Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
gara-gara Cake


__ADS_3

Brayen menggeleng mengambil hp nya dan memberi pada Agung. Agung diam menatap apa yang brayen beri Foto letta .


Agung memegang hp agung dan mengulum senyum memandang Letta yang terlihat di foto. “ kenapa rambutnya pendek?” Tanya Agung heran pada Brayen.


Brayen yang ditanya menjadikan gugup dan takut,, apa ia jawab Letta botak saja kan tidak mungkin.” Style sekarang emang banyak yang begitu pak.” Jelasnya gugup.


“ aneh banget.” Gumam Agung pelan.


Brayen menjadi mati kutu.” Kamu nggak nanya dimana dia tinggal Bry?” Tanya agung kembali.


Brayen menggeleng pelan.” tidak.. tapi bapak tidak usah khawatir. Letta baik baik saja... sangat naik, dia hanya ingin memberi pelajaran sejenak kepada orang orang yang meragukan dirinya.” Tegas Brayen.


Agung memandang Brayen mengerjab, memang dirinya harus diberi pelajaran sih.


...----------------...


Di dunia lain, Xior memandang rumahnya sudah ada lima kulkas menaiki alisnya, dan isinya semua sama. brownies dan susu. He ini siapa yang mau minum dan makan sebanyak ini????


Melihat letta yang juga turun mengambil satu boks cake ia mengerjab pelan.


” letta itu cake siapa?” tanyanya heran


Letta melirik Xior, melirik yang ia ambil.” Ini dari Bima sama Putra paling.” Gumam letta pelan.


“ tidak bisa.” tegas Xior segera mengambil alih kotak di tangan Letta.


Letta menatap Xior dengan alis terangkat karena aneh. “ why?” Tanya letta pelan.


Xior menggeleng pelan.” kamu lupa kamu punya penyakit bawaan??? Letta cake yang saya beri kemarin itu terbuat dari bahan yang aman dan kamu bisa konsumsi, kamu harus memiliki batasan makanan karena itu saya stok makanan yang berbeda dari sebelumnya. Menjauhi yang pedas, bermicin, yang manisnya tidak baik, dan ini brownis yang kamu pegang, kamu nggak tau kan berapa gr gula dan bahan lainnya?” tanyanya dengan tegas.


Letta mendengar itu meneguk saliva kering, mengerjab pelan menatap Xior yang kesal dan marah, xior menaruh itu cake di atas meja.” JIYA FANI.. BERESKAN SEMUA MAKANAN DI DUA KULKAS ITU DAN TARUH SEMUA MAKANAN BERISIKAN BUAH SAJA.” Teriak Xior menggema.


Letta disana memandang Xior memelas.” Mau makanan lain. Mau cake.” Gumam Letta pelan.” ini enak padahal.” gumamnya mendekati cake di atas meja.


Xior menepis tangan letta dan menjauhkan cake itu dari Letta. letta memandang Xior dengan pandangan memelas.” No. kamu harus atur porsi makan.. dan jangan bandel, di kulkas sudah ada makanan yang di siapkan. ” Tegaskan segera menjauh dari sana. Letta mengerjab menatap Xior membawa cake bersama Jiya dan Fani.


Sebenarnya bukan tanpa alasan kemaren ia menyiapkan cake untuk Letta, sebab cake itu sudah mengandung obat untuk Letta, karena Letta tidak mau minum obat Xior membuat cake agar Letta tetap makan obat.


Tidak tau jika putra dan Bima malah juga memberikan cake yang entah kandungannya apa saja.


Letta mendekati Fani dan Jiya.” Hmm aku min..”


“ KALIAN JANGAN BERIKAN ATAU TANGAN KALIAN AKU POTONG.” Teriakan Xior membuat Jiya dan Fani buru buru kebelakang meninggalkan Letta.


Letta mendengar itu cemberut. Menatap kulkas yang masih ada ia tersenyum lebar buru buru mengambil dua kotak dan kabur dari sana.


Tingkah Letta ditangkap oleh Xior. Xior mengerang mengepalkan tangan.”LETTA..” Teriaknya mengerjab Letta.


letta melotot segera kabur ke atas cepat cepat menggunakan lift. Xior mengerang buru buru kearah letta agar lift tidak tertutup.

__ADS_1


Letta memencet tombol cepat hingga melotot jantung letta seperti naik wahana..


krak. Letta menatap kaki Xior yang menahan pintu lift yang baru ingin tertutup., lihat mata garangnya di sana mendekati Letta dan menarik kasar brownies ditangan Letta.


Letta menahannya kuat dan memeluknya.”letta.” tegas Xior dingin. Letta diam menatap boks kue dengan diam saja.


Xior melihat itu memejamkan mata sampai pintu lift tertutup dan mereka ke lantai atas.


“letta berikan padaku.” Tegas Xior menggema.


Letta di sana diam saja membuat Xior menajamkan matanya.” atau aku akan memberi tahu Bima, putra dan seluruh orang tentang peny..”


Ting...” tentang apa??” Tanya Bima yang menunggu di depan lift. Pintu lift sudah terbuka rupanya.


Letta dan Xior menatap Bima yang bertanya. Letta melotot dan Xior menyeringai.” Aku akan memberi tahu kalian jika sebenarnya Letta itu sedang...”


“ OM...” teriak Letta memeluk lengan Bima.


Bima memandang Letta rumit dan berdehem pelan. Letta meletakkan kepalanya di lengan Bima dengan wajah menggemaskan.” Aku sedang mau makan cake dan Xior tidak mau memberikan aku cake yang kalian berikan.” Jelas Letta memelas.


Bima memandang Xior dengan tajam. Xior yang ditatap tajam oleh Bima menghela nafas pelan.” dia tidak bisa makan sembarang cake, sebab dia memiliki alergi susu sapi.” jelas Xior mencoba tenang kepada Bima. Tapi tidak saat melirik letta yang mengejeknya.


Bima mendengus merebut cake ditangan Xior. Tapi Xior segera menariknya dan menyembunyikannya.” Berikan pada Letta, itu tidak menggunakan susu sapi tapi hanya menggunakan susu kedelai dan juga beberapa bahan alami, pemanisnya juga menggunakan buah segar yang mahal. tidak akan membuat letta sakit.” tegas BIma.


“ kau tau dari mana? Ini bahkan terlihat membeli.” Jelas Xior tak terima.


” Aku yang memesannya di restoran terbaik.” Tegas Bima.


Letta menggeleng pelan dan tersenyum tipis.” Tapikan kemaren tidak ada tu.” Tegas letta.


” tapi dibelakang lehermu ruam ruam.” Jelas Xior menarik bahu letta.


Bima segera melirik leher letta, rupanya memang ruam ruam merah.” Astaga, kenapa tidak bilang.” Gumam Bima kaget sontak menundukkan kepala letta agar melihat tengkuk dan leher letta.


Memang ruam ruam cukup banyak.” Ini karena cake ini kah?” Tanya Letta polos.


Xior memutar bola mata malas" Sejak kapan kau bodoh ha???? “ tegasnya kesal segera menuju tong sampah membuang cake itu ke sana dengan kesal.


Letta melihat tu menggaruk lehernya.” Jangan di garut, itu akan melukai kamu.” Jelas Bima segera membawa letta kearah sofa. Xior segera ke kamarnya dan mengambil sesuatu,.


Bima menyentuh kancing baju letta dan membukanya sebelah. Letta buru buru menahan tangan Bima.” Om jangan.” Gumam letta dengan shok.


Bima menggeleng.” yaampun letta ini ruam lebih parah, cuka dulu semua bajumu.” Tegas Bima pada letta.


Letta segera menggeleng menutup kembali bajunya.” Enggak akh..” tegas Letta segera mundur..


Bima menatapnya tajam.” tidak sini saya lihat.” Tegas Bima.


” Tidak mau.” Tegas letta menolak hendak pergi tapi bima menarik tangan letta.

__ADS_1


” letta buka biar aku cek.” Tegas Bima kesal pada letta.


“ tidak mau om tidak mau, apa kata orang baju letta di *****-***** begini.. letta tidak mau ini Aurora." jelas letta kesal menutup bagian tubuh depannya menggunakan tangan.


Bima melihat itu menatap letta datar, benar sih, “ tapi kita sudah mau menikah, apa salahnya??? “ Tanya Bima heran.


Letta menggeleng tegas.” tetap saja kan baru mau, bagaimana kalo batal?” Tanya Letta melotot.


Plak. letta meringis saat kepalanya di si sentil oleh Xior.” bicaramu.” Tegasnya.” Buka bajumu.” Gumamnya kesal.


Letta segera menahan diri dan menutup bajunya lebih erat.” Tidak mau.” Tegas letta kekeh.


Xior menatap Bima dan mereka saling tatap sampai saling tersenyum miring Letta merasa merinding.” Ap apa?” Tanya Letta gugup karena keduanya sekarang menatap drinya begitu mencurigakan.


Bima segera menggendong Letta membuat letta berteriak dan Xior segera mengikuti dari belakang menuju kamar Letta. letta memberontak tapi kekuatan Bima sangat kuat.,


brak. Letta shok saat tubuhnya di banting dikasur, ini lebih mengerikan dibanding melawan orang sepuluh.


Letta hendak berdiri tapi Bima lebih du;u menahannya dan merobek kasar baju letta. letta shok menutup bajunya tapi Xior menahan tangannya dingin. “ kyak apa yang kalian lakukan..” teriak Letta tidka terima, tubuhnya terbuka dengan begitu indahnya.


Xior dan bima meneguk Saliva kering memandang letta lapar. Letta melihat tatapan mereka menjadi merinding memberontak hendak menutupi tubuhnya tapi Xior sangat kuat memegang tangannya. Bima bahkan juga menahan tubuhnya begitu serius.


Wajah Letta merah padam di tengah keduanya, sialan apa yang harus ia lakukan. Kakinya melambai hendak memukul bima tapi tak jadi saat Bima memegang bagian pinggir **********.” Ini apa?” tanyanya pelan, bekas luka panjang di sana


Letta meliriknya dna berdehem malum” Bekas oprasi.” Gumam Letta.


bima menghela nafas pelan dan mengangguk mulai membuka baju Letta lebih baik.” tenanglah kami tidak melakukan apapun selain mengecek ruam kamu kami akan mengobati nya,” jelas Bima. Tapi lihat tatapannya kemana.


Letta memejamkan mata malu dan menghempaskan tangan Xior tapi xior sangat pandai mengikat tangannya.” Fine tapi berhenti menyentuhku begitu.” Teriak letta pada Bima yang kelewat batas.


Bima segera menarik tangannya dan tersenyum mesum. Letta menatap Bima kembang kempis di sana. sial sial dimana ia menaruh wajahnya?


Sedangkan Xior membuang muka tak mau melihat tubuh letta, sialnya ada yang bangun padahal sudah siang, bagaimana tidak bangun jika tubuh letta terlihat begitu indah?


Hanya dengan balutan cup kecil yang bahkan tak menangkap seluruh dada letta. itu paling indah yang Xior lihat. Melirik bima yang mengobati Letta hatinya rasanya panas. Ingin berteriak tapi rasanya bungkam.


Brak. Letta dan yang lain melirik pintu yang dibuka secara paksa.” Ada apa letta?” Tanya Putra membawa senapan.


Letta melotot sama hal dengan Putra yang kaget melihat letta yang tak baik baik saja. Tatapan Putra jatuh pada sesuatu yang indah. Letta ditatap begitu intens memejamkan mata. Sumpah letta kali ini ingin bunuh diri saja.


“ apa yang kalian lakukan?” teriak Putra linglung pada Xior dan Bima,.


Bima menunjukan tubuh letta yang ruam.” Dia makan makanan yang ia alergi, jadi ruam dan kami memberikan obat.” Jelas Bima gugup pada Putra yang membawa senapann.


Putra menatap tajam keduanya.” Panggil dokter saja.” Tegasnya.


Bima melirik xior dan putra, “ hehe kita yang akan mengobatinya.” Jelas nya dengan mesum.


Letta menatap mereka datar.” Gue potong semua buyung kalian tau rasa. Lepasin GUE!!!!!!!!.” Teriak letta kepada Xior melepaskan tangannya kesal. Xior disana mau tak mau melepaskan tangan Letta. letta mengusap pelan pelu di lehernya.

__ADS_1


Kepalang dilihat Letta mencoba tabah saja.


__ADS_2