Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
di usir


__ADS_3

menuju ending yah ges. intinya semua bakal beres, jangan ada yang belum selesai di antara kita!!! awokawoks.


.


.


.


Sampai di gedung besar. Zaxi yang berada dilengan kanan Letta menggandeng letta, Letta menggandeng dia dengan erat. bukan apa apa. Letta bisa saja datang sendiri tapikan tidak asik sekali datang ke pesta sendirian, pasti akan membuat banyak orang memandangnya penasaran.


Di sebelah kananya juga ada Bara yang berdiri coll menggunakan kemeja navi juga, sama dengan milik Zaxi. Mereka kompak seperti kakak beradik semua. Zaxi paling tua, Bara lalu letta paling bungsu.


Padahal ini sama sekali tidak di rencanakan oleh Letta.


“ gillaaa.. keren banget, pasti banyak banget yang dia undang.” Gumam Bara kagum melihat interior mewah di hotel yang diselenggarakan pernikahan. Letta mengangguk masih berjalan menuju gedung inti. Saat masuk ia sudah di sambut dengan banyak orang.


Tapi ini tidak terlalu ramai, hanya mengundang orang terdekat. Kerabat investor dan sahabat.. kisaran dua ratus orang bisa jadi. Terkesan mewah dan juga bertema merah sebab mawar merah dimana mana disini.


“ wah..” gumam Letta kagum menatapnya. ada mawar putih juga. Dimana mana kelopak mawar berserakan membuat ruangan sangat harum.


Kedatangan Letta dan zaxi, Bara menghasilkan tatapan orang kepada mereka. Letta tersneyyum percaya diri segera memberikan undangannya pada penjaga. Mereka di arahkan menuju ke kursi kosong yang berada di sudut paling ujung didepan dekat pelaminan. Letta dan yang mereka segera duduk.


“ dokter tanti..” panggil Komala pura-pura cadel


Letta melebarlan mata sadar Komala. Letta terkekeh melambaikan tangan, duduk di meja yang di sediakan. Komala ikut tersenyum lebar.” Calon mantu kita cantik banget yah.” gumamnya.” Ibu..” gumam Putra pada Komala.


" Nanti jadi yah??!" Komala menatap Putra menggoda membuat Putra mengulum senyum. Juya tinggal bersama Alleta dan mereka pergi ke sini sebentar untuk hadir.


Tatapan Letta terarah ke depan, tepat saat Zeyn juga menatap dirinya.


Letta melambaikan tangan membuat Zeyn tersneyyum tipis. Gina melambaikan tangan menatap letta. melirik zeyn yang terlihat tak mengalihkan pandangan dari Letta agak suram.” Kamu masih suka sama dia?” tanyanya dengan serak


Zeyn melirik Gina dan mengangguk pelan. Gina meremas gaun putih miliknya.., tak bisa ia pungkiri hatinya sakit.” terus kenapa nikah sama aku?” Tanya Gina lirih.


“ karena aku mau kamu.” Bisik zeyn. gina menjadi mereda menatap zeyn lagi dengan pandangan penasaran.


“ panas.. ini gue bawain kipas mini,” jelas Bara memberikan pada Letta.


Letta tersneyyum mengangguk menggunakan kipas mini.” Kayaknya ac nya nggak terlalu nyala. “ jelas Letta melirik sekelilingnya.


'' Kayaknya sih.” jelasnya Zaxi.


“ letta.” panggil Bima melambaikan tangan.


Letta tersneyyum lebar segera cipika cipiki pada Bima, pada Calisa juga. Brayen dan tama hendak cipika cilkpiki tapi sudah di titip tangan oleh Zaxi dan bara menarik letta.


mereka berdua melotot pada Letta dan Zaxi. letta terkekeh pelan.” kenalin ini kakak gue Zaxi namanya. Ini Bara... dia..”

__ADS_1


“ anaknya.. anak angkatnya dia.” Jelas Bara jelas karena Letta tak ingin mengakui dirinya anak ia saja yang mengakui sendiri.


Letta melotot pada Bara.” Wahhh selera anak kamu beda yah letta. langsung yang gede.” Gumam bina terkekeh.


”nggak. gue di angkat pas masih umur lima tahun, sekarang udah gede.” Jelas bara mendengus. Bima mendengarnya itu kaget.


Letta terkekeh pelan.” dia emang nyebelin. Maklum aja.” Jelas Letta pelan, melirik anaknya Bima dan calisa yang sangat gemuk letta menjadi tersenyum lebar.” Haloooo Lala..” bisik letta.


Zaxi melirik Letta terganggu saat Brayen dan Tama menatap Letta berbinar. Zaxi tidak suka Letta ditatap lapar oleh laki laki bajingan di sini.


Pesta berjalan dengan lancer. Letta bisa bertemu dengan orang orang yang sudah lama tdiak bertemu dengan dirinya. Di mulai dari Renja, brayen. Fahmi. Sebab mereka teman Fajar pastilah mereka di undang ke acara ini.


Lalu ia juga bertemu dengan sunja dan Xior. Letta melihat ada Xior mendelik sinis.


Bagaimana pula laki laki itu menggandeng sunja yang menggunakan gaun yang cantik. Pantas saja tidak pernah terlihat, dia dengan perempuan yang ia cintai, letta juga bertemu dengan Bima dan satu keluarga. Tertawa bersama sampai pada letta harus memberikan selamat pada Zeyn.


“ bareng aja.” Jelas letta pada bara.


Bara mengangguk pelan bersama letta menaiki panggung. Dimana zaxi? Rupanya dia dan Bima rekan kerja, pastilah mereka harus berbincang banyak sehingga mereka mengobrol banyak.


Letta di depan zeyn yang menatap dirinya dalma tersenyum lebar, Letta melebarkan tangannya memeluk zeyn penuh kehangatan.


Zeyn diam memejamkan matanya dipelukan letta, menepuk pundak Zeyn dipelukannya Letta terkekeh pelan, hendak melepaskannya tapi Zeyn memeuk pinggang letta erat.


“ selamat yah.. selamat menempuh hidup baru..” bisik Letta ditelinga Zeyn lirih.


Zeyn melepaskan letta berat hati. Menepuk pelan lengan Zeyn Letta berkata.” Kamu sangat baik dan keras... aku harap bisa menjadi suami yang baik dan menyayangi keluarga oke?” Tanya letta.


Zeyn tersenyum tipis mendengar hal itu. Letta melirik Gina yang menatap letta keruh. Melihat itu letta tersenyum.” Tidak usah takut, aku tidak akan merebut Zeyn darimu.. aku hanya memberi selamat untuk kalian.. selamat yah.” jelas Letta tulus.


jika diingat-ingat Zeyn sudah sangat banyak berkorban untuknya, menyelusuri hutan,hampir di sruduk babi, lalu tersesat sampai membunuh orang.


tapi yang namanya jodoh tidak ada yang tau. Letta dan Zeyn tetap saja tidak berjodoh. jika ingat itu Aletta rasanya kasihan pada Zeyn.


Gina mengangguk pelan, meskipun berat ia memeluk letta juga. Letta dipelukan Gina hendak melepaskannya tapi Gina berbisik lirih.” Jauhkan Zeyn, jangan pernah ketemu sama dia lagi.. aku mohon yah, soalnya aku dan Zeyn udah menikah, jangan beri luang buat dia masih simpan rasa sama kamu.” Bisiknya pelan,.


Letta mendengar itu linglung.” Aku nggak tau kalo Zeyn ngundang kamu dipernikahan ini. tapi kamu wanita baik pasti tau maksud aku. Aku harap kamu mengerti perasaanku letta. Pergi Letta jangan rusak acara pernikahan kami” bisiknya lagi lalu melepaskan pelukan dari letta sesak.


Letta di sana melunturkan senyumnya, menatap Gina dengan pandnagan luka. Gina disana menatap Letta tak enak.


persoalan acara dan juga hati. Gina lebih enggan acaranya rusak padahal ini acara bahagia miliknya. Biar Letta saja yang pergi dan ia bisa menikmati acaranya sendiri.


” Pulang lah..” gumam Gina kembali.


Letta merasa dirinya di usir menatap Gina keruh. Dirinya di usir?? Dirinya tak diharapkan??? Letta melirik Zeyn yang menatap dirinya dalam diam..


memaksa tersenyum tipis letta mengangguk.,” oke... selamat.” Jelas Letta lagi tulus segera turun dari sana.

__ADS_1


Gina menghela nafas pelan, berat hati ia katakan, sebab hari acara baiknya tak ingin suasana hatinya buruk karena keberadaan letta, ditambah Letta yang mencuri banyak perhatian orang lain dari pada dirinya yang menikah saat ini. melirik Zeyn yang menatap Letta menjauh dalam, punggung belakang letta terlihat dengan rambut di sanggul membuat kesan seksinya sangat nyata.


Apalagi tubuh letta yang ditinggi sangat cocok dengan dres yang diua miliki, paduan anting kupu-kupu.” Bisa berhenti buat natap dia? Zeyn aku istri kamu loh.” Tanya Gina pada zeyn terluka. Zeyn segera membuang muka.,


Letta segera mendekati Zaxi dengan wajah datarnya..” kita pulang yuk.” Bisik Letta.


Zaxi mendengar itu melirik letta khawatir.” Kok Pulang? belum selesai acaranya dan kita juga belum makan. Kamu baik baik aja kan? Apa ada yang sakit? bilang sama kakak ada yang sakit?” Tanya Zaxi khawatir pada Letta.


Letta mengeleng pelan.” tiba tiba aku pengen istirahat aja kak..” jelas Letta.


” letta kamu baik baik aja kan?” Tanya Calisa khawatir melihat wajah Letta yang murung.


Letta mengangguk pelan disana.” Yaudah kita pulang aja yuk..” jelas Zaxi.


Melirik Bima dan keluarga mereka mundur.” Kita pulang duluan yah.. lain kali kita akan berjumpa lagi.” jelas Zaxi sopan.


“ iya.. hati-hati, jika ada apa dan butuh bantuan hubungi kami.” Jelas Bima melambaikan tyangannya pada Zaxi dan letta. Bara di belakang Letta juga bingung, entah sejak sudah memeluk Gina tadi dia menjadi begitu keruh, apa alasannya Bara tidak tau.. ia melirik lagi dipanggung di sana Zeyn dan Gina menatap kepergian mereka.. mendengus mereka segera pergi.


“ loh letta kenapa pulang duluan?” Tanya Tama melihat Letta yang pergi keluar gedung.


Bima menggeleng pelan menatap sang anak.” Katanya mau istirahat.” Jelas Bima. Tama mengangguk ragu, ia menatap Letta menjauh menggeleng pelan kembali bicara pada teman temannya.


Letta menatap jalanan yang sudah lengganh karena jam sudah menunjukan pukul 9 malam, mengingat kata kata Gina Letta sadar, ia sudah banyak menyakiti hati laki laki. Tapi apakah dirinya egois??? Menerima zeyn hanya akan menambahkan masakah pada Zeyn.


Pernikahan adalah komponen keinginan memiliki keturunan, dan Letta tidak menjanjikan bisa memberikan hal itu, ada laki laki yang bisa menerima dirinya begitu tulus.


“ letta??” gumam Bara pada Letta tapi tak di gubris.


Zaxi menatap Letta cemas tapi ia tak bicara apapun, ia hanya mengusap pelan dan menggenggam tangan letta. letta memejamkan matanya. Letta tak apa jika tak punya anak, bahkan letta tak pernah berharap sesuatu yang ahidr dan merasakan sakit seperti yang dirinya rasakan. Tapi apakah sejalan dengan yang mereka pikirkan??


tentu saja akan ada keluarga yang menentang.


Sampai mendapatkan telepon Letta melihat telepon dari siapa. Rumah sakit kembali, letta mendengar itu menghela pelan.


"putar ke rumah sakit dulu yah. Soalnya ada yang harus di urus.” Jelas letta pada zaxi


“ kamu perasaan sibuk terus, memang disana ngak ada dokter selain kami?” Tanya zadi marah. Marah kenapa adiknya sangatlah sibuk?


Letta menggeleng pelan menyenderkan kepalanya di kaca mobil.” Nggak, soalnya di sana dokternya kebanyakan nggak becus. Tunggu sampai dua hari, laporan kami udah di gugat dan sebentar lagi akan diproses.” Jelas Letta serius.


Zaxi mengangguk pelan.” sampaikan bahunya di lampirkan jas. Letta melirik bara di belakangnya..” dingin, pakek ini aja.” Jelasnya.


Letta mengangguk dan tersenyum tipis. Bahagia bersama orang orang. Letta bersyukur hidupnya sejauh ini sangat baik. menemukan orang orang yang mencintainya.


Sampai di rumah sakit Letta segera turun dengan jas miliknya. Ke ruangan UGD, tapi di sana kosong, smeuanya kosong membuat letta menaiki alisnya, menatap sekeliling Letta mentap lagi kearah tempat duduk suster yang juga kosong. disana terlihat ada tanda panah ke belakang rumah sakit.


Letta segera menjauh dari pergi ke belakang rumah sakit dimana taman untuk para pasien. Memasuki taman.. Letta kaget melihat taman yang sudah di sulap dengan dekorasi yang indah.

__ADS_1


__ADS_2