Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Brayen dan kebenciannya


__ADS_3

Turun dari panggung Letta mendapatkan Renja yang mengajukan tangan di depannya.” Selamat yah..” gumam Renja.


Letta tersenyum tipis membalas jabatan tangan Renja.” Harusnya gue yang bilang gitu, selamat yah Ren. Loe keren.” Jelas Letta melepaskan tangannya dan mengajukan jempolnya.


Renja tersenyum tipis.” Loe SMP dulu juga sering banget dapat juara.. gue seneng lihat loe kembali juara lagi,.” jelasnya tenang.


Letta mendengarnya terdiam sejenak memandang Renja., artinya Letta asli tidak bodoh dong??? Tapi kenapa jadi bodoh????


apa karena seperti kata pepatah. setiap orang yang mengenal cinta akan menjadi bodoh? tapi masa sih? iyakah? rasanya sedikit tidak mungkin kan?


“ minggir.”


Letta melirik Fajar yang melewati keduanya ditengah tengah jalan, memandang Fajar aneh Letta ingin bicara jika jalan ini seluas samudra bukan setipis jalan sirotul Mustaqim, tapi rasanya malas bersuara. Nanti dibilang caper lagi sama anak bau ingus ini.


Letta hanya membiarkan saja dengan perasaan kesal.Fajar yang tidak di apik hanya mengepal tangannya tak suka. sialan..


“ gue duluan yah.” ujar Letta kepada Renja ramah.


Renja mengangguk.” Jangan lupa minggu depan daftar ulang ke kampus. Mau bareng aja?” tanyanya.


Letta menaiki alis heran.” Emang loe juga ngambil jurusan kedokteran?” Tanya Letta aneh.


“ Loe nggak lupa kan kalo cita cita gue jadi dokter?” tanyanya Renja lemah.


Letta mendengarnya mengangguk paham. Mengangguk kembali.” Gue mungkin bisa informasikan sama loe kalo mau bareng.” Jelas Letta pelan.


mengangguk pelan Renja pada Letta.” yaudah selamat sama kejuaraan loe sekali lagi yah.” bisiknya mengusap pipi letta lalu segera pergi.


Letta mengernyitkan dahinya lebih dalam. Renja sudah move on kan dari dirinya?? Jangan bilang dia masih suka sama Letta?


“ gila yah lett. Udah dapet abangnya, temennya juga digebet.” Letta melirik Brayen yang bicara mengejek padanya.


Menaiki alisnya Letta menatap Brayen sinis.” Kenapa? Mau jadi salah satunya?” tanyanya dengan mengejek.


“ wahh masih banyak lowongan, semurah itu loe yah.” Brayen mengangguk pelan memandang letta rendah.


“ mau cek in nanti malem?” tanya Brayen mengedipkan sebelah matanya.” gue bayar 100 juta gimana?” tanyanya dengan kekehan,


“ duh.” Letta menyipitkan mata dan memajukan bibir mengejek,” Cuma 100 juta? Biasanya gue dibayar 1M gimana dong??” Tanya Letta remeh


Brayen mendatarkan wajahnya memandang letta. “ sanggup nggak??? Oh iya bayaran segitu Cuma buat diner bukan ke Cek In. loe mampu bayar gue segitu buat makan doang?” Tanya Letta menggeleng.” nggak yakin sih, secara loe kan nggak punya apa apa, dan yang pasti, loe bukan level gue.. “ jelas Letta mengibas pelan tangannya didepan Brayen.


“ oh jadi loe bener bener udah nggak ada harga dirinya yah letta.” gumam Brayen mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


Letta mengangguk pelan.” gimana yah kalo ngomong masalah harga diri, soalnya kan udah gue bilang sama loe tentang harga diri gue, harga diri gue sih kayaknya nggak bisa loe beli Bry, loe nggak punya apa apa yang bisa buat bayar gue.” jelas Letta terkekeh.


“ murahan.” Bisik Brayen.


Letta mengangguk.”nggak apa apa, ketimbang loe, ngak ada harganya... parahnya bilang gue murahan tapi nggak kebeli. Saran gue sih kalo mau bilang gue murahan bisa beli dulu, seenggaknya loe bisa yakini gue kalo loe lebih mahal ketimbang gue.. ups..“ Letta tersenyum miring segera menjauh dari sana.


Brayen memandang letta menjauh mengeraskan rahang, giginya gemertak karena menahan emosi.” Semakin ngelawan loe yah letta.” gumamnya.


Ingin rasanya ia patahkan lidah letta saat bicara. Letta bicara terlalu Lancar. Sedangkan letta hanya memasang wajah datar. Brayen membuat moodnya rusak di hari bahagia saja,.


...----------------...


Tentu keberhasilan letta di semarakkan oleh Nadia dan Agung yang di rumah, Saat makan malam Letta di kaget saat mendapatkan kejutan yang tak pernah dirinya dapatkan, Nadia membuat tumpeng kuning, sayur ayam dan juga lauk pauknya. Letta pun ikut bertepuk tangan bahagia dengan perayaan dibuat orang tuanya.


padahal ia hanya 3 besar bukan juara 1. seperti hidup dirinya sebelumnya.


“ wahhhh selamat yah. maaf ibuk Cuma bisa masakin ini buat Letta, buat ucapin selamat buat kamu.” Seru Nadia kepada Letta dengan manis. .


Letta memeluk Nadia senang dari samping dan tersenyum lebar.” Makasih buk. Letta suka.” gumam Letta menangis, entah kenapa air mata letta sangat mudah jatuh jika berhadapan dengan kebahagiaan dan perhatian kedua orang tulus ini


Dulu hidup Letta susah, banyak yang menyayangi dirinya tapi dirinya tidak bisa memeluk mereka, banyak yang Letta sayang tapi tidak bisa dirinya ungkapkan, harus selalu sendiri dan selalu keras terhadap dirinya sendiri dan lingkungan. Sekarang memiliki keluarga yang begitu lembut dan menyayanginya, serta melakukan sesuatu hal dengan bebas adalah anugrah terindah yang Letta miliki. Uang, Harta semuanya bukan hal yang Letta pikirkan.


Nadia mengusap air mata anaknya. “ kenapa menangis?” tanyanya


Agung bertepuk tangan memandang letta. mengusap kepala sang anak sayang.” Bagi kamu kamu pun anak terbaik, mau bagaimanapun masa lalu mu, kamu tetap anak kami tersayang.” Jelasnya.


Letta memandang agung melow, air matanya kembali turun membuatnya memeluk Nadia lebih erat. Nato melihat hal tersebut tersenyum tipis, ada rasa iri melihat pencapaian letta tetapi lebih kepada bangga dan senang. Adiknya berprestasi itu membuatnya memandang letta dalam keindahan.


“ yayam..” Nato menarik ayam yang di goreng di tumpeng, Nato menahan tangan Nemo yang hampir meruntuhkan tumpeng.,


Nemo melirik Nato mengerjab.” Nyanyam.” Gumam Nemo polos. Nato menggeleng memeluknya dan melihat Letta dan ibu ayahnya.


Letta melirik Nemo yang cemberutnya itu tersenyum tipis.” Ayo makan kalo gitu. Makan makan.. adek kelihatan ngak sabar makan ayam.” Jelas Letta berseru senang.


Agung tersenyum tipis.” Kamu duluan dong.” Jelasnya.


Letta bertepuk tangan kecil mengambil bagian ujung tumpeng, segera mengambil lauknya tenang, lauk bervariasi, ada telur rebus yang di belah menjadi cantik, lalu ada ikan teri, tempe dan kacang tanah di orek, ada ayam goreng, mie goreng dan ayam goreng, semuanya sangat lezat membuat letta menikmati makananya tenang.


Puk. Letta melihat ayam yang dilempar Nemo padanya, mengerjab memandang Nemo yang menampilkan senyum lebarnya.


” Amat yyey.” Bertepuk tangan nemo membuat Letta terkekeh memakan ayam yang Nemo berikan. Nemo memberikan dirinya selamat.


Nemo melihat hal itu hampir berdiri dan memeluk Letta untung Nato menahan tubuhnya.” jangan lari lari nemo sayang.”

__ADS_1


Nemo mengangguk segera duduk kembali dan menggenggam sayur mie dan melempar ke piring Letta meski jauh.


Letta memejamkan mata karena mie menimpah wajahnya. Agung dan Nadia tertawa melihat hal tersebut, membantu letta membersihkan mie yang di wajahnya.” Nemo tidak boleh begitu sayang.. ayo makan dengan rapi.” Tegas Nadia.


Nemo mengangguk memberikan nadia suapan nasi miliknya, Nadia menerimanya dengan senang. Letta melihat keluarga begini jadi semakin ingin menangis. Apakah ini berkah untuknya setelah mengalami banyak penderitaan????


dulu ia hidup sendiri sekarang ia hidup bersama keluarga yang begitu hangat.


...----------------...


Bima memandang anaknya yang pulang dalam keadaan mabuk, berjalan sempoyongan dan juga arogan.” Dari mana saja kau?” tanyanya tegas.


Anaknya melirik sang ayah dingin dan juga sinis.” Bukan urusanmu..” ketusnya.


Bima memandang anaknya semakin dingin, berdiri didepan anaknya untuk menghadang sang anak.” Kau masih tetap putraku..!!!” tegasnya dengan asar menarik bahu sang anak yang sempoyongan.


Anaknya menghempas tangan Bima dan memandang Bima dingin.” Untuk apa peduli?” tanyanya kembali dingin.


“ papa peduli karena kamu anak papa.” Tegas Bima.


“ kalo papa peduli papa nggak mungkin selingkuh dari mama. Papa nggak mungkin sama perempuan sialan itu... perempuan murahan itu..” teriaknya kuat di depan Bima.


Plak. Bima menampar anaknya geram, memandang anaknya tajam,.” Brayen jaga ucapan kamu..!!” tegasnya.


Brayen memandang lantai nanar, merasa pipinya kebas dan perih. Ia melirik ayahnya yang tega menampar dirinya karena membela perempuan nya. “ papa nampar Brayen?? Padahal Brayen ngomong yang sebenernya.” bisik Brayen menggeleng.


Brayen mundur memandang Bima. Bima melihat putranya mengusap kepalanya frustasi. “ papa harus bilang sama kamu gimana lagi sih Bry? Kalo papa sama Letta itu berhubungan setelah ibumu meninggal. Ibumu meninggal setelah berselingkuh dengan pria lain.” teriak Bima frustasi.


“ BOHONG.!!” Teriak Brayen dihadapan ayahnya, “ papa bohong.. mama nggak mungkin begitu.” Teriak Brayen memegang kepalanya frustasi.


“ papa jahat hianati mama hiks hiks. Gara gara papa Bry kehilangan mama. Papa egois, papa penjahat.” Teriak Brayen nanar.


Bima melihat anaknya terluka, memandangnya dengan rasa sengsara melekat dalam batin. “ gara gara papa Bry nggak punya mama... dana papa sibuk ngurusin perempuan itu.” teriak Brayen dengan nanar, memegang dadanya yang sesak.” Sakit pa dada Bry sakit.. Bry sakit.” teriak Brayen sesak penuh dengan kesakitan mendalam.


Bima melihat anaknya dengan wajah yang merasa bersalah, mendekati anaknya yang sudah menangis terisak hendak memeluknya. Tapi Bryan sudah mendorong Bima kuat hingga mundur dan memandangnya datar.” Bry benci papa. Bry benci Letta... karena kalian Bry kehilangan segalanya. Bry sumpahin kalian ngak akan bisa hidup bahagia selama lamanya..” teriak Bryan segera pergi dari pandangan Bima.


Bima melihat hal tersebut memegang dadanya sesak, melihat anaknya menjauh nanar, bima menghela nafas pelan segera duduk di kursi sofa., bima tidak berbohong, dimana dulu dirinya berama sang istri, menikah karena perjodohan politik orang tua. Bima menikah dengan suka rela, tanpa cinta sekalipun Bima jalankan. Pernikahan terasa hambar pun Bima pertahankan.


"


# aku banyakin part-nya yah buat hari ini... jadi sekali aja up nya. beberapa saat aku akan up Doble oke...


.

__ADS_1


__ADS_2