Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Bukan gila


__ADS_3

Tentu saja bastian menerima dengan senang, “ gitu dong, sejak dulu gue penasaran gimana rasa nyetir mobil loe. Keren uy.” Gumamnya terkekeh melompat lompat menuju kursi bagian pengemudi. Letta segera menghabiskan es krimnya dan mengusap tangannya di rok sekolah, kebiasaan Letta jorok


Memasuki mobilnya tenang, Bastian mulai menghidupi mobilnya dan mulai menuju rumahnya bersama Letta penuh rasa gembira. " Gue guling-guling minta duit sama Mak gue buat beli mobil kayak loe pertama kali loe bawa ke sekolah. tapi malah disuruh gantung diri aja." Gumam Bastian curhat


Letta terkekeh pelan. " Coba aja gantung diri, siapa tau beneran di kasih!!" Ujar Letta.


" Keburu meninggoy..!" Ujar Bastian menaiki intonasi suaranya. Letta tertawa keras mendengar ucapannya.


Letta mulai membuka stok camilan dan minumannya, ditaro di dasbort dan membuka minuman pelan.


" Minum Bas!!" Ujar Letta. Bastian berseru senang menerimanya.


” Loe kemana udah tamat ini lett? Mau kuliah dimana??? Luar negri?” Tanya Bastian melirik Letta penuh tanda Tanya.


Letta diam melirik bastian.”nggak tau gue,.” ujar Letta dengan tenang kepada bastian.


” Loe kemana? Kuliah luar negeri?” Tanya Letta pelan.


Bastian menggeleng pelan.” gimana yah Letta, gue anak bungsu, nyokap gue mana mau gue jauh jauh, main kelewat malem aja gue dimarah marah, katanya kuliah yang deket deket aja nggak apa apa, yang penting ilmunya aja udah.” Ujar Bastian mengeluh.


Letta tertawa lepas mendengar bastian,” padahal impian banget gue kuliah di luar negeri, biar bisa bahasa asing, dan kelihatan keren gitu. Tapi apalah daya, bahkan mama gue udah konsul sama dosen UI buat masukin gue di sana. nggak paham lagi gue.” gumamnya memelas,


Letta tambah tertawa mendengarnya, menepuk pundak Bastian dengan pelan. “ Enakan di sini juga sih. kan disini orang tua loe kaya, katanya juga loe suka bikin konten Youtube, loe artis youtube kan??” Tanya Letta pelan pada bastian.


“ belum artis juga, baru lima ratus ribu pengikut kalo di Yutub.” Ujarnya malu malu.,


‘'idih itu bukan Cuma t4ik!!!!. Merendah buat di tendang ini mah!.” Ujar letta malas.


Bastian tertawa mendengar ucapan letta.” loe mau kuliah dimana?” tanyanya kepada Letta yang di sebelahnya.


“ entah? Gue ngak ada tujuan, kadang mau jadi polwan, kadang mau jadi TNI, kadang juga gue mau jadi dokter. Kadang mau jadi model. Loe ada arahan nggak sih buat gue?” Tanya Letta kepada Bastian kesal.


Bastian mendengarnya mengeleng pelan. “ nggak paham juga sih gue letta, mati aja nggak sih?”Tanya Bastian kesal membuat Letta terkekeh pelan.


Setengah jam dengan percakapan random, keduanya, mereka memasuki perkomplekan elit, memasuki mobil tak jauh dari gang, di rumah berwarna putih tulang , tidak ada gerbang besar jadi mereka memarkirkan di depan rumah milik Bastian.


“ nah ini rumah Fahmi, skuy masuk.” Kata Bastian pada Letta.


“ tapi kita nggak bawa makanan?” Tanya Letta kepada Bastian kaku.


“nggak usah, kan Fahmi gila bukan sakit.” ujarnya polos.


Letta menatap Bastian tak suka.’” mulut loe didengerin keluarganya di habis loe tau rasa..!” tegasnya pada Bastian kesal.

__ADS_1


Bastian hanya menampilkan gigi putihnya. “ yaudah masuk.” Ujar Bastian kepada Letta.


Letta mengangguk segera mendekati pintu rumah Fahmi, bersama Bastian yang memencet bel depan rumah Fahmi beberapa kali hingga sosok perempuan yang letta rasa kenal keluar memandangnya dengan sendu dan kunyu.


” Ahhh Bastian ada apa nak?” tanyanya lembut.


Bastian tersenyum lebar.” Ini tante, aku sama temen mau jenguk Fahmi. Fahmi ada di dalem?” tanyanya pada perempuan yang Letta yakini ibunya Fahmi.


Ibu fahmi memandang Letta dan mengangguk.” Oh iya silahkan masuk nak.” Ujarnya membuka lebar pintu,


Letta dan Bastian segera masuk, saat masuk dingin AC menerpa mereka membuat Bastian dan Letta menikmatinya dengan tenang.


” Kalian satu kelas?” Tanya ibu Fahmi pada Letta dan Bastian mengajaknya duduk di sofa depan.


“ oh saya sama Letta satu kelas kok, tapi kalo sama fahmi enggak,” jelas Bastian sopan. Ucapan Fahmi membuat Ibu Fahmi melebarkan mata memandang Letta dengan Ahok.


” Letta? kamu yang namanya Letta?” Tanya ibu fahmi terburu-buru, matanya terkejut menatap Letta. letta mengangguk kaku bersama Bastian yang juga ikut heran.


Ibu Fahmi mendekati Letta dan memandang Letta nanar.” apa yang anak saya lakukan sampai dia begitu frustasi terus bilang minta maaf sama kamu Letta?” tanyanya nanar. Letta mengerjab tak paham.


” Maksudnya apa yah Tante?” Tanya letta polos.


Ibu fahmi menggeleng pelan, pelan air mukanya menjadi keruh memandang letta.,” sudah satu bulan ini Fahmi terus ketakutan, menangis dan membuat kamarnya rusak karena ia banting seluruh barang miliknya, dia terus mengigau nama kamu Letta dan terus mengucapkan kata maaf. Saya tidak tau apa masalah kamu dan anak saya sampa anak saya menjadi gila begini,” jelasnya dengan nanar.


Letta diam mendengar ucapan ibu Fahmi, benar kan kata letta, Fahmi depresi karena tau dia membunuh Letta asli, Letta kok jadi tak enakk yah? harusnya ia tak usah bilang dengan fahmi, tapi itu secara kebetulan kemarin.


“ dia baru saja mengamuk, itu kakinya baru diikat dengan ayahnya, kalo kamu mau ikut kamu nggk boleh kasih tau kepada siapapun akan keadaan anak saya..!” tegasnya pada Letta. Letta mengangguk kaku kepada ibunya Fahmi. Melirik Bastian yang diam saja memandangi dan mendengarkan obrolan letta.


Letta menarik tangan Bastian untuk ikut, Bastian mau tak mau hanya pasrah di seret menuju ruang atas.


Melirik sekeliling rumah, Letta tertegun memandangi setiap figur., itu DIKI..!!! Diki temannya dikehidupan lama,. akh dirinya ingat ini adalah keluarga Diki, istri dan anaknya. oh jangan jangan Diki menikahi janda kemaren yah??? mangkanya Fahmi anak tirinya..


Iya benar artinya Fahmi ini anak tiri Diki.


Busetttt Letta baru tau jika Diki ini suka dengan type type janda yang lebih tua ketimbang umur dia sendiri.


Sampai didepan pintu berwarna coklat. ibunya Fahmi segera membuka pintu, menampilkan ruangan yang sedikit remang remang, di tengahnya ada Diki yang mengikat Fahmi dan memeluk anaknya sendu. Terlihat Fahmi menangis gemetaran dipelukan Diki. Letta memandang hal itu dengan perasaan bersalah. Letta tau jika ini salah dirinya.


Diki dan Fahmi memandang kearah ibu Fahmi lalu kepada Letta. mata Fahmi melebar memandang Letta, menggeleng pelan.” letta maafin gue hiks hiks maafin gue,. maafin gue, Gue salah hiks hiks.” bisiknya lirih menatap Letta memohon, air matanya kembali jatuh.


Ditengah pelukan Diki dan kaki dan tangan yang diikat ia memberontak hendak mendekati Letta. tapi tertahan dengan Diki.


Letta melihatnya semakin sedih, melirik Diki yang rupanya menatap dirinya dingin, “ oleh saya ditinggalkan berdua dengan fahmi bu?” Tanya Letta kepada ibu Fahmi.

__ADS_1


” Tidak, apa yang kamu lakukan terhadap anak saya sampai dia seperti ini?” pertanyaan Letta di balas dingin oleh Diki menatapnya datar.


Letta menggeleng pelan “ kenapa bapak tidak bertanya dengan anak bapak mengapa anak bapak bisa begini kepada saya??” Tanya letta tenang.


Diki diam memandang Fahmi yang terus memberontak.” LETTA MAAFIN GUE..!!” Teriakan Fahmi semakin menjadi.,


Diki mengeratkan pelukannya pada Fahmi tapi Fahmi terlalu kuat memberontak hingga tangan dan kakinya berdarah karena terluka tergesek rantainya.


Letta melihat hal itu menjadi tambah kasihan.” keluar biar saya yang bicara dengan dia.. berikan saya kunci rantainya.” Tegas letta kepada Diki sembari mendekat.


Tas letta tertahan ditarik oleh Bastian. Bastian melotot.” Gue nggak tanggungan yah Letta. cabut aja yuk.” Gumamnya merengek kepada Letta. Bastian takut melihat tingkah Fahmi yang seperti orang gila begini,


" bagaimana jika mereka di seruduk?" Tanya Bastian memelas.


plak.. sih Bastian kesakitan merasakan kepalanya di pukul oleh ibu Fahmi. " Dikira anak saja b4bi apa!!!!" Bastian meneguk Saliva kering. ia salah cakap.


Letta melepaskan tasnya dan mendekati Fahmi, Fahmi menatap Letta nanar dan sendu,. Letta memeluk Fahmi dan Fahmi membalas pelukan Letta, Letta merasakan tubuh Fahmi bergetar. Tubuh Fahmi kurusan sampai Letta merasakan tulang tulang yang berada di tubuh Fahmi sedikit menyengat. Tubuhnya yang panas beserta wanginya yang tak sedap.


Diki melihatnya ragu ragu melepaskan diki membuat diki memeluk Letta erat di tengah tangannya yang diikat ia hanya mampu menaruh kepalanya dibahu Letta. Letta melirik diki dan meminta kunci gembok. Diki tidak mau memberikan tetapi Letta menggeleng pelan, meyakinkan membuat Diki memberikan kuncinya pada letta.


Letta mengambilnya dan menjauhkan diri dari Fahmi, tapi Fahmi terus menangis membuat Letta menepuk pipi fahmi pelan.


” diem dulu kita buka ini gembok.” Ujar letta dengan kesal. Fahmi memandang letta lirih dan diam saat dimana Letta membuka gembok di tangan dan di kakinya.


Letta melempar borgol dan rantai jauh dari mereka, Fahmi memeluk Letta tanpa aba aba membuat keduanya terjatuh, Letta shok memejamkan mata menepuk pundak Fahmi. Fahmi terus menangis dipelukan letta bergumam meminta maaf.


Diki mendekati istrinya memandang Letta dengan rumit lalu memandang anaknya yang terus meminta maaf. Ia memandang bastian penuh Tanya,


“ kamu tau apa hubungan dia dengan anak saya?” Tanya Diki kepada Bastian tegas.


Bastian tidak tau apa apa menggeleng pelan. “ setahu saya nggak ada hubungan apa apa yah om, apalagi Letta sama Fahmi nggak deket. Letta suka cari masalah dan fahmi nggak suka sama Letta, itu doang yang Bastian tau.” Jelas Bastian jujur pada Diki. Diki memandang istrinya yang khawatir tak enak, segera memeluk istrinya Melani.,


Fahmi terus menangis dipelukan Letta hampir satu jam, ditemani oleh keluarga Fahmi yang tak jauh dari sana sampai lelah dan mereka sudah menguap di pinggir pintu.


Letta meregangkan tubuhnya.” udah lah Fahmi gue cape juga sebenernya denger loe nangis gini. Loe nggak ada niatan buat makan apa gimana gitu?” Tanya letta memutar bola mata malas.


Fahmi tak menjawab, tubuhnya benar benar gemetar di pelukan Letta, semacam trauma tik. Letta paham hal ini, bahkan Fahmi tidak bisa mengontrol diri akan rasa takut di dirinya sendiri. “ letta gue minta ,maaf.” Gumam Fahmi terus menerus.


“ gue udah maafin.” Balas Letta pelan.


fahmi mendongak nanar.” tapi Letta asli udah meninggal.” Bisiknya terus menangis kembali,


Letta menggeleng memegang tangan Fahmi.” Loe pegang pipi gue, gue masih hidup..” ujar Letta dengan tegas.

__ADS_1


“ loe bukan Letta asli, Letta udah meninggal gara gara gue.!!!”


Letta mengangguk pelan. Fahmi tidak gila, hanya saja rasa ketidak percayaan dirinya pembunuh. dia hanya depresi.


__ADS_2