Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
rangking 3


__ADS_3

Kasus yang terjadi sangat viral, sampai sampai dari keluarga zaxi. Bima turun tangan dibuatnya. Akibat dari Rio yang menampar Letta dan terbongkar di dunia maya.


Benar benar menuai kemurkahan dari para netizen. Apalagi mendengar jika dokter yang tidak di gaji, uang yang dikorupsi, bukan hanya gaji yang dikorupsi tapi juga untuk alat alat di rumah sakit yang seharusnya sampai jadi tidak sampai. Lalu perawat yang sudah enam bulan lebih tidak diberi gaji.


Dan kejadian itu juga yang membuat letta di datangi banak tamu. Mulai dari teman temannya. Zaxi. Agung dan juga Nadia, komala dan panji. Letta benar benar membuat orang banyak khawatirkan kepada dirinya,.


Letta Dengan terang terangan menjelaskan apa yang terjadi. “ itu memang sengaja biar kasusnya naik pak bu.” Jelas Letta pada mereka pelan.


“ yo boleh tapi harus banget nyakitin diri? Lihat muka kamu jadi gitu loh.” Jelas nato tegas pade Letta kesal.


Letta menatap NATO mengerjab polos.” Dibilangin ngeyel terus. Letta nggak harus dipukul. Harusnya kamu pukul balik itu.” jelas Nato kesal pada Letta.


Letta terkekeh pelan.” kalo mukul balik nanti kena kasus lagi.” jelas letta.” udah akh kamu nggak lihat tu ada suami kamu yang urus. “ jelas Nadia. Mereka tak habis pikir dengan apa isi otak letta. mereka yakin isi otak letta itu rata rata konsleting.


Sedangkan Putra menatap tajam Bima yang berada didepannya. Bimapun berdehem melihat pandangan putra yang dingin dan tajam, terlihat sangat mnurkaj.” Kamu beneran mau ngebunuh itu orang?” tanyanya dengan pelan.


” iya lah. Dia udah gangguin istri gue. lagian kalo dia masuk penjara udah pasti nggak tau arah dia di mana.” Jelas putra tegas.


“ kasusnya akan ditutup dan dia bebas keluar negri. “ jelas putra lagi.


Bima Tersenyum miring.” Yaudah skuy kita cari dia.” Jelas bima. Putra tersenyum miring.


“ gue ikut.” jelas zaxi tegas kepada keduanya. Mereka menatap zaxi dengan pandangan ngeri.


Zaxi, Putra dan Bima segera mencari tau dimana arah jalan pulang milik Rio, dengan sengaja zaxi meminta Milo dan Nio untuk mencari tau keberadaannya dan jalan yang sepi dan aman. Di sana ketiganya sudah siap dengan penampilan masing masing.


Menunggumu dari jam 8 sampai jam 1 malam mereka tak ada yang lelah. Hingga mobil Fortuner putih lewat dengan BD. “ itu sudah dekat target.” Ujar dari seberang kepada Zaxi yang sejak tadi tiduran.


Zaxi segera bangun menatap keluar. Putra dan Bima sudah ikut tertidur.” Keluar keluar target udah dapat.” Jelas Zaxi. Memang Nio dan Milo mengikuti Rio pergi ke club dan bermain main.


Putra , zaxi dan Bima segera menghidupkan mobilnya, dengan tenang menatap kesebelahnya dan menghadang jalan. menghadang jalan tepat saat dimana rio lewat.


Rio drai ujung jalan menyipitkan mata menatap kearah jalanan kaget saat ada yang menghadang. Dengan cepat mengerem mendadak. karena mendadak tak bisa mengelak, menabrak pohon dipinggir jalan


Zaxi segera turun dan mendekati mobil yang sudah berasap. Melihat itu Zaxi menahan diri untuk tidak ke sana.” bensin bawa sini bensin!!!.” Tegasnya dingin.


Bima segera mengambil bensin di bok belakang mobilnya dan menuangkan pada mobil. Lalu segera membuang korek kayu secara sengaja.


hingga kebakarannya mulai membesar. Rio yang setengah sadar dalam keadaan masih di dalam mobil tak bisa bergerak. Tubuhnya penuh darah dan sekarang sudah dipenuhi api dendam.


...----------------...


Letta mengernyitkan dahinya, putra dan yang lain belum juga pulang sampai pagi ini. mnenatap Juya yang sudah bersiap siap dengan pakaian untuk pergi ke sekolah mengambil raport letta berdehem pelan. “ ibu yang akan ambil raport Juya kan?” Tanya Juya berbinar pada Letta.


Letta mengangguk pelan.” terus kita sekalian ngurus berkas perpindahan yah. kita harus pindah dari sekolah itu.” jelas letta.


letta tidak ingin juya berada di sekolah yang membuat dirinya menjadi bahan bullying. Bisa saja saat ini juya tidak lagi di bully. Besok besok bagaimana jika mereka kembali membully juya??


Juya menatap letta dengan lemas.” Bagaimana jika di sekolah yang baru juya tetap tidak memiliki teman?” Tanya Juya sedih.


Letta mengeleng pelan mendengar itu.” kenapa berfikir seperti itu. juya hanya perlu menjadi orang yang baik dan murah senyum dan juya pasti akan mendapatkan banyak teman.” Jelas Letta serius.


“ benar kah?” Tanya juya menatap letta ragu.


Letta mengangguk pelan.” baik. juya akan ikuti kata ibu.” Jelas juya tersenyum lebar.


Letta mengwil hidung Juya. Juya bukan lah anaknya tapi letta akan memperlakukan juya seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


Untungnya juya bukan sosok anak yang nakal, suka tuntrum tidak jelas, dia berfikiiran yang alami sebagaimana anak anak. Dia juga tidak pernah membentak atau durhaka. Syukur syukur dia juga pendiam bagi letta. Letta menyukai anak yang begini dari pada kelewat nakal.


“ yasudah ayok kita pergi.” Jelas Letta pada Juya.


Juya mengangguk segera berdiri menggunakan tongkatnya. Proses penyembuhan patah kaki memang agak lamban, apalagi ini baru empat bulan,.


Juya memang sudah bisa berjalan tidak menggunakan tongkat tapi jika dipaksakan juga tak akan baik, karena proses penyembuhan. Letta pun membiarkan Juya untuk mandiri. Menggunakan tongkatnya sendiri. Letta hanya membawa tas juya dan bekalnya.


Masuk ke dalam mobil, saat itu juga bima dan teman temannya memasuki perkarangan rumah. Letta menaiki alisnya melihat mobil hitam milik Zaxi memasuki perkarangan rumah, sejenak mereka turun letta memauski juya kedalam mobil dan berdecak pinggang menatap tiga pria yang keluar. Mereka terlihat kelelahan dengan wajah yang tersenyum lebar.


” Hai sayang mau anter Juya ke sekolah?” Tanya putra mendekat dan mengecup bibir letta singkat.


Letta mengangguk pelan. Zaxi dan Bima memandang arah lain.” dari mana kalian?” Tanya letta.


mereka menggeleng pelan.” Zaxi ini ngajak kita nonton bola semalam hehe iya nonton bola indo lawan arge tapi yah itu...” jelasnya dengan kekehan.


Zaxi melebarkan matanya kaget saat namanya dibawah bawah. Tapi saat tatapan letta jatuh kepadanya ia berdehem.” Yah hehe benar... kami nonton, “ jelas Zaxi gugup.


Letta mengangguk pelan. Zaxi memang pecinta bola sih.” yaudah kalo gitu, kalian bau gosong gitu. Aku mau anter juya dulu ke sekolah soalnya pengambilan raport hari ini.” jelas Letta pada mereka.


“ oke letta. hati hati yah." jelas Zaxi mengecup pelan kepala letta.


Letta mengangguk, tak lupa menyalami Putra Zaxi dan Bima. Bima mengangguk menatap letta menjauh. Saat mobil sudah pergi nafas mereka yang tertahan menghela tegas lalu saling lirik.


“ syukur deh.” Gumam Zaxi.


Putra mengangguk dan terkekeh pelan. bima pun di sana juga. Bisa bisanya mereka membunuh orang begitu mudahnya, putra jadi tau begini rasanya..


....


Letta hanya memiliki tugas tambahan yakni mengurus dua bocil. Yah untungnya juya ini anak pendiem nah kalo bocil satunya lagi yang suka ngereog. Manjanya melebih lebih Juya.


Masuk ke sekolah. Letta dan juya sudah segera harus ke kelas milik mereka. Kedatangan Letta membuat anak anak kelas juya takut, takut di suntik mati. Juya melihat teman temannya takut memegang tangan letta lebih era. Letta menatap juya tenang dan mengusap pelan punggung tangannya.


Sampai akhir, rupanya juya tidak juara kelas. Letta paham saja dan mengangguk mengambil raport milik Juya.


Saat membukanya, wajah letta cukup masam dan keruh, sebab hasil nilai juya cukup buruk.


Letta menatap nilai nilai yangh rata rata nilainya adalah B dan C. bahkan ada yang D. dari 32 siswa juya malah mendapat rangking 29, peringkat tiga dari belakang.


Juya melihat eskpresi letta yang begitu jadi takut, melihat nilainya yang tidak bagus. Letta menatap juya dan mengusap kepalanya pelan.” Juya naik kelas. Syukurlah.” Jelas letta tegas.


Juya tersenyum tipis menatap letta masih takut karena nilainya cukup jelek.” Nanti kalo sekolah ditempat baru, juya tingkat kan lagi yah nilai dan belajarnya. Atau mau ibu bawakan guru les? Atau mau belajar sama ibu?” Tanya Letta mencoba tidak murkah dan mengutuk juya.


Juya memandang letta ragu.” Sama ibu?” tanyanya.


Letta mengangguk.” Baik sama ibu dan papa kamu akan belajar., tapi mungkin ibu juga akan sewa guru les untuk sekolah juya. Dan juya suka apa di sekolah?” Tanya Letta kembali menatap Juya serius.


Juya menatap letta ragu.” Juya sebenarnya suka masak dan music.” Jelas Juya menatap letta takut.


Letta mendengarnya kagum.” Wah itu terlihat keren.” Jelas letta kagum.


” Benarkah bu?” Tanya juya semangat pada letta yang terlihat antusias.


Letta mengangguk. “ jika Juya ingin ibu bawakan pelatih music dan juga chef apakah Juya mau?” Tanya letta kembali.


Juya mengangguk.” Mau, tapi apakah tidak merepotkan?” Tanya Juya tak enak.

__ADS_1


Letta mengernyitkan dahinya.” Justru ibu yang bertanya. Apakah Juya sanggup untuk les, lalu belajar semua itu? atau mau pilih satau satunya? Tapi ingat akademik lebih duluan oke.. kamu pilih mau music dulu atau masak?” Tanya letta dengan tenang.


Juya menatap letta ragu.” Tapi juya mau dua duanya. Bisa jadi seperti juya bagi waktu, senin belajar akademik, selasa music dan ragu memasak, begitu seterusnya.” Jelas juya tersenyum lebar.” Apakah Juya tidak akan kelelahan hm?” Tanya letta pelan pada juya.


Letta tak ingin memaksakan kehendak kepada anak anak yang pada akhirnya malah menjatuhkan mentalnya.


“ tidak kok. juya akan merasa sangat senang.” Jelas juya bersemangat.


Letta mengangguk dan tersenyum.” Baiklah. Ibu akan bilang sama papa biar kamu bisa belajar oke? Diel yah?” jelas letta mengacuhkan kelingkingnya pada Juya


Juya mengangguk setuju melilit jarinya di jari kelingking letta.” oke ibu..” jelas juya.


” Baik jika begitu kita harus beli hadiah untuk kenaikan kelas Juya. Juya mau apa katakan sama ibu.” Jelas letta.


Juya menatap Letta berbinar.” Juya tidak juara, apakah masih dapat hadiah?” Tanya juya kaget.


Letta mengangguk.” Sure, kamu akan dapat sesuai kemampuan kamu, kerena kamu tidak juara ibu akan traktir makan, tapi jika suatu hari nanti juya juara maka ibu akan memberikan hadiah apa yang juya inginkan.” Jelas letta dengan senang.


Juya menatap letta girang.” Juya ingin ke disnay boleh?” tanyanya kembali heboh.


Letta mengangguk. “ apa yang tidak untuk prince hmm?? kamu hanya harus berjuang dapat juara dan ibu akan menyiapkan hadiah holiday semester depan ke disnay.” Jelas letta.


“ kya... Juya sayang ibu.” Teriak Juya memeluk Letta. Letta terkekeh menepuk pelan pundak juya.


Interaksi mereka sangat mengalihkan atensi anak anak dan guru. Banyak yang iri kepada Juya yang mendekatkan orang tua yang begitu baik, tak marah karena nilainya yang jelek.


Bahkan anak yang membully juya menatap Juya dengan pandangan sedih, menatap nilainya yang sudah masuk 10besar pasti akan dipukul dan di bandingkan dengan anak tetangga mereka.


Sesuai kesepakatan Juya dan Letta, mereka berada di tempat es krim sekarang. Letta memesan dua cup es krim, satu kecil untuknya dan satu cup besar milik Juya.


Juya tersenyum senang memakan es krim coklat stroberi caramel miliknya. Menatap letta senang.” Ibu tau nggak?? Ini pertama kali juya ngerasa di hargain sesuai apa yang juya punya. Juya harap nanti jika ibu sama papa punya anak selain juya ibu tetap sayang dan begini kepada juya.” Jelasnya.


Letta tersenyum tipis.” Nanti ibu kasih adek juya harus sayang oke.” Jelas letta.


Juya menatap letta ragu.” Juya mau adek cowok apa cewek?” Tanya letta pelan.


Juya tersenyum tipis.” Yang mana saja asalkan ibu sama papa juga sayang juya.” Jelasnya tegas.


Letta menatap juya tersenyum tipis.” Juya akan tetap jadi nomor satu. Jika nanti ibu sama papa melakukan kesalahan dan menyakiti juya. Juya tinggal katakan kepada kami secara pelan pelan oke?” jelas Letta dengan lembut.


Juya mengangguk pelan dan memakan es krimnya tenang. letta di sana kembali makan es krim miliknya, sudah hampir dua bulan letta menikah dan sekarang harusnya waktu Letta datang bulan tapi letta belum datang bulan.


Apa dirinya hamil? Tapi letta tidak merasa mual mual dan juga hormon seperti orang hamil. Apa ia harus cek ke dokter nanti???


“ letta.” letta tersentak menatap siapa yang memanggilnya. Letta melirik siapa yang memanggilnya. Menatap Bita tersenyum tipis .” dari tadi tante panggil nggak menyahut kamu ih..” gumam Bita duduk di kursi didekat letta.


Letta tersenyum lebar.” Gina sini..” teriak Bita pada Gina yang di belakang bita.


Gina segera mendekat tersenyum kepada letta.” haloo letta.” gumam gina segera duduk di dekat juya. Juya menatap mereka dengan tatapan penasaran.


“ wah kamu cantik sekali letta.” gumam Bita kagum kepada Letta, padahal Letta hanya menggeraikan rambutnya dan menggunakan bando mutiara, dres putih membuat ia terlihat sangat cantik bak model letta terkekeh pelan.


” is tante, tante tu yang cantik mana awet muda lagi. kasih dong sama letta rahasianya siapa taukan letta mau juga jadi kayak tante awet muda.” Jelas letta dengan pelan.


Bita menepuk pelan lengan letta malu.” kamu bisa aja sih.” gumam Bita lalu menepuk pelan pipinya malu.


Letta terkekeh pelan. Bita memang cantik bagi Letta, bahkan di usia yang menginjak enam puluh dia masih seperti di usia 30 tahun saking awet muka nya.

__ADS_1


__ADS_2