
Jasmine tau jika Putra akan menikah dengan Letta, ia tau hal itu, Itu membuat dirinya sadar diri dan tidak akan meminta Putra bertanggung jawab akan anak yang dirinya kandung.
Yah semua ini salah dirinya sedari awal, bukan Putra.
Jasmine mengusap dahinya dan segera bersiap siap untuk periksa kandungan dengan dokter.
Jasmine akan mengecek kandungannya sendiri tanpa ayah sang anak. Yahhh jasmine mencintai anaknya meskipun Putra tidak bertanggung jawab. Ia akan mempertahankan anak ini bagaimanapun caranya.
......
Letta pulang dengan Xior menggunakan mobil lain, untungnya tidak ada yang luka. Hanya Xior yang berwajah datar dan dingin.
Letta tak berani bicara apapun, tapi ia menemukan tamu... ia menemukan Reno dan Gina di sana..” loh loh?” tanyanya kaget.
“ letta.” panggil Gina pada Letta.
Letta tersenyum lebar melambaikan tangannya pada mereka.. mereka segera berdiri melihat Letta yang mendekat. Xior melihat mereka segera menuju tangga untuk segera keantai atas, malas bertemu dan bersapa kepada orang yang tidak ia kenali.
Reno hanya melirik Xior dengan lirikan tak suka.
“ yaampun kamu kelihatan kurusan.. dimana Putra dan yang lain?” Tanya Gina memeluk Letta.
Letta dipelukan Gina Tersenyum tipis, “ nggak tau, mungkin mereka kerja,,,” Jelas Letta serius, sebab sedari pagi mereka sudah tidak ada di rumah ini.” kalian ke sini bagaimana? Kok bisa tau aku di sini?” Tanya Letta membaa mereka duduk kembali.
Gina melirik Reno dan tersenyum tipis.” Iya soalnya dapat dari Putra.” Jawab reno.
Letta membulay kecil bibirnya.” Letta bisa bicara sebentar???? “ tanya Gina pelan.
Letta menatap Gina dengan alis terangkat.” Ini sudah bicara.” Jelasnya polos.
Gina Tersenyum lirih memandang letta.” sebenarnya ini akan terdengar sangat egois dan jahat.. tapi bisa kah kamu memahami kami dengan kaca mata kami??” Tanya guna pelan. letta mendengar itu rumit, ada apa sih batinnya.
" Ini terdengar serius... " Gumam Letta pelan. Gina mengangguk pelan melirik Reno. Reno diam disana tak bicara lagi. " Kenapa??? tidak jadi kah?? tanya Letta heran memandang mereka yang hanya diam saja jadinya.
" Hmmm duduk dulu!" jelas Gina. Letta segera duduk bersama mereka di satu sofa. Letta di ujung dengan pandangan penasaran.
__ADS_1
" Ini soal Jasmin dan Putra.. Kamu tau kan bagaimana cintanya Jasmine dengan Putra???" Tanya Guna lirih.
" Ohhh oke!!" Gumam Letta paham arah pembicaraan mereka.
" Seperti nya Putra akan menjadi seorang ayah, Jasmine hamil anak Putra!!" Seru Gina dengan tegas. Letta melebarkan mata mendengar itu, melirik Reno bertanya lebih. Tapi Reno hanya diam melirik Gina tajam. mereka bahkan tidak tau Jasmin hamil atau tidak...
......
“ sepertinya ini gaun akan terlihat sangat terbuka untuk Letta kenakan.” Gumam Bima kepada putra, melihat bagaimana gaun pilihan Letta. mereka diam diam memeriksa semua secara baik sebab satu minggu lagi pernikahan itu akan tiba.
Putra mengangguk setuju.”tapi mengapa baju ini terlalu besar? Rasanya tubuh Letta akan lebih kurus jika menggunakan ini.” jelas Putra melirik satu gaun lain.
Bima mengangguk pelan melihat itu.” itu khusus tuan, nona Letta memnag meminta porsinya dibiarkan lebih besar.” Jelas pelayan di sana tak enak hati. Sesuai permintaan kliennya.
Putra dan Bimna mengangguk paham meksipun rasanya tak enak batinnya.” Untuk ini cukup bagus.” Gumam Bima.
” Yasudah kiirmkan seluruhnya ke mansion, jangan sampai lecet.” Tegasnya dengan tenang.
Mereka mengangguk tegas.” baik tuan.” Gumam pelayan segera menjauh.
Putra mengangguk pelan kepada Bima, ia segera duduk di sana dengan pandangan linglung, diam ting... putra memandang hp nya yang berdering, tatapannya menyipit melihat laporan yang ada...
lihat Jasmine menuju ke dokter kandungan. Tatapannya melebar shokk melihat itu.
Kan sudah dikatakan jika Putra tidak mungkin lepas tangan pada Jasmine, dia memberikan perhatian yang tak dilihat, karena takut jasmine hamil ia mengutus beberapa orang untuk mengawasinya.. Putra buru buru menelpon orang suruhannya dan bergumam.” Kau? Apa yang dia lakukan di sana?” Tanya Putra dingin.
“ maaf tuan... nona jasmine melakukan pemeriksaan diirnya sendiri.” Jelas orang suruhannya tegas, Putra tertegun, semua tubuhnya menjadi lemah di sana.
” baik.. aku akan segera ke sana.” tegasnya segera menjauh mematikan hp.
Ia menatap pelayan yang melakukan packaging, berdehem sejenak.” Aku segera pergi, jika nanti tuan Bima ke sini, kau bilang aku pergi... aku ada urusan..” jelas Putra tegas.
Mereka mengangguk kaku mendengar itu. putra buru buru menjauh dari sana.
Sedangkan Bima sendiri tersenyum tipis usai mengecek semua baju yang akan letta kenakan.. dan Brak.. Bima kaget saat seseorang menyenggol tubuhnya hingga terjatuh. Bima mendongak menatap siapa pelakunya.
__ADS_1
” Aduh sorry saya nggak sengaja.” Seru perempuan' itu gugup.
Bima mengerjab pelan memandang perempuan terebut tertegun, perempuan berjas pink muda cantik dengan rok pendek span miliknya. Rambut pendek membuat Bima tertegun.” Calisa? “ Tanya Bima dengan pelan.
Calisa menatap Bima dengan pandangan kaget, ia melebarkan matanya dan mulut yang terbuka tak percaya.” Bima??” tanyanya gugup. Tatapan keduanya menjadi rumit dan juga sendu. Bima menghela nafas pelan menatap Calisa.
Karena pertemuan itu mereka sekarang berada di ruangan milik calisa, Calisa adalah mantan kekasih milik Bima, dia satu satunya mantan Bima, gadis cantik yang tika jadi ia nikahi karena perjodohan bersama Sarah, usai pernikahannya dengan sarah, Calisa hilang lontak negan Bima. Ia seperti mati ditelan bumi dan sekarang mereka baru bertemu.
“ Kau dari mana saja selama ini?” Tanya Bima ditengah kesunyian, ruangan ini sangat nyaman dan tertata rapi, tak banyak barang.
Hanya sofa santai dengan minuman dan beberapa toples makanan, lalu meja untuk menulis dan satu kasur istirahat putih ringan.
Calisa memandang Bima Tersenyum penuh kerinduan.” Menghibur diri. Sekarang aku bisa mewujudkan impianku, memiliki butiq..” jelasnya menunjukan pencapaiannya.
Bima melebarkan matanya.” apa ini butiq milikmu Cale?” Tanya Bima pelan.
Bima tertegun... Cale adalah panggilan kesayangannya pada Calisa. Mereka memang sempat berpacaran selama 7 tahun, sangat lama bukan??
Calisa mengangguk pelan, ada denyut nyeri mendengar panggilan itu.” yah seperti impianku.” Jelas Calista.
Bima mengangguk gagu, ia tak tau ingin bicara apa lagi” lalu bagaimana denganmu??? Apakah kau sudah punya anak?” Tanya Calisa pelan.
Bima mengangguk.” Aku mempunyai dua anak laki-laki.” Jelasnya tersenyum tipis, ingat pada Tama dan Brayen, ia tau dimana mereka semua tapi Bima membiarkan mereka berfikir sendiri.
Calisa mendadak suram, rasanya sangat sakit mendengar itu.” kau sudah menikah?” Tanya Bima lagi pada Calisa.
Calisa menghela nafas pelan mendengar itu.” aku tidak tau akan menikah atau tidak..” gumam Calisa terkekeh pelan.
Sebab hati Calisa sepenuhnya di bawa oleh seseorang, dan jika ia memaksa untuk menikah Calisa takut sakit.. melihat bagaimana orang yang tercintanya menikah bersama wanita lain membuat calisa memilih kabur, pergi keluar negeri untuk melakukan pendidikan lebih tinggi. Melupakan kenangan kenangan bersama mereka.. hingga seperti sekarang.. sukses.
Calisa tidak pernah berfikir untuk menikah, sama sekali tidak. Seakan perasaannya yang sudah tertutup dan terkunci.. dan hari ini ia kembali dipertemukan dengan pria yang sangat ia cintai dulu.
dan bahkan saat ini perasaan itu sama sekali tidak pudar.
Calisa sekali lagi merasa perasaan yang sama... yaitu cinta dan sakit di waktu yang bersamaan. Bima diam memandang Calisa yang memandang dirinya rumit.“ Bagaimana kamu? Apa kamu bahagia Bima?” Tanya calisa serak.
__ADS_1