Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
hadiah untuk Nato


__ADS_3

...halooo... kenapa makin lama makin sepi aja nih? komen dan like dong....


.


.


” anjing otak gue..!!!” gumam Letta menggeleng pelan. Letta segera duduk di atas kloset dan menatap pias diriinya didepan kaca. “ aduh gimana yah. gue kok nggak mikir hubungan yang ada di hotel sih?” gumam letta melemah.


Letta selama ini hidup tidak pernah memikirkan hubungan romantis, atau bahkan HS tapi?


Letta menghela nafas dan tersenyum lebar.”nggak apa apa, yang penting nggak jebol, ayo semangat letta.. ayo keluar” gumam Letta hendak keluar, tapi kembali mundur dan mengusap wajahnya. Letta memilih mencuci mukanya pelan.” oke.. “ gumam letta segera keluar.


Sata keluar ia sudah mendapatkan Bima dengan air di gelas menatapnya khawatir.”aduh om rasanya mau huek hguek. Sakit perut letta., letta harus pulang deh kayaknya.” Ujar letta memegang perutnya nelangsa.


“ om panggil dokter aja dulu yah?” Tanya Bima mendekati Letta.


“ duh ng..”


“ duduk dulu, sini minum om kasih obat sakit perut yah, kamu mungkin magh itu,. ayo.” ujarnya membantu letta duduk di dekat ranjang.


Letta diam dan duduk memegang perutnya. Bima segera mengambil obat di dekat tas kerjanya.? " Om selalu bawa ini karena om punya magh. Sini mkan dulu.” Ujarnya segera memberikan letta obat.” Ini nggak pahit. Kamu tinggal kunyah aja.” Ujar Bima lagi.


Letta Tersenyum mengunyah tablet yang diberi bima. Bima mengusap pipi letta.” lain kali makan hati hati nggak boleh sembarangan, dan lagi jaga bola makan yah. kan jadi sakit.” ujar Bima prihatin. Boleh nggak sih letta berteriak kalo ia tidak sakit magh, tapi sakit jiwa.1!!


Lebih baik dari tadi. Letta dibiarkan tidur sampai sore, bangun dan mendapatan Bima sudah dengan baju santai. Letta menguap pelan menggaruk lehernya,. Tapi matanya melotot melihat seragamnya yang terbuka dua kancing. ********** terlihat yaampun apakah dia melewatkan sesuatu???


“ sudah banyun baby?” Tanya Bima di sebelah Letta.


Letta mengangguk pelan melihat Bima.” Ini kenapa kebuka yah om kalo boleh tau?” Tanya Letta sewot.


Bima terkekeh melihat wajah Letta yang sangat shok akan yang dirinya lihat. “ om Cuma mau lihat kembar.” Ujar Bima polos.

__ADS_1


“ OM. Bugh..” agh.


Bima kaget terjatuh di bnawah karena Letta menojok wajahnya keras. Letta bahkan shok dengan refleknya. Mengusap hidungnya yang terasa hangat dan kebas ternyata berdarah, Bima mengerjab linglung.” Saya bercanda Letta.” gumamnya dengan lirih.,


Letta mendengus pelan.” om jangan macem macem yah, saya masih kecil om.” Jelas Letta mengernyit tajam.


“ Demi Tuhan, tadi kamu sendiri yang buka, sedari kamu ke sini juga kan kamu buka itu dua kancing.” Jelas Bima lagi dengan blank.


Letta mengerjakan pelan mendengarnya


Menepuk dahinya baru ingat.” Oh iya emangs sengaja hehe.” Letta terkekeh pelan dengan ketololanya, menatap Bima yang mengusap darah di hidungnya kasihan. Mengeleng pelan Bima mengambilnya tysu.


" kuat juga kamu Letta. “ jelas Bima kesal.


Letta menggaruk tengkuknya yang tiak gatal.” Gimana yah om, om sih ngagetin, kan aku belum bangun beneran gitu. Masih setengah nyawanya.” Jelas Letta dengan memelas


Bima melirik Letta dengan kelam.”aduh letta mau pulang yh om udah jam segini nanti orang tua Letta khawatir lagi..” jelas Letta buru buru turun,


Bima menghela nafas pelan.” kado kamu jangan lupa dibawah.” Jelas Bima.


Bima mengangguk pelan, letta Tersenyum mendekati Bima letta mengecup pipi Bima pelan.” makasih yah Om.. bay bay.” Ujar letta.


Bima tentu menahan lengan Letta dan mencium bibir Letta, mengecupnya dan Mengusap dagu Letta.” iya... “ bisiknya.


Letta mengangguk tersenyum segera menjauh. Yah tak apalah, lagian ini hidup kedua, letta agak kaku dan tidak nyaman, tapi kok enak yah di cium???


“ kenapa mau nambah saya cium?” Tanya Bima.


Letta mengangguk tapi buru buru mengeleng segera mengambil tas dan kunci mobil.” Bay om..” ujar letta melambaikan tangan. Apakah Letta sudah mirip jadi sugar baby?.


Bima terkekeh pelan mengusap bibir bawahnya pelan.” masih tetap manis.” Gumamnya pelan.

__ADS_1


Letta melangkah riang memauski Lift, tapi tunggu.. tatapan letta yang tadinya penuh binar sekarang menjadi suram, kenapa ada anak ini di dalam lift?? Kalian tau Bara??? Iya dia di sini menatap Letta dingin apalagi pakaian Letta yang berantakan dan juga rambut yang sudah turun kucirannya.


Bara tersneyum miring.” Main sama omom yah?” tanyanya sata Letta memasuki lift.


Letta bahkan tidak melirik bara, menatap ke lain arahs embari bersiul dan menggoyangkan kakinya. Bara mendengus menatap tingkah Letta. samar bisa dirinya lihat penampilan Letta sangat buruk, kusut sana sini.


Tingg.... pintu terbuka dan Letta menatap Bara yang keluar , segera ikut keluar Letta dibelakang Bara. Bara berhenti dan letta ikut berhenti, melirik kebelakang Bara menatap letta dingin.” Hotel ini bukan buat berzina yah.” jelasnya dingin


Letta melirik Bara denggan tatapan tidak terima.” Sotoy loe. Minggir loe. “ jelas letta menerabas jalan. Bara mendengus melihat Letta yang menjauh. Bara menggeleng pelan.” anak zaman sekarang mainnya sama omom.” Gumamnya,


“ anak sekaramng anak sekarang loe anak anak.. anj dulu mimpi apa gue ngadopsi ini anak.” Guman Letta yang Letta tidak sadari didengari Bara. Bara melirik kebelakang lagi tapi letta sudah menjauh tidak terlihat lagi


mengerjab pelan bara mengusap telinganya pelan. ia tidak salah dengar kan???


Nato mengusap kepalanya pelan menatap hari sudah hampir malam.” Anj loe letta belum pulang jam segini.” Gumam Nato dingin, mengepalkan tangan hendak mengambil sepatu untuk mencari Letta. Tapi tidak jadi saat melihat mobil Letta sudah sampai di depan rumahnya,


Letta keluar dengan tenang membawa banyak barang dari Bima. Tapi Nato melihat itu semua mendengus tak suka. Letta melirik Nato yang berada di depan Tersenyum sinis.” Nihh sedekah dari gue.. “ ujarnya Letta melempar satu bok di depan Nato.


Sontak Nato menerima reflek.” Awas kalo nggak loe pakek.” Ujar Letta sinis segera masuk.


Nato mendengarnya ingin sekali memaki Letta. segera memasuki rumah juga mengikuti letta, ia tertegun nelihat letta yang menyobeki sepatunya dan menendangnya. “ loe ngapain sepatu gue setan..!!” teriak Nato.


Letta yang menaruh separuhnya di rak separu melirik nato.”nggak ngapa ngapain. Sepatu loe mangap minta makan, yah karena kasihan gue bunuh aja deh ketimbang kelaparan.” ujar letta terkekeh segera membawa barangnya ke kamar.


“letta anjing gue sekolah gimana. Itu sepatu gue satu satunya..!” teriak Nato menggema, tapi Letta tidak terlihat peduli, ia malah memasuki kamarnya dan menutup pintu keras. Nato mendekati sepatunya hampir menangis, sepatu yang bahkan sudah terpisa dengan telapaknya. Memang sudah lama tidak ganti sepatu.


Natpo mengusap air mata yang jatuh, membuka boks dari yang Letta berikan. Merk yang Nato sama sekali tidak pernah ia mimpikan terpampang nyata di depan boks. Matanya melebar menatap apa yang ada. Dengan cepat membuka boks nya ia mengusap matanya pelan. “ sepatu Jordan.” Gumamnya kagum, hendak menyentuh tapi tidak jadi.” Tapikan ini dari letta. nggak lah.” Gumam Nato dengan pelan.


Meneguk Saliva kering Nato membuka boks yang satu lagi. sama halnya sepatu jordan warna putih dengan corak biru di beberapa sisi. Tangan Nato sangat gatal hendak menyentuhnya,. Bahkan pelan ia memegangnya. Hati Nato berjengit girang tapi di tahan. “ Keren banget.” Gumamnya kagum.” Tapi dari Letta.” gumamnya lirih menjauhkan sepatu itu dari tangannya.


Nato pelan pelan mencoba sepatu dari letta, takut akan rusak ia mengusapnya pelan.” pas banget dari mana Letta tau ukuran sepatu gue??? ini ngak mungkinkan punya dia secara kaki dia aja ukuran 39.” Gumamnya pelan menatap ukuran sepatunya yang 43. Memang besar karena dirinya tinggi.

__ADS_1


Mengusap pelan sepatu Jordan impiannya, Tersenyum tipis melirik kamar Letta.” kali ini gue terima yah karena loe rusakin sepatu gue. awas aja lain kali gue rusakin juga sepatu loe..!!!” teriak Nato agar Letta mendengarnya, Tersenyum riang memeluk sepatu miliknya sembari memasuki kamar.


Letta di sela kamar melihatnya terkekeh pelan.”nggak sia sia gue di cium sama Bima kalo gini.” Gumamnya senang, tadi memang ia sempat mampir ke tokoh sepatu untuk mmbeli Nato sepatu baru. Melihat Nato sangat senang entah mengapa getaran bahagia sangat kentara di hati letta.


__ADS_2