
Baju Letta basah karena bermain dengan Pluto dan ponakan sepupuannya, ada banyak anak anak yang berusia tujuh dan besar tajun, ada namanya Cuki, dia anak laki laki yang berambut ikal memiliki lesung pipi, dia paling imut, lalu ada Cika, dia kembarann dari Cilki, tapi rambut nya lirus dan juga mata besar, mirip dengan Cuki, ada juga Mili, ada Cio.
Letta sampai tidak tau lagi siapa nama mereka, yang penting ia main sama dengan keseluruhan mereka yang ada di sana.
Tidak ada yang sombong, mereka sangat well come kepada Letta, tidak banyak tanya. Memang gen keluarga Mars ini baik baik semua seperti nya. mereka tidak banyak ambil tau Letta dari orang terhormat atau bukan, yang penting baik saja sudah cukup.
Karena kelelahan main hingga sore, Letta di suruh mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu dikamar Mars, sebab kamar tamu penuh dengan keluarga.
Letta mengangguk saja dan Mars pun hanya Mengangguk pasrah tapi melihat Letta yang mau saja ia agak heran, bisa bisanya Letta mau mau saja di ajak Pluto main bersama anak anak dari tante mereka.
Mereka baginya hyper aktif, sangat-sangat kekanakan sekali.
“ duhhh capek banget.” Gumam Letta mengeluh menduduki diri di dekat Mars yang bermain hp kasurnya.
Mars melebarkan mata melihat Letta hanya menggunakan handuk duduk di dekatnya.” he.. loe mau ngapain..” teriaknya meringsut mundur.
Letta melihatnya segera melihat dirinya sendiri, “ minta tolong dong minjem baju sama mama loe, soalnya baju gue basah.” Gumam Letta mengerjab polos.
“ sih monyet, masa gue minjem sama mama gue. HH sama Cancut loe basah juga nggak?” tanyanya pada Letta memerah.
‘” ini gue pakek.” Ujar Letta. Mars Meneguk saliva kering, Letta tak menggunakan baju hanya menggunakan handuk saja angat putrih mulus, jentik air id sekitar bahu dan lehernya.
Mars manusia normal yah, tidak bisa dirinya lewatkan pemandangan ini. “ hoy..!!” teriak Letta dihadapan mars. Mars gelagapan segera mundur dan mengambil baju miliknya dan juga boxer.
Melemparnya kepada Letta, Letta memungutnya dan segera ke toilet. Mars mendesis melihat Letta, sialan perempuan itu, keliar dengan penampilan baru. Letta bahkan tidak berkurang kecantikannya menggunakan baju besar milik Mars., lengan itu hanya setengah tapi dengan Letta melewati sikunya, clana boxer harusnya di atas lutut harus sejajar dnegan lutut.
__ADS_1
“ lain kali jangan gitu loe sma orang. untung ketemu gue. kalo sama cowok lain udah habis loe di bobokin. Gue cowok normal Letta, khilaf gimana?” Ujar Mars pada Letta.
Letta mendengarnya memberi wajah lempeng danmenidurkan diri di sebelah mars. Mars melihatnya mengerjab pelan.” udah akh nanti malem bangunin gue, katanya mama loe gue harus makan malam ntar sama keluarga loe. Jangan ganggu gue.” jelasnya memejamkan mata.
Mars menghela nafas pelan. Letta tidak ada takut takutnya apa dengannya? “ Loe letta.” guman Mars geram tapi Letta tetap tidur di sebelahnya membuat Mars menutup Hpnya dan memeluk Letta yang tertidur.
Letta tak mengapik dan mars pun merasa bau badan Letta harum mengeratkan pelukannya, niat hati ingin membuat Letta sesak nafas karena dirinya peluk malah ikutan tidur.
Brak.. Karena terlalu terlelap tidur, keduanya melotot kaget saat pintu kamar dibuka paksa, terpampang wajah Bumi dan Bunga yang menatap mereka legah.
“ yaampun Mars..” gumam Bumi mengusap dada. Letta menelan Saliva kering menatap sekeliling,inglung. Trauma mendera di tubuhnya menguap dan menjadi satu. Sampai wajahnya pucat.
Mars yang sadar menepuk pundak Letta yang shok dan berkata.” Kenapa loe?” tanyanya.
Letta sama sekali tak mengapik dirinya terlihat polos, ingatan pada keluarganya yang dulu meningeal karena pembunuhan. Letta menjadi kosong dengan degub jantung meninggi.
Bunga. Bumi dan yang lain segera mendekati Letta dan menatapnya heran.” Loh Letta?” Tanya Bumi ikut menyentuh bahu Letta.
Letta menatap semua orang kosong dan juga bergetar. Bergetar ketakutan. “ Letta? are you oke?” Tanya Bunga lembut mengusap pipi Letta.
“ ambilin air ambilin air.” Teriak Bumi pada orang diluar. Buru buru Pluto memberi air yang ada di dekat meja kamar Mars, Bumi segera memberi Bunga membiarkan Bunga membantu Letta minum.
Letta meneguknya pelan dan menghela nafas memegang kepalanya, pening rasanya,
“ aduhh.” Gumam Bunga lemas melihat Letta yang memejamkan matanya dan pingsan.
__ADS_1
“ Astaga letta?” gumam Bumi membuat keseluruhan orang heboh.” Panggil mas Budi, dia kan dokter.” teriak Bumi untuk memanggil sang adik, adik yang berada di bawah segera ke atas dan segera di suruh memeriksa letta, untung saja peralatannya ada di sini meski memadai saja,
Bumi berdiri di sana melihat Budi yang memeriksa Letta membuat semua orang menatapnya penuh pertanyaan, Bumi dan Bunga sanna sama diam menatap Budi meminta penjelasan.” Kenapa dia dek?” Tanya Bumi dengan pelan.
“ sepertinya dia terlalu shok dan juga mengidap darah rendah kak,” ujar Budi membuat mereka mengangguk paham.
Budi berdehem sejenak melihat kakaknya kembali.” Dia juga ada trauma mendalam pada dirinya, apakah dia pernah beradadi posisi buruk di masa lalu?” gumamnya bertanya pada kakak nya dan Mars.
Semua memandang Mars yang menggaruk dadanya,.” Nggak, akh ada,. Itu kemaren dia hampir di begal, hampir di gorok.” Ujarnya Dengan polos.
Mengangguk pelan Budi.” Bisa jadi, tenang saja, dia hanya kaget dan darah rendahnya kumat karena terlalu terkejut tadi.” Jelasnya.
“ mama sama papa sih? apa apaan dobrak pintu orang begitu. Mars aja kaget.” Gumam Mars menyalahkan Bumi dan Bunga.
Bumi dan Bunga menatap Mras polos.” Yah mana kami tau, tadi kata Pluto kalian nggak keluar kamar dari sore. Kami pikir kalian ninaninu.” Gumam Bumi polos.
Mars berdecap mendengar ucapan sang ayah.” ninaninu apaan, orang Cuma tidur doang. Letta tidur kecapean dia.” Gumamnya menunjuk wajah Letta yang pucat.
Bunga menghela nafas pelan.” yah maaf. Kita kan nggak tau.” Gumamnya memelas pada Mars.
“ salahin tu Plut. Eh?” ternyata Pluto sudah tidak ada membuat Bumi dan Bunga semakin berwajah masam, bisa bisanya.
“ biarkan saja dulu dia beristrirahat, sekitar setengah jam atau speuliuh menit nanti mungkin dia akan bangun kok.” ujar Budi.
Bunga dan Bumi nengangguk paham.” Yaudah kalo gitu kita makan duluan aja. Biar Mars jagain Letta di sini. Mars makan disini aja gimana?” tanyanya Bumi apada yang lain.
__ADS_1
“ iya boleh.” Gumam Budi dan Bunga.
Bunga dan Bumi dengan rasa penuh penyesalan keluar kamar meningalkan Mars yang berwajah masam, segera menutup pintu mars segera kembali menidurkan diri di sebelah Letta dan mengusap kepala Letta pelan.” Gue pikir loe nggak trauma sama itu kejadian, “ Gumam Mars lirih pada Letta.