
Bima memandang ke rumah besar di depannya.” Nona Letta dimana?” Tanya Jo pelan.
Sarah menggeleng.” nona hilang belum di temukan.” Jelas sarah jujur.
“ ha hilang?” Tanya Jo kaget pada Sarah yang bicara santai.
Sarah mengangguk pelan.” nona Letta hilang dan sekarang tuan Zeyn juga yang pergi entah kemana. Hanya itu yang tuan ingin tanyakan? Jika iya maka tuan lebih baik pergi dari sini.” Jelas Sarah kesal dan segera menjauh.
“ he .” panggil Jo kesal.
Sarah diam mendengarnya.” Kamu tu nggak bisa sombong lagi, inget nggak dulu nikah sama tuan Bima kamu Cuma dari anak karyawan biasa, dan ayah Cuma karyawan yang gajinya 3 juta, nikah sama tuan Bima di kasih perbulan ratusan juta malah selingkuh. Nggak ada yang bisa lagi di sombongin beneran deh. Cuih.” Jelas Jo kesal segera pergi meninggalkan Sarah.
Sarah mendengar itu diam, tak membantah, orang tuanya dulu memang hanya orang yang cukup, tidak kaya dan tidak kurang tapi Bima orang kaya, tentu perjodohan terjadi dan Sarah menolak, usia Sarah yang 19 tahun tentu membuat dirinya labil, merasakan jika cinta adalah segala-galanya. Meninggalkan Bima karena egonya.
Lalu ia menikah dengan Dar, sebagai anak orang biasa, ia hanya anak tukang ojek, dan ia juga di biayai oleh Sarah, Sarah rasa cukup uang yang ia rampok dari Bima hingga ratusan dan milyaran, ia membantu Dar untuk membuat studio seni. Dan mengarang kematiannya.
Tapi rupanya studio seni milik suaminya sama sekali tidak memberikan pengaruh apapun, mereka jatuh miskin dan uang tabungan Sarah hanbis untuk modal menambah studio seni.
Yah yah Sarah menyesal, Sarah baru sadar jika membina rumah tangga tak hanya cukup cinta, melainkan juga ekonomi yang bagus,. Tapi menyesalpun tidak ada arti, sebab mau kembalipun ia tak bisa. ia hanya bisa meratapi nasib yang ia buat sendiri.
Jo memauski mobil dan melirik Bima. Bima yang di lirik berdehem menaiki alis.” Nona Letta belum ada kabar dan kemungkinan besar tuan Zeyn sedang mencari nona Letta.” jelasnya tak enak. Ingin bilang letta hilang bisa jadi nanti tuannya akan kumat lagi.
Bima mendengar itu memejamkan mata pusing.”kita cari penginapan terdekat. Aku yakin Zeyn akan membawanya ke sini lagi. dan bilang kepada Mino untuk memberi kabar perusahaan lewat online saja.” Tegas Bima tegas.
Jo tidak bisa mengelak. Ia mengangguk tegas.” Baik pak.'’ Jelasnya segera memutar mobil meninggalkan rumah.
Sedangkan Tama yang di tempat memandang kosong kedepan tak sadar jika ayahnya ada di sekitar sini.
__ADS_1
” Abang....” panggil Ningsih tersenyum lebar mendekati kakaknya.” Ini makan dulu, abang belum makan loh sejak pagi.” Jelas Ningsih dengan senang.
Tama melirik yang diberi oleh Ningsih, nasi yang menggunakan sayur yang entah ia tak tau, yang pasti sayur yang tak sedap di pandang.” Ini sayur genjer bang.” Jelas Ningsih yang melihat wajah kakaknya aneh.
Tama membuang muka.” Itu makanan sapi.,” jelansya tegas.
Ningsih melebarkan matanya.” he tidak boleh begitu, ini enak loh coba makan dulu.” Jelas Ningsih mengambil nasi menggunakan tanganya hendak menyuapi tama.
Brak. Tama menghempaskan piring Ningsih membuat Ningsih melotot memandang sang kakak. “ loe anjing., gue nggak mau makan yah nggak berarti. dibilangin juga, telinga loe video apa gimana ya!!!.” Tegas Tama kesal kepada Ningsih
.
Ningsih menatap tama nanar.” abang nggak mau makan? kalo nggak makan ayam sama ikan,? tapi abang tau nggak ayam bapak sama ibuk udah habis buat abang makan seminggu ini, terus ikan, nanti kalo sayur ikan terus rugi dong, bapak harus nutupin uangnya buat tuan Zeyn. Disini kita cuma numpang bang bukan punya pribadi” tegas NIngsih kesal.
Tama melirik Ningsih sinis.” Gue bukan abang loe, dan gue nggak mau tau, gue nggak mau makan rerumputan ini,. gue sebelumnya makan enak terus nggak gini yah. sana loe jauh jauh.” Ia kesal kepada Ningsih. Ningsih memandang Tama memanas.
Sedangkan Tama memejamkan matanya, sebelumnya hidup dengan ayah ia sangat di manjakan, baju yang mahal mahal, makanan yang enak enak, berhubung Tama tak suka sayur ia selalu makan daging renda kalori sehingga sangat sehat, nasi merah tapi di sini? Sialnya ia harus memakai baju usang milik Dar, yang entah harganya berapa dan jika dipakai akan terasa gerah dan risih,
semua berbanding terbalik.
Letta masak jamur yang ia ambil tadi siang, jangan Tanya apakah enak, tentu saja enak karena ini bumbu dari nyonya Nadia, letta ingat harus menumis bawang terlebih dahulu, lalu jamurnya di buang akarnya dan di belah-belah agar matang merata, di iris cabenya tetapi karena tak ada cabe ia hanya menggunakan cabe bubuk.
Dan tara. Jadi deg sayur jamur ala ala letta. letta tersenyum lebar memandang Zeyn dan Putrra yang sudah memegang sendok dan Piring masing masing. “ gue duluan yah.” gumam Putra.
Zeyn menepis pelan tangan Putra.” Gue yang dimasakin sama Letta yah.” jelasnya sinis.
Letta menghela nafas pelan.” sini kasih gue piring kalian.” Jelas letta. keduanya menaruh piring dibawah membuat Letta menuangkan tumis jamur miliknya, mereka segera mengambil bagian masing masing, terkekeh pelan Letta mengambil bagiannya sedikit.
__ADS_1
“ Sebentar dulu, jangan dimakan.” gumam Zeyn pelan menghentikan Letta makan, Letta menaiki alisnya memandang Zeyn yang makan jamur duluan.” Tunggu 10 menit. Kalo aku nggak apa apa, itu artinya jamur ini aman, soalnya beberapa ada jamur yang beracun.” Gumam Zeyn santai.
Letta mendengar itu terdiam, sadar jika Zeyn melakukan ini agar dirinya baik baik saja, agar ia tidak makan makanan beracun tanpa takut ia yang keracunan. hati Letta menghangat di buat Zeyn.
Zeyn makan dengan tenang dan Putra yang diam melihat Zeyn ikit terdiam, apa cintanya sudah sedalam Zeyn???
Menunggu sampai 10 menit Zeyn tersenyum lebar.” Aman ayo makan.” Jelasnya.
Letta tersenyum segera makan jamur masakannya.
Mata letta meleleh menikmati makananya.” Enak banget.” Gumam Letta jujur, sebab ini jamur masih fresh jadi masih ada rasa manis dan kenyal seperti daging
Putra terkekeh melihatnya, meletakkan nasi dipinggir piring letta.” pakek nasi biar kenyang.” Gumamnya.
Letta memakan lagi jamur dan nasi, beh emang rasanya enak. Zeyn melihat letta yang menikmati makannya tersenyum tipis dan mengambil nasi juga untuk makan. Letta melihat Putra dan Zeyn berbinar.” Enakkan masakan gue?” Tanya letta semangat.
Putra dan Zeyn serentak mengangguk.” Enak banget... “ jelas mereka.
Letta menunjukan wajah sombong dan bangganya kepada mereka.”letta gitu loh.” Gumamnya terkekeh. Mereka hanya menggeleng pelan melihat tingkah sombong Letta.
Uhuk Uhuk.. keduanya buru buru mmberikan letta minum mendengar letta terbatuk. Letta melihat keduanya bingung.” Gue duluan.” Ketus Zeyn. diikuti Putra yang tak suka.
” gue duluan,"
Sedangkan di sisi lain letta menghela nafas saat Putra dna Zeyn terus berdebat. Hilang sudah rasa serak dan gatal di tenggorokannya. “ pokoknya gue duluan.” Tegas Putra kesal pada Zeyn yang ikut ikutan memberikan letta minum. Letta menghela nafas pelan melihat keduanya. Segera mengambol dua gelas dan meminumnya sekaligus.
Keduanya melihat tingkah Letta melotot, reno terbahak bahak melihat Letta yang begitu kreatif. memang dia ada di sana sedang makan mie menggunakan jamur yang ia minta pada Letta sebelumnya.“ udah yah jangan berantem mulu.” Jelas Letta mendesis.
__ADS_1
putra dan Zeyn diam saling lirik.” Kalian udah lama saling kenal?” Tanya Zeyn pelan.