Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Sadar


__ADS_3

Samar samar mata Letta berbayang terbuka, terasa berat dan perih, Letta paksakan untuk membukanya, menatap pelapon berwarna putih, tapi tatapan itu kembali menutup merasa silau, Letta menetralkan rasa perih di matanya sejenak, kembali terbuka, Letta meneguk saliva nya karena tubuhnya seperti di timpa batu, sakit dan nyeri.,


Letta membuka matanya lebih besar dan mengerjab, di sana ia mendapatkan Agung yang sedang tertidur di sebelahnya dan Zeyn yang berdiri di belakang Agung menatap dirinya.


sudah setengah jam Zeyn di sana menjaga Letta dengan keadaan berdiri, kaget melihat Letta sudah bangun Zeyn tak bisa bersuara.


Letta mengerjab pelan.” air.’ Bisik letta.


Zeyn tersentak, dirinya pikir itu halusinasi, segera ia mengambilkan mineral dan mengambilkan sedotan, membantu Letta minum,


Letta melempar bantal di lehernya yang terasa tak nyaman dan tertidur meringis.


“ jangan di buang.” Gumam Zeyn tetapi Letta sudah lebih dulu memaksa diri untuk duduk dan mengambil minum dengan lengannya yang terluka.


Zeyn menahan tangan Letta geregetan dan menatap letta dingin.” Berhenti biar aku bantu, tubuhmu tidak baik Letta.” tegas Zeyn dingin.


Letta tak ada tenaga untuk berdebat, segera menerima minum dari Zeyn, Zeyn penuh ketelatenan memberikan dirinya minum, setengah botol habis, Letta mendesah legah.


Segera Zeyn mengambil tysu dan mengusap pinggiran bibir Letta yang terkena air. letta menyandarkan tubuhnya tetapi tak nyaman, seperti sakit sekali lehernya.” Sebentar aku panggilkan pelayan mengambil bantal.” Jelasnya.


Segera Zeyn menelpon pelayan meminta apa yang Letta inginkan agar tubuhnya nyaman. Letta diam menyanggah tubuh dengan lemah dan tersenyum melihat agung kelelahan.


Zeyn melihat hal itu tersneyum tipis.” Sejak kemaren ayahmu tidak tidur karena menjagamu, dia sangat kelelahan.” Jelas Zeyn kepada Letta tenang. Letta mendengar hal itu menghangat. Agung memang sangat baik dan hangat.


Pelayan datang memberikan letta bantal, Zeyn menahan tubuh letta dan menaruh bantal dibelakang letta.” Segini cukup?” Tanya zeyn lembut,


Letta bisa mencium aroma musk dari jas milik Zeyn, menggeleng.” Sedikit di rendahkan dan di kepalaku ditahan, leher sakit.” jelas Letta.


Zeyn mendnegarnya mendnegus.” Kau bahkan membuang bantal untuk lehermu, lehermu terkilir Letta.” jelas Zeyn mengoceh marah


Letta terkekeh pelan. "bahkan aku sedang sakit pun kau tetap marah.” Jelas Letta kesal.


Zeyn menjauhkan diri dari Letta dan menjentik kening letta pelan.” kau nakal dan membangkang karenanya aku marah.” Jelasnya dengan kesal. Letta hanya tersenyum tipis memejamkan kepalanya yang terasa pening. sama sekali tak ada rasanya jentikan Zeyn.


“ aku akan panggilkan dokter sebentar oke.” Jelas Zeyn kembali. Tadi ia lupa karena terlalu senang Letta sudah bangun.

__ADS_1


Letta berdehem pelan di sana, melihat Zeyn menjauh, dan di saat itu juga agung membuka matanya, mengucek pelan menatap posisi letta yang sudah berubah tetapi mata yang tertutup.” Letta.” gumam agung berdiri dan memegang pipi anaknya khawatir.


Letta tersenyum tipis membuka matanya, menatap ayahnya yang terlihat bahagia sekaligus khawatir.” iya pak?? Letta udah baik baik aja kok.” jelasnya lembut.


Agung mengusap pelan pipi anaknya seakan-akan takut itu bisa menyakiti anaknya dan mengangguk." Kamu kok bisa duduk? kenapa nggak bangunin bapak??" tanyanya nanar pada Letta.


Letta menggeleng" bapak pules banget tidurnya. maafin Letta yah bikin bapak Repot." jelas Letta serak


agung segera menggeleng." Ngomong apa kamu ini sih??" tanyanya dengan nanar dan kesal


Letta terkekeh pelan. " Terimakasih yah, bapak udah mau jadi bapak terbaik di dunia!" jelas Letta dengan sendu.


” Terimakasih juga yah udah mau kuat. anak bapak hebat.” Jelas Agung dan memeluk Letta lembut, sama sekali tidak erat sebab takut Letta terluka.


Letta berdehem tak membalas pelukan ayahnya. Tubuhnya sangat lemah.” Kamu butuh sesuatu nak?” Tanya Agung kembali melepaskan pelukannya.


Letta menggeleng pelan.” tadi sudah dibantu Zeyn pak. Bapak bapak lanjut istirahat aja kalo cape.” Gumam Letta.


Agung mendengar hal itu memerah malu." Nggak kok!"


Sampai dokter masuk tiga orang sekaligus, Agung segera menjauh membiarkan dokter dokter menangani Letta. kericuhan membuat Nato dan Nadia terbangun, menatap kearah dimana Letta sedang ditangani.


” LETTA? ADA APA?” Tanya Nato berteriak kaget sontak membuat semua memandangnya kaget.


“ Letta Udah sadar, sedang di periksa.” Jelas Agung tak enak.


Nato menghela nafas dan Nadia menguap pelan bahu putranya, sama sama mendekati Letta melihat dokter yang mulai menyuntikkan Letta dan juga memeriksa banyak hal. Semua selesai sampai setengah jam.


“ keadaan nona Letta sudah sangat membaik, syukurlah golongan darah bapak cocok dengan anak bapak.” Jelas dokter pada agung.


” Yo cocok lah pak, wong anak saya, kalo nggak cocok istri saya saya marahi.” Jawab Agung bercanda.


Nadia memukul pahu sang suami membuat Agung terkekeh melirik Nadia. Dokterpun tersenyum tipis.” Tinggal pemulihan dan istirahat saja lagi. tuan dan nyonya tidak perlu khawatir lagi.. nona letta hanya butuh istirahat cukup saja.” Jelas dokter kembali.


” Baik, terimakasih dokter.” Jelas Nadia dan Agung. Dokter dokter segera pergi meningalkan Letta yang lemah menatap mereka.

__ADS_1


“ Hoy..” nato mendekati Letta dan menatapnya tajam.


Letta menaiki alis memandang Nato lemah.” Loe bikin gue takut tau nggak.;” gumamnya meringis. Malu jika bilang dirinya khawatir atau bertanya mengenai keadaan Letta.


” Berapa lama gue pingsan?” Tanya Letta pelan.


“ dua hari tiga malam.” Jelas Zeyn kepada letta. Nato mendengus saat Letta tak menggubrisnya ucapannya.


“ letta mau tidur yah. ngantuk.” Gumam Letta pelan.


Nato dan keluarganya panic jika saja Zeyn menahan mereka.” Itu efek obat yang Letta kenakan barusan, tenang saja. Letta hanya istirahat.” Jelas Zeyn tenang., mereka hanya bisa menghela nafas pelan. legah mendengarnya.


Nadia mendekati anaknya mengusap kepala anaknya pelan.” tidur aja dulu, biar ibuk jagain Letta sama bapak yah...” jelas Nadia.


Letta tersenyum tipis mencium tangan Nadia, dulu jika dirinya sakit tidak ada yang sepeduli ini, rasanya legah masih hidup, Letta bersyukur diberikan kasih sayang melimpah, melebihi yang dirinya harapkan dulu.


Agung pun di sana mendekati Zeyn dan tersenyum tipis.” Terimakasih yah sudah menjaga dan membantu kami. Jika bukan karena nak Zeyn kami tidak akan bisa menemui anak kami lagi.” jelasnya.


Zeyn tersenyum mengngguk pelan. jika bginiklan dirinya akan mendapatkan restu?" Saya akan selalu memberikan yang terbaik untuk Letta.!" jelas Zeyn tenang.


agung disana mengangguk, tetapi tak mengapik juga sebab aura Zeyn tetap saja gelap.


“ saya izin pulang dulu yah pak, sebab sudah dua hari ini tidak pulang.” jelas Zeyn kepada Agung tegas.


Agung mengerjab pelan, tak enak kepada Zeyn.” Maaf yah nak sudah merepotkan, maafkan kami.” Jelas Agung membungkuk tak enak hati.


Zeyn menahan tubuh Agung yang membungkuk dan menggeleng pelan.” Letta adalah peremuan yang saya cintai pak, apapun yang terjadi akan saya hadapi. Saya akan selalu bersama Letta untuk saat ini dan sekarang. jadi bapak tidak perlu bilang minta maaf atau apapun itu, saya melakukan semuanya karena letta.” jelas Zeyn serus kepada Agung.


Agung memelas memandang Zeyn, kemaren dirinya berlaku jahat, tak mempercayai Zeyn. Agung tersenyum tipis.” Benar kata orang, jika tidak boleh menilai seseorang dari cover, nak Zeyn sama adiknya sangat berbeda, adik kamu sangat jahat dan kamu sangat baik. Kami berterimakasih banyak.” Jelasnya.


Zeyn mengangguk pelan mendengar pujian dari agung, ada rasa bangga di hatinya.” Bapak sangat berlebihan. “ jelas Zeyn menahan diri agar tak tersenyum lebar.


Agung mnggeleng tegas menolak hal itu.” saya segera pulang dulu yah pak, bapak bisa panggilkan pelayan untuk meminta sesuatu, di depan ada penjaga dan juga perawat oke.” Jelas Zeyn


” sekali lagi terimakasih nak Zeyn, dan hati hati dijalan.” Jelas agung kembali. Zeyn mengangguk pelan dan segera menjauh dari sana.

__ADS_1


.


__ADS_2