Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Pelukan


__ADS_3

Berbeda dengan orang yang sedang mereka bicarakan, sekarang Letta berada di kantor milik Zeyn,


menatap kantor Zeyn yang begitu menjulang tinggi, " maaf nona ada yang bisa di Bantu???" tanya scurity aneh melihat penampilan Letta yang menggunakan pakaian rumah sakit dan wajah yang pucat.


Tapi Letta meliriknya dingin dan segera masuk ditahan oleh scurity Letta meliriknya dingin. " Saya sudah berjanji bertemu dengan Zeyn!" jelasnya tegas. scurity melebarkan matanya. ingat jika Letta adalah wanita yang pernah tuannya bawa ke sini.


"Maaf nona!" gumamnya pelan.


Letta yak menanggapi nya sama sekali, segera berjalan tepat saat menaiki lift dan mengetok pintu milik kantor Zeyn.


Zeyn dan Xior memandang pintu yang diketok pelan. “ maaf nona. Tuan tidak bisa diganggu jika tidak mendapatkan izin.” Ujar sekretaris geram, sejak tadi menghalangi letta tetapi tidak ada jawaban dari letta,.


" Siapa?" Gumam Zeyn mendengar keributan yang terjadi.


Zeyn segera keluar menatap kaget Letta yang berdiri di depan kantornya, Letta menatap nya dengan dingin Zeyn.


Zeyn mengerjab pelan,wajah Letta sangat menyedihkan, luka di wajahnya berdarah dan pucat,.” Letta??” gumamnya pelan sembari mendekat.


“ maaf pak, udah saya hentikan tapi nona tidak mendengarkan.” Jelas sekretaris takut.


Zeyn melambaikan tangan menyuruh ia pergi.” Kau pergilah.” Jelasnya segera membawa letta masuk ke ruangannya.


” Tapi tuan, sepuluh menit lagi akan ada rapat,” jelas sekretaris mencicit.


Zeyn meliriknya dingin.” Batalkan.” Jelasnya tegas, sekretaris kehilangan suara, ingin menolak tapi Zeyn sudah menutup pintu, saat pintu tertutup Letta menghela nafas pelan, tidak banyak suara ia memilih duduk di sofa di dekat Xior.


Xior menaiki alisnya memandang letta aneh, “ ada apa?” Tanya Zeyn pelan mengalihkan atensi Letta.


Letta melihat ada banyak poster yang ia miliki di atas meja Zeyn. Zeyn melihat itu segera klarifikasi.” Saya tidak tau, tadi ada orang mengirimkan paket ini kepadaku.” Jelasnya menunjukan kotak paket yang berada di tong sampah.


Letta diam mendengarnya, memejamkan mata Letta merasa tubuhnya panas dingin. “ kalian percaya?” Tanya Letta pelan.


Zeyn tertegun mendengar suara Letta yang serak. Letta menghela nafas pelan.” gue bener bener cape hidup, apa gue mati aja yah?” gumam letta lelah.


Zeyn mendengar itu reflek menyentik bibir Letta. Letta membuka matanya menatap Zeyn yang menggeleng pelan.” nggak ada yang bisa membicarakan mati kecuali takdir. Saya tidak tau itu benar atau tidak, tapi kamu harus tetap hidup karena saya mau kamu hidup.” Jelas Zeyn tegas,.


“ tapi itu bukan gue.” jelas Letta dengan tenang.


Zeyn menganguk menarik tubuh Letta agar menatap dirinya, berhadapan saling menatap manik mata satu sama lain. Zeyn mengusap pelan pipi letta.” nanti saya akan cari tau siapa pelakunya.” Jelas Zeyn tegas,.


Letta menggeleng pelan.” orang tua gue kecewa sama gue, mereka kecewa sama pekerjaan gue. gue emang udah nggak bisa hidup. Gue bener bener mau mati aja.” Serak Letta. air mata letta jatuh tanpa diminta. Sesak mengingat bagaimana Agung menangisi dirinya di depan rumah.


Xeyn segera mendekap Letta dan menggeleng tegas.” Saya tidak mengizinkannya Letta.. apa yang kamu katakan, sadarlah.” Tegas Zeyn.


Letta menghela nafas pelan di bahu zeyn, tidak membalas, hanya menaruh dagunya di sana. “ jadi gue harus gimana.” Gumam letta lemah.” Gue nggak tau apa salah gue di dunia ini, dimana pun gue, di sana orang akan ngerasa kesialan. Apa gue emang pembawa sial?”

__ADS_1


“letta.” tegas Zeyn melepaskan pelukannya, menegang bahu Letta dan meremasnya pelan, Letta tak lagi lagi menjawab, hanya diam tak lagi bicara.


” Letta. hey are you oke?” Tanya Zeyn menepuk pelan pipi Letta yang diam saja.


Letta mendongak menatap Zeyn.” saya panggilkan dokter oke,” jelasnya pelan.


Letta menggeleng.” peluk gue aja.” Jelas Letta lemah. Zeyn mendengar hal itu mengepalkan tangan dan memeluk Letta erat,. Sangat erat sampai Letta merasa ada sandaran. Letta memejamkan matanya dibahu Zeyn membiarkan dirinya bersandar dan menikmati alunan jantung Zeyn yang menenangkan.


Zeyn melirik Xior di sebelah Letta, memberi kan arahan agar ia pergi dari sana mencari tau siapa yang membuat Letta begini, siapa yang memfitnahnya. Xior mengangguk, segera pergi dari sana membiarkan keduanya saling peluk dan saling memberikan kenyamanan satu sama lain.


Sudah satu jam dalam keadaan yang sama. zeyn tidak marah, menjadikan tubuhnya sebagai tumpuhan Letta, mengusap pelan kepala Letta yang diam saja, dia terlihat sangat lembah jika begini.” Saya akan membawa kamu ke suatu tempat, kamu mau?” tanyanya pelukan.


Letta mengangguk pelan, Zeyn segera membantu letta berdiri.” Ayook.” Jelasnya menggenggam tangan letta,


Letta mengangguk tenang. Zeyn menghentikan Letta dan menarik dagu letta keatas.” Saya lebih suka kamu pembangkang dan tersenyum. Ayo pukul saya saja.” Jelas Zeyn sendu.


Letta mendnegar hal itu tersenyum tipis. Zeyn terkekeh pelan.” nah begitu doong.” Jelasnya mencubit pelan pipi Letta pelan. Letta mengangguk segera menuju dimana tempat yang Zeyn katakan, berjalan santai melewati banyak orang sekitar. Keduanya sampai ke mobil milik Zeyn.


Tak tau kemana Zeyn membawanya Letta pasrah, jikapun dibunuh letta tak akan melawan, Zeyn melihat bagaimana tak berdayanya letta hanya menghela nafas pelan, sesak rasanya melihat Letta yang begitu tertekan. Letta menikmati perjalanan cukup jauh sampai di desa pun Letta diam melirik zeyn.


” bentar tunggu di sini.” Jelas Zeyn.


Letta melihat Zeyn keluar dari mobil dan menyebrang jalan, melihat kedepan letta menghela nafas pelan, letta lemah karena sakit, tak menangis karena lelah, terlalu Sakit jika dirinya bicara mengenai perasaan dirinya sendiri. Letta tidak marah akan fitnah, letta marah pada orang tuanya yang kecewa, dan semua orang yang menyayangi dirinya menjauhi dirinya. Ini mimpi buruk bagi Letta sendiri.


Penjual tersenyum tipis.’" Pak."


_


" Ambil aja kembaliannya..!" Jelas Zeyn kesal.


" Maaf pak, tapi uangnya kurang.” Jelasnya.


Letta mendnegar itu tanpa sadar tertaewa melihatnya. Zeyn melirik penjual suram.” Iyakah? Berapa harga ini?” Tanya nya pelan, ia sudah beri uang dua ratus ribu, biasanya kan jualan dipinggir jalan murah murah.


Penjual menggeleng pelan.” yaampun pak, mobilnya aja yang mahal, masa bayar segini aja mahal. satu kepala seratus ribu.” Jelnsya tegas.


Letta melotot mendnegar itu, buset kelapa apa ini? apa kelapa terbuat dari kelapa dewa?


Zeyn mendengar itu mencebik memberikan tiga lembar lagi.” kembaliannya ambil aja, biar cepet kaya kamu.” Jelansya.


Penjual tersenyum tipis.” Makasih pak, semoga rezekinya lancar.” Jelansya senang.


” Udah lancer.” Tegas Zeyn menutup pintu kesal.


Letta melihat itu kembali tertawa.” Ye sombong amat.” Teriak penjual ingin menendangnya mobil Zeyn, tertahan melihat patung di depan mobil Zeyn, ditaksir harga mobil mahal, ketimbang ia kena Geprek ia jadi memilih segera pergi dari sana,

__ADS_1


“ awas aja kalo beli lagi gue naikin harganya.” Gumamnya menatap uang senang, lumayan.


Zeyn masuk mobil kesal dan melihat letta yang tertawa menjadi nyaman, sejak tadi Letta yang diam saja menjadi tertawa itu adalah obat tersendiri baginya., Letta menggeleng pelan melihat ada sate dua piring lalu ada dua kelapa muda.” Dari tadi kamu belum makan, ayo makan dulu.” Jelasnya pelan,


Letta mengangguk pelan” gue nggak laper.” Jelas Letta pelan.


” yakin nggak laper?? Enak loh.” Jelas Zeyn mengambil satu tusuk dan memakannya di depan Letta nikmat.


Sejenak ia memuntahkan sate yang ia makan menggunakan tysu, melirik pedang yang di ujung sana.” kampret, sate basi malah di jual, mana mahal lagi.” gumamnya mengerang kesal.


Letta mendengar hal iru tertawa lepas, lucu sekali melihat ia dan Zeyn yang di tipu. Zeyn berdecap kesal mengambil dua piring itu dan di buang dipinggir jalan.” kita beli di depan aja.. kamu tambah sakit kalo makan ini nanti.” Jelasnya. Ayam nya sudah benyek dan berlendir, sudah tidak bagus lagi malah di jual.


Letta menghela nafas pelan mengambil kelapa muda, meminumnya tenang, Letta merasa dadanya dingin dan hangat, ini manisnya alami tanpa campuran sedikit ada rasa yang menyengat dilidahnya seperti bersoda,


“ mana kelapanya udah mau tua.” Gumam Zeyn mengeluh lagi.


“ udah nikmatin aja.” Gumam Letta melirik Zeyn,


Zeyn menghela nafas segera meminum kelapa mudanya,. Melihat kelapa muda harga 100., 000 ia melirik letta.” habisin yah. mahal soalnya.” Jelas Zeyn pelan.


letta mendelik.” Gending nanti.” Gumam Letta.


“nggak mau tau, habisin, mahal ini.” gumam Zeyn.


” mahal, makan, di restoran lebih mahal.” jelas letta melirik zeyn aneh.


” Tapi harga worth it,, ini apaan, sate basi, kelapa tua.” Gumamnya kesal.


Letta malas berdebat lagi Zeyn melihat letta tak berdebat lagi mendesis, ia mencari topik agar Letta bicara dan tak lagi diam tapi sekarang dia malah jadi diam lagi. Jika begini dirinya harus otoke?


Sampai di satu vila yang beradadi dekat perkebunan teh, letta melirik Zeyn dengan tenang. Memasuki rumah yang cukup besar dan penuhi dengan banyak bunga, wah letta kagum melihat vila ni.” Ini di pemukiman cukip enak, asri, kamu bisa menenangkan diri di sini semau kamu tanpa harus memikirkan orang lain.” jelas Zeyn tegas.


Letta mndengar itu tertegun, mobil berhenti di depan vila, Letta segera turun tapi tertahan sebab Zeyn lebih dulu membantunya berjalan.” Pelan pelan.” jelasnya tegas dan tenang.


Letta melirik Zeyn yang menggandeng nya. “ di sini ada kebun binatang, di warga sekitar juga baik dan bekerja sebagai pemetik teh di sini.,” tegas Zeyn kembali.


Letta mendengar hal itu senang, diam diam berdehem pelan “ ini punya mu?” Tanya letta pelan melirik Zeyn.


Zeyn mengangguk pelan.” hampir seluruhnya punya ku.” Jelasnya bangga.,


Letta mendengar itu mengangguk senang, menatap kedepan menghentikan langkahnya. Ia menghirup udara ringan, disini sangat segar dan nyaman,. Luar biasa, Letta menjadi tenang dan nyaman,


Lihat di depannya, deretan kebun teh yang begitu luas turun dan berbelok, itu sangat cantik, dengan beberapa kayu.


“Tuan..” letta dan Zeyn melirik wanita tua yang mendekati mereka bersama laki laki tua di sebelahnya., Zeyn menatapnya dengan tenang.” Kenapa tidak bilang jika ingin berkunjung?” tanyanya tenang dan tak enak hati.

__ADS_1


__ADS_2