Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Lupa


__ADS_3

Percakapan singkat antara Nato dan Letta berakhir tanpa ada penyanggana dari Letta, Letta sendiri tidak pernah memojokkan Nato,


Letta paham, perlakukan Letta tidak dapat dimaklumi sejak dahulu, memang sangat buruk, Letta juga tidak mau memperburuk suasana hati Nato. Biarkan saja seperti ini dan mengalir sebagaimana semestinya.


...----------------...


Tidak terasa, letta sudah menghabisi waktu hampir dua bulan di dunia ini, dimana berbeda situasi dan tubuh., Letta merasa nyaman, memiliki orang tua yang hangat, teman teman yang seru dan ia tak perlu lagi merasa tertekan akan perasaannya sendiri.


Letta menikmati hidupnya yang baru disini.


Di sisi lain Letta juga memiliki situasi berat, sebentar lagi ia akan ujian nasional sama seperti murid lain, tidak berat juga sebenarnya. Hanya saja semakin dekat ujian ini maka tuntutannya semakin tinggi, dimulai dari Zeyn yang mengajaknya menikah, dan Mars yang tunangan. Bima yang terus saja meminta ia menemaninya selalu .


kadang Aletta pusing.


Satu lagi Letta juga belajar masak dengan ibunya loh, meskipun hanya masak nasi goreng, telur ceplok atau bahkan mie saja. Letta sudah bisa sekarang. itu kabar baiknya, untuk masak yang ringan ringan letta sekarang bisa, malahan dia suka nonton youtube untuk belajar masak. Terakhir kemaren dia belajar masak pudding,


meskipun gagal karena terasa kemanisan dan tidak terlalu padat karena kebanyakan air. setidaknya tidak zonk banget.


“ udah ini loe mau kerja atau mau gimana?” Tanya Mars pada Letta yang berada di sebelahnya.


Letta yang memang duduk di bawah pohon palem di tengah lapangannya santai sembari menikmati pemandangan permainan bola di depannya menoleh menatap Mars.


Mars di sebelahnya menggunakan baju olahraga sama sepertinya. “ loh. Loe juga peraktek olahraga hari ini?” Tanya Letta tak mengindahkan pertanyaan Mars sebelumnya.


Mars mengangguk pelan menatap letta.” iya hari ini. gue tadi nanya loe mau kemana udah ini.?” tanyanya kepada Letta pelan.


Letta menelan saliva kering, menatap Mars dengan lamban. “ gue kayaknya kuliah deh, sebenarnya nggak mau, Cuma gue cari Vlue aja, kalo nggak kuliah sekarang sulit diterima.” Jelas Letta realistis, sebenarnyya tamatan apapun itu tiak ada yang bisa memastikan orang lain bervlue atau tidak, tapi kita tinggal di Negara konoha, yang cantik yang di pujih dan djunjung, yang sekolah ia yang di pandang. Apalagi yang memiliki jabatan. Letta tidak mau munafik,


Mars mengangguk.” Gue juga sih kayaknya.” “ jelas Mars pelan.


Letta melirik Mars dan mengangguk.” Mau jurusan apa?” Tanya Letta pelan.


Mars Mengernyitkan dahinya pelan.” gue mau jurusan kedokteran sebenrnya,. Cuma bang Pluto udah ambil jurusan kedokteran, kalo gue doklter juga nanti siapa yang jalanin bisnis bokap gue. jadi mau ngak mau gue ngalah,. Gue harus ambil jurusan bisnis sekalian belajar diperusahaan bokap nanti.” Jelas mars dengan lemah.


Letta menepuk pundak Mars pelan.” santuy aja, lagian jalan hidup tu bukan tentang cita cita doang, selagi loe dapet jadi kebanggaan orang tua loe, loe harus bersukur dan beri yang terbaik buat orang tua loe. Gue yakin profesi loe bakal jauh lebih berkah.” Ujar Letta pelan.


Mars tersenyum tipis mendnegar ucapan letta, sangat dalam dan tidak banyak hal yang di salahkan. Letta sangat dewasa dalam bertindak dan berucap.


“ kalo loe? Loe mau jurusan apa?” tanyanya kepada Letta lamban.

__ADS_1


Letta mendengarnya mengernyitkan dahi lamban.” Gue sebenrnya mau ke seny sih. Cuma kayaknya nggak deh, gue ambil ke dokter spesialis aja kayaknya.” Jelas letta terkekeh,


Plak. “ loe mah nggak asik.” Gumam Mars membuat Letta terbahak, melarang Mars untuk kuliah malah dirinya yang kuliah ambil jurusan itu.


“ tapi yah sebenrnya gue mau tes polwan aja sih, lihat aja nanti, kalo gue dapet jadi polwan atau TNi kayaknya gue ambil itu aja.” Jelas Letta tenang.


“ serius?” Tanya Mars kepada letta pelan.


Letta mengangguk pelan.” iya. Gue suka sama dunia itu.” gumam Letta. Letta memiliki skill bela diri yang cukup besar, memenag pistol dan juga beberapa hal, tidak lah sulit baginya untuk memenuhi syarat menjadi anggota Negara.,


“ keren sih.” gumam Mars pada Letta ragu.


“ doain aja yang mana baiknya, “ ujarnya terkekeh.


“ tapi mending kuliah dulu aja terus nanti baru nyalon jadi anggota biar dapat itu panggkatnya lebih tinggi.” Jelasnya pada Letta.


“ proses aja sih., gue nggak tau juga kedepannya gimana,” gumam Letta.


Mars tersenyum mendengarnya, memandang Letta yang memang sangat pas menjadi polwan atau TNI, tubuhnya tinggi, berisi dan juga tegas. Apalagi dia juga hebat, Mars yakin jika letta bisa mendapatkan cita citanya kelak.


“ Letta Yorsan.” Panggil guru membuat Letta buru buru berdiri.


” Gue duluan.” Ujar Letta pamit pada Mars.


Letta mendapatkan beberapa ujian akhir yakini praktek di setiap mata pelajaran menjelan UN., dan bebereapa hari ini juga ia mendapatkan teman teman Fajar yang semakin jarang bertemu dengannya. Mungkin factor sibuk mempersiapkan ujian.


Selesai ujian praktek Letta mengusapkan keringatnya pelan mberjalan menuju ruang ganti bajunya, membuka loker miliknya menggunakan kata sandi., Letta tidak mendapatkan baju miliknya. Letta menatap semua isi loker tapi kosong melompong. Mengerjab pelan Letta menatap jam di dinding, sebentar lagi akan ada ujian praktek kimia.


Letta mendesis segera keluar hendak ke koprasi saja, tau jika ada yang mengerjainya. Tapi saat sampai dikoprasi letta mendapatkan koprasi tutup, melemas bahunya. Letta memandang jam, dua puluh menit lagi.


“ ngapain loe ke sini?” Letta melirik rombongan Fajar yang dibelakangnya.


Memijjit pelipisnya pening. Letta malas berurusan dengan mereka semua yang baginya kamseupai sekali, apalagi muka Fajar masih bonyok karena ulah ayahnya, diam tak berkata apapun. yang bertanya tadi adalah Renja. Oh yah sudha dua minggu tidak melihat Fahmi Letta. Letta memilih segera pergi dari sana. Renja melirik Letta aneh dibuatnya.


“ duh nanya sama Mars aja deh bajunya.” Gumam Letta pelan segera ke kelas Mars, tapi rupanya Mars pergi entah kemana, letta tidak punya banyak sirkel kecuali teman kelasnya, kan teman kelasnya akan praktek yang sama dengannya, mau tak mau letta harus pergi dari sana segera mencari orang lain.


“ Duh gimana yah?” gumam Letta mondar mandir di depan pintu toilet perempuan dekat mengganti pakaian.


“ loe kenapa?” letta melirik Renja yang mendekatinya.

__ADS_1


Letta menatap Renjja dengan pandangan senang sebab Renja menggunakan baju olahraga.” Minjem baju dong, soalnya baju gue dimaling. Nanti gue balikin pas udah praktek kimia.” Jelas Letta memelas kepada Renja.


Renja memutar bola mata malas.” Kenapa nggak bilang?” tanyanya.


Letta menggeleng pelan.” nggak tau gue.” ujarnya.


“ tapi gue nggak ada rok.” Jelas Renja pelan.


“ bajunya aja cukup deh, biar bawahan pakek clana olahraga, nanti gue bilangin sama gurunya.” Jelas Letta kepada renja. Renja membuang muka dan segera pergi membuat Letta menmgikutinya dengan senyum lebar. Renja memang terbaik bagi Letta ketimbang teman temannya itu,.


Memasuki kelas Renja dan Renja melempar ia dengan baju miliknya. Letta tersenyum lebar dan segera pergi.” Hoy bilang makasih..!” teriak renja.


Tapi Letta abai dan segera pergi membuat Renja makan hati dan menahan diri agar tidak memaki letta yang tidak sopan padanya.


Sejenak ia terdiam memandang seragam yang ia lempar di laci, lalu memandang ada dua seragam lain di lacinya. Matanya melebar memandang ujung pintu yang letta sudah menghilang.” Astaga itu baju Brayen..” gumamnya melihat nama nama di dada baju itu hanya nama baju Brayen yang tidak ada, ia salah memberi baju.


" Letta!!" teriakan Renja tertahan berlari keluar, tapi sudah tak ada bayangan Letta. Renja meremas rambutnya nanar.


Sampai ke kelas menggunakan bajunya. Sunja. Bele dan Cinta memandang Letta dnegan heran.” Loh bukannya baju Letta udah kalian sumputin? Kok dia ada bajunya?” Tanya sunja polos pada kedua temannya yang ada di sebelahnya.


Belle dan Cinta mengangguk.” Beneran udah., bajunya udah gue buang di belakang tadi, “ jelasnya Cinta polos.


Sunja memandang baju yang Letta kenakan, tak sadar keningnya mengernyit heran.” Brayen..” gumam sunja dengan melebarkan matanya.


Letta masuk dengan PD nya, melewati sunja yang matanya sudah berair. Mengepalkan tangan hendak mendekati letta, tapi pas saat dimana guru datang memasuki kelas.” Anak anak, apakah kalian sudah selesai ganti pakaian?” Tanya guru dengan tenang.


“ Bu baju dan rok saya hilang ada yang maling, jadi saya minjem bajunya Renja, nggak ada rok, soalnya ke koprasi koprasinya tutup,.” Jelas Letta berteriak pada sang guru.


Guru menelik menatap letta yang memang menggunakan baju kebesaran di depannya tanpa memggunakan rok..” Kok bisa hilang sih Letta? untung baju kamu yang hilang bukan kepala kamu.” Jelasnya kesal.


Letta menunjukan cengiran tak enak.”nggak tau buk. Tiba tiba hilang tadi.” Gumam Letta pelan.


“mangkanya jangan suka bully atau isengin orang, kalo ginikan kamu kena karma tauk. Udah udah, “ ujar guru tega spade Letta. Letta menatap bu guru dengan lempeng, paham jika dirinya memang salah. Letta tak akan mengotot kok,


“ siap siap, kita ke leb buat ujian praktek yah, sesuai sama arahan ibu kemaren, ibu harap kalian lulus semua, terhusus buat letta karena bajunya hilang, kamu ibu hukum menjadi orang yang bertama ujian prakteknya,. “ tegasnya kembali.


“ mampus.” Gumam Belle yang di dengar oleh letta, Letta melirik Bellke dengan tatapan menyipit, sepertinya Letta tau siapa dalang bajunya hilang, pasti Blele dan Cinta kan.. iya patsi mereka, lirikan mata letta pada sunja, terlihat sangat membenci dan tidak menyukainya. Oke letta paham juga sekarang


Letta mengangguk pasrah mengikuti keseluruhan murid dan guru ke leb kimiah yang tak jauh dari ruang prakltek Fisika. Melewati lapangan, bahu Letta di ketuk oleh Utami.

__ADS_1


” Seriusan baju loe hilang?” Tanya Utami memandnag baju Letta.” dan sejak kapan loe akrab sama Brayen sampek bajunya loe bisa pakek gini?” tanyanya menunjuk name teg di bajunya.


Letta melotot segera menatap bajunya. Benar saja. Sontak letta berhenti.,” gue minjem baju Renja kok mnalah baju Brayen. Gilak bisa ngamuk dia.” Gumam Letta dnegan gelagapan hendak pergi kepada Utami.


__ADS_2