Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Jalan-jalan


__ADS_3

Malam ini cukup dingin, dan Putra membawanya pergi ke restoran dekat pantai, di sana memang ada konser sehingga sangat ramai, ada banyak jajalan dan juga cukup desak desakan.


Tetapi entah mengapa Letta sangat senang, bisa melihat banyak orang begitu heboh joget di pajangan di pasir pasir bersama alunan lagu. Sedangkan mereka duduk di pinggir pantai di dekat tukang jualan keliling. Letta tersenyum tipis melihat Letta yang menikmati suasana.


” Gimana tugas loe kemaren?” Tanya Letta pada Putra yang terus memandangnya sejak tadi.


Putra melirik Letta dan berdehem mengangguk.” Lancar.” Jelasnya dengan kikuk.


Suasana canggung, entah Putra yang memang sudah lama tak berkomunikasi dengan orang atau karena dirinya yang terlalu senang bersama Letta.


tidak ada satu hari pun dirinya lewat tanpa memikirkan Letta, jika dulu saat tidak ada Letta ia merasa tugas adalah yang paling menyenangkan tapi tidak dengan sekarang yang terasa sangat berat.


“ Ingat nggak dulu kita pernah makan itu.” jelas Putra menunjukkan STAN sate Madura di pinggir pantai.


Letta mengangguk semangat.” Makan seblak juga haha.” Jelas Letta terkekeh.


“ mau makan-makan nggak?” Tanya Putra.


Letta mengangguk tegas.” Bentar kamu tunggu di sini biar aku beliin.” Jelas Putra segera berdiri. "Kamu duduk disini jangan kemana mana yah!!"


Letta mengangguk menatap kembali orang yang sedang konser membiarkan Putra membeli makanan sendiri.


“ Itu bukannya letta?” Tanya Renja pada Fajar di sebenarnya.


Fajar melirik dimana adanya Letta dan pria yang menjauh dari letta. “ ngapain dia sama cowok lain? nggak cukup sama abang gue?” gumamnya mengerang kesal melihat Letta bersama lelaki lain.


Renja mengangkat bahu acuh.” Temennya kali.” Jelasnya.


Fajar tak suka tetap tak terima apapun alasannya, segera berjalan mendekati Letta yang sendirian di sana.


“ letta?” letta melirik Fajar yang bersama renja berjalan menghampiri dirinya.


Letta melirik Fajar dan Renja dengan alis terangkat.” Loe ngapain di sini?” Tanya Fajar tegas.


Letta membuang muka, sama sekali tidak menjawab Fajar. Fajar mengerang diacuhkan oleh Letta, menarik bahu letta agar memandang dirinya.” Gue nanya sama loe. Loe ngapain sama cowok lain ke sini??? “ Tanya Fajar tegas pada letta.


Plas. Fajar mengerjab menatap Letta yang menepisnya kuat memandangnya dingin.” Gue udah bilang berkali kali yah sama loe, jangan ganggu hidup gue. loe ngerti bahasa manusia nggak sih?” Tanya Letta dingin dan tidak suka.


“ lo..” Fajar tidak terima di anggap pengganggu oleh Letta.


Letta mengangkat tangan menghentikan suara Fajar lebih lanjut. “ gue udah nggak ada gangguin hidup loe., nggak pernah mau berurusan sama loe. Tapi loe selalu cari masalah sama gue. kenapa? Nyesel loe nolak gue ha?” Tanya Letta sinis.


“ gue cuma nggak suka soalnya loe itu pacarnya abang gue.” tegas Fajar tidak terima.


“ itu urusan gue sama abang loe. Gue pacaran sama abang loe bukan Sama loe, kalopun gue selingkuh itu urusan gue dan abang loe bukan sama loe. Loe Cuma orang asing yang gue benci. Gue bener bener nggak mau lihat muka loe lagi. gue muak.” Tegas Letta dingin padanya. " Gue bener bener mual sama kelakuan loe!!" Lanjut Letta penuh penekanan terhadap perkataannya pada fajar.

__ADS_1


Hati Fajar berdenyut tidak suka dengan jawaban Letta yang begitu tegas dan lugas, seakan memang dari hati terdalamnya.


Letta menggeleng pelan membuang muka.” Kalopun gue ngak mikir kalo Letta asli dulu yang selalu cari masalah sama loe,. Gue bakal udah habisin loe. Loe tu perusak hidup gue tau nggak.” Tegas Letta membentak kembali di hadapan Fajar yang terdiam.


“ letta.!!” gumam Renja bergumam menenangkan letta.


” dan loe.” Letta menunjukan Renja yang angkat bicara.” Jangan ajak temen loe ini nemuin gue lagi. ‘' dingin Letta menekan kata katanya. Renja di sana memandang letta sendu. Apa Letta juga membencinya saat ini.


“ letta.” letta melirik Putra yang sudah sampai di dekat mereka membawa banyak makanan, menaiki alis memandang dua laki laki yang berwajah sangar memandang dirinya.” Mereka siapa?” Tanya Putra pelan pada letta saat sudah berdiri disebelah Letta.


“ pengganggu hidup gue, pembuat masalah dalam hidup gue.” jelas Letta ketus membuat Fajar dan Renja semakin terdiam seribu bahasa.” Dan orang yang sama sekali nggak penting.” Jelas Letta tegas kepada Putra. Putra yang paham mengangguk pelan menggenggam tangan Letta.


Fajar mengepalkan tangan memandang hal itu, menepis tangan Putra dari tangan Letta. Putra melirik Fajar kaget sama dengan letta yang menaiki alisnya.” Dia pacar abang gue. jangan sentuh sentuh.” Tegas nya menarik tangan Letta.


hap.. Putra menahan tangan Fajar yang menarik kasar tangan Letta, merentangkan kera baju Fajar hingga ia tercekik. Jauh besarnya tubuh Putra ketimbang Fajar membuat Fajar kesulitan melawan atau sekedar untuk memberontak dari putra.


Blas. Putra menumpas kan tubuh Fajar kuat ke tanah seperti bukan apa apa, menarik tubuh Letta agar lebih dekat padanya. Putra memandnag Fajar yang berdiri meringis kesakitan memandang dirinya.


” Yuk.” Gumam Putra menjauhi mereka. Letta memutar nola mata malas, segera menjauhi renja dan Fajar. Keduanya hanya bisa meremas tangan mereka sendiri.


“ mereka siapa?” Tanya Putra dingin pada Letta di sebelahnya, masih menggenggam tangan Letta dengan tenang.


Letta melirik Putra dan menggeleng.” mereka tukang suka cari masalah sama gue di sekolah. Sejak pertama kali bangun, mereka juga yang buat letta asli mati sebenernya.” Jelas letta tegas.


“ loe ingat pas gue kena begal? Nah itu karena ditinggalin sama cowok yang loe hajar tadi.” Jelas Letta kembali pada Putra.


Letta mengangguk.” Harusnya gue yang matahin lehernya dia., tunggu aja waktunya.” Gumam letta pelan.


Putra menggeleng pelan membawa Letta duduk di kursi yang kosong di dekat pantau, sedikit jauh dari konser dan sedikit sepi.” Kalo ada apa apa loe cerita aja biar gue bisa bantu. Kayak mereka, mau gue kasih bodyguard aja buat jagain loe?” Tanya Putra tegas.


Letta menggeleng pelan.” loe nggak lupa kan gue siapa Put?” Tanya Letta pelan.


Putra menatap Letta dengan lempeng.” Iya juga yah, kalo mereka tau siapa loe asli, mereka juga bakal lebih baik mati bunuh diri.” Ujar Putra terkekeh. Letta memutar bola mata malas mendengarnya.


“ yaudah ayok makan, gue beliin tadi.” Jelasnya memberikan jus macha boba kepada Letta, lalu ada pie susu, dimsum,, ada juga somai dan beberapa jajanan lain.


Letta melirik Putra yang terkikik. Putra benar benar tau bagaimana cara menyenangkan hidup, membuat dirinya senang karena makanan.


....


Kasus Belle dan Cinta yang hampir di bunuh di hotel viral, menyebabkan mereka buta di sebelah matanya dan wajah yang rusak, tentu itu menjadi kasus hangat di perbincangkan di grub alumni SMA ataupun kampus terbaru saat ini.


Letta tak ambil peduli, segera turun sebab dirinya sudah sangat telat.” Letta makan dulu.” Tegas Nadia melihat letta yang memakai sepatu.


” Udah telat Buk.” Jelas letta memakaikan kaos kaki dengan cepat.

__ADS_1


Nadia segera menaruh nasi dan juga lauk ayam gulai di piring kecil, mendekati lettay yang masih sibuk memasang kaus kaki dan sepatu.” Nih ibuk suapkan.” Jelas Nadia dengan menyuapi letta.


Letta mau tak mau menerimanya dan makan dengan cepat, kembali di suapkan dan memakai sepatu selesia. Letta bangkit.


” Dikit lagi.” jelas Nadia kembali menyuapi letta


“ udah yah buk. Letta berangkat sekarang.” jelasnya kepada Nadia. Sebab mulutnya sudah penuh.


“ iya ini dikit lagi.’ ujar Nadia kembali menyuapi Letta, Letta memandang Nadia lemas, mengunyah susah paya sebab perutnya sangat penuh sekarang.


Nato melihat wajah nelangsa letta membuatnya terkekeh pelan.” kamu kan ada magh. Jangan telat makan, apalagi nanti kamu kuliah harus belajar. “ jelas Nadia kembali menyuapi Letta meski didalam mulut Letta masih penuh dengan makanan.,


Letta mengangguk mengunyah semuanya dengan cepat.” Udah. Yaudah sana pergi. Bapak lagi jaga warung diluar. Duluan aja.” Jelas Nadia mengusap baju Letta yang stelan putih seperti dokter.” Cantik banget anak ibuk. Belajar yang rajin yah.” jelasnya pelan mengusap kepala letta sayang


Letta tersneyum terharu memandang Nadia, mengangguk mengalami tangan nadia.” Duluan yah buk.” Jelas Letta segera pergi.,


melirik Nato yang masih memakai baju santai dengan heran.”nggak ke kampus?” tanyanya pelan.


Nato menggeleng.” Kelas gue jam 9 nanti.” Jelasnya memakan nasi dengan lahap.


Letta meliriknya kesal, dirinya masuk jam set 8 dan Nato masuk jam 9 itu tidak adil, segera pergi dari rumah menuju bagasinya, mengeluarkan mobilnya dan segera membela jalan. jarak rumah Letta dan kampus cukup jauh, jadi jam setengah enam ia harus sudah pergi dari rumahnya agar tidak terlambat seperti sekarang, sedangkan Letta semalam bermain bersama Putra sampai jam 1 malam, ia kekurangan tidur malam ini.


Memasuki mobil ke parkiran, Letta keluar dari mobilnya dengan tenang. Stelan anak kedokteran benar benar membuat dirinya jadi bahan tatapan orang banyak, apalagi wajah Letta yang tergolong sangat cantik memikat banyak orang memandangnya.


Letta terkenal karena ia bermasalah dengan Tama, itu hal yang sangat melekat padanya.


Melangkah dengan tenang membawa baginya.


Bugh, kaget Letta hampir terjatuh sebab ia di ganjal kaki oleh perempuan yang lewat di dekatnya, ketiganya melirik Letta menyeringai.


” Sorry di sengaja.” Jelasnya dengan kekehan tanpa rasa bersalahnya pada letta.


Letta mundur menoleh kepada perempuan yang tak ia kenali. Tatapan Letta sangat tajam.


Bugh, memberi ancang ancang dan menendang perempuan itu kuat.


Krak...


hingga suara retak di rahangnya talak terkena tendangan Letta kuat. kedua temannya memandang temannya yang terjatuh shok, menatap Letta yang memandang mereka sangat tajam. sosok perempuan yang Letta tendang menatap Letta dengan bibir yang berdarah, bahkan sudut bibir yang membiru,.


Kebas dan malu. Apalagi banyak tatapan terarah pada mereka. Mendekati mereka tetapi mereka mundur tak berani pada Letta.


" Sorry gue juga sengaja!!" Bisik Letta tersenyum miring.


.

__ADS_1


.


Nanti mau Doble up atau nggak?


__ADS_2