Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
ketiduran


__ADS_3

“ gue boleh peluk nggak?” Tanya Putra sama sekali tidak melihat Letta, masih menunduk dalam tangisnya.


Letta mengangguk pelan dan memeluk Putra, Putra di peluk oleh Letta ikut membalas pelukan Letta. tangisan Putra tidak putus, terus bergetar bahkan bahunya tak berhenti bergetar naik turun. Letta sangat sakit melihatnya.


“ gue setiap malam nangisin loe, gue rindu sama loe, loe jahat banget ninggalin gue..” ujar Putra memukul pundak Letta pelan beberapa kali.


Letta diam mengeratkan pelukan dengan Putra. Menggeleng pelan Putra terus menangis di pundak letta.


“loe tau kenapa gue mau jadi polisi kenapa? Itu karena gue ngerasa dulu gue lemah banget nggak bisa jagain loe,. Loe harus berjuang diri dalam hidup loe. Setiap lihat foto loe gue selalu bilang sama loe kalo gue sekarang udah kuat, sekarang gue udah jadi jendral. Gue sekarang udah gagah, tapi loenya udah nggak ada buat gue lindingin.” Bisik Putra kembali.


Tangisan Putra terus menerus tidak berhenti sampai satu jam. Letta hanya bisa diam mendengar cerote Putra yang menceritakan keadaan dirinya usai dirinya tinggalkan. Letta paham Putra sangat terluka, letta sedikit menyesal sudah memilih mati saat itu.,


hanya sedikit.


Putra sudah sedikit tenang, Letta melepaskan pelukan keduanya tapi Putra malah mengeratkan pelukanya pada Letta. seakan tak mau lepas. Letta menghela nafas.” udah jan nangis lagi. kan sudah jadi polisi dan kuat.” jelas letta pelan.


Putra menggeleng pelan memeluk letta dalam. Letta memejamkan matanya membiarkan Putra memeluknya sesuka hati, memejamkan matanya dan memilih untuk tidur saja, lelah dirinya di posisi begini dengan Putra,.


Putra merasa nafas Letta yang teratur membuka matanya dan memandang letta yang berada di depannya, wajah keduanya sangat dekat, hanya berjarak satu kilan, bisa ia lihat mata Letta yang bengkak, pipinya yang masih basah dan hidung yang merah. Putra mengusap pelan pipi letta ,” pantes, beberapa bulan ini gue ngerasa loe ada di deket gue. Ternyata Tuhan masih kasih gue kesempatan buat lihat Loe hidup. “ bisiknya dan memeluk letta kembali lebih lamban, mengecip kepala letta. ia memundurkan penyangga kursi untuk ia tidurkan bersama letta.


Kelelahan menaruh kepalamnya di atas kepala letta dan menaruh kepala letta di tengkuk lehernya. Putra tersenyum memejamkan matanya, mengusap pelan pipi Letta, tidak dirinya tidak boleh tidur agar ia tidak kehilangan letta kembali. “ seandainya kalo ini mimpi,. Gue Cuma mohon jangan bangunin gue.” bisik Putra pelan menatap letta.” gue nggak akan tidur biar nggak bangun,” biskknya terkekeh dan mencium kepala Letta dan pipi Letta. terkekeh pelan Putra kembali memeluk letta gemas.


Tok.tok.. pintu diketuk oleh Bunga, mengintip di kaca memandang Putra dan Letta melotot., putra yang dipelototi hanya diam adan memberi isyarat agar ibunya pergi. Bunga menyipitkan mata dan menunjukan tangan yang terkepal. Putranya malah semakin memeluk perempuan.


Bungga mendatarkan matanya memandang Putra, ingin rasanya ia pukul ini mobil milik Letta, tapi melihat merknya tidak jadi ,lebih baik dirinya menjauh saja.


“ abang ngapain sama dia di mobil?” Tanya Aletta kesal kepada Bunga.


Bunga mengangkat bahu acuh.” Ngak tau making love kalik.” Ujarnya pelan.


plak. asrgh. Mengusap pelan lengannya yang terasa perih karena di pukul anak perempuan nya.

__ADS_1


“ aletta masih kecol loh bun.” Ujarnya Alletta kesal.


Bunga memainkan bibirnya kepada Alletta dan memilih masuk.”yaudah ayok kita kedalem buat nyobain baju baju.” Ujarnya menggosokkan kedua telapak tanganya dna tersenyum binar. Baju baju yang Letta jual terkesan sangat seksi, bia ia kenakan jika ada suaminya nanti, buat baju dinas.


...----------------...


“ letta belum pulang Nato?” Agung melihat nato yang sampai membawa ranjang makanan dan tas bertanya pelan.


Nato menggeleng pelan.” tadi Letta bawa ball baju banyak banget, katanya buat dia jual dan anter ke rumah yang mau beli pak,. Mungkin bisa jadi Agak malam dia sampek ke sini lagi.” ujar Nato kepada Agung jujur.


Agung mendengarnya mengangguk pelan.” Letta harus jual barang barangnya buat oprasi nemo.. “ bisik Agung sedih.


” enggak juga., dia jual karema kemaren hampir dia bakar, lagian yang di jual juga baju yang kurang bahan pak. Nato bantuin tu buat ngelipat pakaiannya tadi pagi. Baju kurang bahan semua,.” Jelas Nato tegas.


Agung melebarkan mata mendengarnya. Tapi semua itu baju kesayangan sang anak..


“ bajunya juga menggunung pak jadi nggak ada gunanya dikasih haniin. Memang di jual ketimbang di pakek, bayi aja kecekek makeknya apalagi orang dewasa..” seru Nato kembali kesal kepada Agung.


Nato melebarkan matanya memandang agung.” Yah nggak suka Letta makeknya lah.” Ujarnya tegas.” Secara kan meksipun Nato benci letta, letta tetap aja cewek harus jaga pakaian.” Jelasnya tegas.


“ Oh gitu..” ujar Nadia mengangguk mengejek.


Nato yang di rasa di ejek oleh ibu dan ayahnya menatap keduanya kesal,.” Ibuk bapak apaan sih?? gimana tadi pemasangan cincing Nemo??? Udah kan?” Tanya Nato pelan pada orang tuanya.


“ mana ada hari ini, kan buat janji dulu.. insyaallah kata dokternya besok, besok jam 11.” Jelas Nadia pelan.


Nato mendnegarnya membuat mulutnya berhuruf O. “ berarti Nemo ada di dalem dong?” tanyanya kembali menunjukan ruangan nemo.


Nadia dan agung mengangguk.” Iya, itu lagi diperiksa sama dokternya... kalo mau lihat tunggu entar lagi aja. Atau kamu hubungin dulu Letta, dia dimana dan baik baik aja kan?” Tanya Agung,. Tersirat kekhawatiran kuat di ucapannya.


“ letta ilang di cari kalo Nato enggak..!” ujar Nato kesal.

__ADS_1


“ emang kalo kamu hilang kemana? Kamu kan nggak pernah keluyuran Nato, beda sama letta kayak uler. Susah banget nemunya.” Ketus Agung.,


Nato mendengarnya terdiam sejenak, benar juga dirinyakan hanya di sekitar sini saja, tidak pernah kemana mana, maupun jarang sebab tak punya teman., paling-paling dirinya hanya kerja.


“ bentar Nato telepon Letta dulu kjalo gitu.” Ujar nato berdiri mengeluarkan Hp pemberian Letta sebelumnya, memang nomor Letta sudah ia simpan di sana, sangat epik sekali batin nato yang melihatnya,. Kalian tau nama letta di sana apa yang dibuatnya? “ *Letta adekmu yang paling cantik.”


N*ato tak habis pikir. Sumpah.


Dering hp Letta yang berbunyi di sakunya membuat Letta terbangun, melihat sekitar rupanya ada dimobil, ia melihat ada Putra yang memandang dirinya dengan mata sayu dan bengkak. Mengambil HPnya Letta mengangkat telepon yang entah dari siapa.


“ HE Letta loe dimana?? Bapak loe nih nyariin terus.” Ujar Nato melirik Agung. Agung menatap nato dengan tajam.


Letta melihat hpnya dan mengecek jam, sudah jam 7 malam, wajar saja. Mengusap keningnya yang terasa pening Letta tadi tidur habis menangis pantas saja.” Aduh bentar. Gue ketiduran tadi, gue dimobol nih habis nganterin barang.” Ujawab Letta jujur.


Agung mendengarnya memandang hp Nato cemas. Nato mendengarnya berdecap kesal.” Kalo capek pulang aja dulu, istirahat di rumah. Loe kalo di begal lagi gimana? Nih bokap loe bakal nangis tujuh turunan tujuh tanjakan..!” serunya.


Agung mendatarkan wajahnya mendnegar nato. Nato ini type tsunder apa gimana?? Kenapa namanya terus dibawa bawa.


Letta berdehem pelan.”iya ini gue otw pulang, sorry yah gue belum ke rumah sakit, soalnya gue cape banget.” Jelas Letta serius.


“ iya nggak apa apa, kata bokap loe kalo udah sampek rumah kabarin. Pintu rumah di kunci semua ntar jam 10 gue pulang juga.” Seru Nato tegas.


Letta berdehem pelan mematikan HPnya, melirik Putra yang tersenyum memandangnya. Letta kok jadi merinding.


Merapikan dirinya, Letta melirik Putra yang diam saja.” Gue mau pulang dulu, ada urusan.” Jelaas Letta, rupanya suara Letta habis karena menangis sebabnya suaranya sedikit putus putus dan serak. Dirinya ketiduran semakin membuatnya pusing.


Putra mendengarnya hanya diam menggeleng.” Mau kemana?” Tanya Putra pelan dan menuntut,


Letta melirik putra malas.” Mau pulang,,, “ jelas Letta pelan.


Putra menggeleng.”nggak boleh.” Bisiknya mengusap lengan Letta dan menggeleng.

__ADS_1


__ADS_2