
“ ampun deh ucul banget.” Gumam Letta menatap binar monyet di rantai di dekatnya sembari memakan pisang.
Lihat bagaimana monyet makan.’ Mirip banget sama Brayen, jadi kangen bastian.” Gumam Letta terkekeh pelan. Kenapa jadi ke Bastian coba?
Xior melihat seluruhnya, sesekali ia tersenyum tipis.” Xior monyetnya nyengir mirip banget sama loe.” Teriak Letta pada Xior.
Xior mendatarkan wajahnya mendengar ucapan Letta. Letta terbahak bahak di rumput hijau melihat wajah masam Xior. “ yaampun hahaha.” Letta tertawa hingga mengeluarkan air mata.
” Seneng banget.” Gumam Xior mencibir Letta yang tertawa begitu heboh.,
“ Xiorr.” Gumam letta menghela nafas mereda sakit perutnya, Xior menaiki alisnya memandnag Letta aneh.
Letta berdehem pelan.”Loe kayaknya nggak cinta gue, kenapa mau jadi suami ke tiga” Tanya Letta dengan pelan.
” jadi gue yang ketiga? Bukan kedua??” Tanya Xior dengan alis terangkat.
” Satu Bima, dua putra dan loe ketiga.” Jelas Letta menghitung menggunakan jari-jari mungil nya.
Xior mendengar itu mendengus.” Tapi tuan gue dari putra.” Gumamnya.
Letta mendengar itu menggeleng.” berapa usia loe?” Tanya Letta aneh.
“ 30tahun.” Jelasnya tenang. tapi masih tak mau jadi yang ketiga.
Letta menaiki alisnya. Beda lima tahun dari gue asli. Hahaha gue nikahin brondong.” Gumam Letta tertawa heran pada dirinya sendiri. Kenapa hidup letta sekonyol ini sih?
Xior tersenyum sinis.” Iya tante.” Gumamnya mengejek.
Bugh. Xior mendelik saat Letta malah mendorong bahunya.” Loe aneh, mau sama gue, ketemu juga baru.” Jelas Letta kesal.
” Gue tau sih muka gue secantik itu.” gumam letta kembali menepuk pelan wajahnya.
” Sebenarnya kalo soal cantik ada banyak cewek yang lebih lebih cantik dari loe.” Jelas Xior Tersenyum miring
Letta berdehem mengangguk.” Gue tau, nggak usah loe jelasin kalo semisal loe masih kepincut sama gue.” Jelas Letta percaya diri.
Xior mengernyitkan dahinya.” Loe pd banget yah.” gumamnya mengangguk pelan dan terkekeh tak percaya.
Letta melirik Xior yang terkekeh, kekehan Xior saja aneh. Lihat giginya yang runcing itu. “ loe kenal sama gue di kehidupan sebelumnya?? Sebagai Alleta?” Tanya Letta pelan.
Xior membuang muka malas, “ mau gue jelasin juga loe pasti nggak akan kenal gue.” jelas Xior pelan.
Letta mencibir Xior.” Usaha dulu bilang siapa loe.” Jelas Letta.
Xior hanya diam tak menjawab. “ Xiooooooor..” rengek Letta menggoyang lengan Xior. Tapi Xior hanya diam dan menarik pisang dari sisirnya untuk ia beri dengan monyet. Letta mendengus melihat Xior yang begitu sombong.
“ tuan.... sudah kami pindahkan.” Jelas dua orang kepada Xior.
Xior berdehem pelan mendengar hal itu.” aku akan menyusul nanti sore.” Jelas Xior.
Mereka mengangguk segera mundur. “ apa yang di pindahkan?” Tanya Letta kepada Xior heran.
__ADS_1
“ binatang.” Jelas Xior pelan.
“ ha? Macan? Milo?? Sama emak bapaknya juga kah? Kok di pindahin.” Gumam letta dengan kesal.
Xior melirik Letta dengan malas.” Semua binatang di rumah ini.” saat itu juga Letta melihat monyet yang ia pegang tadi dibawa penjaga. Letta menatap itu dengan tak suka, segera berdiri hendak mengejar mereka. Tetapi Xior lebih dulu menahan tangannya.” Mau apa?” Tanya Xior pelan.
Letta memandang Xior memelas.” Milo sama emak bapaknya.. monyet mirip loe juga di bawa semua huaaaaaaaa.” Gumam Letta pura pura menangis.
Keningnya di jentik pelan oleh Xior membuat bibir letta cemberut.” Mereka gue ambil dari dunia liar, di buru dan juga bahaya. Mau selayak apapun, sebagus apapun penjagaan, mereka tetap binatang liar, mereka tetap bahaya dan nggak bisa hidup berdampingan Letta.” Jelas Xior dengan pelan.
Letta menggeleng.” tapi Milo masih bayi. Tinggalkan saja.” Jelas Letta memiringkan wajahnya.
Xior menggeleng.” loe mau nyusuin dia?” Tanya Xior.
Letta menyilang kan tangan di dadanya melotot menatap tajam Xior. Xior mendorong kening letta plan, letta mendengus dibuatnya.” Dia masih bayi, butuh asupan ASI. Mangkanya kalo nggak mau jangan banyak bunyi.” Gumam Xior segera pergi dari sana.
Letta meninju udara. Xior laki laki aneh ini, susah sekali membuat dirinya senang.
Bima melihat letta yang memukul udara di sana menaiki alisnya. Lihat bagaimana Letta yang kembali duduk dengan pipi yang menggembung. Bima tersenyum tipis dibuatnya.” Dia sangat imut.” Gumamnya terkekeh pelan.,
Jo mendengar itu melirik letta di sana dengan tenang.” Jangan dilirik, mata kamu nanti saya colok.” Tegas Bima pada Jo.
Jo buru buru membuang muka kedepan kembali, malas sekali di marah oleh Bima.
Keluar dari mobil Bima melangkah mendekati letta yang terlihat kesal, berdehem sejenak agar letta meliriknya. Lihat bagaimana lirikan kesal Letta padanya.
Bima menaiki alisnya dan menaiki dagunya bertanya,” ada apa??” Tanya Bima berdehem duduk di sebelah letta.
Bima mendengar itu terkekeh pelan.” nanti kita beli oke. Emang Milo itu binatang apa hmm??” Tanya Bima pelan pada Letta.
Letta melebarkan mata memandang Bima dengan binar indah.” Benar yah... Milo itu anakan Macan...” gumamnya dengan menggemaskan.
Bima memandang letta sontak mendatar.” Macan tutul?” tanyanya mencoba memastikan.
Letta mengangguk.” Baby macan.. cantik banget, juga emak bapaknya harimau yang nyusuhin.. unikk kan.” gumam letta memegang legan Bima membujuk.,” beneran yah om beliin buat letta.” gumamnya mulai mengundes-undes lengan Bima.
Bima mendengar itu menahan kepala letta, letta menatap Bima mendongak.” Macan???? Binatang liar yang semalam kita dengar?” tanyanya kembali.
Letta mengangguk pelan.” No, kalo kamu mau binatang yah saya akan beli seperti burung, anjing. Hulldog pun saya beri, atau kamu mau wolfi?? Kucing?? Yang aman aman saja letta.” gumam Bima tegas.
Letta melepaskan tangan Bima kesal. Bima mengangah melihat Letta yang begitu saja melempar dirinya.” Nggak mau. Mau macan, sama monyet.” Gumam letta dengan pelan.
Bima mendengar itu mendelik.” Monyet itu punya rabies, kalo dia sedang kumat dan gigit kamu gimana?” Tanya Bima masih melembut dan membujuk letta.” kucing saja yah?” Tanya nya lagi.
Letta mendelik tak suka menggeser tubuhnya dari Bima.”nggak mau. Mau macan sama monyet..” jelas letta malas dan segera menjauh.
” Saya aja yang jadi monyetnya kalo gitu.” Jelas Bima kesal.
Letta melirik bima dengan lirikan mautnya.” Om ganteng mana mirip sama monyet. Xior tu mirip. Tapi letta mau monyet asli. Monyet yang suka makan pisang.” Jelas Letta tegas segera menjauh.
Bima memerah malu mendengar perkataannya Letta yang mengatakan dirinya ganteng. Yaampun letta jujur sekali dan Bima jadi malu kan..
__ADS_1
Sedangkan Jo memandang mereka gemas. Bima mengapa mau mau jadi monyet sih haha.
...----------------...
Acara merajuk letta tentu saja sampai malam. Bima sampai frustasi melihat letta tak mau bicara. Ia melirik letta yang makan udang dengan tenang.”Letta kamu kenapa gitu? Ngomong dong.” gumam Bima dengan memelas.
Letta membuang muka dan menyuapi mulutnya dengan udang. Bima tak paham definisi merajuk milik letta. benar benar menggemaskan.
Letta memegang dadanya yang terasa nyeri. Bima melihat itu mendekati Letta.,” loh Kamu ken--. "
“ stop jangan deket deket.” Jelas letta kesal.” Kecuali bawain Milo dan monyet sekarang.” Jelas Letta kesal segera menjauh dari ruang makan.
Bima melirik Xior yang makan dengan tenang.” Xior mengapa kau bawa pergi itu macan tutul, lihatlah jika sudah begini bagaimana?” gumam Bima kesal. Niat hati ingin pulang bermesraan dengan letta malah jadi aduh merajuk. Mana mintanya aneh.
Xior menghela nafas pelan.” macan itu cukup liar, dan anaknya tidak bisa dijamin menjadi jinak. Mau bagaimana pun jinak nya mereka, tetap saja mereka memiliki jiwa liar bisa membahayakan orang lain.” jelas Xior tenang.
Bima tak bisa menyalahkan Xior jika sudah begini, yang dikatakan Xior benar tapi jika begini apa obatnya? “ biarkan saja dulu, dia pasti akan bicara nanti, “ jelas Xior tenang.” Lagi pula tidak di beri macan dan monyet dia akan tetap hidup, tetap makan dan baik-baik saja kan.” Jelas Xior melirik piring letta yang bersih tanpa sisa. Bima mendengar Xior tak tau harus tertawa atau sedih, sialan memang Xior.
Letta memasuki kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, memegang dadanya yang terasa nyeri. Letta harus pergi ke dokter setelah ini.
Letta menghela nafas pelan, ini sangat sakit dan sesak. Letta ketahui dirinya memiliki sakit jantung ini..
“ permisi nona.” Letta melirik Jiya yang mengetuk pintu,.
” Masuk.” Jelas letta baru kita dan Fani masuk.
Keduanya masuk melirik letta tak berani. “ ini nona dari tuan Bima, kata tuan jangan merajuk kembali, minta lah hal yang tidak berbahaya, dia akan memberikan apapun itu.” Gumam mereka memberikan beberapa boks.
Letta segera duduk menerima boks boks itu, dengan senang membuka isi boks. Boks pertama berisikan HP dengan tiga kamer berwarna pink. Letta mencibir nya sebab ini manis loh warnanya.
Lalu boks ke dua berisikan laptop.. iya lihat merknya emang tak main main Bima ini.
“ wahh kerennya.” Gumam Fani dengan binar memandang hadiah hadiah letta. Letta melirik boks lain dan berbinar. Ada dua black card dan kartu tabungan dan juga kunci mobil. Huaa artinya ia diberi mobil dan bisa pergi pergi kan??? Letta memandang senang barang tersebut.
” Wah selamat nona mendapatkan banyak hadiah sangat cantik.” Jelas kita dan Fani heboh.
Letta tersenyum lebar.” Besok kita jalan jalan oke.” Jelas Letta dengan senang.
Tapi mereka malah terlihat sedih.” Maaf nona tapi kami tidak bisa pergi tampa izin tuan Xior.” Gumam mereka dengan pelan.
Letta mendengar itu berdehem pelan.” biar gue yang minta izin.” Jelas Letta dengan semangat.
“ tapi nona.. besok pemilihan gaun pernikahan.” Gumam Jiya kembali mengingatkan Letta.
Letta mengernyitkan dahi., menepuk pelan keningnya saat sadar.” Oh yah hehe.” Dirinya kan mau nikah., dirinya lupa lagi haduh letta jadinya kan yah, dan katanya stau minggu lagi dan dilakukan secara tertutup. Iya tertutup.
“ akhha gimana kalo kita bikin surat pranikah aja nggak sih?” gumam letta menyipitkan matanya. Tiba-tiba Letta merasakan sesuatu yang melintas di kepalanya. perjanjian pernikahan itu perlu!!
Jiya dan Fani menatap letta aneh.” Semacam perjanjian nikah, kalo mereka selingkuh atau kalo mereka melakukan sesuatu yang buruk gitu harta mereka harus jadi milik gue.” gumam Letta tersenyum lebar.
tiba-tiba Fani danJiya jadi setujuh.
__ADS_1