
Letta menatap Zaxi dan tersenyumlah tipis. “ makan yang banyak yah Om, soalnya om jelek kalo kurus gini, dan ada pesan dari orang tersayang, katanya dia sudah hidup dengan tenang dan bahagia, dan mau om baik baik aja.. dia sedih lihat om kayak gini. Aleta kan adik om? “ Tanya Letta Tersenyum.
Zaxi melebarkan mata, bahkan susu dan roti ditangannya hampir jatuh kalo Letta tidak segera menangkapnya. Letta kembali menaruh ditangan Zaxi.” Om harus sehat kalo nggak dia bakal sedih. Dia kan meninggal buat kalian bahagia bukan buat kalian sedih dan menderita kayak gini. Aletta sayang sama kalian, melebihi dirinya sendiri, kalo kalian nyakitin diri kalian Aletta ikutan sedih. Rasanya perjuangan Letta selama ini sia sia kalo gitu,” ujar Letta Tersenyum tulus lalu segera memasuki mobilnya,
" Bayyy om.... kalo bertemu kembali om harus gendut dan sehat yah..!!!" Teriak letta ceria pada Zaxi
Zaxi tidak di beri kesempatan bertanya, rasanya suara Zaxi tercekat di tenggorokan, banyak pertanyaan tak bisa tersampaikan karena kelu. Semua kosong sampai suara mesin mobil gadis menyebalkan di depannya terdengar hidup dan mobilnya sudah keluar dari perkarangan parker,
Zaxi meremas roti dan minum yang Letta berikan, pelan air matanya jatuh, meremas pelan dadanya. Zaxi memandang mobil letta yang menjauh.” Om harus sehat kalo nggak dia bakal sedih. Dia kan meninggal buat kalian bahagia bukan buat kalian sedih dan menderita kayak gini. Aletta sayang sama kalian, melebihi dirinya sendiri, kalo kalian nyakitin diri kalian Aletta ikutan sedih. Rasanya perjuangan Letta selama ini sia sia kalo gitu,” suara anak remaja terngiang-ngiang di telinganya,
Pelan tapi pasti air matanya jatuh, tubuhnya bergetar.” Kakak?” Areta mendekati zaxi yang menangis, menatapnya dengan tatapan heran.
” Kakak menangis? Kenapa kak?” Tanya Areta gelagapan.
Zaxi diam tidak menjawab menutupi wajahnya. Zaxi menangis memukul dadanya ini terlalu nyeri.
“ Papa..” gumam anak perempuannya lirih. Zaxi menatap anaknya sendu, menggeleng sembari membuka roti diberikan letta, membuka dan memakannya, “ maafin papa yah nak. Maaf." Gumamnya lirih, meminum susu yang ia buka dengan bergetar, makan dan minuman itu tercekat di tenggorokan, terasa sangat berat tapi ia telan buru buru.
__ADS_1
Anak anaknya dan keluarganya menatap heran karena mereka tidak mendengar apapun yang dibicarakan oleh Letta dan Zaxi tadi, mereka hanya melihat Letta dan Zaxi yang bicara dari jauh. Zaxi selama ini hidup dengan buruk, semenjak kemarin Zaxi dirinya selalu mimpi buruk, dimulai dari masa kecilnya yang terus memperlakukan letta buruk, lalu masa mudanya yang terus menyisikan letta dari kebaikan, selalu memaksa Letta tanpa memahaminya, sampai pada Letta yang meninggal dalam pelukannya.
Zaxi selalu mengalami insomnia, tidurnya tidak pernah enak, semuanya terasa buruk dan mimpi buruk selalu menguasai dirinya, makan pun rasanya tidak tertelan karenanya tubuhnya sangat kurus, setiap malam Zaxi menangisi adiknya menambah kebugaran tubuhnya rusak,
Letta sudah menikah enam tahun usai Letta meninggal, hanya dengan sekretarisnya, sebenarnya Zaxi tidak mau menikah dan ingin bunuh diri, tapi mengingat letta yang berjuang demi dirinya ia bertahan hingga saat ini,. menikah dengan satu satunya orang yang menguatkan dirinya saat Letta meninggal sampai enam tahun, sekretarisnya.
Menemani zaxi dalam keadaan suka dan duka, tidak jarang juga sekretarisnya memberikan perhatian seperti memasakkan dirinya makanan, membantunya dalam banyak masalah. Wanita yang tulus bernama Temi, gadis cantik berkulit putih dan bermata sipit itu membuat zaxi menikahinya, mereka mendapatkan dua anak perempuan kembar dan sekarang sudah berusia lima tahun,
Pulang dalam keadaan sedih Letta berjumpa rumah yang sudah berantakan, semua bajunya dan keluarganya dibuang kedepan dan orang tua yang menangis terseduh seduh. Letta melihat hal tersebut mengernyitkan dahi heran segera mendekati keluarganya. Bahkan ada Nato di sana yang sedang memeluk Nemo yang juga ikut menangis.
“ eh kenapa pak bu? Rumah kita mau di gusur?” Tanya Letta kepada mereka panik.
Letta mendengarnya mengerjab pelan mengangguk paham.” Yaudah skuy ikut Letta kemasin barang barang kita.” jelas Letta dengan semangat.
“ Gila loe ha??? Kita nggak ada rumah loe mau ngajak kita kemana ha?” Tanya Nato lagi menggelegar. Sedangkan Agung dan Nadia hanya diam saja, mungkin di dalam hati ada rasa ingin membunuh Letta sangat kental.
Letta mendengarnya menggeleng.” mau ikut nggak atau mau di sini doang loe? Tidur tu dekat sampah.” Jelas Letta malas pada Nato.
__ADS_1
Nato menatap letta tidak suka, tapi kembali diam saat Agung menahan tangannya.
Letta segera menendang pintu rumah yang tersegel dan terkunci dengan kayu. Sampai pintu itu langsung terbuka meksipun baru satu tendangan.” Enak aja barang barang mahal gue di dalem nggak di ambil.” Gumam letta pelan.
“ kalian tunggu aja di depan bentar, letta mau ambil pakaian dna barang Letta. kalian ambil juga Letta hubungin Truk pembawa barang, siap siap kita pindah.” Jelas Letta dengan tegas.
“ Letta kita mau pindah kemana? “ Tanya Nadia lemah pada Letta.
Letta melirik Nadia dan menggeleng memegang tangan Nadia lembut.” Ibuk maafin letta yah gara gara Letta rumah ini di sita..” gumam letta tulus.” Tapi ibuk percaya sama Letta, kita pindah dari sini yah.” jelas letta. Nadia tidak tau harus percaya atau tidak dirinya hanya pasrah pada Letta saat ini. semoga saja letta tidak berubah
Letta membawa semua barang mahalnya. Kemaren Bima memberikan dirinya hadiah seperangkkat baju seksi, ada perhiasan harga ratusan juga, lalu ada hadiah hadiah dari orang orang banyak dan harga yang fantastis, sorry saja yah Letta harus menyimpan semuanya, mulai dari TV dan juga beberapa barang miliknya ia ambil dan ia simpan, sama dengan yang lain.
Semua barang sudah siap dan truk sudah sampai atas telepon letta, letta dapat dari mana? Dari Facebook di marketplash. Jadi cepat dan aman, segera di masukan ke truk, letta dan keluarga segera memasuki mobil barunya.
” letta ini bukan mobil kamu kan? dimana mobil lama kamu?” Tanya Agung kepada Letta melihat sekeliling, bahkan kursinya saja masih ada plastiknya saking barunya.
Letta mendengarnya agak mengecap pelan ludahnya.” Kemaren mobil Letta di jual terus ganti ini deh, kan lumayan bisa beli rumah buat kita.” ujar Letta kepada keluarganya.
__ADS_1
Agung mendengarnya mengangguk paham.” Oh jadi karena itu kamu ada rumahnya, emang ini mobilnya lebih kecil sih.” gumam agung polos. Letta meringis pelan, kemaren mobil pajero ini sport mana sama. tapi tidak apa, yang penting papanya percaya saja sudah cukup.,
Sampai di rumah yang dia kredit.” Loh Let ini kan tempat jualan ibuk, “ ujar Nadia pelan menatap tempat ia menjual gorengan tokoh yang Letta kemaren beri, bahkan gorengan yang ia tinggalkan dan di jaga oleh orang sebelahnya masih ada,