Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
sejak kapan?


__ADS_3

.


.


.


udah gess.. Letta nggak terluka again awokawok..... Lebaran nggak jadi besok aja minal Aidin kita haha.


.


.


Huam... Letta menguap pelan pagi ini, sebab bangun di tempat dingin, melirik tubuhnya yang ditutup oleh baju tentara,


Letta melirik nama atas baju tersebut. Tersneyum tipis sebab baju itu atas nama Putra, hah siapapun menjadi istri Putra pasti sangat beruntung.


Letta segera hendak turun dari kasurnya.” Stop.” Letta menoleh melihat siapa yang menyetop dirinya, melihat ada Reno letta tersenyum tipis.” Oh haik Reno??? Ada di sini juga?” Tanya Letta pelan pada Reno. Reno ini teman Putra kan?


Reno terkekeh mengusap kepala letta pelan.” eh gundull haha.” Gumam nya tertawa.


Letta memandang Reno lempeng karena dikatakan gundul.” Mangkanya jangan bandel,. Di suruh jaga lukanya biar cepet sembuh eh malah luka mulu, gundul kan loe.” Jelasnya Reno mengejek letta.


Letta mendengus mendengar Reno bicara. “ Oh iya Putra kemana?” Tanya Letta melihat sekeliling.


Reno mendengar itu mencibir letta malas.” Jangan cari yang nggak ada, cari gue aja soalnya gue ada di sini.” Jelasnya dengan pelan. " Kebiasaan deh yang ada nggak di pandang.!" Gumamnya malas.


“ yah kalo ada ngapain di cari? Justru yang nggak ada yang di cari?” jelas letta kesal. Kalo sudah di depan mata apa lagi yang di cari? nggak usah di cari kan jadinya!!!


” Salah.” Jelas Remno membantah ucapan Letta, Letta menaikkan satu alis memandang reno. “ karena special, coba nggak special atau suatu hal penting dia nggak mungkin di cari, contohnya bidan. Loe nggak nyari bidan kalo nggak sakit atau butuh obat yang artinya dia nggak penting atau special kan?” Tanya Reno kembali tersenyum lebar.


Letta mendengar itu menghela nafas pelan.” yaudah sih kalo gitu. Gue Cuma nanya doang.” Jelas letta kesal." Nggak sudah di jawab. terserah dimana Putra..!" Gumamnya kembali membuat Reno tergelak pelan. Letta sangat lucu dimatanya.


” Disini dimana air? Gue gerah banget mau mandi.” Jelas Letta kepada Reno malas.


” Nggak mau nanya dimana Putra lagi?” goda Reno pada Letta.


“nggak.” Ketus Letta.


Reno terbahak mendengarnya mencubit pelan pipi letta, nyaris di elus.” Ucul banget sih.” gumamnya.


Letta menepis tangan reno kesal.” Di sini jauh air nya Letta, jauh dari sungai atau mata air, dan Putra ngambil air buat loe. Loe tunggu aja bentar lagi.” jelas Reno tenang. Mata Letta melotot membuat ia sedikit takut.


Letta mendengar itu menatap Reno dengan pandangan tak percaya.” Beneran. “ jelas Reno meyakinkan letta.


” kita sekarang emang lagi sembunyi, kita sedang ada yang harus di urus Letta. Putra itu Komandan, dia memang punya banyak tugas dan nyempetin waktu buat ngambil air buat loe.” Jelas Reno tegas. Letta mendengar itu berdehem pelan, apa benar??

__ADS_1


Di sisi lain Putra menghela nafas pelan sampai di sungai, memang sebab sungai ini harus di lalui cukup jauh, daerah ini daerah begunungan yang artinya harus naik turun tebing, dan ia sudah membawa dua bakul awal air dan sekarang mengambil satu bakul lagi.


Ingin menyuruh anggota, angota terbatas, beberapa harus menjaga dan harus berpencar untuk mencari mafia dan mengikat mereka. “ Putra?” Tanya jasmine menatap Putra kaget saat pagi pagi sudah ada di sini membawa air. Aneh sekali biasnaya bukan Putra mengambil air jebutuhan tapi anggota atau juniornya.


Putra melirik jasmine bersama satu orang lagi dokter perempuan bernama Gina, perempuan cukup pendek dan juga tinggi timpang itu memandang dirinya. Putra menghela nafas pelan.” loh komandan ngapain ambil air?” Tanya Gina menatap Putra kaget. Mereka itu dokter militer, dan memang ada dua anggota dokter dan dua perawat hanya saja mereka ada di posko utama, sedangkan Putra di posko pencar sedang bersembunyi, mereka beda tempat.


“ Bukan utusan kalian.” Jelas Putra dingin, gina menatap Putra malas sedangkan jasmine hanya diam melirik Putra yang mengambil air.


” Kita udah mandi, boleh bareng?” Tanya Jasmin kepada Putra pelan. berharap bisa bersama di situasi itu cukup besar


Putra hanya berdehem pelan, mulai membawa air untuk ke darat, mereka melihat putra yang dengan kuat membawa air dengan baju hitam lengan pendek menampilkan otot kekarnya hampir meneteskan liur, ini cukup membuat mereka sulit untuk menahan diri.


Lima belas menit sampai diposko putra mendapatkan keringat di tubuhnya, bahkan bajunya basah karena tertumpa air yang ia bawa menggunakan bahu. Jasmine dan Gina melihat Putra begitu seksi meneguk saliva kering.


Putra tersenyum menaruh air di bak yang di dekat sudah ia isi sebelumnya.” Hmm airnya kami buat masak kan??” Tanya jasmine tersenyum tipis.” Kami memang sedikit kekurangan air.” Jelas Jasmine mendekati air yang Putra siapkan.


Putra menepis tangan jasmine. Jasmine menoleh pada Putra dengan kening mengerut. “ ini air untuk letta mandi, kau bisa ambil air sendiri atau suruh yang lain.” jelas Putra datar. Segera menatap ke arah tenda mereka.” Kalian ada baju perlengkapan perempuan kan?” Tanya Putra..


Jasmine mengangguk pelan menatap Putra.” Tolong beri 2 kostum atau 1, untuk Letta dia tidak memiliki perlengkapan perempuan, “ jelas Putra pelan.


Jasmine mendengar itu terdiam polos memandnag putra.” Keberatan?” Tanya Putra kepada Jasmine dingin.


Jasmin menggeleng pelan dan tersenyum.” Akan aku siapkan. Kau tunggu di sini atau aku akan mengantarnya ke kamar letta.” jelas Jasmin tenang.


Gina menepuk pelan pundak jasmine, jasmine menoleh memandang Gina yang menepuk pundaknya kesal.” Kenapa kau kasih sih?? lagian kan baju kita di sini juga minim, kau pasti sakit hati.” Jelas Gina kesal melirik Putra.” Dasar manusia jahat, nggak peka lagi.” jelas Gina kesal.


Jasmine menyentuh lengan Gina pelan dan menggeleng.” nggak kok. aku Cuma ingin beri baju buat letta, itu kan memang tugas kita sebagai pelayanan masyarakat.” jelas jasmine.


Gina melirik jasmine kesal.” Terus aja baik, sampek loe mati karena cinta. “ jelas Gina kesal. Jasmine menggigit bibir bawah meremas ujung bajunya. Siapa yang tak melihat mata nya berkaca kaca?


Putra memasuki tenda nya menatap ada Letta dan Renno yang terlihat asik mengobrol, lettya menoleh melihat Putra memasuki tenda dengan keadaan basah menampilkan lengan nya terlihat dan sispex terbalut baju hitam., sialnya itu sangat seksi.


“ udah??” Tanya Reno pada Putra.


Putra berdehem mendekati letta.” kau harus mandi, ayo aku bantu.” Jelas Putra pelan.


” tapi gue nggak ada baju.” Jelas Letta kepada nya pelan.


Putra mendengar itu tersenyum tipis.” Tadi udah minjem sama jasmine, bentar lagi di anter kok. kamu mandi dulu aja.” Jelas Putra.


Letta berdehem pelan.” ingat lukanya jangan sampai kena yah.” tegas Putra berlanjut.


Letta mengangguk pelan mendnegar itu.” ay ay captain..” gumam letta senang. Putra menggeleng pelan mendekati Letta dan membantunya untuk berdiri.


“ ehemm.. kacang mahal yah sekarang?” Tanya Reno pelan.” apa nyamuk yah???” tanyanya kembali seakan akan menghalau nyamuk yang ada di ruangan. Mereka melirik reno dan berdehem pelan, sedangkan letta terkekeh.

__ADS_1


” Apaan sih.” Jelas Putra kesal.


“ nggak paham sarkas loe. Cape deh.” Gumam Reno malas memandang Putra yang sok sok tak paham.


Letta di sana menggeleng pelan melirik Putra yang basah.” Loe basah, gue minta bantuan Reno aja lah, lengket lagi.” gumam letta malas.


Putra mendekati letta dan mengeplap tangannya dan bajunya yang basah ke wajah dan baju letta.” tuh loe juga basah.” Jelas Putra kesal.


Letta melotot.” putra loe anj tangan loe.” Gumam Letta melotot.


Putra terdiam sejenak mengingat apa yang ia sentuh, matanya melebar memandang letta


” mesum...!!!!!!” Pekik letta menutup tubuhnya dengan kedua tangannya


Berakhir Reno yang megah karena tertawa terpingkal pingkal melihat wajah merah Putra, bahkan telinga Putra ikut memerah usai letta berteriak mengatakan mesum, Putra menggeleng pelan mengiungat pikiran kotornya. Sialan putra tidak bermaksud begitu.


“ haha mangkanya Putra hati hati, loe pikir cowok sama cewek sama ha? Beda... sembarangan aja pegang pegang orang, anak gadis lagi.” jelas Reno meredahkan tawanya yang menggelegar. Perut Reno keram akibat putra.


Putra menghela nafas pelan.” gue nggak sengaja..” putra menguisap wajahnya kasar,.


Reno terkikik pelan melihat putra Frustasi.” Diem deh ketawa loe nyakitin kuping gue tau nggak.” Jelas Putra kesal kepada Reno yang tak menghentikan tawanya, putra mengerang menarik baju di sebelahnya dna hap. Reno melotot menatap Putra. Sialan mulutnya di sumpal baju kotor bekas ia pakai tadi.


Rasa asin dan bau asam membuat reno muntah.


Letta sendiri menghela nafas pelan, mandi dengan pelan dan tenang tak membasahkan luka beratnya, tepatnya ia mengompres tubuh, tak lagi menggunakan infus, letta harus harus mandi di tenda lain yang sudah dibuatkan putra untuk dirinya mandi.


Letta selesai mandi segera menggunakan baju yang jasmine siapkan tadi, tak enak letta kenakan tetapi ia tak mungkin menggunakan baju yang sama. segera bangkit dan berwajah fress letta segera keluar dari sana. Letta tak bisa mengapik dadanya sakit tetapi masih bisa dirinya tahan. Menghela nafas memandang sekitar ini hutan di dekat goa, sangat jauh dari pradaban manusia, hanya ada empat tenda di sini.


“ sudah?” Tanya jasmine membantu letta berjalan.


Letta mengangguk melirik Jasmine yang begitu baik.” syukurlkah sini aku bantu.” Jelas Jasmine membantu Letta memasuki tenda untuk kembali di taruh salep dan obat lukanya.


Jasmine penuh ketelatenan membantu letta duduk dan membantu mengganti baju yang kurang terpasang dengan baik.


membersihkan lagi luka hingga megoles luka luka milik Alletta lembut.” Kamu deket sama Putra yah.” gumam jasmine di selah mengoleskan salep diluka letta.


Letta menatap seluruh mimik wajah sedih jasmine. “ kenapa?” Tanya letta pelan.


Jasmine mendongak dan tersenyum tipis.” Tidak, Putra orang yang sulit di dekatkan tetapi kamu dekat, itu cukup membuat aku heran.” Jelas Jasmine pelan.


Letta tersenyum tipis.” Sudah berapa lama kalian kenal?” Tanya Letta pada jasmine.


Jasmine menghentikan tangannya dan berdehem.” Sejak kecil.” Jelas nya tenang.


” Dan sejak kecil kau menyukai putra?” Tanya Letta menaiki alisnya. Jasmine memerah malu karena pertanyaan Letta yang blak-blakan.

__ADS_1


__ADS_2