
“ kakak tidak bohong?” Tanya Nemo kepada letta penuh penindasan dan tuntutan membuat letta gemas.
Letta mencubitnya pelan pipi nemo.” Enggak, ayo masuk, besok kakak libur sekolah kok, kan hari minggu.” Ujar Letta kepada Nemo.
Nemo bersorak kembali dan memberikan mainanya pada Letta. Letta memandang mainan tak enak sebab itu berlendir karena liur nemo.” Nemo mau bombom sama buk.” Ujarnya segera pergi.
Letta tidak paham tapi Letta menaruh mainan nemo ke atas kursi di dalam rumah, memasuki rumah dengan tenang,. Letta melihat ada Nato yang duduk di kamarnya, memang Nato ini kamarnya di dekat ruang tengah, ruang nonton tv, jadi letta jadi bisa melihat apa yang Nato buat. Letta diam menyipitkan matanya memandang karya milik Nato.
Nato diam diam luar biasa, memiliki karya melukis yang bagus, seperti kali ini, Nato melukis dirinya. Iya dirinya dam Letta cukup tidak percaya akan hal itu, Letta tersenyum tipis mendengar celotehan Nato tentang melukis dirinya. “ harusnya ini gue peleotin bibir loe kayak nenek lampir, Cuma karena loe udah nagsih gue iPhone gue baikin nih bibir loe.” Ujarnya memberikan warna pink muda.
“ nih nih mata loe, dari dulu mau banget gue tusuk pakek jarum., tapi karena loe udah baik beberapa bulan ini gue ganti jadi gue tusuk pakek lidi aja.” Ujarnya dengan mengerutu sendiri. Letta mengeleng melihatnya, segera menjauh dari sana membiarkan Nato sendiri dalam pekerjaannya.
Nato memang jarang menutup pintunya, mengerjab pelan Nato memandang jamnya tenang.” Dia udah pulang belum yah?” gumamnya pelan, sebab tadi sore Letta belum pulang pas dirinya sudah ujian UN, Nato menghela nafas mengup kepalanya kasar.” Dua minggu lagi dia kan ulang tahun, gue kok bego banget pakek acara ngelukis dia buat jadi kado, dia juga bakal nggak nengok.” Gumamnya kesal, tapi nato menggeleng pelan segera keluar.
Menuju ruang tengah mendapatkan Nadia yang mengusap punggung Nemo yang sudah tertidur.” Letta sudah pulang buk?” Tanya Nato menggaruk tengkuknya pelan.
“ sudah tadi, dia ketemu sama Nemo, kata Nemo dia udah pulang,.” jelas Nadia.
Nato mengangguk pelan dan menduduki diri di sebelah Nadia, memandang Nemo yang tertidur dengan mulut terbuka.” Kamu belum mau juga baikan sama Letta nak? Padahal kentara banget loh kalo kamu itu sayang sama dia.” Jelas Nadia pada Nemo.
Nemo melirik Nadia dan diam saja. Ingatan Nadia tertuju pada saat dimana Letta hampir di begal, itu Nemo mencari Letta sampai larut malam Cuma tidak bertemu juga. Hingga pulang tengah malam tak kunjung bertemu.
“ nemo gimana buk? Udah mendingan kan sakitnya?”
Nato mengalihkan pembicaraan, Nadia hanya bisa diam memandang Nato, Nato type yang membenci tapi masih perhatian, sejak dulu saat Letta tak pulang pulang ia tak bisa tidur dan akan menunggu Letta pulang, sampai sekarang dia begitu, jika di tanya, dia membenci Letta. tapi Nato juga tidak bisa beralasan apapun selain dirinya bertanggung jawab atas letta karena dirinya kakak Letta.
“ nemo selalu sehat kok.” jelas Nadia yang paham jika Nato tidak ingin mengusik perasaan Nato terharap benci yang dirinya gauli terhadap adiknya. Nadia juga tidak pernah marah, Letta diluar batas dan Nato punya batas sabar.
...----------------...
Diordor.
.” ta ta..” Letta menggusap kepalanya terasa pening mendengar pintu kamarnya di dobrak oleh orang yang dirinya tak ketahui. Malas Letta bangun dan membuka pintunya, memandang sosok nemo yang sudha rapi, baju kemeja hitam dengan keseluruhan di kancing semua dan juga celana polkadot coklat miliknya, ditangannya memegang susu botolan.” Jom main.” Ujar Nato memegang tangan Letta beriak senang.
Letta melebarkan matanya memandang nemo. Melirik jam di dinding.” Nemo sekarang masih jam enam, mana ada tukang jualan udah buka, mereka aja masih tidur. “ Ujar letta kepada Nemo melotot.
Nemo dipelototi melepaskan tangan Letta dan mengeleng pelan.” kata kakak mau main. Mau coklat beli buat Nemo.” Ujar Nemo memelas pada Letta.
Letta menggaruk pelan rambutnya dan berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan nemo.”iya tapi nanti jam 10.” ujar Letta menujukan sepuluh tangannya.
“ sekarang jam sepuluh.” Ujar Nemo dengan polos.
Letta menggaruk kepalanya. Kesabaran letta tidak tebal loh. “ no, sekarang jam enam, jadi empat jam lagi.” jelas Letta tegas.
__ADS_1
“ jam enam, dan sepuluh hore. Ayo akak.” Ujarnya merengek.
Letta menggeleng pelan.” masih empat jam lagi kita pergi, sekarang tokohnya belum bukak.” Jelas Letta tegas.,
Nato cemberut melihat letta.” sekarang buka.” Ujarnya memelas.
Letta tersenyum masam, ini anak susah sekali di ajak komunikasi, aduh sabar letta sabar., Letta menghela nafas pelan dibuatnya.” Kakak belum mandi, kamu turun saja dulu yah nanti kakak turun.” Jelas Letta kepada Nemo tegas.
Nemo mengangguk pelan.” ote.” Ujarnya tersenyum lebar dan hendak masuk kamar letta.” lah kenapa?” Tanya letta heran.
” Mau mandiin kakak biar cepat selesai dan cepat pergi.” Ujarnya polos.
Letta memandang Nemo cengo dan segera menggeleng.” kakak kan bisa mandi sendiri. Ayo Nemo main di bawah saja sama ibuk bapak, kakak mau mandi dan eek. Eek kakak busuk.” Jelas Letta menggeleng.
“ emangnya kakak juga eek?” Tanya Nemo pelan.
“ iya dong, yakali nggak eek.” Ujar Letta kesal.
Nemo mengangguk paham menyedot susu di tangannya.” Kirain kakak cantik nggak eek.” Ujarnya polos.
Letta mengembangkan hidungnya cengo, yaampun sejak kapan orang cantik tidak eek.
“ kakak juga tidak perlu mandi, soalnya kakak cantik.” Ujar Nemo kembali polos .
Nemo mengeleng pelan.” wangi sih, tapi kok rasanya asem?” tanyanya menjilat bibirnya.
Letta shok menahan wajah nemo.” Eh jangan dijilat, mana ada harum Nemo astaga kamu ini.” ujar Letta shok dan juga gelagapan.
Nemo disana mengerjab polos memandang Letta. Letta menggaruk kepalanya pelan.” kalo gini kakak bau.” Ujarnya menghirupnya bau Letta.
letta mengangguk paham,, anak ini jujur sekali” bau nya kakak letta. hum hum.” Ujar nemo menikmati bau tubuh Letta membuat Letta tersenyum masam, ingin tertawa tapi dirinya sedang dihina.
“ karena itu kakak mandi dulu yah biar kakak jadi wangi dan nemo tidak malu kakak bau.” Ujar Letta pelan.
Nemo mengangguk pelan.” iya kakak bau.,” ujarnya polos.
Letta mengangguk menyuruh Nemo keluar, nemo mengangguk keluar sesuai arahan letta di depan.” Kamu tunggu diluar di meja makan, nanti kakak kebawah.” Jelas letta.
Nemo mengangguk.” baik kakak Bauk.” Ujarnya. Letta memijit pelipisnya.
Berat berdebat dengan Nemo, akhirnya Nmeo pergi juga dan Letta segera mandi, Letta tidak punya ruang close walk, tapi punya lemari cukup besar sehingga Letta ganti baju yah tetap dikamar. Letta menggunakan celana jins putih pendek yang cukup ringan dan longgar menampilkan kakinya yang ramping dan cantik.
Menggunakan kaos over size yang ia masukkan ke celana, Letta mengambil topi dan menyemprotkan wajahnya suncrean usai menggunakan beberapa perawatan , tak lupa lipcream yang cocok dengan warna kulitnya, merah gelap. Letta mengambil sepatu dan juga tas yang berisikan dompet dan HP, karena ujian sudah selesai bebas letta hendak masuk atau tidak ke sekolah, sudah tidak ada lagi pelajaran kan.
__ADS_1
Sampai kebawah, sudah jam setengah 8, sudah ada Nemo yang matanya sembab dan juga menangis.” Loh kenapa nangis?” Tanya Letta menghentikan aksi memutar kunci mobil.
Nemo kembali menangis memeluk Nadia yang menghela nafas pelan.” dia nangis karena kamu nggak jadi ajak dia beli coklat.” ujar Nadia lembut.
“ jadi kok.” ujar Letta mendekati Nemo dan Nadia.” Tadi letta belum mandi, ini baru mau jadi.” Ujar Letta serius.
Nadia melirik Nemo yang terus menangis.” Tuh denger kata kakaknya, jadi sayang ayok bangun dulu, bajunya kusut itu haduh jangan nangis lagi. ayok.” Jelas Nadia membantu Nemo berdiri.
Tapi Nemo masih menangis dikarpet dan berguling guling. Letta mendekati Nemo dan menghentikan nemo.” Jadi nggak? Kakak udah wangi ini, kan kakak bilang tunggu dulu baru berangkat. Coba cium dulu wangi nggak.” Ujar letta tegas pada Nemo.
Nemo menghentikan tangisannya, mengerjab memandang Letta dengan Tanya. Tapi kembali mencium pipi Letta, Letta memejamkan matanya pelan, ingus Nemo melekat dipipi rasanya.
“ kum.” Bisik Nemo serak akibat menangis terlalu lama.
Letta mengangguk.” Nah iya dong, ayok cepetan pergi kita, bersihin dulu ingusnya baru kita pergi.” Ujar Letta pada Nemo.
Nemo menggeleng pelan.” kita pergi beli coklat seperti janji?” tanyanya.
“ iya ayok pergi kita.” ujar letta tegas.
Nemo segera melompat gilang.” Tapi bersihin dulu mukanya.” Tegas letta kepada Nemo dan mengambil tusu di atas meja mengelap ingus nemo melekat di pipinya.
Nadia segera mendekati nemo dan mengusap ingus nemo.” Maaf yah Letta gara gara nemo muka kamu kena ingus.” Ujarnya tak enak. Letta berdehem pelan saja mendengarnya.
“ mama bersihin dulu yah. dan ganti bahu nemo. Udah jelek ini.” ujar Nadia kepada letta.
Nemo menggeleng menolak." Ndakk auui!!!!"
”nggak ganti baju nggak di ajak..!” tegas Letta.
" Nanti kakak pergi tinggalkan Nemo. Nemo mau ain ke istana Coklat, coklat banyak banyak!!!" seru Nemo melompat girang.
" Nemo!!" tegas Nadia kepada sang anak melotot.
" Ganti baju atau kita nggak jadi ke istana coklat!!" tegas Letta kepada Nemo
Nemo mencebikkan bibirnya segera ikut Nadia ke dalam kamar.
Mengusap kepalanya Letta menduduki diri di sofa.” Sabar gue nih tipis, “ gumamnya pelan sampai, “ tapi Nadia sama Agung bener bener sabar yah jadi orang tua, punya anak nakal kayak iblis sabar, punya anak yang luyar Biasa juga sabar. Nggak ada harta juga sabar. Hati mereka terbuat dari apa sih sebenarnya? Dari surga?” gumam Letta tak lagi paham.
“ karena hati loe aja yang terbuat dari bara api mangkanya lihat orang baik jadi heran.” Letta memegang dadanya kaget saat Nato menyahut ucapannya sinis.
Letta menghela nafas pelan.”ngagetin tau nggak..” Ujar Letta kesal.
__ADS_1