Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Putus hubungan


__ADS_3

"gue nggak segan sama loe ataupun siapapun yang buat gue nggak nyaman.” Ujarnya dingin penuh penekanan kuat. pertanda dirinya tidak ingin di ganggu


.


Belum sempat Sunja menjawab bahunya sudah didorong tegas oleh Zeyn, Zeyn menatapnya tajam Sunja terdiam melihatnya.” Jangan ganggu cewe gue.” bisik Zeyn dingin. Sunja takut segera menjauhi Letta yang masih makan dengan tenang.


Zeyn melirik Letta kelewat tenang menguap pipi Letta lembut dan membuat wajah Alletta mendongak, wajah mereka bertemu dan Zeyn tersenyum tipis.” Kalo ada yang gangguin loe, bilang sama gue.” Tegasnya.


Letta tersebut evil.” Emang loe bisa apa?” busik Letta membalas.


“ gue bisa bikin mereka hilang.” Bisik Zyen kembali dengan jelas,


Letta mengangguk tenang mendengarnya, memegang tangan Zeyn di pipinya.,” oke...” bisiknya.


Zeyn tersenyum miring dan mengecup pelan pipi Letta. Letta membuang muka pelan. Zeyn mendapat penolakan hanya bisa menahan emosi yang menggebu-gebu di dadanya. Untung nya masih di keramaian.


Acara begitu meriah di adakan, mulai dari memotong kue, bernyanyi bersama, sampai pada dansa bersama. Letta disana memijit pelipisnya yang terasa pening,


Melihat Letta yang terlihat lelah. Zeyn segera berbisik:” kita pulang.” tegasnya.


Letta berdehem segera berdiri dan pulang bersama Zeyn. Tapi tunggu Letta mendapatkan orang yang dirinya kenal di kehidupan ini, menyipitkan matanya. Carmon, dia datang dengan kaki yang cacat. Carmon di sana tak sengaja mendapat pandangan letta, segera Letta buang dan pergi dari acara


Carmon menyipitkan mata melihat itu, tak mau ambil pusing dia segera masuk kembali.


Di dalam mobil Letta menghela nafas pelan.” Mau makan di restoran?” Tanya Zeyn pelan.


letta menggeleng.” mau makan nasi.. “ gumamnya tegas.


Zeyn mengangguk tegas, membawa Letta ke rumah makan sederhana tapi harganya tidak sederhana. Wajah Letta berseri melihat hal itu, masuk ke dalam bersama Zeyn., di sini cukup ramai.


Air liur letta seperti menetes melihat banyak nya makanan di atas meja di sajikan. Mengambil nasi dengan cepat dan cukup banyak., Letta mengambil sayur dendeng daging dan sambal ijo, daun ubi rebus dan dadar telur.


Zeyn melihat porsi makan Letta yang tak elit mengerjab kaget.” Laper banget, di sana orang nggak ada makan nasi. Jaim kalo makan banyak sendiri .” Gumam Letta jujur pada Zeyn.


Zeyn mendengar hal itu terkekeh pelan, mengambil nasi dan ayam pop biasa.” Jadi kamu di sana cukup tertekan? Mengapa tidak makan saja? Jangan pedulikan orang lain.” jelas Zeyn tegas kepada letta yang masih memikirkan pandangan orang lain.


Letta menggeleng pelan menelan makannya dmengan cepat.” jika aku pergi sendiri itu bisa terjadi, tapi aku pergi bersama kamu, jika aku melajukan kesalahan pasti kau juga akan terkena imbasnya. Aku tidak mau mempermalukan kamu..” Jelas Letta berseru menggeleng.


Zeyn menggeleng mendengar hal itu, rasa hangat dan senang menjadi satu,


mengambil kerupuk kulit yang di siram dengan kuah rempah.” Mau ini? ini enak?” Tanya Zeyn.


Letta mengangguk segera menerimanya dan makan dengan lahap. Zeyn menggeleng melihat tingkah letta.” kau tak mau coba lopster rebusnya? Ini segar.” Jelas Zeyn.


Letta mengangguk kembali dan mengambil yang Zeyn berikan, “ mau udang?” Tanya Zeyn kembali.

__ADS_1


Letta mengangguk dan kembali mengambilnya. “ wah perutnya akan meledak nanti.” Gumam Zeyn membuat Letta terkekeh di sana.


" Apa kau sudah satu bulan tidak makan?" Tanya Zeyn mengejek.


Makan dengan lahap letta melirik Zeyn kesal.” Aku belum makan sejak siang. Lapar sekali.” Bisiknya memakan udang sekali suapan.


Zeyn terkbahak melihat wajah letta yang seperti marmut, Letta yang ditertawakan berhenti mengunyah, mengerjab memandang Zeyn aneh bersama mulutnya yang penuh.,


” kau lucu sekali, seperti b4bi.” Gumamnya Zeyn terkekeh mengusap kepala Letta lembut.


wajah letta berubah masam, menyipitkan mata memandang Zeyn.”Jika begitu, kau seperti badak.” Tegasnya dan kembali makan.


Zeyn terkekeh mengambil tuysu untuk mengusap pipi Letta yang belepotan.


Letta menepisnya dan mengambil tysu sendiri mengusap pipinya sendiri cepat, melirik Zeyn malas Zeyn hanya terkekeh melihat wajah letta yang begitu menggemaskan. “ ayo makan.” Tegas letta.


Zeyn menggeleng pelan dibuatnya. Segera makan kembali sembari melihat cara makan letta yang sangat banyak. Nasinya sedikit tapi hampir semua sayur ia buka dan ia makan. Di kepala Letta sudah tersusun untuk membawa semua makanan ini untuk pulang, karena itu ia coba semua agar nanti bisa di bungkus.


“ semuanya enak, tapi aku tidak habis. Bisakah di bawa pulang saja untuk ku makan lagi?” Tanya Letta serius pada Zeyn.


Zeyn mendengarnya mengangguk.” Beli saja yang baru.” Tegasnya.


Letta tersenyum tipis.” Banyak banyak?” Tanya Letta kembali memelas.


Zeyn melihat hal itu menaikan satu alisnya.” Kau sedikit mencurigakan. Tapi boleh.” Jelasnya.


....


Di sisi lain Brayen memandang kamarnya sunyi, ingat pada kejadian sebelumnya, dimana dirinya dihajar oleh sekelompok orang dan hampir mati karena di bacok. Andai saja Letta tidak tepat wkatu membantu dirinya, sudah pasti dirinya mati. Brayen menghela nafas pelan memegang dadanya yang terasa sakit.


” letta.” gumamnya sedih. “ harusnya loe nggak usah nolongin gue, “ bisiknya sendu..


“ Brayen?” gumam Bima memasuki kamar anaknya.


Brayen melirik ayahnya masuk menaiki alis bertanya. “ kata pelayan kau pulang dengan terluka. Apa lagi yang kau lakukan pada Letta sampai membuat dia murkah padamu?” Tanya Bima dingin dan tegas.


Sebab beberapa hari dan beberapa kali Brayen pulang dengan keadaan buruk karena Letta menghajar Brayen. Bima tidak memarahi Letta sebab dia juga tau jika semua itu salah bima. Andai bima tidak berprilaku buruk pada Letta, pasti letta tidak akan berprilaku buruk pada Brayen.


Brayen mendengar ucapan ayahnya, Brayen mengepalkan tangan dalam.” Dia terus yang kau perhatikan. Aku anakmu bukan dia.” Teriak Brayen kuat ditengah lukanya.


Bima mendengar itu mendekati anaknya dan menarik kera baju Brayen.” Sejak kapan kamu seberani ini Brayen???? Aku memarahimu bukan karena membela dia tapi karena kau salah. Kau yang salah, Letta sama sekali tidak ada hubungannya pada perceraian anda aku dan mama mu..” Teriak Bima pada Brayen kuat.


Brayen menatap ayahnya kesal, menarik tangan Bima yang menarik kera bajunya. Tapi tangannya begitu sakit membuatnya meringis. Bima melihat anaknya kesakitan melepaskan tangannya pada kera milik Brayen.” Kau menyalahkan ku selalu karena kematian ibumu. Kau tau ibumu hidup bahagia bersama selingkuhannya.” Teriak Bima frustasi.


“ Bohong. Semua salah papa. Papa selingkuh dengan Letta., papa perusak kebahagiaan brayen.,” suara Brayen keras dan serak meneriaki Bima sampai sampai tak lagi terdengar.

__ADS_1


" Kau tak tau apa apa!!"


" Aku tau semuanya, karena itu aku membencimu!! pergi lah kau Ke neraka saja!!" teriak Brayen kuat.


Bima mendengarnya mengangguk pelan meski hatinya terbakar amarah dan kesedihan” bahkan sampai kau mati kau tak akan mendengar apa yang aku katakan. Baik brayen, pikir hidupmu sendiri. Aku tidak akan mencampuri atau bahkan peduli.” Jelas a Bima tegas


Melirik brayen yang terunyah Bima kembali menekan kata katanya.” Jangan panggil aku ayah.. aku sudah tidak lagi peduli padamu atau kakakmu. Aku sudah tidak peduli kepada kalian.” Tekan Bima di hadapan Brayen dan segera menjauh.


Brayen mendengar emosian ayahnya yang meluap memandang pintu nanar. ini pertama kali Bima memarahi dirinya begitu besar. Tidak pernah ayahnya melontarkan kata kata putus hubungan begini. Apa dirinya yang kelewatan???


Bima keluar dari kamar anaknya, memasuki kamarnya dan memauski barang barang di dalam koper,. Tama kebetulan lewat melihat hal itu hanya menaiki alisnya dan memasuki kamar ayahnya.” Mau kemana kau?” Tanya Tama dingin.


” Bukan urusan kalian. Sekarang urus urusan kalian masing masing,.” Tegas Bima kepada anak anaknya dingin.


Tama terkekeh pelan mendengar hal itu.” mengapa tidak dari dulu saja kau pergi atau mati? Kami juga sudah muak melihat mu yang sangat buruk.” Bisiknya menggeleng segera menjauhi kamar sang ayah.


Bima mendengar hal itu menghentikan tangannya yang memasukan baju ke dalam koper.” Yah tidak usak kalian panggil aku ayah lagi, tidak usah kalian sebut aku ayah atau bahkan meminta apapun dariku.” Tegas Bima kuat segera menendang kuat kopernya dan mengambil kunci mobilnya.


Bnima segera menjauh dan melewati Tama yang terdiam melihat hal itu, ia meneguk Saliva kering melihat Bima yang keluar dna mendekati pelayan rumah.” Siapkan semua barang barang ku, dan panggil penjaga itu membawa semua fasilitas di rumah ini ke rumah huni baru milikku, termasuk mobil, laptop anak anak.” Tegasnya dingin segera pergi dari rumah huni meninggalkan pelayan yang masih banyak pertanyaan


Tama mendengar hal itu kaget, melihat Bima yang menjauh mengepalkan tangan.” Sialan.” Gumam tama dingin. Segera menuju kamarnya untuk melihat saldo rekeningnya berapa, sebab sudah seminggu ini Bima tidak mengirim uang lagi pada dirinya dan Brayen karena kasus letta yang mengadu kepadanya. dan seminggu ini dia hanya mengandalkan uang tabungan atau sisa uang sebelumnya.


Menghela nafas pelan Tama melihat sisa uang hanya satu juta rupiah, meremas pelan hpnya. Tama ingin membanting HPnya, sial sial. Jika begini apa yang harus dirinya lakukan??? Ini semua pasti karena hasutan perempuan itu.


....


Bima di dalam mobil mencari nonor Letta tenang, teleppon perama tidak menyahut, telepon kedua tak menyahut hingga keempat baru menyahut.


” Halooo Om.” Gumam Letta pelan dari seberang, terdengar sedang menyetir mobil.


Bima yang emosinya meluap menenangkan diri.” Bisa menemaniku baby???? Om butuh teman sekarang.” Bisik Bima lirih.


Letta yang sedang di dalma mobil ingin pulang terdiam sejenak, dirinya baru mau pulang jam 10 ini dari pesta, jika bertemu lagi nanti ia pulang jam berapa.


Bima yang tak mendapatkan sautan baik kembali bicara.” Om butuh banget kamu. Kamu satu satunya sandaran om. Om nggak punya siapa siapa lagi, apa om mati aja?” Tanya Bima berbisik.


“ he jangan om. Kalo om mati siap ayang bayar kuliah letta?” Tanya Letta buru buru.


Bima mendengar hal itu mengerjab pelan. letta menepuk pelan bibirnya.” Maksudnya bunuh diri itu dosa om. Emang om lagi dimana sekarang?” Tanya Letta tenang pada Bima. Mencoba memahami bima.


Bima tersenyum tipis.” Om lagi di apartemen,. Kamu ke sini yah nanti om kirim alamatnya.” Jelas Bima.


Letta mengangguk segera.” Letta segera kesana, tapi ingat om nggak boleh mati., kalo Om mati letta nggak bisa hidup hedon lagi.” jelas Letta dibuat sedih.


Bima terkekeh ditengah rasa emosi dan sedihnya.” Kamu bisa saja.” Bisiknya.

__ADS_1


” Letta beneran om.” Gumam Letta menekan. Bima tak tau harus bertambah sedih atau tertawa. Letta sialan.,


__ADS_2