Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Berhenti menganggu!!


__ADS_3

“ semalem loe ngapain ngajak gue kalo ujung ujungnya tidur juga?” Tanya Letta memsukan sandwich ke dalam mulutnya, luar binasa, enak kok.


Zeyn memandang Letta dan berdehem.” Sepertinya kamu sudah lulus kuliah, bagaimana janjimu dengan mama papa yang ingin ku nikahi?” Tanya Zeyn pelan.


Letta terbaruk pelan melirik Zeyn tajam.” kan kita Cuma kontrak, mana ada nikah nikahan beneran.” Jelas Letta serius.


“ tapi mama sudah mau saya menikah.” Tegasnya.


“ yah gue sih ogah.” Jelas Letta jujur.


Zeyn melirik Letta dengan pandangan dalam. Letta melihatnya menghela nafas pelan.” kita Cuma sebatas partner Zeyn bukan pacaran beneran, gue jujur nggak ada mau apapun dari loe, tolong jangan bicara soal pernikahan.” Jelas Letta kembali.


Menghela nafas pelan menghabisi susu yang ia miliki Letta melihat tatapan Zeyn yang berbeda. Letta sedikit terganggu. “ gue mau pulang aja kalo emang udah nggak ada yang di bicarakan, “ jelas Letta serius, Zeyn menatap kearah jendela dan menghela nafas pelan.


Letta melihatnya segera mengambil tasnya hendak keluar kamar. Tapi kamar tidak bisa dibuka, terkunci. Letta meliriik kebelakang tapi kaget saat Zeyn sudah berada di belakangnya dan mengurungnya di pintu.,


Letta shok bersandar di pintu dan menatap Zeyn bingung. Zeyn menaruh telunjuknya di dagu Letta dan menariknya ke atas membuat wajahnya mendongak. Menatap Letta lamban dan berkata. “ loe nolak gue?? “ tanyanya dingin.


Letta mengangguk pelan.” yah.” jawab Letta tegas.


Zeyn memandang Letta dalam. ini pertama kali Zeyn di tolak dalam hidupnya, mengusap jarinya ke pipi Letta, Letta sedikit menghindar tapi tangan Zeyn mencengkram dagu letta.” saya punya segalanya, lebih dari uang yang saya beri, kamu mau apa?” tanyanya dengan serak.


Letta meneguk Saliva yang tersa serak, memandang Zeyn sedikit tidak senang. Memang dirinya terlihat begitu matrek atau mencintai uang??? Zeyn yang melihat wajah tak senang letta mendekati wajahnya dan Letta semakin tertekan, mereka benar benar dekat, bahkan hampir menempel dan wajah yang hanya berjarak bberapa senti.


“ kamu mau uang??? Rumah???” Tanya Zeyn tepat di telinga Letta dan mengecupnya singkat.


Letta terserang rasa geli dan tak nyaman, sedikit mendoorng Zeyn Letta memandang Zeyn di hadapannya dalam dingin, merarik tangannya dan mnerangkul leher Zeyn, Zeyn tertegun memandang Letta remeh, letta menggeleng pelan.” yang gue mau nggak ada di loe gimana?” tanyanya tersenyum remeh.


Zeyn mendengarnya menajamkan pandangannya. Letta memainkan tangannya di leher nya Zeyn sampai ke dada Zeyn dan mengelusnya lamban.,” dan yang loe harus tau, yang suka sama gue nggak Cuma loe, dan loe Cuma salah satunya. Loe mau emang jadi salah satu nya?” Tanya Letta terkekeh pelan, pelan tangan Letta mengambil kunci yang berada di saku celana Zeyn sebab sadar jika Zeyn sudah setengah linglung karena sentuhannya.

__ADS_1


Zeyn menahan diri untuk tidak mengerang karena sentuhan letta, menarik kepala Letta lebih dekat. hendak mencium Letta tetapi letta lebih dulu menendangnya kuat hingga terjatuh.


Letta melihatnya tersenyum menunjukan kunci ditangannya. Zeyn meringis kesakitan memegang perut bagian bawah, tepat di bagian adiknya yang Letta tendang,


“ semua cowok sama aja.” Gumam Letta tersenyum sinis segera membuka pintu untuk pergi dari ruangan itu. tak lupa Letta menutup pintu kencang.


Zeyn melihat letta yang begitu arogan memandang Letta dan pintu nyalang, memegang adik kecilnya meringis kesakitan.” Lihat saja nanti Letta.. ****..” gumamnya memukul lantai. Padahal dirinya sudah tergoda, sialan mengapa dirinya begitu bodoh??


...----------------...


Lett keluar dari apartemen milik Zeyn, saat di depan ia mendapatkan Fajar yang berdiri di depan apartemen memandangnya tajam, Letta melirik Fajar dengan tatapan tajam balik dans gera menjauh dari sana. Fajar menahan tangan Letta dan menariknya.,


Letta mendecih, kenapa sih mereka ini hobi sekali menahannya.” Loe nginep di sini?” Tanya Fajar dalam,


“ iya.” Jawab Letta santai.


Fajar mendekati Letta dan menyentuh leher Letta yang merah merah. “ bertahun tahun nggak dapet gue, loe jual diri Sama abang gue,. loe maunya apa sih Letta?” Tanya Fajar menggeleng pelan.” gue nggak habis fikir sama loe.” Gumamnya dingin.


Letta menaiki satu alisnya dan melihat Fajar jengah. paham arah pikiran Fajar. lehernya yah, bukan apa apa Letta tau jika lehernya memang merah merah karena di gigit nyamuk, akh ralat, tepatnya seluruh badannya, karena tidur di rumah sakit membuat dirinya sedikit memiliki penyakit kulit. Letta baru tau jika pemilik tubuh ini memiliki kulit yang sensitive.


Memandang Fajar lagi lebih lama Letta tersenyum miring.” Memang apa lagi yang harus gue lakuin? Tetap ngejar loe?” tanyanya remeh.


Letta menggeleng pelan memandang Fajar.” Sayangnya loe udah nggak menarik Fajar. Gue baru sadar kalo selama ini gue ngejar sampah... “ bisiknya remeh.


Fajar memandang letta emosi.” Sampah?” tanyanya penuh penekanan.,


Letta mengangguk pelan.” apa lagi??” tanyanya terkekeh lagi.


“ Fajar..” gumam Letta menahan suara Fajar yang hampir meneriakinya.” Gue udah lama nggak ganggu loe lagi, nggak ngusuk hidup loe lagi. tapi gue lihat akhir akhir ini loe yang cari masalah sama gue. why???? “ Tanya Letta kepadanya pelan.

__ADS_1


” gue udah nggak suka sama loe dan gue udah ada hubungan sama kakak loe, apakah itu masih ganggu loe?”: Tanya Letta lamban.


“ sangat.” Bisik Fajar dingin.


Letta menggeleng pelan.” coba deh loe introspeksi diri, sebenernya yang buat loe benci Letta itu karena dia penganggu atau karena loe yang selalu lihat dia di sisi buruknya doang sampek loe buta sama perasaan loe sendiri.” Jelas Letta tenang.


Fajar memandang letta mengernyitkan dahi aneh. Menggeleng pelan tapi kembali terdiam akan ucapan berikutnya Letta. Letta mendekati wajahnya dan memandang Fajar tepat dimanik mata hitamnya.” Gue udah bener bener nggak ciinta sama loe dan loe juga begitu kan? nggak cinta sama gue?. Jadi mau gue jual diri sama kakak loe itu bukan urusan loe lagi. oke?” Tanya letta dan segera mundur.


Tapi tanganya kembali ditarik Fajar kasar, Letta mengibasnya dan menendang fajar kuat, Fajar kaget segera mundur.” Gue bukan orang yang sabar. Berhenti ganggu gue.” tegas Letta dingin dan segera berdiri untuk pergi dari sana.


” gue nggak akan berhenti sampai loe dan kakak gue udah ga ada hubungan. Gue nggak terima kakak gue nikah sama cewek kayak loe.” Teriak Fajar.


Letta mendengarnya hanya menggeleng pelan tak menjawab. Fajar mengepalkan tangannya ,memandang Letta tajam.” enak aja nikah sama abang gue. cewek murahan..” gumamnya kesal, memukul angin Fajar segera pergi dari sana. hey fajar dari semalam tidur di depan apartemen kakaknya asal kalian tau..!!!!


...----------------...


Memasuki kamarnya sedih, nato memandang jam seduh, malam ini malam perpiasahan dirinya namun ia memilih tidak ikut saja, sebab tidak ada jas dan juga kendaraan. Lagipula hanya perpisahan kan. Tak masalah, yang penting dirinya sudah lulus,.


Melirik kearah kasurnya, mata Nemo melebar melihat ada stelan jas, sepatu dan juga dasi, mendekat dan berbinar, bahkan stelan warna navi di padukan dengan baju dalaman putih sangat legean, jas yang sempat dirinya lihat di aplikasi penjualan online... meneguk saliva kering mendapatkan note di sebelahnya.


...” Siap siap... jam 7 kita berangkat bareng, kalo telat gue tinggal... by Letta..”...


Nato berjingkrak kesenangan, buru buru mengambil jasnya dan memeluknya senang, segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan gosok gigi. Dirinya bisa pergi diperpisahan dalam keadaan yang baik begini. Nato sangat senang.


.


.


ingatkan author buat update lagi nanti malam oke

__ADS_1


__ADS_2