Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
teman


__ADS_3

.l” Letta.. main yuk..”


plak.. Udin meringis karena punggungnya digeplak kasar oleh Utami.” Bukan gitu, permisi orang tu,yang sopan!!!.” Ujarnya kesal


. “ assalamualaikum letta...” teriak Utami.


Bugh.


” Si anak yesus, Loe Kristen..” gumam Betta menggeleng pada Utami melotot.


Utami menunjukan cengir lucu pada temannya, “ nggak ada yang bener kalian nih. Nih gue ajarin yang bener bertamu tu gimana!!!” Gumam Bastian kepada teman temannya kesal.


Segera membuka pintu santai dan masuk tanpa beban.” Woy anjir loe lebih nggak sopan...!!” teriak teman temannya tapi Bastian hanya santai saja.


ketiganya buru-buru mengikuti Bastian dari belakang.


Utami , Beta, Udin memandang rumah letta lamban,” ini mah bukan miskin. kita yang miskin, sekaya ini...” gumam mereka kagum, keseluruhan mewah dan juga mahal. diluar memang standar tapi di dalam barang-barang seluruhnya bermerk mahal!!


Sampai ke dapur mereka menemui letta dan agung yang sedang makan.


Letta melihat teman temannya nyekonong masuk melotot.” Hoy ngapain kalian? nggak salam pas masuk?” Tanya Letta berseru kaget. Agung melirik kebelakang menatap rupanya ada empat teman Letta.


“ ini anjir bastian nyelonong masuk aja, kita ikut deh.” Jelas Udin menunjuk Bastian.


Bastian tersenyum lebar.” Habisnya nggak ada orang diluar keburu jadi kering kami, masuk deh. Di ketok di teriak ga ada yang buka in pintu!” Gumamnya kepada Letta kesal.


Letta mendengarnya memandang Bastian malas.” Alesan loe dongo.” Ujar Letta kesal.


“ loe nggak ngajak kita makan Let btw?” Tanya Bastian polos..


“ anak monyet gini, dateng nggak salam, langsung minta makan, nggak sekalian minta warisan?” Tanya Udin kepada Bastian menyindir.


“ boleh emang?” Tanya Bastian polos pada udin.


Plak, meringis merasa tempeleng singkat dari Utami. “ sadar Bastian, ada bapak letta.” gumamnya melorot.


Bastian melirik Agung yang diam memandang mereka dengan pandangan heran.”eh bapak, salim pak.” Ujarnya segera menyalim tangan Agung,


Agung mengangguk singkat kepada Bastian.” Duh bapak maaf yah tadi bercanda.” Gumam Bastian malu. sebenarnya sadar dia cuma gimic saja.


Agung terkekeh pelan mengangguk.” Yaudah makan sini, bapak juga udah mau keluar, duluan yah.” jelasnya lalu meninggalkan ruangan, dirinya juga selesai makan.

__ADS_1


Sata agung keluarga, buru buru Bastian duduk dikursi agung sebelumnya, diikuti teman temannya, memandang Letta. tapi pokus mereka ganti kepada makanan di atas meja.” Letta kita makan yah?” Tanya Bastian pelan. mengecap liurnya yang hampir menetes.


“ gue belum makan sejak pagi, nyokap ke luar kota belum pulang.” rengek Bastian kembali karena Letta tak menjawab.


“ iya makan.” Ujar Letta santai mennyemil perkedel.


“ asik.” Gumam Bastian diikuti yang lain mengambil piring.


Letta melebarkan mata memandang mereka kaget.” Loh kok kalian makan semua? bukannya cuma Bastian?” Tanya Letta dengan kaget.


“ emang bastian doang yang laper? Gue juga.” Seru Udin dengan tegas.


Letta mengembangkan hidungnya melihat teman temannya yang malah beradu pandang mengambil sayur di atas meja. Letta pasrah dan berpikir mungkin gofud saja untuk ibu atau adiknya makan nanti.


“ sedap..” gumam Utami memakan nasinya lahap.


Beta mengangguk bersama yang lain.” jadi ingat masakan kampong yah, ini sedap banget. Nambah boleh Letta?” Tanya Udin kepada letta.


“ nasi loe masih banyak btw,” gumam Letta malas memandang piring Udin masih penuh. Udin tertawa mendengarnya dan makan kembali dengan lahap bersama teman temannya.


Letta diam di tempatnya mendengar teman temannya makan dengan tenang dan nyaman, melirik ke kulkas.” Gue lupa beli makanan, nanti temenin gue beli camilan yah.” jelas Letta lepada teman temannya. Tapi tidak ada yang menyahut, sibuk dengan nasi masing masing. Letta hanya diam saja kembali, hingga tanpa sadar keseluruhan sayur dan nasi habis.


“ duh kenyang banget.” Gumam Bastian memegang perutnya yang kembung, bersandar di kursi pasrah


Bastian terkekeh menarik ikan asin Utami makan dan melahapnya dengan cepat.” bastian.!!!” Rengek Utami hendak menangis. Bastian terbahak dibuatnya.


“ siapa yang masak letta? enak banget.” Gumam Betta menghiraukan keributan Bastian dan Utami.


Letta menggeleng.” gue nggak bisa masak btw, itu emak gue yang masak.” Jelasnya mengambilk apel dan mengupasinya pelan. di potong tapi sudah di ambil Udin.


Letta menyipitkan manta memandang Udin dengan pandnagan mengancam. Udin membuang muka pura pura tidak melihat tingkah letta yang mengancam.


“ bagi Lett.” Ujart bastian mengambil semangka dan memotongnya singkat.


“ btw gue kira loe emang dari orang miskin, nggak taunya loe kaya.” Gumam Utami plontosan saja.


Plak.” omongan loe.” Gumam Udin kepada Utami.


Utami memanang udin menyengir.” Beneran soalnyakan beritanya memang gitu di grub. Loe baca nggak?” Tanya Utami pada Letta .


Letta berdehem dan mengunyahnya apel singkat.” Gue memang bukan orang kaya, gue juga bukan anak pak Subro kepala sekolah atau pemilik sekolah itu, emak bapak gue tukang jual gorengan, kan gue udah bilang sebelumnya sama kalian.” Jelas Letta pelan.

__ADS_1


“ gue pikir loe bercanda dan baru merintis usaha baru.” Jelas Udin serius, di angguki oleh teman teman yang lain singkat.


“ yah gitu deh." jelas letta mengangkat bahu acuh.


“ tadi gue lihat ada Nato di depan, pakek MacBook njir, mana cakep bet lagi. Katanya dia miskin.” ujar Utami binar.


“ dia kakak gue.” ujar Letta, itu spontan membuat yang lain terbatuk keras terutama Bastian. Melototi letta dengan penuh Tanya.


Letta memberikan tampang tak berdosa.” Seriusan lett?” Tanya Betta.” Kenapa loe bully dia selama ini?” tanyanya kembali.


Letta menghela nafas.” nggak tau, kesetanan mungkin, gue banyak dosa, nipu kalian jadi orang kaya blab la bla, padahal gue gini, sama kayak Nato, dia korban keegoisan gue.” ujar Letta tenang.


Bastian dan Udin mengeleng mendengarnya.” No wort it banget loe jadi adek.” Jelas Udin menggeleng.


“ dikira gue baju atau makanan.” Gumam Letta malas.


Udin dan yang lain menghela nafas pelan.” udah kalian mau camilan apa gimana? Gue nggak ada camilan di rumah kalo mau ayok beli dulu, atau mau masak juga boleh tapi beli bahan dulu.” Jelas Letta pelan.


Letta Menunjukan kulkasnya.” kosong itu kecuali bahan buat jualan.” Jelas letta singkat.


“ kalo ngegril aja gimana? Kmaren gue diajarin buat kuah tomyam, atau nyeblak aja? Gue bisa kok bikin seblak.” Jelas Betta dengan senang.


Letta mendengar kata seblak jadi ingat dulu dirinya di ajarkan makan seblak saat sedih atau saat ada banyak masalah.ia merindukan makanan pedas itu. “ nyeblak.” Jelas Letta kepada Betta. Betta mendengarnya mengerjab pelan.” gue udah lama banget nggak makan makanan itu.” gumamnya.


“ yaudah skuy beli bahan bahannya.” Jelasnya berseu senang.


” Tunggu sepuluh menit., perut gue masih begah banget.” Ujar Bastian, Udin mengangguk setuju pada Bastian. Sama sama kekenyangan mereka menjadi sangat tidak mampu untuk berdiri.


“ kalian tunggu di kamar nya gue aja, gue sama Betta dan Utami aja yang beli.” Ujar letta tegas.


“ ogah. Gue juga mau beli minum dan ciki ciki.” Ujar Bastian menolak.


” Gue juga njir. Kalo bastian otw gue jugalah., yakali gue sendiri kalo barang hilang gue yang disalahin dan si fitnah” Jelas Udin tak juga mau.


Letta memejamkan matanya, memang punya teman seperti mereka ini harus stok sabar, “ tusuk nih.” Ujar Letta menunjukan pisau di tangannya mengarah pada Udin dan Bastian datar.


Bastian dan udin mendengarnya memandang Letta mendelik.” Mau tusuk????” Tanya Letta kembali.


” Ayok ayok otw kita. udah sepuluh menit.” Ujar Bastian berdiri buru buru diikuti udin.,” ayok ayok.” Jelas Udin pias.


Letta dan betta tertawa puas melihatnya, apalagi Utami,

__ADS_1


..


haloo semuanya. maaf yah kemaren up nya agak lama soalnya gue sakit... Nanti akan Up rutin kembali. ... jangan lupa tinggalkan jejak yah!!


__ADS_2