jika kakaknya yang menyembunyikan letta.


Zeyn mendengar pertanyaan Fajar berdehem pelan dan menggeleng.” gue nggak tau.” Tegas Zeyns egera menjauh, tapi lengannya segera di tahan oleh fajar.


Fajar menatap kakaknya tajam. “ kak tolong lah kasih tau gue. loe tau nggak, banyak yang khawatir sama Letta, loe nggak bisa nyembunyiin dia kayak gini.” Ketusnya kesal.


“ loe nuduh gue?” Tanya Zeyn tajam.


Fajar mengangguk tegas. “ siapa lagi? loe kan pacarnya? Sebelumnya juga loe selalu terlibat kan sama letta. ngaku aja deh dimana letta sekarang.” ketusnya kesal dan dingin pada sang kakak


“ loe ngapain nyari Letta emangnya?” Tanya Zeyn kesal.


Fajar disana kelihatan sedikit gelagapan.” Bukannya loe nggak suka sama dia? Harusnya bahagia dong kalo dia hilang??? Bahkan mati pun kan?” Tanya Zeyn terenyum sinis pada adiknya.” Atau jangan jangan loe mulai suka sama dia iya? Loe khawatir sama dia? Nyesel udah sia-siakan dia?” Tanya Zeyn bertubi tubi.


“ gue..” fajar memnberi jeda ucapannya, memikirkan apa yang harus ia lanjutkan.

__ADS_1


” Gue apa?” Tanya Zeyn heran pada Fajar.


Fajar menggeleng.” gue temennya kan? gue juga di minta tolong sama kakaknya, nyokap bokapnya nyari Letta.” ketus fajar.” Kalo emang loe nggak tau yaudah deh. Gue bakal cari tau sendiri. Gue yakin loe tau dimana letta.” ketus fajar mendengus segera menjauh dari sana..


“ saran gue semisla kalo loe suka sama dia jauh jauhin deh perasaan loe.” Ketus Zeyn padanya.


Fajar diam mendengar itu.” soalnya saingan loe berat dan nggak Cuma satu.” Ketus zeyn tersenyum sinis pada sang adiknya yang kembali melanjutkan jalannya.


....


Melakukan rutinitas cek in mengenai jantung lagi hari ini, Letta tidak ditemani siapapun, sama seperti sebelumnya. Ia sangat pandai alam penyamaran bahkan orang sekitarnya tidak ngeh jika letta tidak menggunakan mobilnya. Dan mereka mengejar mobil letta yang sudah melaju kaget. Tentu siapa lagi yang menggunakan mobil itu jika bukan pemiliknya???


Menatap dokter Faris, dokter Faris menatap letta tajam.” kau tidak meminum obatmu kan?” tanyanya dengan kesal.


Letta di sana tersenyum lempeng. Faris memijit pelipusnya kesal.” Letta ini penting, kau tidak lihat tubuhmu semakin kurus dan pucat? Kau mau mati?” Tanya faris kesal.


Letta di sana berdehem pelan memandang faris.” Mau minum atau tidak aku akan tetap meninggal, buat apa lagi aku memperpanjang usia hanya untuk menikmati ras sakit?” Tanya Letta malas.


Faris menggeleng pelan.” hey ini soal kesehatan, kau bisa hidup tanpa rasa sakit jika kau melakukan semua prosedur yang aku berikan. Kita akan melakukan oprasi jika kesehatanmu membaik, aku juga akan segera menemukan jantung yang cocok.” Tegasnya hendak menampar kepala Letta, andai mereka dekat.


Letta menghela nafas sesak.” Bagaimana sekarang?? apa tubuhmu membaik?” tanyanya kembali.


Letta menggeleng.”kadang saat malam hendak tidur tiba tiba aku tak bisa bermnafas, dan setiap kali ingin tidur aku tak bisa bernafas.” Jelas letta polos.


Faris menggeleng pelan dibuatnya. Bisa bisanya ia menjelaskan begitu lempeng.


Usai memberikan obat dan resep. Letta segera keluar dari sana membawa obat obat itu, tapi sata di dekat tong sampai sengaja ia membuang semuanya... “ letta?” letta kaget melirik siapa yang memanggilnya.. mengerjab pelan ia menemukan Xior di sini. Apa dirinya ketahuan??


”LETTA." Tegas Xior dingin pada letta.,” kau tau yang kau lakukan ini adalah hal yang bodoh?” Tanya Xoor kesal.


Letta diam mendengar itu segera menjauh, tapi Xior menahan tangan Letta dan menariknya menuju toilet terdekat. Letta hendak marah tapi Xior jauh lebih marah, menghempaskan tubuh letta di sana Xior menutup pintu toilet keras. Letta menatap Xior dnegan datar dan dingin. Xior melempar obat itu di lantai dan menginjak injaknya kuat. Letta menatap hal itu diam.” Itu yang kau mau??” tanyanya dingin.


Letta tak menjawab sebab kaget dengan Xior lakukan, Xior mengambil tong sampah di dekat letta dan membantingnya kearah samping Letta, Letta memejamkan mata melihat bagaimana amarahnya Xior, sampai Xior memukul dinding berkali kali dan buar..


kaca di sebelah Letta pecah. Letta terdiam mendengar itu tak mau melihat Xior. Tatapan Xior merah menatap Letta, darah mulai merembes di tangannya. nafas naik turun itu membuat amarahnya terdengar sangat besar.


Dengan pelan mendekati letta dan memeluk tubuh Letta. lettya disana diam memejamkan mata nanar.”jangan membuat saya marah Letta.. jangan.” Gumam Xior serak.


Letta mendengar itu dalam diam, kepala Letta di usap lembut oleh Xior, dengan tangan yang berdarah Xior menyelipkan rambut letta kebelakang telinganya. Letta mendongak. Ia bisa lihat wajah frustasi Xior.


Xior mengecup lamban kening letta, Letta diam menikmatinya penuh perasaan. Xior memeluk letta lebih dalam lagi ditengah tangisan letta. letta takut tau harus apa??? Letta masih ingin hidup di tengah orang orang yang begitu menyayanginya. Tapi tidak bisa, ia tidak bisa...


atau memang Letta yang sudah lelah dengan hidupnya sendiri.?


Usai perdebatan dan amarah Xior, sekarang Letta berada di mobil milik Xior, dengan Xior yang mengobati tangannya sendiri., Letta bisa lihat xior yang kesusahan, tangan Letta dengan pelan mengambil alih alat pembersih itu, tapi Xior masih memiliki emosi, sehingga menghempaskan tangan Letta dan membersihkan lukanya sendiri.


Letta terdiam mengerjab memandang Xior. Xior membuang muka dan dengan tenang menjahit tangannya sendiri. Letta bisa lihat bagaimana Xior teranmpil dalam mengobati luka sendiri.


Satu jam, mobil mereka melaju kembali dengan tenang.” Apa yang kamu mau??” Tanya Xior serak..

__ADS_1


Letta menggeleng pelan.” aku nggak mau nikah sama tiga laki laki.” Bisik letta pelan.


Xior melirik Letta lamban, Letta mengusap bulir matanya.” aku mau hidup umur panjang hiks hiks.”Letta menangis di dekat Xior.


” Mau umur panjang tapi tidak mau minum obat?? Sama saja dengan orang yang omong kosong.” Tegas Xior sembari mengendarai mobil kesal.


Letta melirik Xior nanar.” itu obat berefek samping., gue nggak mau.” Tegas letta.


“ sejak kapan loe takut sama hal begituan??? Kaki patah sebelumnya nggak pernah takut di amputasi kan???” Tanya Xior kesal. Letta meliriknya dingin dan kesal.


“konsumsi obatmu sampai kau sembuh.” Jelas Xior tegas.


” nggak ada yang sembuh soal gagal jantung. Malah bakal bikin gagal ginjal itu obat.” Tegas letta kesal.


” yaudah kalo gitu kita mati bareng bareng aja.” Tegas Xior segera mengemudi mobilbya secara ugal ugalan.


Letta melebarkan matanya menatap Xior.” Kau gila?” Tanya letta berteriak seram. Ini kecepatan di atas rata rata di jalan umum yang kendaraan begitu ramai.


“ iya aku gila, dan kau yang mengajarnya.” Tegas Xior kesal.


Letta menggeleng tegas.” bukan gini Xior...” tegas letta pada Xior.


” Fine jangan gini gue masih pengen hidup.” Teriak letta pada Xior kesal. Letta memejamkan mata sata Xior dengan sengaja mengarahkan mobilnya di arah tijkungan dengan kecepatan tinggi.


Xior gila!!!


” XIORRR...” brak..


Letta terdiam memejamkan mata saat mobil yang Xior bawa dengan sengaja menabrak Pohon besar. Nafas Letta naik turun tak merasa appaun kecuali pelukan. Letta diam di pelukan Xior, nanar sedih dan sesak. Letta memejamkan matanya sesak.


Xior menangis dalam diam.” Kalo kamu mau bahagia yah jangan gini.. kalo mau mati juga jangan begitu caranya. Ingat Letta ada banyak yang menyayangi kamu.. dan jika kamu mau menolak semuanya, kamu hanya tinggal bilang.” Bisik Xior.


Letta diam dipelukan Xio.. “ Nggak. Gue mau kalian ada di sekitar gue, Cuma gue ngerasa itu terlalu serakah.... kalian milikin gue yang penyakitan dan gue yang terlalu beruntung punya kalian yang begitu tulus.” Bisik Letta nanar. xior diam tak menjawab... membiarkan mereka berpelukan di tengah mobil mereka yang bagian depan berasap dan beberapa penyelamat sudah datang.


" Mangkanya loe harus sembuh... Tunggu sebentar lagi gue pasti bakal bantu loe kayak loe dulu bantu gue oke!!" Tegas Xior. Letta tak menjawab, ia hanya bisa diam dengan seribu pikiran nya.


......


Huek.... Jasmine merasa perutnya mual, menatap tes peck yang ia pegang, tatapan jasmine menjadi buram, melihat garis dua... satu samar smaar tapi itu menunjukan jika dirinya benar benar sedang hamil.


Jasmine memegang perutnya nanar dan sesak.” Ak aku hamil?” gummnya haru... Jasmine memegang perutnya dengan lembut. Ia akan menjadi seorang ibu??


Jasmine segera menghubungi Putra... tapi rasanya sulit, ia tak bisa menghubungi putra.. menggenggam erat erat tespeck itu Jasmine tersenyum tipis.”nggak apa apa yah nak sama mama saja, sebab papa kamu udah mau menikah, kita berdua saja..” bisiknya sesak. Iyaa Jasmine tidak akan meminta pertanggungjawaban dari Putra.


.


.


.

__ADS_1


.


yang nanya ini kapan end. bocorannya nggak lama lagi. paling bulan depan, mau bikin end yang terbaik buat Letta. salam sayang 🤗🤗


__ADS_2