Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Perkara masak


__ADS_3

” Membuat pastel isi ayam dan jamur, “ jelasnya ting ting, suara wajan yang ia pukul dua kali menggunakan spatula.


Putra melihat itu tersenyum tipis, “ wah kau pandai memasak?” Tanya Putra pelan.


Jiya dan Fani segera mundur dan menjauh meninggalkan Letta dan Putra, melihat dari jauh saja jika letta meminta bantuan mereka nanti.


Letta menggeleng.” beberapa kali aku belajar, ada beberapa bahan yang aku lupakan tapi aku rasa ini akan enak.” Jelas letta lalu menaruh isian yang ia buat tadi ke dalam lumpia yang sudah ada.


Putra berdehem.” Mau aku bantu?” Tanya Putra kembali.


” Tidak perlu, mandilah, aku akan menyiapkannya di atas patri nanti, bersih bersih lah.” Tegas Letta. Putra mendengar itu mengangguk kaku, memandang apa yang Letta lakukan, ia meringis, bentuknya jelek sekali.


Maaf yah Putra jujur, lihat warna nya yang hitam.. Putra tidak yakin itu enak. " Tunggu apa lagi?? cepat sana!!" seru Letta kesal pada Putra yang menatap masakannya begitu jelek.


Putra gelagapan segera menjauh dari sana. Meninggalkan Letta dengan kegiatannya.


Dengan ketelatenan Letta menaruh isi, menggoreng dan membuat bakso juga, bakso dengan saus tomat, Satu jam lamanya masakan Letta selesai juga tanpa bantuan siapapun.


Letta dengan senang menaruh di atas meja, tepat saat Xior dan Bima pulang.” wahhh kebetulan kalian sudah sampai, aku baru saja selesai masak., ayo makan ayo.” Ajak letta semangat.


Mereka menaiki alis memandang apa yang Letta masak, Xior segera duduk dan Bima mengusap pelan kepala letta.” kau sangat bersemangat baby, rambutmu penuh dengan tepung jadinya...cup.” Bima mencium jidat letta senang membuat Letta terkekeh malu malu.


” Iya ayo duduk.” Jelas Letta.


Bima mengangguk menatap yang yang letta buat.


Sejenak putra juga sampai menggunakan baju santai, mereka melirik putra dan makanan Letta, Putra duduk dan mulai mengambil satu pastel, memakannya dengan semangat tapi tak tertahan begitu lama. “ aku coba yah.” jelas Bima tersenyum. Letta mengangguk riang melihat mereka makan begitu juga Xior yang sudah pergi dua hari ini entah kemana.


Hap.... Bima menikmati makanan yang masuk dimulutnya rumit, melirik Putra yang juga makan dan memejamkan matanya sejenak.


sedangkan Xior melotot hendak muntah tapi tertahan karena Putra berteriak.” Wah enak sekali haha. Xior harus mencoba ini Happoo.” Ia menyumpali mulut Xior dnegan pastel yang ia makan secara paksa.


Xior melotot pada Putra dan mengerang marah hendak bicara, apalagi makanan ini rasanya sangat buruk, tapi Putra menginjak kakinya keras. Sedangkan Letta mendengar itu tersenyum lebar?


“ iya kan, ini memang enak.” Gumam Letta hendak mencicipi atu pastel buatannya.


Plas..


“ baby kau tidak boleh makan makanan yang kau beri dengan kami. Kami akan kekurangan karena harus berebutan.” Tegas Bima segera mengambil pastel itu melotot.


Letta menaiki alisnya segera mengambil bakso saus yang ia bikin. Tapi sudah diseret duluan oleh Putra.” Ini punya ku jangan coba coba di ambil yah..” tegasnya mendengus dan mencoba makan dengan tenang meskipun sesekali mengernyitkan dahinya dan memejamkan mata.


“ apakah kalian sedang membohongiku? Makananya tidak enak kah?” Tanya Kertas heran.


Mereka segera menggeleng, putra menginjak kaki Xior yang masih belum meneguk makananya karena bibirnya yang masih mengecap bakso di mulutnya. Xior juga ikut menggeleng kepada letta. Tatapannya hampir menangis.


” ini enak banget.” Tegas Bima serius. Mengalihkan atensi Letta pada Xior.


” Benar kamu sangat pandai masak. Yah kan Bima?” tanyanya Putra menyuyapi Xior dengan bakso lagi.

__ADS_1


Xior melotot tetapi Putra menyipitkan mata menekan agar Xior membuka mulutnya tapi Xior menolak.


Jrak ar hap... xior berteriak kangsung di tutup oleh Putra dengan bakso.”lihat Xior sangat bersemangat makan masakan kamu honey.” Jelas Putra tersenyum lebar. Bagaimana tidak membuka mulut jika kakinya di injak lagi?


Xior ingin berterika tapi tertahan, tubuhnya benar benar ditahan oleh Bima dan Putra. Letta tersenyum tipis melihatnya.” Hahaha baguslah jika begitu, aku ingin mengambil jus untuk kalian. Kalian tunggu sebentar.” Jelas letta berdiri.


Mereka mengangguk. " Hatihati baby.” Jelas Bima lembut. Letta mengangguk dan segera pergi.


Huek.. Xior langsung memuntahkan apa yang dimulutnya, segera di sambut pelayan lain. Bima terkekeh melihat Xior dan Putra pun ikut tertawa, air mata mereka sampai keluar di buatnya.


" Gila, Letta astaga..” gumam Xior meringis mengambil air putih untuk ia kumur kumur.


“ hahaha...” gumam Putra mengusap air matanya..


” ini lautan garam.” Gumam Putra pelan, memang sangat asin masakan letta, Memandang bakso di depannya .


“ tapi ini enak kok, beneran, sayang asin sama micinnya kebanyakan.” Gumam Putra pelan.


Xior mendesis memandang mereka. " Ini makanan paling buruk sepanjang masa!" Gumamnya kesal. Tapi Bima dan Putra melirik Xior penuh peringatan.


” ini jusnya.” Jelas Letta segera masuk buru buru putra dan Bima kembali makan, Letta tersenyum menaruh minum di atas meja.


” Habisi, aku ingin melihat kalian menghabisi semua yang aku masak... “ jelas Letta semangat.


Xior melotot hendak menolak tapi Putra menahan kakinya dan mengangguk.” Iya kami pasti menghabisinya.. hap.. lihat Xior sangat suka. ayo dimakan kita semua.” Jelas Bima semangat.


Putra mengangguk kembali makan pastel.” Enak sekali.” Gumamnya dengan senang. Letta tersenyum tipis melihat mereka makan begitu lucu.


Mereka hendak menolak rasanya tapi lihat wajah senang letta menjadi sulit ” hahaha letta kamu mau aku bawakan guru memasak???? Kelihatannya kamu suka dengan kegiatan memasak? Jika kamu mau aku akan mendatanginya besok.” Jelas Bima tenang. Takut takut jika Letta akan tersinggung.


Letta mendengar itu menaiki alisnya.. “ ku rasa boleh juga...” gumam letta,.” tapi besok aku belum mau, satu minggu kedepan saja beri aku guru yah sebab besok aku mau masak makanan yang biasa aku belajar memasukan bersama bu Nadia oke.” Jelas letta.


mereka melotot.” Jika kamu mau besok aku antarkan.” Gumam Bima gugup.


“ tidak.. aku ingin minggu depan.” Jelas letta polos.


Wajah Bima suram bersama Putra dna Xior.” Bagus.. kami akan pulang dengan segera untuk makan masakan honey...” jelas Putra tersenyum tulus.


Xior ingin berteriak trasanya didepan putra dan Bima bahwa ini makanan sangat asin.!!!!


Letta mendengar itu mengangguk pelan dan menatap Bima dan Putra menghabisi yang ia masak.


” Enak?? Mau aku masakin lagi nggak?” Tanya letta polos.


”ENGGAK.” Tegas ketiganya hampir berteriak,


letta melotot.” Eh maksudnya enggak, kamu hanya perlu istirahat, jika butuh sesuatu panggil saja pelayan dan kami oke baby. Kamu tidak boleh capek.” Tegas Bima gugup.


Letta mendengarnya itu mengangguk malas dibuatnya.” Oke jika begitu.” Jelasnya.

__ADS_1


Mereka mengangguk dan tersenyum memandangi Letta. berbeda dengan Letta yang tertawa dalam hati.


Bagaimana tidak tertawa??? Letta tadi kebelakang segera mengambil sisi bakso dan pastel yang ia masak, ia tak menghidang semuanya, jadi ia mencobanya dia ternyata ia tau rasanya sangat asin..


Letta kebanyakan menaruh garam sehingga rasanya benar benar buruk, begitu juga bakso, itu sangat menyengat asinnya. Putra dan Bima malah pura pura dan menghabisi semuanya. Letta harap mereka tidak darah tinggi nanti.


" Tapi jika dipikir-pikir.kamu nggak perlu masak deh Letta... soalnya kamu harus banyak istirahat!" Jelas Xior dengan pelan.


Putra dan Bima mengangguk semangat" Benar.. kamu hanya perlu duduk manis saja!" Jelas Bima senang.


Letta memandang mereka sedih " Kalian tidak suka masakan aku!"


" Tidak tidak.. jika begitu kamu lakukan apapun sesukamu!" jelas Putra tegas. Xior dan Bima hanya bisa diam meratapi kehidupan nelangsa nya kedepannya


.......


Agung menghela nafas peln sembari duduk menatap pembeli yang berdatangan., sesekali air matanya jatuh membuat agung segera ke belakang untuk mengisap air matanya. Agung menghela nafas pelan menandang jalanan.” Dimana kamu letta? kenapa tidak pulang pulang. bapak kangen.” Gumamnya Agung sedih.


Sudah hampir dua bulan Letta tak pulang pulang, keadaan rumahnya kian membaik, usaha mereka sangat ramai pembeli dan peminatnya sampai sampai pak Agung dan bu Nadia tidak lagi terlalu sibuk, akan ada yang menggoreng dan melayani orang membeli.


“ bapak?” Panggil bu Nadia mendekati Agung. Agung menatap Nadia dan mengusap air matanya. jadia menghela nafas, ditangannya ada bahan jualan yang harus digoreng kedepan. Nadia segera masuk dan menaruh bahan itu di dalam.


Setelahnya Nadia segera kembali keluar dibelakang mendekati agung yang sudah duduk di kursi depan rumah mereka lemah.” Bapak ngapain??? Mikirin apa bapak?” Tanya Nadia pelan mengusap bahu sang suami yang terasa keram dan tegang.


Agung melirik Nadia yang dibelakangnya dan memandang jalan yang sudah mulai gelap.” Katanya dia akan pulang... kapan yah buk? Bapak kangen sama letta, bapak kepengen dia disini sama kita.” jelas Agung tersenyum getir.” Dimana letta sekarang buk? Apa dia sudah makan dan tidur di tempat yang nyaman???” Tanya Agung. Bibir Agung bergetar tak tahan.


Nadia mendengar itu menghela nafas pelan dan menggeleng Serius., “ bapak, letta kan sudah berjanji akan pulang dan bilang dia baik baik saja. Kenapa bapak memikirkan letta begitu keras??? Nanti bapak sakit letta akan khawatir pada bapak.” Jelas nadia sedih.


” Jika bapak sakit apa Letta akan pulang buk?” Tanya agung nanar pada istri.


“ hus.” Nadia memandang Agung tak senang hati memukul mulut suaminya.” Nggak boleh ngomong gitu pak, ibuk enggak suka loh. Apalagi kalo letta tau bapak ngomongnya gitu. Bapak sabar pak nanti letta pulang loh.” Tegas nadia.


” Kapan bu letta pulang? bapak kangen sama dia.” Gumamnya sedih pada nadia.


“ sabar toh, sebentar lagi.” nadia melepaskan tangannya di punggung sang suami, segera menatap langit yang sudah malam.” Sebentar lagi udah mau magrib, bapak ayok masuk. Nanti masuk angin.” Tegas Nadia.


“ du.. "


"bapak dengarlah kata aku, Letta baik baik saja.” Tegas Nadia tegas.


“ bapak.. ibuk..” keduanya melirik Brayen yang memasuki rumah, ia tersenyum tipis memandang Agung dan Nadia.


“ eh udah pulang nduk?” Tanya Nadia.


Brayen mengangguk dan tersenyum tipis.” Tadi brayen ketemu Letta buk pak.” Gumam Brayen lirih. Ia bisa lihat bercak air mata di wajah Agung.


Agung melebarkan mata, Nadia pin juga. Keduanya segera mendekati brayen dan memegang bahu brayen.,” nduk bagaimana keadaan letta? dia dimana? Kenapa enggak dibawa pulang??” Tanya Agung tergesa gesa kepada brayen.


Brayen mendengar itu menggeleng, “letta belum bisa pulang, katanya urusan letta belum selesai, tapi dia titip salam buat ibuk sama bapak dan dia bilang dia baik baik saja sekarang.” jelas Brayen.

__ADS_1


Agung menghela nafas pelan mendengarnya.” Kamu bohong??” Tanya Agung lemah.


Brayen menggeleng mengambil hp nya dan memberi pada Agung. Agung diam menatap apa yang Brayen beri Foto Letta. yah itu Letta anak yang sedang dirindukan


__ADS_2