Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
dasar pilihan


__ADS_3

Letta memandang jalanan yang sepi di siang ini, menyenderkan kepalanya di kaca. Letta tidak tau apa pilihan ini benar atau tidak, tepat atau tidak.


Tapi yang jelas Letta akan mengumpulkan banyak harta dari mereka semua, dan jika hidup nya akan bahagia ia akan bertahan dan jika tidak maka ia akan pergi. Letta tidak lagi peduli dengan apapun, hatinya benar benar mati, tidak lagi tau mana yang bahagia dan mana yang tidak, jangankan cinta, perasaan saja letta hambar.


Atau jangan jangan karena dulu Ragiel menghentikan dan mematikan citra perasaannya hingga saat ini membuat perasaannya tak berfungsi Letta tidak tau. Letta harap ia tidak salah menaruh perasaan, hanya itu.


Apalagi Letta sudah memiliki kelainan jantung. Letta butuh banyak biaya untuk dirinya. kerja apa? kerja berat dirinya tak bisa. untuk bernafas saja sudah luar biasa sekarang.


Letta masih memanfaatkan keadaan. Untuk menikah dengan tiga pria sekaligus. Letta masih waras!!!


Letta masih banyak rencana lain dalam hidupnya!


Sampai tujuh jam Letta tertidur di perjalanan. Xior dan Bima hanya sesekali mengobrol untuk mengetahui satu sama lain. rupanya Xior ini tangan kanan Zeyn dan tak kalah kaya dari Zeyn itu sendiri, akh tepatnya mereka sahabat. Xior memiliki perusahaan dibidang teknologi, dan beberapa perhotelan warisan dari orang tuanya.


Dan mereka tertuju pada rumah milik Xior itu sendiri, rumah yang berada di arah perbukitan, itu jalanan cukup menanjak dan jika dilihat dari jalan raya mungkin sekitar 3km sampai, rumah yang memiliki gerbang sangat tinggi dan menjulang sangat besar.


Rumah bernuansa gelap itu sangat mengerikan di luar. Saat Xior menghidupkan klakson pintu gerbang segera terbuka. “ ini cukup dekat dengan tempat kerjaku. Aku pernah melihat saat dipinggir jalan dan bertanya siapa milik rumah ini rupanya kau?” gumam Bima pelan memandang sekeliling.


Xior berdehem pelan.” yah.. “ rumah jauh dari warga ini, dan berada di tengah tengah perkebunan,


Letta mendengar klakson dna mobil berhenti segera membuka matanya dan menguceknya.” Baby?? Tidur lagi saja.” Jelas Bima lembut melihat letta yang bangun.


Letta berdehem pelan segera hendak turun tapi segera Bima gendong. Letta melebarkan matanya di gendongan Bima di belakang. Melihat sekeliling.” ini dimana?” Tanya Letta pelan.


” di rumah Xior.” Gumam Bima.


Letta melirik Xior tak percaya. Apa ia juga akan nikah dengan Xior? Laki laki aneh ini?? lihat dengan santai Xior menghisap rokoknya sekali dan membuangnya sebelumnya memasuki rumah,


sram. Letta melotot melirik ke kanan. Memeluk Bima lebih erat.” Oh itu Cuma macan tutul.” Gumam Xior pelan.


Letta melirik Xior horror. Xior menaiki alisnya.” Dan di sana.. kandang harimau dan serigalanya.” Jelasnya menunjukan kearah lain yang tidak terlihat.” Di belakang rumah juga ada buaya... lumayan mereka akan mendapatkan makanan secara gratis setiap hari di sini.. mereka akan memakan manusia manusia sampah.” Jelasnya tersenyum lebar.


Bima dan letta memandang xior datar.” Apa kita pulang saja yah baby? Sepertinya di sini cukup buruk...” gumam Bima yang terdengar oleh Xior.


Letta menyetujui Bima yang mengatakan itu.,” Iya .. gue rasa kita harus jauh dari sini.” Gumamnya pelan.


Xior terkekeh pelan mendengar ucapan letta.” mereka semua jinak, dan ada pemburu yang setiap hari mengirimkan daging bab1 dan beberapa binatang buas di luar sana... mereka juga sangat penurut seperti kucing. “ jelas Xior terkekeh pelan mendorong Bima agar memasuki rumah ini.


” Xior kami tidak akan di jadikan makanan mereka kan?” Tanya Bima pelan.


Xior terkekeh pelan dan menggeleng.”semoga aku tidak berubah pikiran.” Gumamnya menggoda Letta dan Bima.


Memasuki rumah ini, rupanya tidak seseram di luar, di dalam manusiawi kok, hanya saja ini rumah seperti bangunan kokoh kerajaan, berisikan bangunan yang cukup memukau.

__ADS_1


Tirai tirai yang sangat panjang berwarna putih bercampur sage. Ini rumah memang idaman sih bagus sekali. Beberapa pelayan hanya lewat tak peduli apapoun, menunduk dan kembali melakukan tugas mereka, mereka bahkan seperti manusia tampa pikiran.


“ ikut aku.” Tegas Xior kepada Letta berjalan kearah lift.


Letta mengangguk bersama Bima yang masih menggendong dirinya dipunggung, menatap sekeliling, “ ini rumah berapa lantai?” Tanya Bima pada Xior penasaran.


Xior berdehem."hanya tiga lantai.” Jelas Xior dengan pelan.


Ting. Lift terbuka menampilkan beberapa ruangan gelap. Saat melangkah menginjak lantai, lampu hidup dan menampilkan beberapa ruangan dan ujung tempat cukup luas seperti ruang untuk berkumpul.” Di sini ada tiga ruangan, yang ini punya ku.” Jelasnya menunjukan ruangan di ujung sana. pintu berwarna hitam dengan akses sidik jari dan password.


“ dan ini kamar Letta, dan untuk kamar Bima di sana..” jelasnya tegas menunjukan satu kamar lain. Letta mengangguk paham, saat Bima membawa ke kamar dimana Xior arahkan, kamar miliknya di tengah tengah dari kamar Xior dan Bima sendiri. saat di buka oleh Xior kamar terlihat nuansa gelap.


Letta melirik Xior tenang.” Sorry saya belum merenovasi kamar ini. saya tidak tau jika akan ada perempuan yang datang, tapi sepertinya kamu juga tidak mungkin mau kan kamar berwarna pink?” Tanya Xior tersenyum miring.


Letta membuang muka, kesal dengan senyum Xior yang anehh.” Berhenti tersenyum begitu Xior.” Jelas Bima.


Xior malah terkekeh pelan melebarkan pintu dan menatap sekeliling.” silahkan istirahat, nanti aku akan menyuruh orang orangku membawa pakaian milik mu, dan untuk Bima, bisa segera di kamarnya untuk membersihkan tubuh.” Jelas Xior tenang.


“ aku akan menjaga Letta sejenak di sini.” Jelas Bima.


Xior menyipitkan mata.” Aku akan menyuruh pelayan perempuan. Tidak baik seorang gadis di kamar yang sama.” jelasnya tegas menarik tangan Bima kasar. Bima melotot usia melepaskan Letta. Letta pun kaget melihat tubuh Bima melayang.


“ bisa pelan pelan tidak?” gumam Bima dingin,


Pintu tertutup letta melirik sekeliling, memikirkan pilihannya letta meringis pelan, ia menggeleng pelan dan menghela nafas pelan.


" Gue harus cari cara supaya mereka bisa lepasin gue tanpa rasa sakit dan gue bisa hidup bebas...!!" Gumam Letta dengan tekat.


tioktoik.” Permisi nona. Kami suruhan tuan Xior untuk membantu nona.” Tegas mereka dari luar pintu.


Letta berdehem pelan.” masuk.” Tegas Letta.


dua orang perempuan masuk tak berani memandang Letta. Letta berdehem.” Siapkan air hangat, aku ingin berendam air hangat. “ jelas Letta tegas.


Mereka mengangguk.” Baik nona.” tegas mereka segera menuju toilet. Letta menghela nafas pelan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.” Hidup ini indah jika jadi orang kaya raya.” Gumamnya tersenyum senang.


Lima belas menit mereka sudah keluar.” Airnya sudah siap nona, mari kami bantu untuk mandi.” Tegas salah satu yang lain.


Letta segera bangkit dan berdehem.” Kalian siapkan saja pakaianku dan minyak urut.” Tegas Letta pelan.” tubuhku sakit semua.” Gumam Letta pelan.


“ mengapa idak di urut saja dulu nona baru mandi biar nona lebih segar?” Tanya pelayan heran.


Letta menepuk keningnya.” Benar juga, boleh lah siapkan dulu aku ingin di pijit.” Jelas letta.

__ADS_1


mereka tersenyum tipis mendengar hal itu.” baik nona.” Jelas nya pelan.


Segera pergi dari sana, meninggalkan satu yang mendekati letta,” mau saya bantu untuk ganti baju nona?” tanyanya.


Letta berdehem pelan. ia segera membantu Letta untuk membuka bajunya dan hanya menggunakan baju bahan agar mudah di pijit.


Sampai salah satu datang Letta sudah tidur terungkup. “ nona, luka nona masih cukup banyak, kami akan lebih berhati hati.” Jelas mereka.


” Kami di jadikan pelayan pribadi nona selama disini, jika butuh sesuatu nona bisa panggil kami.” Tegas salah satu yang lagi.


Letta berdehem pelan, tidak terlalu bisa mengenali mereka, apa bedanya, sebab mereka sama sama memiliki rambut panjang yang diikat dengan rapi kebelakang, menggunakan baju ala pelayan.” Nama kalian siapa?” Tanya letta melirik keduanya heran.


Keduanya mengangguk.” Perkenalkan nama saya Jiya. Dan ini namanya Fani. “ jelas salah satu yang wajahnya bulat dan hidung pesek, dia cukup cantik tapi tidak juga. Lalu di sebelahnya yang bernama Fani tubuhnya lebih ringkih dan pendek.


Letta mengangguk paham. “ berapa usia kalian?” Tanya Letta pelan dan tenang.


“ usia saya 23 tahun nona dan Fani berusia 19tahun.” jelas Jiya tegas.


Letta mengangguk paham dan berdehem,” skuy lah mulai.” Gumam Letta. mereka mengangguk pelan mulai memijit tubuh letta.


Letta menikmatinya dengan tenang.” Kulit nona sangat sehat.” Jelas Fani dengan tenang.


” Jangan memujiku.” Jelas Letta bergumam. Letta bergumam dengan tenang, ini sangat nyaman. Sudah lama letta tidak memanjakan diri.


Di sisi lain Bima menghempaskan tangan Xior yang menariuk bajunya kesal, hendak menuju kamar letta lagi tapi terhenti saat Xior bicara.” Dia pasti lelah, jangan terlalu memaksakan keegoisan kamu sendiri.” Tegas Xior dengan tenang pada Bima.


Bima menghela nafas pelan melirik Xior.” Aku hanya ingin menemani. Apa salahnya?” Tanya Bima malas.


“ salah, saat kamu lelah ada kalahnya ingin sendiri, tidak selalu ditemani itu enak.” Tegas Xior menuju kamarnya sendiri.


Bima hanya mengerjab kalem.” Lebih baik kita bicarakan rencana kedepannya.” Jelas Xior kembali.


“ apa kau juga mencintai Letta?” Tanya Bima mendekati Xior.


” Tidak.” Tegas Xior malas.


Bima mendengar itu menyipitkan matanya.” lalu mengapa kamu mau.” tegasnya kesal.” Cukuplah satu pria sok keren itu yang menjadi saingan,. Ini di tambah laki laki aneh sepertimu ini,” tegas Bima malas


Xior melirik Bima malas.” Pak tua... silahkan tidur atau kau akan mati kelelahan.” Tegasnya segera menutup pintu.


Brak. Bima melebarkan mata tak senang.” Hey kau..” teriaknya tak suka. tapi apa daya pintunya di tutup.


Sedangkan Xior menghela nafas pelan,. pilihan Xior bukan alasan tanpa dasar, melirik kamarnya yang berisikan banyak foto. Ia meneguk saliva kering.

__ADS_1


Letta? Alleta., dua orang yang sama., dan ia cukup ,mengenal Alleta, wanita satu sekolah menengah pertama nya. Yahhh


__ADS_2