Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
tak bisa masak


__ADS_3

“ eah bagus yah rumah kamu letta.” gumam Agung kagum pada rumah milik Letta dan putra.


Putra yang di sebelahnya letta sangat lengket mengangguk pelan.” waoh jelas ini rumah pemberian saya loh pak.” Gumam Bima pada Agung bangga.


Agung terkekeh mendengar hal itu.” iya toh? Bapak baik sekali kasih anak saya rumah.” Jelas nya pelan.


Bima mengangguk pelan.” bapak bisa saja.” Gumamnya pelan.


” papa nggak usah genit yah. ingat udah ada istri,” jelas lalisa masih sedang menggendong anak mereka yang didalam gendong kesal.


Bima cengengesan di sana.” oh iya ayo itu papa bantuin orang bagi sembako.” Jelas Calisa pada Bima.


Bima meringis melirik Calisa yang melotot.” Udah tua cemburuan aja terus.” Jelas Bima menatap istrinya mengejek.


“ kalo ngak cemburu nggak cinta. Papa mau aku nggak cinta sama papa?” Tanya Calisa menepis tangan Bima.


“ lihat lah pak kalo cemburu tu nggak pandang umur.” Jelas Bima pada Agung sembari menggeleng.


Agung terkekeh pelan.” jangankan mbak calisa, yo saya aja suka cemburu kalo suami saya deket sama karyawan. Rasanya mau ku sunati dua kali.” Jelas Nadia melirik agung. Agung mendengar itu melotot pada Nadia.


“ ibaratkan kalo cemburu itu udah jadi hal yang lumrah bagi perempuan.” Jelasnya tegas.


“kalo nggak cemburu artinya istri kamu udah mati. Mati rasa mati hati atau mati beneran.” Jelas Nadia lagi malas.


” bener yq bu Nadia...” jelas Calisa terkekeh pelan karena di bela oleh Nadia


" sana sana bantuin orang buat bagi sembako.” Jelas Calisa pada Bima. Bima mendengus segera menuju dimana istrinya suruh. Karena memang pindahan membuat Letta dan putra bagi-bagi sembako dan juga sedikit hajatan di rumah nya.


“letta.” panggil Agung


Letta berdehem menatap ayahnya. “ kamu jangan punya anak yah. nggak apa apa kok.” jelas ayahnya tegas.


Letta mendengar itu menatap ayahnya ragu. Agung melirik Putra yang diam saja.”nggak apa apa kan putra kalo Letta nggak mengandung anak kamu??” Tanya Agung tegas pada Putra. Agung tau anaknya tidak disarankan memiliki anak. Agung lebih sayang kepada anaknya ketimbang cucunya nanti.


Putra mengangguk tegas mendengarnya itu.”putra udah tau sedari awal kok pak, nggak apa apa letta nggak punya anak sama Putra. Kami udah punya Juya.” Jelas Putra memeluk juya yang memakan lepek dari hajatan yang ada. Juya menatap ayahnya dengan heran karena tiba-tiba di peluk begini.


Agung mengangguk pelan .” kamu sudah tau kekurangan anak bapak, jadi tolong terima apa adanya. sayangi dia. Jika ada kesalahannya tolong ajarkan dengan cara yang lembut, jika dia kasar bilang sama bapak agar bapak yang pukul. “ jelas agung tegas.


” keluarga kamu udah tau kalo Letta nggak bisa punya anak sedaria wal kan?” Tanya agung.


Poutra kembali menganguk melirik Panji dan komala yang di sana.” kami ngak masalah kok pak, kami harap anak kami bisa bahagia sama anak bapak, bisa saling menyayangi satu sama lain dan menerima Juya dengan tangan terbuka. ‘' Jelas komala dengan pelan.


” iya. Kami sudah menganggap letta sebagai anak kami, jika putra melakukan kesalahan tentunya kami yang lebih dulu memukul Putra, kami duluan yang akan menghajar anak kami.” Jelas Panji dengan serius.


Agung mengangguk menatap Letta yang diam saja. “ nak... “ Letta menatap agung lagi.


“ bahagia yah??? “ tanyanya.


Letta mengangguk dan tersenyum tipis.”letta bahagia kok pak... terimakasih.” Jelas letta pelan.


meski dalam hati letta sudah menyiapkan mental. “ tapi letta bisa kok pak punya anak.” Jelas Letta tegas kepada agung. Letta tidak mandul wey.


Agung menggeleng pelan menatap letta tegas.” bapak ngak setuju apapun itu. bapak nggak mau denger apapun tentang anak atau cucu., bapak ingin Letta sehat.. jangan pikirin apapun.” tegas Agung. Letta diam. Agung dan semua orang takut dirinya memiliki anak,


mereka enggan menanggung resiko lebih besar.


...----------------...


Letta menghela nafas pelan. bangun di jam lima sudah menjadi kebiasaannya, melirik ke sebelahnya mendapatkan wajah Putra. Letta tersenyum tipis, sudah satu bulan ia menikah dengan putra tapi Putra Masih tetap memperlakukan dirinya seperti telur yang sangat mudah pecah.


Letta segera turun dari kausrnya dan menuju kamar mandi, dengan tenang mandi di saat putra Masih tertidur, Letta keluarpun putra Mariah tidur dalam keadaan yang sama dan posisi yang sama. Letta segera turun dan mulai turun pas saat jam sudah menunjukan pukul enam pagi.


Sata turun ia menemukan Juya yang keluar dari kamarnya'' kenapa sudah bangun hm?” Tanya Letta mendekati Juya.

__ADS_1


Juya menatap letta dan tersenyum lebar.” Juya mau minta papa buat bikin bekal ke sekolah soalnya sekarang wajib buat bawa bekal dari rumah ibu.” Jelasnya.


Letta menganguk paham.” Ibu aja yang masak gimana?” Tanya letta pelan.


Juya mendengarnya Tersenyum lebar.” Emang boleh?”


" kenapa enggak. Kan sekarang aku ibunya kamu. Ayo kita buat ..” jelas Letta dengan senang.


Juya mengangguk dengan senang.” Emang kamu mau makan apa hari ini hm?” Tanya letta.


Juya menatap letta berbinar.” Ayam kecap.” Serunya,


Letta menatap juya dengan anggukan pelan.” ayam kecap yah.” gumam Letta gugup, ia tak pernah masak itu sebelumnya.


Juya melihat wajah ragu letta mengernyitkan dahinya.” Apakah itu sulit?” tanyanya ragu.


” Ahk tidak tidak, ayo ibu masakkan. Apa kamu mau mandi?” Tanya Letta pelan ia akan lihat youtube dulu.


“ iya Juya akan mandi dulu ibu.” Jelasnya.


Letta mengangguk pelan.” oke deh..” jelas letta menatap juya menjauh.


Letta menatap Juya menjauh dengan wajah mengerut, mengambil hpnya di kantong dan mulai melakukan shercing.” Yamapun letta loe tolol bet sih., udah tau ngak bisa masak eh malah sok sokan nanya mau makan apa.” Gumam letta meringis.


Segera menuju dapur dan memilih mengambil bahan bahan yang ia lihat di youtube,. Untungnya letta sudah tau mana mana saja bumbu dapur.


Dan lagi selama satu bulan ini Letta sangat jarang akh bukan sangat jarang tapi sama sekali tidak pernah masak, yang masak pastilah pembantu atau Putra sendiri, sebab putra melarang letta masak.


Sedangkan hari ini pembantu mereka cuti karena anaknya melahirkan, jadi karena itu letta berisiatif untuk masak, di sini letta sekarang, melajukan ungkep ayam dengan bahan bahan yang dirinya lihat di youtube. Menghela nafas pelan letta harap rasanya tidak mengecewakan.


...----------------...


Dari kamar, sosok yang masih tertidur merasa kosong dna kurang membuka matanya, mengerjab pelan menepuk sisinya tapi tak ada. Matanya segera terbuka menatap dimana kebaradaan istrinya.” Loh istri gue kemana?” gumamnya segera bangun dan mengucek matanya. menatap sekeliling yang masih kosong ia mengernyitkan dahinya.” Sayang kamu dimana?” tanyanya berteriak tapi tak ada sahutan.


Segera menuju kamar mandi tapi tidak ada, kamar mandi mereka basah dan baju kotor letta berada di tong baju di siapkan.


Saat turun ia mencium aroma harum dari belakang alias dapur. Segera buru buru ke dapur. Rupanya benar, ia mendpatakan Letta yang dalam keadaan memotong bawang, rambut diikat tinggi membuat lehernya terlihat seksi. Putra menggeleng pelan, dasar otaknya mesum terus.


“ sayang.” Gumam Putra memeluk perut Letta. letta melebarkan matanya, melirik Putra yang memeluknya. Putra membalikan tubuh letta dan menyenderkan tubiuh putra dipatri.


Keduanya sangat dekat membuat letta malu, iya letta masih saja malu.” Kenapa nggak bangunin aku ha?” Tanya Putra serak khas baru bangun.


Letta tersenyum tenang.” tadi kamu kayaknya kecapean mangkanya aku nggak bangunin .” jelas Letta mencoba memberikan pengertian kepada putra.


Putra menatap letta dnegan pandangan tidak suka.” kamu nggak kasih aku morning kiss?” umam putra memelas.


Letta melirik sekeliling “ nggak ada orang, kan bi nori lagi pulang kampung. Ayo kis di sini.” Jells putra menunjukkan bibirnya.


Letta menatap putra dengan pandangan peringatan.”put.. cup. "


Letta menghela nafas.” kalo nggak mau yah udah aku aja.” Gumam Putra mencium bibir letta. letta Tersenyum tipis melihat tingkah putra.


Putra kembali mengecup bibir letta merasakan candu ia ******* bibir bawah Letta. Letta menepuk pundak Putra tapi putra tak menghiraukannya, merapatkan tubuh keduanya.


Letta mencium arioma lain membuat ia menjauhkan putra dari dirinya.” Astaga ayam gue.” pekiknya menatap ayam ungkepnya kering hampir gosong.


Letta menyipitkan mata menatap putra tajam. Putra gelagapan menatap arah lain. letta segera mematikan kompor dan menatap ayamnya,.” Untung masih bisa di selamatin.” Gumam letta menggeleng pelan.


Putra terkekeh pelan memeluk letta manja.,” maaf dong ayang.” Gumamnya dengan memelas. Letta bergumam pelan mendengar hal itu,


“ mau masak apa?? Kenapa nggak bangunin aku aja? Kan aku udah bilang kamu nggak usah masak letta.” jelasnya mengambil alih spatula dari tangan letta.


Letta menatap putra malas.” Aku kan mau masak.'' Jelas letta dnegan tegas.

__ADS_1


”nggak boleh... biar aku aja yang masak, kamu mau makan apa bilang sama aku.” Jelas Putra mengeleng pelan.


Letta menatap putra kesal.” Aku mau masak buat Juya. “ jelas letta menolak.


” Nggak boleh.” Jelas putra menaruh spatula di atas patri lalu memegang pundak letta.


” kamu duduk aja disini oke biar aku yang masak. Juya mau makan apa hm?” tanyanya mengecup lepala letta pelan.


Letta menatap putra tidak terima hendak berdiri tapi putra menahannya. “ is Putra aku mau masak sendiri.” Jelas letta geram


” No no sayang nanti kamu luka dan kecapean. aku ja yang masak kamududuk di sana dan lihat aja oke?” jelasnya. Letta menatap putra kesal karena tidak dibolehkan masak.


Putra segera menggoreng ayam yang sudah letta ungkep.” Kamu nggak ke rumah sakit hari ini hm?” Tanya Putra pada Letta sembari mengiris bawang yang belum selesai letta potong.


Letta mengangguk.” Pergi nanti mungkin agak siangan jam 8, soalnya jadwal hari ini ngak padat.” Jelas Letta pelan mengambil buah dan mengupasnya pelan. ia tak bisa menunggu saja.


Putra mengangguk pelan. “masalah yang dikantor gimana?” Tanya putra.


Puutra tau jika rumah sakit letta tidak beres., dimulai dari dokternya yang tidak professional. Pungli bangkan dari ketua utama atau CEO rumah sakitnya juga bermasalah.


Letta menghela nafas pelan.” susah yah kalo mau lapor, kalo kita nggak ada tumbang uang atau gimana.” Jelas letta kesal.” Masa udah 3 bulan kasusnya nggak naik naik, malah dibilang itu normalisasi.” Jelas letta kesal.


Puytra mendengar itu mengangguk pham.” Jadi kasusnya nggak naik naik yah.” jelas letta lemas.


Putra menatap letta dalam.” Kenapa nggak bilang sama aku? Mau aku bantu nggak?” tanyanya pelan.


Letta menggeleng.” maaf yah put,. Kamu kan perusahaan bagian property jadi nggak nyambung juga kalo ke hukum.” Jelas Letta terkekeh,


Putra menatap letta datar membuat letta terkekeh pelan.” beneran, lagian ini itu bukan soal hukum lagi sih Cuma soal duit, duit duit duit sama orang dalam.” Gumam letta.” nantilah yah aku bicarain sama Mars dan itu minta tolong sama Zeyn.” jelas letta ragu.


Wajah putra semakin datar mendengarnya.” Kenbapa minta tolongnya sama Zeyn?” tanyanya tak suka.


Letta menghela nafas pelan.” bukan karena apanya sih, Cuma memang zeyn punya orang dalam, kami butuh itu biar kasusnya cepet naik dan bisa langsung di ganti sama Mars gitu.” Jelas Letta serius.


Putra mendengar itu keruh. Letta melihat itu terkekeh pelan.” apa sih put, kita kan udah nikah dia juga udah nikah, ngapain sih cemburu sama dia. Aku tu juga Cuma karena rumah sakit ini, semisal kalo semua udah kelarkan aku bisa jadi bagian pengurus nya bukan lagi dokter biasa, dan aku udah bisa mulai buka klinik sendiri.” Jelas Letta pelan.


“ tapi tetep aja aku nggak suka kamu ketemu sama Zeyn. kamu tau nggak?? Semenjak aku tau Zeyn dulu juga suka sama kamu, aku ngerasa dia saingan terberat yang aku miliki. Dia tu kayak ada hal yang buat aku marah kalo kamu Deket deket sama dia.” Jelas Putra tegas,.


“ kalo sama Bima, sama Xior enggak deh. Soalnya Bima kan udah tuir kalo xior. Aku rasa dia nggak waras mangkanya aku yang slow aja. Tapi kalo zeyn?” gumamnya menggeleng pelan.


letta mengangguk pelan.” Wajar sih, kamukan cinta banget sama aku mangkanya siapa aja yang Deket sama aku aja kamu cemburu.” Jelas letta mengejek.


“aku tu nggak cemburu tapi hati aku aja panas rasanya.” Gumam Putra pada letta merengek.


Letta menatap putra mengejek.” Nggak sekalian jantung kamu panas? Pura pura mnggak tau, itu yu karena kamu cinta sama aku mangkanya cemburu.” Seru letta kesal


” Tetap, pokoknya dia tu akh nggak tau deh. Aku nggak suka sama Zeyn intinya.”


“ padahal kalian temenan.” Jelas Letta pada putra.


” Iya karena temenan,. Dulu kan kami sering di beda bedain. Kalo zeyn kan yang kayak dingin dan aku pendiem pasti banyak yang banidingin aku sama dia, ada yang bilang zeyn lebih ganteng lah tapi ada juga yang bilang aku lah. tapi tetep aja dibandiingin nggak enak.” Jelas Putra mericau tak jelas.


Letta menggeleng pelan mendengar ucapan putra.” Udah udah, mending kamu Selesaikan masaknya keburu siang ini.” jelas Letta. putra berdehem pelan segera menyelesaikan goreng ayam hampir gosong lalu menumis bumbu bumbunya.


“ loh Papa yang masak? tadi katanya ibu yang masaom” Tanya Juya heran.


Letta mendengar segera berdiri menatap juya.” Oh enggak, papa kamu Cuma lihat doang kan ibu lagi potong buah. Yah kan papa?” Tanya Letta melotot pada putra.


. Putra menatap letta dan gelagapan padahal masakan sudah hampir selesai


“ hehe iya. Papa nggak bisa ngupas buah tapi papa mau bikin jus jadi papan suruh ibu deh. “ jelas Putra kikuk.


Juya mengangguk paham menaruh tas di atas meja.” Yaudah papa selesaikan yah, aku mau bikin just dulu.” Jelas Letta buru buru. Malu jika Juya tau dirinya tak bisa masak ayam

__ADS_1


besok Letta berjanji akan banyak-banyak melihat tutorial masak di YouTube


Putra menahan tawanya melihat Letta yang tak mau dibilang tak bisa masak. Melirik Juya yang mulai memakan buah ia terkekeh pelan. untung anaknya ini polos


__ADS_2