
Sarah disana kesal menatap Letta garang segera hendak menjambak rambut Letta, tapi tangan Nato lebih dulu menarik tangan Sarah kasar.” Beraninya loe nyentuh Adek gue.!!!!!” teriak Nato.
Nato menjambak rambut Sarah geregetan. Sampai semua orang heboh. Kirana melihat tingkah adiknya ketar ketir. Ya Tuhan Kirana tidak tau bagaimana nasib dirinya kelak.” Sarah...” gumamnya takut menarik adiknya.
Tapi malah teman temannya ikut menyerang Nato dengan rombongan. " Pukul pukul!!!" Kirana kualahan di sana.
“ jauh jauh Letta.” teriak Nato geram meladeni mereka.
Letta yang disana memang sedikit menggeser dan enggan terlibat. Tapi teman Kirana menatap Letta sinis.” Loe masih ingat kan sama gue?” tanyanya dingin.
Letta melirik name teg nya bernama Loly. Oh dia yang menyukai Tama dulu kan yang membully dirinya karena suruhan Tama.
Segera menarik rambut Letta tapi Letta disana menendangnya kuat, teriakan loly terdengar nyaring. Wajah Letta benar benar datar menatap mereka semua yang ribut.
Apalagi Nato yang tak memandang gender. Lihat bagaimana Sarah yang ia jambak dan ia cekik.
“ ada apa ini?” Tanya seseorang tegas.
Letta melirik siapa yang bicara.. Tama.
Tersenyum miring melihat Tama yang mendekati mereka dengan wajah dingin dan datar. Membuat seluruh keributan menjadi terhenti dan menatap Tama dengan pandangan takut.
“ dia mulai duluan kak.” Gumam Sarah merengek segera melepaskan Nato mendekati Tama, Nato mendengus menatap Sarah kesal.
“ dia jambak aku hiks hiks.. padahal dia cowok.” Gumam Sarah merengek di hadapan Tama sembari menangis.
” Loe yang mau Jambak adek gue, t4ik Loe.” Teriak Nato tidak terima. Letta rasa suara nato seperti jablay? Janda kurang belaian dipinggir jalan.
Tama memandang Nato dengan alis terangkat, melirik kesamping Nato, matanya melebar. Letta..
“ Letta.” gumam Tama pelan.
” iya dia kak hiks hiks, dia tu yang bully kakak aku masa dia bilang kak Kirana ani-ani dekan.” Gumam sarah menghasut Tama.
Tama mendengar itu melirik Sarah dan menaiki alisnya.” Terus karena aku sebagai adik yang baik nggak terima kakakku di hina, jadi aku mau jambak dia, tapi kakaknya malah jambak dan cekik aku..” gumam Sarah kembali merengek meminta perhatian.
Letta mencibir Sarah disana, beda dengan Nato yang geregetan.” Kok bisa yah ada medusa? loe kalo mau drama yah jangan di sini, jadi artis aja sana, lumayan dapat uang kalo disini loe dapetnya Cuma hujatan. Muka pas-pasan juga sok-sokan loe.” Teriak Vika sinis disana.
Sarah melirik Vika dingin dan sinis membuat Vika mencibir Sarah. Semua orang kelas juga tidak ada yang suka sama Sarah karena Sarah yang suka sekali memutar balikkan fakta. apalagi saat teman mereka ada yang di keluarkan dari kampus karena dia.
Tama mendengar itu melepaskan tangan Sarah di lengannya, Sarah hanya diam menatap Tama yang melirik Letta dingin, mendekati Letta dengan tegas membuat sarah di sana kesenangan. Begitu juga dengan Kirana. Karena mereka dulu tidak memiliki hubungan baik kan??
” loe mau ngapain adek gue ha??? Langkahin dulu gue kalo mau ngapain adek gue.” tahan Nato pada Tama, tapi Tama tak memberi respon bahkan tidak menatap Nato.
Di depan Letta, Tama menatap Letta dengan datar dan di balas tak kalah datar oleh letta di sana.. bugh.. semua orang kaget,, termasuk Nato.
__ADS_1
Kaget melihat Tama yang memeluk letta erat, Letta yang dipeluk erat disana membalas pelukan Tama yang begitu erat.
" loe ngapain meluk Adek gue!!" pekik Nato tak terima.
” Loe apa kabar??? yaampun.” Gumam Tama dengan senang pada Letta,. tidak mengindahkan Nato.
Letta disana melepaskan pelukan pada Tama dan tersenyum lebar.” Gue baik. loe apa kabar??? gimana mantan gue sekarang??? baik juga nggak?” Tanya Letta terkekeh, tentu saja yang ia maksud adalah Bima,
Tama menyentil kening Letta kesal.” Baek bokap gue... “ gumamnya dengan pelan, Letta mendengus mengusap keningnya. Tama berdehem pelan.” Thanks yah.” gumamnya pelan. letta mendengar itu mengernyitkan dahinya.
Semua yang disana memandang Tama dengan heran, mengapa Tama malah menjadi begitu akrab dengan Letta,
“ kak..” panggil Kirana gugup pada Tama yang malah akrab dengan Letta.
Tama segera berbalik melirik Kirana. Kirana terlihat gugup menatap dia.” Kak dia udah bully adik saya, jadi dia harus dikasih hukuman.” Gumam Kirana polos.
“ Boong, adek gue nggak bully dia, dia aja dateng dateng nyamperin adek gue dan nuduh sembarangan.” Ketus Nato kesal.” Kalo gue nggak nahan ,muka Letta mau dia lempar pakek kuah bakso panas tam. Dia yang disini mau bully adek gue.” tegasnya dingin.
Kirana gelagapan di sana, bersama Sarah dan teman temannya. Tama menatap sarah dan Kirana dingin.” Sekarang kalian ke ruangan saya.” Tegasnya.
” Tap tapi..” gumam Sarah menolak.
“ sekarang..!” tegas Tama. Mereka disana terdiam tak berani membantah sedangkan letta disana memandang mereka remeh. Memangnya mereka bisa melawan dirinya begitu mudah?
Usia tragedy itu letta tersenyum menatap Tama yang berada di sebelahnya, mereka memilih kembali bicara di taman belakang kampus, di sana memang ada café tempat ngopi. Harga mahasiswa alias terjangkau, disini cukup sepi karena memang sudah cukup sore dan banyak yang sudah pulang..
Duduk di meja di bawa pohon cemara yang besar dan rendang. Menatap ke depan tenang Tama menghela nafas pelan menatap Letta. Letta yang ditatap begitu mendengus.” Ti ati, suka loe ntar sama gue.” ketus Letta ada Tama malas.
Tama terkekeh pelan mendengar hal itu.” gue nggak tau lagi sih harus ngomong apa. Tapi thanks banget yah. sorry gue dulu bikin loe susah.” Gumam Tama. Ingat bagaimana ngerinya letta saat memukul dirinya dulu.” Btw loe bukan type gue, loe terlalu bringas . takutnya nanti gue jadi suami takut istri lagi.” gumam Tama terkekeh.
Siapa yang bisa lawan dirinya saja ngeri jika mengingatnya.
Letta terkekeh pelan mendengar itu, “ yah gue juga nggak mau sama loe.” Ketus letta. Tama bukan type nya. Sosok yang mudah di hasut adalah sosok yang lemah. Tama itu lemah dimatanya sedangkan Letta ingin laki laki yang kuat.
Tama tersenyum tipis.” Gimana om Bima sekarang?? gue denger om Bima jadi nikah sama tante Calisa?” Tanya Letta pelan.
Bima mengangguk.” Tiga bulan yang lalu mereka baru udah nikah.” Jelas Tama serius.
Letta sontak kaget.” Loh kok?? kenapa nggak nikah pas satu tahun lalu?” Tanya Letta.
Harusnya mereka nikah saat hari Letta yang menikah dengan tiga laki laki itu. Putra nikah dengan Jasmine dan Bima nikah dengan Calisa. Yah kan??
Tama mendengus pelan.” mana ada yang Nikah pas itu.” jelas Tama jelas. Letta mengerjab pelan mendengar itu.
Tama menghela nafas pelan.” semua orang khawatir sama loe, semua orang tau loe pergi buat berobat, baik om Putra, bokap gue, sama om Xior, nggak ada yang tega ninggalin loe, dan mereka nggak ada yang nikah pas itu. “ tegas Tama.
__ADS_1
Letta mendengar itu terharu, mereka masih memikirkan perasaan dirinya. “ terutama bokap, dia harus mikir sampek berbulan-bulan setelah loe pergi, dia takut nikah dan ninggalin loe ngebuat loe sakit hati. Tapi tante calisa meyakinkan kalo loe yang nyuruh dia ada di sisi papa.” Jelas Tama jelas.
Letta mengangguk pelan mendengar itu, letta diam mengingat perkataan Xior. Xior memang tidak terbuka tentang apa yang terjadi setelah ia pergi untuk oprasi, Xior hanya bilang jika semua berjalan sesuai dengan yang letta inginkan, dan Bima menikah dengan Calisa. Sedangkan Putra?? Putra bertanggung jawab terhadap anaknya di dalam kandungan Jasmine.
Ha iya.. Letta ingat jasmine yang mengandung, letta menatap Tama lagi.” gue mau main ke rumah kalian boleh kan??” Tanya Letta pelan.
Tama mengangguk.” Tante Calisa pasti seneng, mau sekarang aja?” tanyanya pelan pada Letta.
Letta mengangguk.” Gue hubungin bonyok bentar.” Jelas Letta.
Tama mengangguk pelan, segera menghubungi Nadia dan Agung. Sejenak mendapatkan ceramah agar Letta pulang di bawah jam 9 letta hanya bisa mengangguk pasrah.
Tama melihat letta yang dimarah terkekeh pelan.” yaudah yuk.. nanti keburu kemalaman.” Jelas Letta.
tama mengangguk dan menghabisi kopi miliknya, memasuki mobil masing masing mereka menuju rumah milik Tama,. Tak jauh hanya sekitar 47menit mereka sudah sampai.
Letta melihat sekeliling rumah Bima, rumahnya sangat besar dan nyaman tentunya. “ yuk..” tegas Tama pada Letta.
Letta mengangguk mengikuti Tama dari belakang, Tama membuka pintu tenang.” papa.. Tante... lihat siapa yang Tama bawa.” Teriak Tama di ruang tamu.
Letta disana kaget mendengar teriakan Tama, menatap Tama kesal, sampai sosok perempuan cantik mendekatinya. Matanya membesar.” Loh Yaampun LETTA..” teriaknya segera memeluk Letta riang.
Letta melihat wanita yang menggunakan baju dress ungu longgar mendekatinya dan memeluknya riang tersenyum lebar segera membalasnya.
Tinggi Calisa hanya sedadanya membuat Calisa disana meringis menatap letta.” yaampun kamu kok sekarang tinggi banget?” tanyanya dengan polos
Letta merasa ada yang janggal. Melirik calisa dan perutnya.” Hehehe iya.. btw tante kok bincit??” gumam Letta memberi kode pada perut yang buncit.
Calisa menatap letta shok.” Loh kerasa kah?” Tanya Calisa memegang perutnya.
Letta mengangguk polos.” Tante hamil??” Tanya Letta polos.
Calisa malu malu menatap Letta dan mengangguk. Mengusap perutnya yang sudah membesar.
Letta shok melirik Tama yang berdiri disana menatap Letta dengan lempeng.” Loh???” bukannya Tama bilang jika mereka baru nikah 3 bulan yang lalu? Tapi itu sudah sangat besar perutnya Calisa. Artinya mereka sudah lama hamil kah?? Sudah hamil berapa bulan itu..!!!!
Tama yang paham tatapan Letta disana menghela nafas pelan.” papa udah nggak tahan kayaknya, jangan Tanya gue lah. Tanya sama siapa yang ngebuat dia hamil.” Jelas Tama kesal pada tatapan Letta kepada dirinya di sana.
Mata letta membulat menatap Calisa, Calisa yang ditatap lucu oleh letta gemas. “ yaampun hehe. Iya gimana yah Letta. duduk dulu yuk, bentar lagi Bima pulang kok.” jelasnya dengan malu malu menarik tangan letta duduk di sofa.
Tama mengikutinya dengan malas. “ aku lagi hamil lima bulan masuk ke enam bulan... “ jelasnya pelan terlihat sulit duduk.
Letta mendengar itu menatap calisa dengan melotot." Hamil duluan??" gumamnya shok. Calisa mengangguk malu-malu membuat Letta meringis.
” Boleh pegang nggak nih?” Tanya letta pelan.
__ADS_1