Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Xior tau


__ADS_3

“ tubuhmu bagus. Seperti pejantan sesungguhnya. Aku suka.” jelas letta sebelum pergi.


Xior mendengar itu melebarkan mata memandang Letta menjauh. Xior menatap lantai nanar, sesungguhnya itu pertama kali ia diucapkan begitu manis sebab Xior tidak pernah mau menunjukan tubuhnya penuh luka ini pada siapapun, sebab mereka akan mencaci dan mengatakan tubuhnya jelek.


Xior mengerjab pelan dan menghela nafas pelan.


Letta melangkah ke bawah usai mandi di kamarnya, menggunakan baju kaus oblong santai berwarna navi, ia menggunakan boxer hitam membuat kaki jenjangnya terlihat jelas.


Letta disambut banyak pelayan dan penjaga kaget.” Loh loh nona kok ada di sini?” Tanya mereka kaget.


“ nona.. huh. Nona dari mana saja...” tangis Jiya dan Fani segera mendekati Letta dan menangis terseduh seduh.


Letta mengerjab pelan menatap mereka polos.” Kalian kenapa?” Tanya Letta pelan.


” nona kami hampir di bunuh tuan Xior karena nona menghilang, dan tiba tiba nona ada di sini dengan keadaan baik baik saja, Nona kemana semalaman? Kami mencari nona sampai ingin mati.” Jelas Jiya kepada letta khawtair.


Letta meneguk Saliva keringnya.” Semalam aku tidur di kamar Xior.” Jelas letta pelan. Itu membuat pelayan dan penjaga terkejut.


” tapi tuan Xior bahkan menyuruh kami mencari nona.” Tegas Fani tak terima.


Letta menggeleng pelan melihat Xior yang turun dengan baju setelan jas.” Itu tanya saja.” Jelas Letta.


Mereka memandang Xior tak berani sedangkan Xior hanya membuang muka dan melewati mereka tanpa kata.


Letta menatap mereka dnegan tatapan kesal.” Kapan yah giliran om Bima dan Putra ke sini?? Setiap hari saja lah mereka disini, di sini bersama manusia seperti dia sangat kaku.” Bisik Letta. bukan berbisik sebab semua orang di sana bisa mendengar dengan jelas. Termasuk Xior.


“ nona.. kecilkan suaramu.” Bisik mereka.


Letta membuang muka, mengambil HPnya.” buatlah kamar putra juga biar mereka seluruhnya tinggal disini..” jelas Letta pada Fani. Mereka diam tak menjawanb saat Letta duduk dan bicara. Letta melirik mereka dengan kesal. mengapa tidak menjawab.” Jelas Letta kesal pada Xior


Mereka mengeleng pelan menunjukan kedepan. Letta melirik kedepan, bertemu dengan tatapan Xior yang dingin.” Apa??? Mengapa menatapku begitu?? Mau ku colok?” Tanya Letta mengguakan garpu yang ada di tangannya.


Xior menghela kesal pada letta.” aku balas dengan ini mau?” tanyanya menunjukan pisau di tangannya. Letta menggeleng pelan.


Segera makan dengan tenang, mereka melihat itu sangat gemas..


uhukk letta menepuk dadanya sakit, segera hendak minum, ia mengambil susu di atas meja.


Plas... minum itu jatuh sebab Xior menghempaskan itu. Letta terasa sesak menepuk nepuk pelan dadanya.


Xior segera memberikan air putih miliknya dan menahan bahu Letta.. letta minum secara tergesa-gesa mata Letta mulai terasa pening dan berkunang kunang bersamaan nafas yang tercekat. Nafasnya naik turun tak terkontrol.


” Letta.. helooo?? Are you oke?” gumam Xior dengan dingin, tapi bisa lihat bagaimana tangan lentiknya gemetar begitu khawatir. Pada letta.


Letta menggeleng pelan menahan dadanya terasa nyeri. Letta menghela nafas sesak. “ Jiya keluarkan mobil segera..” tegasnya pada Jiya.


Jiya segera keluar dari sana untuk melakukan yang Xior perintah.. Xior menggendong tubuh Letta yang lemah keluar. Letta melihat keadaan yang kacau memandangnya Xior dari bawah.

__ADS_1


” Gu uhuk.” Letta terbatuk lagi tapi batuk ini sekarang kleluar darah. Xior melihat itu semakin khawatir, khawtair sampai ke dalam mobil segera Jiya mengendarai mobil dan Xior duduk sembari memeluk letta.


Letta diam mendengar degub jantung Xior tak tidak terkontrol. Benar benar kencang sampai letta rasa jantung Xior akan keluar dari sarangnya.


Haha lihat wajah Xior yang pucat.


berhenti untuk tertawa, ini bukan yang harus ditertawakan.


Sampai di rumah sakit Xior bahkan tak melepaskan Letta dan segera merobos UGD.” Bapak tunggu ada apa pak?” Tanya suster pada Xior.


Xior melirik letta yang pucat..” dia tercekik.” Jelasnya. Suster mengangguk segera menangani letta.


Xior menghela nafas pelan melirik Fani dan Jiya.” Saya lupa bilang sama kalian kalo letta alergi susu sapi.” Jelas Xior dingin.


Fani dan Jiya melebarkan mata mendengar hal itu.” jadi singkirkan semua yang bersangkutan dengan susu sapi.. “ tegasnya kembali.


Jiya dna fani mengangguk takut.” maaf tuan, kami pikir beberapa hari ini nona terlihat suka mengeluh sakit dan pucat, kami hanya ingin nona membaik, kami pikir susu sapi asli bagus untuk nona.” Jelas Fani dan Jiya merasa bersalah. xior tak menjawab, hanya berdiri dengan helaan nafas nya.


Setengah jam Letta ditangani, Letta tidak tau jika pengidap sakit jantung bila tersedak akan sesakit ini, perih dan keru rasanya.


Dokter keluar dan memandang Xior. Xior mengerjab pelan memandang dokter.” nona Sudah cukup baik. tuan bisa masuk.” Tegasnya.


Xior mengangguk pelan, segera masuk menemui Letta, bisa ia lihat Letta memegang dadanya, ” tidak di infuz?” tanyanya heran.


Letta melirik Xior malas.” Aku Cuma tersedak air.” Jelas letta kesal.


Tangan Xior memegang lengan Letta erat, letta meringis memandang Xior.”Letta apa yang kamu sembunyikan dariku?” tanyanya dingin.


Letta menggeleng pelan menatap Xior.” Tidak ada, itu hanya karena efek penyakit ku.” Tegas letta jujur.


“ kau punya sakit apa?” Tanya Xior dingin.


Letta menatap Xior dengan senyum tipis. Karena kamu tidak mencintaiku aku kasih tau, tapi ini rahasia kita.” jelas letta dengan serius.


Xior menatap wajah Letta datar. “ aku sejak kecil memang gagal jantung dan sempat melakukan transplantasi jantung, tapi beberapa bulan kemarin saat aku di sungai dan hanyut tidak sengaja terlalu banyak terhirip air lewat hidung, dan beberapa kali berkelahi dan benturan keras membuat jantung ku kembali memburuk.” Jelas Letta dengan tenang.


Xior melebarkan mata mendengar itu. menarik bahu letta dan meremasnya. Letta mengerjab pelan mendongak memandang Xior.” Letta.. “ jelasnya tegas


letta mengangguk pelan.” aku tidak tau apapun, aku tidak paham apapun, hidupku salit sekali yah.” jelas letta tersenyum tipis, air matanya jatuh di jadapan Xior.” Aku tidak apa apa..” tegas Letta kembali.


Xior menghela nafas pelan meremas bahu Letta. Segera pergi dari sana. Letta melihat itu mengerjab pelan, tak bisa dirinya membayangkan membicarakan ini, Letta hanya ingin Xior tau tentang keadaan dirinya sebelum Xior menentukan pilihan bersama dirinya. Letta ingin Xior mendapatkan pilihan lebih baik.


Xior meremas tangannya. ucapan letta membungkam kepalanya, berlari memberi tahu kebenaran yang mengejutkan.Xior meremas kuat tangannya sendiri dan membuka HP nya. Mencari nomor seseorang ia berdehem pelan.


”Cari dokter glorse, tolong hubungi dia... dan hubungi Vlero. Katakan aku ingin mencari jantung yang cocok. Aku akan kirim berkas nya” Tegasnya. Segera mematikan Hpnya XIor segera menjauh dari sana dengan tatapan dingin khasnya.


tapi kali ini Xior benar-benar suram.

__ADS_1


......


Letta pulang ke rumahnya, bersama fani dan Jiya karena keadaannya yang sudah baik.


”dari mana saja letta? kami mencari mu sejak tadi.” Tegas Bima kesal. Diikuti Putra di belakangnya.


Letta menggeleng pelan tersenyum melirik mereka.” Tadi pagi aku jalan jalan sejenak.” Jelas letta. fani dan Jiya melirik Letta tak percaya. Letta berbohong?


“ dimana iblis itu?” Tanya Putra kesal kepada Letta, melirik dimana Xior.


Letta mengangkat bahunya acu.” Dia sepertinya sedang kerja.” Gumamnya. Mereka mengangguk segera menarik Letta untuk duduk di sofa,.


” Kenapa mukamu pucat sekali?” tabya Putra heran.


Di angguki bima. Letta menggeleng pelan.” Karena aku tidak menggunakan lipstick.” Jawab Letta polos. Mereka melirik letta dengan kesal.


“ pernikahan kita dua Minggu lagi letta, harap menjaga tidur, pola makan dan keadaanmu oke.. katakan pada kami apa yang kamu mau.” Jelas Bima.


Letta menatap Bima dalam dan mengangguk dengan senang, melirik Putra yang juga memandangnya, Letta menaiki alisnya.” Mengapa kelopak matamu hitam sekali?” Tanya Letta heran.


Putra kaget menyentuh kelopak bawah matanya, ia segera menggeleng kaku.” Aku hanya kurang tidur karena memikirkan pekerjaanku. Jangan mengkhawatirkan ku.” Tegasnya mengusap kepala Letta dengan tulus. Putra tersenyum senang karena Letta mengkhawatirkan dirinya.


Letta menghela nafas pelan. Letta tau kedua orang di depannya paling tulus, sangat tulus malah. Letta memeluk keduanya tenang.” Terimakasih... kalian orang orang baik.” gumam Letta,


Putra dan Bima melirik satu sama lain, hati keduanya sakit saat Letta mengatakan kalian, tak ada cinta yang tak egois, ingin mencintai keseluruhan di hati tetap ada.


” Im sorry, kita belum bisa jagain kamu." Bisik Bima membalas pelukan Letta.


Putra mengangguk.” Kamu lebih terbaik... selalu bahagia Letta, kami selalu bersama kamu.” Tegas Putra dengan sendu.


Letta mengangguk dipelukan Putra, pikiran Putra bercabang, Putra ingat tragedy ia bersama Jasmine malam itu, dimana ia melakukan hal yang tidak pantas. Putra tidak tau apa yang harus ia lakukan???


Bertanggung jawab?? Putra tidak mencintai jasmine, dia mencintai Letta, bahkan hampir mati dan seluruh hidupnya hanya untuk Letta, tapi tak bertanggung jawab juga sesuatu hal yang salah.


Andai saja malam itu Putra tidak terperangkap, pastilah saat ini ia bahagia menikmati hari bersama letta.


Letta menghela nafas dari kulkas menuju ruang tengah, usai berpelukan Letta memilih mengambil kue brwonis yang ada di kulkas, tersenyum mendekati Bima dan Putra yang menonton televise tenang.” Kalian tidak kerja? Mengapa di sini terus?” Tanya letta heran.


Mereka melirik letta.” Xior menyuruh kami untuk tinggal di sini sekarang, karena dia beberapa hari kedepann akan sibuk.” Jawab Bima menepuk sebela sofanya.


Letta duduk di tengah Bima dan Putra membuat Bima mendengus, tak mau berbagi. Sedangkan Putra tersenyum pongah kepada Bima. Bima mendengus pelan dibuatnya.


“ ini dimana kau mengambilnya?” Tanya Bima pada Letta, apa yang letta makan.


Letta menunjukan brownis dalam kotak.” Mau?” Tanya Letta.


Bima mengangguk semangat begitu juga Putra.” Mau juga letta.” gumam Putra juga mengambil satu irisan. Matanya melirik Bima dengan lirikan kesal.

__ADS_1


Letta tersenyum memberikan mereka masing masing satu potong. Lihat bagaimana senyum pongah Putra pada Bima.


__ADS_2