
” Waktunya saya pulang.” tegas letta mengingatkan agar Rio segera pergi.
Rio kaget segera mengangguk “ baik.. aku juga akan segera pulang..” tegasnya.
” Salam kenal nona, saya harap anda betah di sini. Jika butuh sesuatu anda bisa hubungi saya.” Jelasnya. Letta Mengangguk pelan dan segera kedalam ruangan untuk mengambil barang-barang nya.
Rio menatap bidan dan perawat bertanya.” Mengapa dia marah?” tanyanya.
Mereka saling lirik dan menggeleng.” Ia menolak pungli pak.. “ jelasnya.
Rio kaget mendengar hal itu, padahal di rumah sakit ini sudah menjadi makanan sehari hari mereka. Saat hendak kembali bicara, mereka kaget letta keluar dari ruangannya dan segera pergi dari sana.
Rio menatap letta tajam.” dia sangat sombong.” Bisiknya dengan lirih,
Mereka mengangguk pelan.” dia memang sombong pak, sejak tadipun wajahnya sangat sinis dan datar.” Tegas para perawat yang sedang bertugas. Rio hanya diam menatap Letta jenuh.
Di jalan Letta bisa ingat wajah Rio, dengan masuk di sini tujuannya adalah mencari bukti jika Rio adalah tersangka utama, benar. Letta sudah mendapatkannya beberapa bukti, satu bulan ini ia akan menjebloskan Rio ke dalam penjara karena sudah mengambil hak rakyat.
Putra melihat Letta yang memasuki mobilnya di parkiran, ia baru saja keluar membawa makanan, sejenak tatapan mereka bertemu, tapi putra tak bersuara, sedangkan Letta melihat keberadaan Putra membuang muka dan pergi dari sana.
Letta menghela nafas pelan, bertemu Putra kembali adalah suatu kesalahan. Letta tau jika dirinya menyukai Putra sejak pertama kali dulu mereka bertemu, tak menerima putra karena tak mau egois, tapi dimana Jasmine?? Menggeleng pelan. Letta tak ingin memilikirkan itu.
...----------------...
“ kak.. loe nggak ada niat buat ngelamar kak Gina?” Tanya Fajar duduk didepan Zeyn sembari makan nasi Padang miliknya nikmat.
Zeyn mnelirik Fajar yang datang menganggu dirinya yang sedang menatap laptopnya.” umur kak gina udah 32loh, mau Sampek kapan?? Nanti keburu tua kalian... apa mau masih nunggu letta??? tuh Letta udah wisuda.” Jelas Fajar pada kakaknya tegas.
Zeyn menghela nafas pelan menatap fajar.” Menurut loe Gina gimana?” tanyanya.
” Dia baik, Cuma posesif aja sih kelewatan.” Jelasnya ingat Gina.
” Loe sendiri sekarang gimana? Masih suka sama letta?” Tanya zeyn penasaran.
Terkekeh pelan fajar menggeleng.” suka ala kadar aja, kalo bener enggak, soalnya gue denger dia mandul.” Jelas fajar berdehem,.,” sayang banget sih, dia sempurna gitu tapi katanya dia nggak bisa punya anak.” Jelas Fajar lirih ingat pada letta.
“ loe tau dari mana kalo Letta mandul nggak bisa punya anak?? Jangan ngacok loe.” Ketus zeyn pada sang adik.
Fajar melebarkan matanya.” loh kakak nggak tau? Semua orang udah tau juga kali kalo Letta nggak bisa punya anak...” kata fajar dengan nyolot.
Zeyn kaget mendengar itu.” kenapa dia nggak bisa punya anak?” tanyanya heran.
Fajar mengangkat bahunya.” Nggak tau sih, Cuma letta juga ngaku kalo dia nggak mau punya anak juga, dia memang nggak bisa punya anak dia bilang mangkanya banyak yang jauhin dia dan dia nggak bisa terima cowok dikehidupan dia” Jelas fajar.
__ADS_1
Zeyn mendengar itu diam, rasanya sulit.” Mangkanya kalo saran gue sih sama kak Gina aja, gue nggak gimana gimana yah sebernya Cuma gue tau loe suka anak kecil kan.” jelas Fajar pada kakaknya.
” Loe mau sama letta?” Tanya zeyn sinis.
Fajar menggeleng.”nggak, gue temen sama dia.” Jelasnya serius. " Walaupun gue sama dia, kayaknya mama nggak bakal setuju kalo tau Letta mandul..!" Ujarnya masam.
" Kenapa mikirin Mama. kan kita yang nikah bukan mama!" seru Zeyn tidak setuju akan pikiran Fajar.
" Btw emang loe mau seteru sama orang tua??? Nggak akan ada restu dari mama.. loe bayangin aja deh!" jelas fajar. Zeyn Siam membenarkan... iya juga sebab menikah butuh restu.
...----------------...
Pagi pagi letta siudah berada di rumah sakit, kembali lagi dokter yang harusnya masuk pagi di bagian umum tidak datang karena macet katanya, sehingga Letta harus di tugas dulu ke umum memeriksa pasien yang baru masuk dan yang kemarin masuk, di Poli miliknya sekarang masih sepi belum ada pengunjung jadi Letta mengiyakan saja.
Masuk ke ruang umum bagian VIP Letta memasuki ruangan Juya. Juya yang barus aja di suapi oleh Komala melirik Letta kaget, Juyapun sama kagetnya akan kehadiran letta.” kakak malaikat.” Gumamnya girang menatap letta
Komala kaget melihat Juya yang tiba-tiba berteriak. Putra yang ada disana juga bingung, menatap anaknya dan letta yang saling kenal. Letta masuk dan mengusap Pipi Juya.” Halooo.. apa kabar hmm?” Tanya letta tersenyum tulus pada Juya.
Juya mengangguk pelan kepada Letta.” sudah baik.. aku baru tau kakak malaikat itu dokter, pantas saja kakak seperti berkilau.” Gumamnya kagum.
Letta terkekeh pelan mendengar itu.” yasudah kaka cek kamu dulu oke.” Jelas letta.
” ayay cantik.” Gumam Juya malu.
Letta terkekeh pelan, ingat juya sama apersis seperti ayahnya yang selalu membuat moodnya baik. akh Jiya memang anaknya Putra Tampa diragukan lagi.
Juya tersenyum lebar.” Kenapa sampai bisa jatuh??? Apa kamu masih di bully oleh temanmu?” Tanya Letta. Putra kaget. Letta tau Juya dibully?
Juya menggeleng cepat.” tidak, kemarin aku tak sengaja menginjak tali sepatuku sehingga terjatuh, semenjak bertemu kakak, aku sudah kuat dan bisa melawan, mereka pun sudah menjadi temanku. Kakak terimakasih yah.” gumammnya polos.
“ tunggu. Kalian saling kenal?” Tanya Putra pada Juya dan juga Letta.
Juya mengangguk pelan Tersenyum lebar menatap letta.” bagaimana bisa?” Tanya nya putra kaget., perasaan dia sudah menghindar dari Letta cukup lama. bagaimana keduanya bisa saling kenal.
Juya menggeleng mengangkat bahu acuh.” Entahlah, kata papa takdir itu sudah ada yang menentukan, sama saja dengan jodoh. Juya rasa kakak cantik ini adalah jodoh Juya.. yah kan kakak cantik.” Gumamnya menatap Letta berbinar.
Letta mendengar itu melotot, ia pikir Juya pendiam dan anak yang manis, tapi tengil sama dnegan ayahnya masih muda. Putra melihat amaknya yang begitu gelagapan, menatap anaknya garang.” Masih kecil sudah jodoh jodohan, kamu nggak akan jadi jodoh dokter.” Jelasnya.
“ kan kecil besar nggak tau siapa jodohnya loh kok papa yang sewot.” Jelas Juya mendengus.
Putra shok dan Letta terkekeh pelan mengawil pipi Juya.” kamu ini gemar bicara manis, apa kamu suka coklat?” Tanya Letta berdehem di ujung kalimat.
Juya mengangguk.” Juya suka coklat, tapi juya lebih suka dokter cantik.” Bisiknya malu malu.
__ADS_1
Letta mendengar itu kembali terkekeh pelan. putra menatap anaknya linglung. Menatap letta yang terlihat akrab kepada anaknya.” Juya juya.” Gumam letta menggeleng.
” iya calon istri ku?” Tanya Juya dengan malu malu. Letta tak bisa tidak tertawa sedangkan Putra meradang melihat ketengilan anaknya pada Letta.
” He anak kecil nggak boleh calon calonan.” Jelasnya melootot pada sang anak.
Letta menghela nafas pelan, “ yasudah kakak keluar dulu yah. cepat sembuh Juya.” Jelas letta tulus.
Juya menatap letta sedih.” Kakak mau kemana??” tanyanya sedih.” Kakak sama kayak yang lain yah? nggak suka sama Juya? Juya itu ngebosenin yah?” tanyanya keruh menatap letta.
Letta yang merasa aura yang tadinya penuh semangat menjadi suram menaiki alisnya.” Mengapa bisa bicara begitu? Kakak harus kembali kerja, nanti akan ke sini kembali bertemu juya.” Jelas letta serius pada Juya.
“ kakak berjanji?” Tanya Juya lirih.
Letta menggeleng pelan.” kakak tidak ingin berjanji. Tapi kakak akan usahakan menepati apa yang kakak katakan.” Jelas letta serius.
“ kenapa begitu? Apa bedanya..” ketus Jiuya pada letta.
Letta menggeleng.” janji itu harapan, jika penepatan itu adalah tanggung jawab. “ jelas letta serius.” Lagi pula kita nggak tau apa yang terjadi pada diri kita kedepannya kan, kamu dan kakak akan bertemu lagi atau tidak??? Bagaimana jika kakak meningggal nanti?” Tanya letta polos.
“Letta.” jelas Putra menegahi ucapan, kurang suka ucapan Letta. Juya melirik Putra dan Letta bingung. Letta Tersenyum lagi.” kakak pergi yah. se you ganteng.” Bisik letta mengusap kepala juya dan segera pergi darri sana meninggalkan Juya yang menatap letta.
” kakak janji ke sini lagi. juya tunggu.” Teriak juya. Letta terkekeh dan mengangguk.
” Letta..” panggil Komala, letta melirik Komala kalem.
Komala berdiri dan memeluk Letta, Letta diam dalam pelukan komala, mengerjab tak mengerti.” Terimakasih.... “ bisiknya. Kali ini ia bisa berterimakasih pada orang yang sudahh menyelamatkan dirinya dan anak anaknya dulu. Komala senang.
Letta mengangguk tak paham.” sama sama tante.” Letta hanya membalas, ia tidak tau jika Komala tau dirinya adalah Alleta., ia pikir Komala berterimakasih sudah membantu cucunya.
“ saya keluar dulu yah tante, saya masih ada urusan.” Jelas letta serius.
“ urusan??? Letta tante tau kamu alleta.” Bisik Komala, sontak mata Letta melebar menatapnya dnegan lirih. “ Putra sudah bilang sama kami... dan terimakasih yah sudah membuat tante masih berada di sini, terimakasih juga karena sudah membantu cucu tante. Kamu memang baik.” jelasnya.
Letta mendengar itu linglung, mereka tau dirinya. Melirik putra melotot putra membuang muka.” Hmm tante, sama sama.” jelas Letta. ia mengangguk pelan. melirik sekeliling letta mengernyitkan dahinya.” Dimana jasmine dan Om Panji?” Tanya letta pelan
“ jasmine udah sama suaminya di luar negri let.” Jelasnya sedih.
Letta sontak melebarkan mata kaget.” Loh nggak nikah sama putra?” Tanya letta nmelebarkan matanya.
melihat kekagetan itu komala menatap letta dengan sedih.”dia masih berharap sama kamu.” Jelasnya lirih.
“ bun.” Gumam Putra menghentikan kata kata ibunya.
__ADS_1
Letta kaget mendengar itu. komala menghiraukan ucapan putra.” Dia dan jasmine nggak nikah, putra kekeh untuk nggak nikah kecuali nikah sama kamu, karena itu Jasmine memiliki nikah sama laki laki yang nerima dia apa adanya, sedangkan Putra memilih hidup sendiri sampai sekarang bersama anaknya Juya.,.” jelas komala.
Letta mendengar itu sontak menatap Putra. Putra yang ditatap oleh Letta segera membuang muka malu, ia tak bisa berkata apa apa di sini. Begitu juga dnegan Letta. letta tidak berfikir jika Putra sekeras itu dalam perasaan kepada dirinya.