Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Ancaman Tama kembali


__ADS_3

Memasuki kelas yang ia dapatkan dari grub kelas, diberi oleh Betta, syukurnya ia , Betta satu kelas sedangkan Udin beda kelas dan beda fakultas


Bastian pun beda kelas sehingga mereka berpisah semua, hanya ia dan Betta stau kelas. Dan satu lagi. Bara... mereka satu kelas dengan Bara.


Letta menatap kelasnya santai, tidak ada yang istimewa, isinya terlihat orang yang benar benar serius dan asing.” Letta.” teriak betta menunjukan bangku di dekatnya.


Yang sibuk menatap kearah Letta dengan beragam tatapan, segera letta acuhkan dan memilih duduk disebelah betta.” Gimana kemaren? Loe ngak apa apa?” Tanya Betta dengan pelan dan sendu.


Letta mengangguk dingin, tak banyak bicara kepada Betta. “ maafin yah gue nggak bantuin, soalnya gue penakut.” Gumamnya sedih.


Letta mengangguk.” Iya nggak apa apa.” Gumam Letta tenang.


“loe cewek yang ribut sama Tama kan?” Letta melirik perempuan feminisme di sebelahnya, menaiki alisnya Letta menatapnya tajam.


perempuan tersebut terkekeh pelan.” tenang aja. Gue nggak bakal gangguin loe kok. kenalin nama gue Syafira. Mantannya Tama.” Jelasnya mengajuhkan salaman pada letta.


Letta hanya memandangnya dingin membuat syafira menarik tangan letta dna menjabatnya paksa.” Jangan gitu dong. Gue Cuma mau temenan aja sih sama loe.. btw gue banyak tau Tama itu siapa, dia itu sebenarnya.” ia melirik sekeliling dan mendekati bibirnya di telinga Letta.” psikopat... “ bisiknya dengan pelan dan menjauhi Letta.


Letta tau, tatapan Tama memang begitu buruk, dia tau jika Tama bukan laki laki baik. syafira mengangkat bahu acuh.,” terserah sih mau percaya atau enggak, tapi gue mau jadi temen loe.” Jelasnya.


“ gue ngak mau.’' Ketus Letta tak suka. Syafira melebarkan mata mendengarnya.


“ pagi..” karena dosen sudah masuk buru buru Syafira menduduki kursinya melirik Letta kesal. Letta hanya diam memandang dosen yang sudah masuk adalah dosen perempuan.


Mendapatkan 2sks di mata kuliah sawal letta merasa nyaman nyaman saja, santai-santai pelajaran yang di dapatkan adalah pelajaran yang pernah ia pelajari, malah ini tergolong mudah,


keluar dari kelas bersama Betta usai pertemuan dengan dosen, letta merasa HPnya berdering pelan, melirik pesan dari Putra yang mengatakan jika ia sudah pulang hari ini membuat dirinya senang, apalagi ada pesan berikutnya jika Putra mengajaknya untuk jalan nanti malam. Letta membalas jika ia ingin.


“ mau kemana loe?” tyanya Bara kepada letta yang berjalan memainkan HPnya, melirik isi pesan letta tetapi sudah di alihkan paksa oleh Letta.


Letta menatap Bara kesal.” Ngak sopan ngintip pesan orang tau nggak.” Ujarnya kesal.


Bara meliriknya malas, “ kantin yuk.” Jelas Bara menariknya.


” Letta.” teriak Betta kepada letta yang ditarik


.” Loe apaan sih sama temen gue main di tarik tarik aja.” Tegasnya mendorong Bara kesal.


” Jangan cari gara gara deh.” Lanjutnya menarik Letta menjauh. Letta menunjukan wajah songong pada Bara. seakan mengatakan ' langkahi dulu teman ku baru kau maju!!'


“ loe siapanya emang??” Tanya Bara kepada Betta tak suka.


“ gue? gue temennya Letta asal loe tau.” Tegas Betta pada Bara.


Mengangguk pelan Bara mendengar hal itu.” gue juga... “ jelasnya menarik letta.” dan artinya gue berhak" Tekan Bara kembali.

__ADS_1


Letta kaget tubuhnya ditarik oleh Bara. Betta menatap bara dingin dan tidak suka.” ini temen gue.. temen gue bukan loe jangan pegang pegang.” Teriak Betta menarik tangan Letta yang lain.


letta di tarik tarik melihat keduanya ke kanan dan ke kiri kaget.” Temen gue.” teriak Bara dingin.


“ loe harus lepasin, temen gue.” teriak Betta juga menarik Letta keras sama hal dengan Bara yang tak mau mengalah sama sekali.


Brak.. keduanya kaget sata Letta menghempaskan tangannya dan meringis membuka lengan jaketnya. Keduanya kaget melihat tangan letta memerah karena mereka, Letta memandang keduanya tajam.” kalian..,” gumam Letta mengerang marah. Bara dan Betta segera menunduk takut sebab wajah Letta benar benar terlihat murkah.


Letta meredahkan emosinya dan mendengus menjauh dari keduanya. Betta dan bara melihat Letta menjauh segera berlari hendak mengikutinya." Letta jangan tinggalin gue!!!"


Bruk,. Akh keduanya terjadi sebab saling menabrak.” Loe..” teriak keduanya mengepalkan tangan di depan satu sama lain., Betta dan Bara segera hendak bangkit tapi kembali tertabrak kepala keduanya.


Terjatuh kembali dan meringis kesakitan mengusap kening sendiri. Betta dan Bara saling tatap dengan aura permusuhan yang kental.


...----------------...


Letta memijit pelipisnya kesal karena bersama barang dan Betta membuat emosinya naik, menabrak sesuatu yang keras di depannya, Letta meringis mengusap keningnya, mendongak menatap apa yang ia tabrak, menatap ada Tama yang tersenyum padanya, senyum ini sangat mematikan sama dengan Bima.


“ hallo baby girl.’ Ujarnya menggandeng Pundak Letta.


Letta segera menepisnya kuat tetapi Tama hanya terkekeh melihatnya, memasukan tangannya ke dalam kantong santai.” Fasilitas gue dan Brayen di tarik sama bokap gue, cekcek. " Decak Tama kesal memandang Aletta .


"Bisa bisanya bokap gue lebih sayang sama loe ketimbang kamu anaknya. Apa sih yang loe kasih??? Selangk4ngan?” Tanya Tama kembali dingin.


Letta melirik Tama dnegan alis terangkat.” Bukan urusan loe kan.. Mau gue kasih badan, selangk4ngan gue.” jelas Letta kepadanya sinis. “ Lagian loe juga suka main cewek, dan suka bunuh orang kan?” Tanya Letta tersenyum miring.


” Fedofil aja nggak sebrengsek loe Tama Tama.. Dan sekarang loe mengutuk bokap loe sendiri brengsek??? Loe apa? Dajjal?” Tanya Letta terkekeh.


Tama mengangkat tangannya hendak menampar Letta,. Letta menahan tangan Tama menggunakan tangan kiri dan tangan mencekik leher Tama kuat. Tama kaget saat pergerakan Letta sangat cepat, meringis kesakitan memberontak, tetapi tangan Letta seperti menguncinya.


” gue sebenernya males pakek kekerasan sama loe, sama brayen atau siapapun itu, tapi kayaknya kalian nggak bisa gue baikin.” Ujar Letta menekan urat yang ia rasa di leher Tama.


Tama meringis kesakitan dan tak bisa bernafas menghempas tangan Letta. tetapi tangan Letta sangat kuat hingga tubuhnya tersudut di dinding. “ rasanya gue pengen banget patahin leher loe..” gumam Letta mengerang di tengah Tama tak bisa bernafas. Wajah sampai telinga dan leher Tama memerah memejamkan mata kesakitan.


Letta menghempaskan leher itu kuat hingga tubuh Tama mengikuti gerak lengan letta.


Buru buru Tama menarik nafas yang tercekat, wajahnya memerah di hadapann Letta, mengepalkan tangan hendak menyerang Letta, Letta menghindar memutar tubuhnya.


plak. argh,. Orang sekitar melihat hal itu kaget, dimana kepala Tama t


ditentang kuat oleh Letta dan tubuhnya tersungkur. Letta nedekat dan menginjak kepala Tama dengan kuat membuat Tama meringis, Letta menatapnya dingin.” Loe bukan lawan gue Tama. Gue peringatin buat jangan cari gara gara sama gue.,” Tekan Letta dingin dan segera pergi dari sana.


Tama memegang kepalanya terasa sakit dan pening akibat tendangan letta, tidak telinganya bahkan terasa pekak. Samar meliuhat Letta menjauh tama tak kuat menahan sakit kepalanya hingga pingsan.


“ Tama.” Panggil teman temannya mendekati tama. Letta sendiri berjalan tak peduli dengan pandangan orang orang padanya.

__ADS_1


Memasukan tangannya ke dalam jaket, Letta tidak akan mau lagi baik dengan orang orang toxic ini. letta tidak pernah menganggu orang, semakin dirinya baik semakin mereka merasa lebih tinggi dan menindas dirinya.


Letta yang memutuskan bertaubat tidak membunuh orang jadi mengurung niatnya.


“ wah.” Gumam Fahmi meneguk Saliva kering melihat Letta menjauh, dia benar benar sama dengan cerita ayahnya. Beringas dan dingin.


Diki sering menceritakan tentang lettta kepada keluarganya, jika Letta orang yang baik, kuat dan juga hebat. Sama hal yang ia lihat. Benar benar yakin sekarang dirinya jika letta yang ayahnya maksud benar benar ada di dekatnya.


“ dia berubah.” Gumam Brayen dingin melihat hal itu.” gue aja nggak berani sama bang Tama.” Lanjutnya dingin melihat Tama yang di bantu temannya menuju uks.


Hubungan dirinya dan Tama asing, kadang hanya sebatas bersapa sata berpaasan saja, jika tidak mereka tak akan mengobrol,. Tama juga suka tidur di apartemennya, ia suka tinggal sendirian beda dengannya yang masih satu rumah dengan Bima.


“ kayak bukan Letta yang lama lagi.” gumam Fajar sendu.


“ loe nyesel?” Tanya Renja melirik Fajar yang sendu. Fajar meliriknya dan menolak, tapi tak bisa dipungkiri jika wajah Fajar benar benar suram. Renja tersenyum miring melihat hal tersebut. Bisa di tebak jika Fajar menyesal.


...


“ Nato..” teriak Letta pada Nato yang bermain bersama teman temannya, “ eh neng Letta.” panggil Hendri temannya Mars tersenyum genit,. Ada dua yang lain juga menatap Letta bertanya. apa Nato dan Letta saling kenal?


Nato menaik alisnya bertanya pada Letta.” minta bekal gue.’' tegas Letta.


Nato menggaruk tengkuknya tak gatal.” Sorry dimakan sama temen gue.” gumamnya tersenyum memelas,


Letta menyipitkan matanya dan berdecap kesal, “ gue pulang duluan kalo gitu, soalnya nanti siang dosen gue nggak masuk, ,loe pulang naik kereta aja.” Jelas Letta.


Nato mengangguk pelan paham yang Letta perintahkan.” Emang nggak masuk lagi sampek sore?” Tanya Nato kembali merapikan rambut Letta yang terlihat berantakan.


Letta mengangguk pelan. “ gue duluan.” Teriak Letta segera menjauh.


“ siapa Nat?” Tanya teman teman baru pada Nato.


Nato menggeleng.” Bukan siapa siapa.” Gumam Nato pelan. mereka mencibir nato.


” Bilang aja cewek loe.” Tegas mereka. Nato terkekeh pelan, tak menjawab. Bukan tidak mau menjawab, tapi sejak dulu letta tidak mau diakui sebagai adik, jika ia mengaku letta adiknya. Siapa jamin Letta tak mengamuk di masa depan kan?


" Tuh lihat dengan senyum kan. ngaku itu pacar loe kan!!" seru temannya kembali.


" Bukan!" jawab Nato kesal. " Dan nggak akan pernah jadi pacar gue!!" lanjutnya dingin.


Hendri di sana terkekeh mendengar jawaban Nato. mana bisa jadian toh mereka saja saudara


.


.

__ADS_1


ingat kan author up lagi nanti yah!!


__ADS_2