
Bima melihat hal tersebut memegang dadanya sesak, melihat anaknya menjauh nanar, bima menghela nafas pelan segera duduk di kursi sofa., bima tidak berbohong, dimana dulu dirinya berama sang istri, menikah karena perjodohan politik orang tua. Bima menikah dengan suka rela, tanpa cinta sekalipun Bima jalankan. Pernikahan terasa hambar pun Bima pertahankan.
Bima tau istrinya sebelum menikah sudah ada hubungan dengan pria lain, sampai menikah hubungan mereka terus berjalan dan berlanjut. Bima biarkan saja selama itu, Bima berfikir jika itu hal istrinya, ibu Brayen untuk mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Salahnya juga berada di tengah tengah mereka. Bima hidup dalam rasa hampa dan kesunyian.
Bima menjadi sosok suami dan ayah yang baik di depan anak anaknya dan istri, sampai pada istrinya meminta cerai karena dia hamil anak dari selingkuhannya, Bima mendengarnya menolak karena mereka masih memiliki anak yang harus di rawat.
Tapi mama Brayen egois, dia malah meninggalkan Bima dan mengatakan jika mereka akan bercerai kepada seluruh keluarga. Bima biarkan dan paham mungkin dia sudah menemukan kebahagiaannya dan dirinya tidak bisa memaksakan keadaan, sampai berita jika istrinya dan selingkuhannya kecelakaan dan meninggal dunia.
Bima mendengarnya tidak merasa sedih karena memang tak ada cinta di keduanya, tapi tetap memberikan dan memasang wajah terpukul... sampai beberapa bulan berikutnya Bima tau jika istrinya masih hidup, dia memalsukan kematian nya dan sang selingkuhan, karena ingin hidup berdua saja di mana mereka inginkan, bersama anak mereka.
Bertahun tahun Bima mendapatkan fitnah dari anaknya jika ia suah meminta cerai pada sang istri sehingga istrinya kecelakaan. Semua di rekayasa oleh sang istri sehingga sampai sekarang Bima hidup dalam bayang kebencian dari anak anaknya. tampa hal mendasar dirinya kehilangan keseluruhan yang dirinya miliki.
semua salah keegoisan istrinya.
Sampai pafa dirinya bertemu dengan letta, sosok yang sedang duduk di café tiga tahun lalu, sosok gadis mungil yang menangis di café sendirian. dia terlihat sangat rapuh dan yak berdaya. Bima tertarik tetapi tidak peduli juga.
tetapi pertemuan kedua kembali membawa bertemu gadis cantik tersebut di cafe yang sama.
Disana Bima mendapatkan rasa tertarik ya semakin melaju pesat sebab wajah Letta yang cantik dan juga matanya yang sangat terang memandang setiap orang.
“ kamu mau jadi teman saya? Menemani saya kapanpun??? Saya kesepian..” jelas Bima dnegan terang terangan,.
Letta mengerjab dengan polos memandang Bima, lelaki dewasa menawarkan pertemanan.” saya akan memberikan apapun yang kamu mau." tegas Bima.
Letta terlihat ragu tetapi bertanya dengan tenang.” Apapun?” tanyanya.
Bima mengangguk tanpa ragu sehingga letta yang berusia 14 tahun usai tamat dari bangku SMP itu menerima Bima polos, pertama kali dalam hidup Bima merasakan bahagia dan sesenang ini.
Yah sudah sejak lama mereka berhubungan, dari sana dirinya tau kenapa Letta menangis saat di caffe menimbulkan dirinya tertarik dan mengawasi letta terus menerus. Rupanya Letta saat itu sedang patah hati karena di tinggal oleh sang pacar, pacarnya selingkuh dengan temannya sendiri.
Bima mendengar semua itu geram dan marah, ingin memukul dan memberikan pelajaran kepada laki laki yang sudah menghancurkan sang perempuan yang ia sukai., tetapi Letta menahannya dan mengatakan jika dirinya baik baik saja. Yah Letta terlihat sangat baik dan semakin membuat dirinya menyayangi Letta.
Sebelumnya Bima hanya menganggap letta sebagai anak perempuan, teman curhat dan teman berbagi di sela anaknya yang membenci dirinya. Tapi lama kelamaan Bima obsesi, Bima menginginkan lebih, hingga ia ingin menguasai Letta. ia mencintai Letta sebagai perempuan bukan sebagai anak lagi, ia menginginkan Letta sebagai wanita.
Tapi karena dirinya sebagai pengusaha yang sibuk membuatnya jarang bertemu letta, setiap hari rindu menjadi menggebu, dan anaknya Brayen tahu saat hubungan meeka berjalan hampir satu tahun setengah, rupanya mereka satu sekolah . dari itu Brayen tak pernah berhenti menyalahkan Letta, membenci letta dan mencacinya terus menerus.
Beranggapan jika Letta adalah perusak kebahagiaannya, selingkuhan ayahnya. Bima menghela nafas pelan mengenang masa masa sulit dirinya,,
Sudah dua minggu ini dirinya memang memiliki pekerjaan di kantor luar negeri sehingga sulit di hubungi. Kadang ada saat dimana Bima ingin menetap di rumah tetapi ia merasa sakit dan terlalu sulit jika bersama bima. Bima dan anak tertuanya terus memandang dirinya kebencian membuat rasa sakit itu melekat, jika terlalu dekat dengan letta semakin menambah rasa obsesi memiliki semakin besar.
Bima tidak mau egois terhadap perasaan nakalnya.
...----------------...
Renja memandang alamat rumah letta yang di depannya,, rumah berlantai dua ini tidak terlalu besar tapi cukup besar dan klasik, sangat enak di pandang, di depannya ada warung yang terlihat sangat ramai, ada Nato juga yang melayani pelanggan terlihat banyak antriannya yang mengantri.
Renja paham berarti semua berita itu benar jika letta dan Nato memang saudara dan Letta memang anak tukang gorengan. Tapi gorengannya sangat laris, pasti untungnya cukup besar.
__ADS_1
Ia melihat kedalam, bisa ia lihat Letta yang bersama anak kebutuhan khusus sedang menaruh tanah di dalam polibag dan menanam bunga bersamanya.
“ Jangan di ejek ejek nanti mati bunganya.” Ujar letta menahan tangan nemo yang meremas bunga yang akan di tanam. Nemo berhenti dan mengangguk kembali melakukan lebih baik.
Letta mengelus dada melihat Nemo yang begitu aktif.
Renja tersenyum tipis melihatnya, lihatlah bagaimana dia memperlakukan adiknya begitu baiknya, saat Nemo yang menyirami tanaman malah menyipratkan ke Letta secara sengaja.
Letta hanya membalas dengan senyum palsu. Terlihat ingin marah tapi tertahan. Bima ingin tertawa melihat hal ini. ini menggemaskan dimatanya.
Sudah puas melihat hal tersebut, ia segera keluar dari mobilnya, menuju gerbang depan rumah Letta tenang. “ letta.” panggilnya,
Letta mendongak melihat siapa memanggilnya, melihat Renja yang datang, Letta berdiri dan mendekati gerbang.” Oh Renja ada apa?” Tanya Letta heran.
Renja menunjukan berkas berkas yang berada di mab plastic bening untuk tentengan berisikan beberapa berkas.” Loe nggak jadi daftar ulang??” tanyanya pelan.
Letta mendengarnya mengerjab pelan.” besok aja kan masih hari pertama. Loe rajin banget sih.” gumam Letta pelan.
Renja tersenyum tipis tapi tidak Letta lihat.” Gue nggak dibolehin masuk?” tanyanya.
Letta menepuk jidatnya tetapi malah ada tanah di tangannya, reflek Letta kaget membuat Renja terkekeh. Segera Letta buka gerbang membiarkan Renja masuk.
Nemo memeluk Letta memandang Renja tajam. “ monster..” gumam Nemo dengan dingin.
Letta terkekeh pelan.” ini monster baik, tidak apa apa. Ayo salim sama monster baik.” Jelas Letta tegas.
Nemo mendengarnya mengangguk segera menyalami tangan Renja. Renja mengerjab melihat tangan nemo penuh tanah menyalami tangannya. Letta menahan senyum melihat hal tersebut. Menggaruk tengkuk tak gatal Renja melirik letta.” mau masuk atau gimana? Gue besok sih ngurus berkasnya. Gue juga belum bilang sama Nemo kalo gue lanjutin administrasi dia kuliah.” Jelas Letta pelan.
Letta mengangguk.” Gue paksa.” Jelas Letta enteng. Renja menghela nafas pelan mendengar Letta.
“ Oh nak Renja..”
Renja dan Letta melihat Agung yang keluar dari dapur warung membawa nampan yang kosong tersenyum melihat Renja. Renja mengernyitkan dahinya mendengar agung mengetahui namanya.
“ om.”
Ia segera hendak menyalami Agung tetapi Agung menunjukan tangannya yang penuh.
" tangan bapak kotor nak!" jelas agung tak enak.
” om kenal saya?” Tanya Renja pelan.
“ loh kamu kan temennya Letta dulu pas smp.” Tegasnya aneh. Melirik Letta yang diam saja. " Saya sering lihat kalian pulang bareng." jelasnya kembali tenang. Letta mengangguk paham.
Renja menganguk paham artinya memang agung mengetahui dirinya.” Ada mau apa nak?” Tanya Agung pelan.
“ mau ngajak letta ke kampus pak daftar ulang.” jelasnya. Agung melirik Letta dengan aneh. Letta tidak pernah membicarakan masalah kuliah atau kerja.
__ADS_1
" Letta jadi ambil kuliah nak??" Tanya agung pelan. Letta yang ditanya diam memandang Agung gugup, sedangkan Renja menaiki alisnya. jadi baik Nato ataupun keluarganya tidak tau?
sebelumnya memang agung pernah bertanya tapi Letta menjawab jika belum tau. Bukan tidak perhatian tetapi agung sendiri tidak tau jika pendaftaran kuliah sudah di buka.
...----------------...
Letta menghela nafas pelan memandang langit malam, ini sudah sangat lama dirinya di dunia baru ini, konflik dirinya tetap sama saja., hutang dan juga teman yang toxic. Letta juga belum pernah berfikir untuk menjalankan sebuah hubungan khusus dengan laki laki.
Banyak yang mendekati tetapi tidak ada yang memiliki sisi khusus membuat dirinya kagum atau benar benar menginginkan sebuah status hubungan.
tidak ada konflik berarti seperti hidup sebelumnya, ataupun pulang tidak, Letta rasa sekarang keluarga ini adalah rumahnya.
” Letta.”
Letta melirik Nato yang berdiri di sebelahnya, mendongak. Nato terlihat menahan emosi dengannya. “ loe daftarin gue kuliah?” Tanya Nato padanya dingin.
Letta melirik kedepan kembali. Posisinya memang sedang di warung rumahnya yang sudah sepi karena jualannya habis. Ayah dan ibunya pergi ke pasar untuk membeli bahan untuk jualan besok, jadi dia ditugaskan untuk menjaga jika ada yang mau beli.
“ Letta..” tegas Nato sebab tidak ada jawaban dari Letta.
Letta menepuk sisi di sebelahnya, duduk di kursi di sana Nato melihat Letta kesal menarik ingus pelan Letta melirik nato. Nato mau tak mau duduk di sebelahnya” Gue memang daftarin loe kok. “ jelas letta.
Nato memejamkan matanya.” gue udah lihat biaya pertama masuknya, 20juta Letta. “ jelas Nato serius pada letta.” bapak sama ibuk belum kan ada uang sebanyak itu, mereka juga lagi sibuk buat lunasi utang utang yang selama ini loe ambil di kolektor, OJK, bank,” Tegas Nato serius.
“ udah gue siapin kok uang kuliah loe.” jelas Letta memainkan hp memutar mutarnya lamban.
Nato melirik Letta yang tidak menatapnya.” loe pikir biaya sekolah arsitektur Cuma itu doang?? Jangka sorongnya aja harganya jutaan letta. “ jelasnya tegas
. “ gue beliin,.’” Jawab Letta tak berfikir apapun.
Nato menarik bahu Letta sampai mereka berhadapan, Letta mengerjab memandangi wajah nato. “ dimana loe dapet duit? Loe juga daftar kuliah kan jurusan kedokteran? bahkan biaya awal masuknya puluhan juta.” tanyanya dingin dan penuh pertanyaan. Letta di Tanya soal uang menghela nafas pelan, alasan apa lagi yang dirinya gunakan.
Letta memilih berdiri dari sana meninggalkan nato.” Loe nggak usah tau deh, yang pasti gue nggak jual diri kok yang kayak loe curiga kan, gue Cuma mau nebus dosa dosa gue sama loe.” Jelas Letta kepadanya tegas.
Nato mendengar hal ini menahan Letta. tapi langkah Letta cukup cepat. Nato menajamkan tatapannya, rasanya aneh. Letta tidak pernah kerja tapi uang selalu banyak. Rasanya cemas dan khawatir utuk menyatu di benak dan relung hatinya.
Apa yang Letta sembunyikan?
Letta menghela nafas pelan memasuki kamarnya. Rasanya sangat sesak jika dituduh begini terus, mau lepas tapi belum bisa lepas. Letta kadang juga takut jika orang tuanya tau dirinya kerja sampingan begini. Memang menghasilkan uang cukup banyak, tapi melihat wajah wajah zeyn, Bima, itu obsesi untuk mendapatkan dirinya sangat kuat. Letta bisa melihat mereka ingin menguasai dirinya.
“ malam ayang..” letta melihat HPnya yang berdering, menampilkan pesan dari Putra, putra sudah satu bulan ini ditugaskan di bagian huluan, entah Letta tidak terlalu tau dimana, tapi yang jelas dia ditugaskan untuk menyekap dan menangkap pembegalan di palak curup.
Di sana memang sering terjadi pembegalan dan juga perampokan.
Ngomong ngomong sudah lama yah letta tidak bertemu dengan keluarga kandungnya???
....
__ADS_1
Q: Kak konfliknya gini gini aja?
bisa iya bisa tidak, sebab ini kehidupan Letta lebih santai ketimbang sebelumnya yah. konflik utama bakal otw point' yah... Jan lupa dukung terus