
Sesudah bicara dan mengantarkan Nato kepada Mars Letta kembali berjalan menuju kelasnya.
Nato dengan tenang duduk di sebelah Mars yang masih memandang kosong kedepan.” Udah mulai?” Tanya Nato kepada Mars membuat lamunanya buyar.
Mars berdehem pelan melirik Nato yang bicara.” Loe abangnya Letta?” tanyanya pelan.
Nato mengangguk.” Kenapa nggak bilang? Kalo gitu dari dulu gue lindungin loe.” Ujarnya menepuk pundak Nato semangat.
” Bilang sama adek ipar bang lain kali kalo ada yang ganggu.” Gumam Mars menggebu. Teman Mars bersorak kepada Mars dan Nato hanya memandang Mars aneh.
....
“ ehemm maaf sedikit kurang fokus karena kedatangan kakak kita Letta.. hehehe cantik banget kak.” Gumam MC saat Letta sudah menduduki diri di kursi sebela Beta. Letta tersenyum tipis berdiri dan memandangi MC yang membicarakan kecantikan nya, baru kembali duduk.
Beberapa orang memandangnya lemah sebab Letta sangat cantik dan elegan, dia seperti putri kerajaan, sangat berkarisma.
Plak.” lama banget loe datang. Ke salon dulu?” Tanya Utami kesal pada Letta sembari menepuk lengannya pelan..
Letta menunjukan senyum cengir palsu saja kepada mereka yang mulai marah marah." Sorry sorry tapi tadi diajak makan dulu sama bapak ibuk gue."
Udin dan yang lain hanya melirik Letta jengah. " Telat satu jam? Letta hanya terkekeh lucu di depan Udin yang mengejek.
“ gila cantik banget.” Gumam Fahmi memandang Letta yang berada di bagian depan kagum, sejak kedatangan Letta
wajah Fajar suram dan muram sama hal engan Brayen.” Masih cantikan Kirana. Baju aja dia begitu, pas lagi dijahit kayaknya udah di ambil.” Gumamnya Fajar, melirik kaki Letta. percuma panjang jika kakinya saja terlihat semua begitu. " Mau pamer paha apa gimana? paha ayam aja mahal!!"
“ itu namanya Trend.” Gumam Sunja di sebelahnya.
Brayen melirik sunja yang bicara hanya jengah, Sunja harus nya bersama orang kelasnya tapi karena dia dedal alias susah dibilangin jika harus bergabung di kelas masing-masing, jadi dia bersama teman temanya di sini.
“ tapi Letta emang cantik banget malam ini.” Shaut Renja. Keseluruhan memandang Renja yang bicara gambling, selama tiga tahun baru kali ini mereka mendengar Renja memuji perempuan, Renja di tatap keseluruhan hanya mengangkat bahu acuh. Kirana di acuhkan hanya diam memandang Letta iri., sialan, Letta merusak semuanya.
" Baik kita akan membacakan vote terbanyak untuk Ratu dan raja dalam angkatan kakak tingkat kita..." keseluruhan mulai memandang ke panggung acara mendengar siapa yang menjadi pemenangnya.
__ADS_1
“ pemilihan ratu malam ini dimenangkan oleh kak Kirana Maheswari..” seru dari MC membuat seruan heboh terdengar.
Kirana yang di sebut namanya segera berdiri memandang semua orang tersenyum lebar. Segera menuju panggung dengan elegan, melirik Letta bengis seakan bicara. IM Winer.
Letta di dekat Utami yang segera mendekatinya dan memandang Kirana nyinyir.” Padahal cantikan gue kenapa dia yang menang coba?” gumamnya sinis.
Letta melirik Utami dengan alis ke atas. Utami diratapi begitu melotot tak terima pada Letta.” Nggak percaya?” tanyanya sinis.
“ bukan Cuma Letta yang nggak percaya, tapi gue juga,.” Gumam Udin di belakangnya. Utami melotot kepada Udin membuat sang empuh terkekeh.
“ kalo untuk Raja malam ini sudah pasti tau lah siapa pemenangnya... pemenangnya adalah kak Fajar;..” seruan semakin beremilap menampilakkan Fajar yang tersenyum arogan menuju panggung, melirik Letta yang sama sekali tak meliriknya, ganjal.
Fajar tidak suka. berdiri didepan panggung tapi Letta malah asik dengan teman temannya yang mengobrol. Tidak kah ia iri kepada Kirana atau dirinya? atau Kirana yang bersanding dengannya. harus nya Letta mengamuk seperti biasanya, akan memakai siapapun yang mendekati dirinya..
Pemasangan selempang, lalu beberapa pernak pernik disambut heboh orang orang untuk Kirana yang terus memasang senyum manis dan Fajar yang muram.
” perasaan gue cantikan kak Letta nggak sih?” bisik dari anak lain melirik ke panggung.
Temannya mengangguk pelan.” emang sih, keseluruhan memang kak Letta, Cuma dia kalah k akhlak aja, “ bisik yang lain, itu kentara sekali dan terdengar jelas oleh Kirana, Kirana memandang sang siswi kelam.
“ tetep aja sih kan yang dipilih biasanya tercantik yang dipilih.” gumam yang lain.
" Sebenernya banyak yang benci sama kak Letta, pastilah banyak yang nggak voting dia meskipun dia cantik dan memenuhi kriteria yang di mau sama panitia. " Jelas yang lain. mereka mengangguk paham mengapa Letta tak memenangkannya.
MC mendengar mereka yang membicarakan voting buru buru menyudahinya acara membuat Kirana dan Fajar turun dari panggung.
Dilanjutkan dengan acara pertunjukan pentas seni dari adik kelas dan beberapa sambutan kepala sekolah atau beberapa yang di undang di sekolahnya.
Letta menyipitkan mata, memandang ternyata ada ibu dan ayahnya Fajar sebagai bintang tamu hari ini, sebagai pemberi donasi terbesar juga. Keduanya melambaikannya tangan kepada Letta. jantung Letta berdebar lebh kencang,. Apalagi di sana juga ada Zeyn. Letta melirik Mars yang tak jauh darinya. Letta ingin pulang tolong.
“ makan yuk Let.” Gumam Bastian kepada Letta yang diam saja di kursinya.
” Yuk udah laper nih.” Gumam Utami kepada Letta dan yang lain.
__ADS_1
“ boleh.” Gumam Letta segera mengikuti teman temannya untuk mengambil makan, di sini ada banyak makanan, ada bakso, atau nasi prasmanan, ada juga beberapa makanan manis seperti donuts.
Letta memilih mengambil makanan di bagian nasi prasmanan sama dengan teman temannya, saat sedang mengantri disebelahnya ada Mars yang menyandangkan tangan di bahunya.” Loe cantik banget malam ini.” Bisiknya.
Letta melepaskan tangan Mars di bahunya dan melotot.” Disini ada kakaknya Fajar... jangan Gandeng gue gitu.” Bisiknya.
Mars menaiki satu alisnya heran.” Memangnya kenapa kalo ada kakaknya?” tanyanya bingung.
Letta melirik orang yang juga antri di depan dan belakangnya. Menarik wajah Zeyn lebih dekat dan berbisik.” Soalnya gue juga pura pura tunangan kakaknya Fajar. Kalo ketahuan gue pacar sewaan gawat Mars.” Gumam Letta serius.
Mars mendengarnya terdiam sejenak memandang Letta, sesaat dirinya lupa jika Letta adalah pasangan bayaran, dirinya membayar Letta sama hal dengan orang lain. Ia melirik kebelakang dimana keluarga Fajar yang tengah memandangi mereka. Paham situasi ia segera menjauh dari Letta. Letta menghela nafas dibuatnya. Untungnya Mars type yang paham akan situasi.
“ loe mau ayam pop?” Tanya Bastian pada Letta.
Letta mengangguk.” Yaudah ambil ayam bakar aja, soalnya gue mau ayam pop tapi udah habis.” Ujar Bastian gambling mengambil dua ayam tersisa.
Letta melirik Bastian dengan datar.” Terus fungsinya loe nawrain tadi apa?” Tanya letta.
Bastian menampilkan wajah cengengesannya.” Iya buat basa basi doang." gumamnya segera maju.
Letta ingin rasanya memukul kepala Bastian, brak.. Letta melebarkan mata merasa gaunnya terkena sesuatu, dingin..
Letta memandang apa yang terjadi kaget. Ada apa? Kenapa gaunnya di jus begini
“ ups...” Belle menutup bibirnya memandang Letta mengejek usai menumpahkan jus jeruknya ke gaun milik Letta.
Letta mendongak memandang Belle dengan pandangan datar dan dingin. “ sorry gue sengaja.” Bisik Belle dengan tersenyum miring.” Buat balesan karena loe udah jambak gue dan bikin gue masuk rumah sakit bulan lalu.” Lanjutnya menyeringai dan segera memandang kedepan.
Ada banyak pandangan melirik mereka. Beta, Udin dan teman teman Letta mendekati letta shok, menaruh sembarang makanan yang mereka ambil. “ guys... Queen bully kita, tukang penipu rupanya selama ini... “ jelas Belle berteriak sembari bertepuk tangan mengejek Letta.
Tatapan Letta hanya datar dan dingin memandang Belle. “ rupanya dia bukan anak kepsek atau pemilik sekolah kita, dia Cuma anak orang miskin yang ngaku ngaku jadi orang kaya.,.,” teriak Belle tertawa mengejek kepada Letta..
“ padahal barang dia mewah semua, coba dipikir dimana dia dapet duit?” Tanya Cinta menyahut kembali. Tertawa bersama Belle dan Cinta menggeleng.” udah miskin pura pura kaya lagi... adek nya juga ideot. Uppss..” ejek Belle.
__ADS_1
Tangan Letta terkepal memunculkan urat-urat di lehernya. Belle keterlaluan.