
Seperti kesepakatan sebelumnya, jika Putra dan letta akan tinggal di rumah baru, dan kalian tau? Ini rumah hadiah dari Bima untuk Letta. sebenarnya Putra ingin menolak tapi karena ini rumah didekat dimana Letta ingin membuka kliniknya yang berada di dekat jalan besar. Sehingga Putra memilih untuk mengganti plannya.
Ia akan membuat klinik sendiri di rumahnya milik pemberian Bima, dengan membeli rumah di sebelah rumah yang mereka tempati, letta dan Putra menjadikan itu klinik.” Mama kenapa nggak ambil rumah sakit punya mama aja? Itukan punya hak mama.” Jelas Bara pada Letta yang masih mereview rumah dan klinik yang belum jadi. Bara jadi heran deh.
Letta merangkul bahu Bara.” Itu punya kamu, perusahaan buat keluarga kak zaxi supaya kalian bisa hidup bahagia. paman milo, Nio, paman rizal.. “ jelas letta jujur.
Bara mendengus pelan.” nggak apa apa kalo mama ambil. Bara nggak apa apa kok jadi dokter biasa. ” jelas Bara serius.
“nggak dong, kalo kamu jadi dokter biasa kamu nggak akan bisa wujutin jadi orang baik dan mampu membantu orang banyak. “ jelas Letta pada bara serius.” Kamu mau bantu orang itu harus punya jabatan dan harta. Kalo nggak punya yo ndak bisa mudah. kalo mama buka klinik Cuma mau mau mama aja. Mau buka yah buka mau enggak yah udah. Toh yang jaga juga mama sama beberapa perawat. Mama ada tu putra yang bakal ngasih mama jajan.” Jelas Letta melirik Putra tersenyum.
Putra mengangguk pelan.” aman.. papa tirimu ini akan kasih mamamu jajan banyak banyak.” Jelas putra sembari menggendong juya.
” Papa tiri Najis.” Gumam Bara karena tak mau memanggil Putra papa.
Putra melotot melirik letta sedih.”lihat anak kamu nggak mau manggil aku papa.” Gumamnya sedih.
Letta menatap Putra dan Bara menggeleng.” kalian ini..
Putra tetap saja anak angkat letta, ia akan terus menjenguk letta tapi ia juga tak bisa tinggal dengan letta, sekarang Rizaldi hanya ada dirinya di rumah dan tidak bisa ia tinggalkan.” Memangnya dia benar benar jadi kakak juya yah bu?” Tanya Juya sedih.
“ iyalah. Panggil gue abang.” Gumam Bara mengambil juya dari Putra tapi Juya memberontak dan memeluk putra erat.”nggak mau. Abang jelek.” Gumamn juya tak suka.
Letta tertawa mendengarnya. Menatap rumah yang akan mereka tempati ini letta berdehem pelan.” pembatas pagarnya nanti jangan di buka yah. biar kliniknya nggak campur sama rumah kita.” jelas letta.
Putra mengangguk.” Iya. Nanti aku akalin lagi.” jelas putra setuju.
“ juya sama gue aja. Gue mau main lah sama dek gue.” gumam Bara pada Putra tak suka. putra memberikan Juya pada barang tapi juya memberontak tak suka.” diem deh ntar gue jual di tukang rongsookan.” Gumam Bara dengan melotot mengerikan.
“ hu Papa lihat hu.” Teriak juya tak terima.
Bara tertawa terbahak bahak. Sampai pungkasnya dipukul oleh letta.” kamu ini suka sekali gangguin juya..” jelas letta dengan melotot.
Bara terkekeh pelan.” soalnya Juya ngegemesin banget. Gumamnya.
“ Udah udah ayok masuk... jangan ganggu Juya lagi.” jelas letta padanya.
” Maunya gendong juya. "Gumam bara.
Juya menenang kepala bara keras karena kesal. Bara melotot menatap juya shok.” Pelgi. Dasar manusia kardus.” Teriak juya.
Letta menggeleng.” he nggak boleh gitu juya. Ini abang kamu loh. ''Gumam letta melarang juya.
Juya terganggu takut dan Bara memberikan wajah memelas “ harusnya kamu tendang lebih keras.” Seru Letta membuat wajah Bara mendatar dan juta tertawa keras.
Letta sialan.,
Menatap kamarnya kagum. Juya segera turun dari gendongan Putra. Kamar ini sangat cantik baginya.!!! Tema bintang malam dan awan. Bara melihat kamar Juya ingat dengan kamar masa kecilnya yang bahkan sampai sekarang tidak pernah ia rombak. Bara sangat bangga pada kamarnya yang bertema galaksi dari letta. “ jadi ingat kamar gue '' gumamnya pelan,
Beda kamar Bara dan Juya banyak sekali, jika kamar putra ini isinya biru dan juga galaksi tatanan surya. Memiliki banyak bintang tidak dengan kamar juya. Kamar Juya itu di atas pelapon ada kapas dan juga warna yang menjalar seperti malam, lalu luas kamar tidak terlalu besar tetapi ini nyaman,
Juya melirik letta tersenyum lebar.” Ini kamar impian Juya. Terimakasih ibu cantik.” Jelasnya.
Letta tersenyum lebar menyambut pelukan juya.” Sama papa nggak terimakasih?” Tanya Putra tidak terima pada Putra yang mengabaikannya.
__ADS_1
“ kata kak Aletta ini yang bikin ibu cantik. Kalo papa kan enggak.” Jelasnya menjulurkan lidahnya mengejek. Putra menatap anaknya dengan tatapan tidak terima tapi sang anak malah santai saja dan tersenyum lebar menatap letta.
“ ayo kita susun dulu perabotan rumah kita.” jelas Letta. mereka mengangguk segera membereskan rumah milik mereka untuk mereka tempati mulai hari ini, sebenarnya semua sudah selesai, hanya saja ada bagian bagian yang harus Letta dan Putra susun seperti poto pernikahan, lalu ada juga beberapa lain seperti sofa yang tidak enak dipandang dan lain lain.
Toktok... letta mengerjab pelan menatap pintu.” Aku buka dulu yah.” jelas Letta pada putra yang masih memasang prime di rumah ini. putra mengangguk peln dan letta segera keluatr melihat siapa yang datang. Saat keluar ia mendpaatkan Xior yang menatapnya dengan tatapan dalam.
“ loh udah pulang?? kemana aja?” Tanya Letta dengan pelan segera hendak memeluknya.
Tapi xior menolak membuat Letta kaget dan terdiam. Ia melihat lagi wajah Xior yang dingin dan dalam. Letta melihat itu tak tau harus bicara apa sebab ia tak punya salah apapun. xior membuang muka dari pandangan letta.” loe menikah sama Putra?” tanyanya dingin.
Letta mendengar itu mengangguk pelan.” iya.. aku nikah sama dia, soalnya dia yang paling tulus dan terima aku apa adanya.” jelas letta jujur pada Xior.
” Hanya dia?” Tanya Xior pada letta dingin.
Letta mendengar itu kaget. Xior memegang bahu letta dan menghimpitnya di dinding. Letta melebarkan mata memandang Xior.” Kamu nggak lihat ada gue?” tanyanya dengan sedih.
Matanya menunjukan rasa sesak.
Letta mendengar itu menatap xior shok. Hendak lepaskan diri tapi xior mencengkeram bahunya kuat. letta meringis pelan. dan menggeleng pelan.” letta.” bisik Xior dengan pelan.” Kamu tau nggak?? Saya mati matian cari donor jantung kamu. “ jelasnya dengan air mata yang jatuh
Letta menatap Xior dengan pandangan sulit.” Saya letta.. saya ada juga untuk kamu.” bisiknya dalam.
Letta menatap xior tak percaya.” Xior.. kamu setelah tiga tahun pergi meninggalkan aku, kamu pergi entah kemana dan tidak pulang. terakhir aku lihat kamu pergi ke pesta sama sunja. Aku pikir kamu udah sama dia.. dan sekarang kamu??? Kamu datang dan bicara seolah olah kamu paling terluka. Why?” Tanya letta dengan heran.
Xior menggeleng pelan menatap letta.” saya harus pergi jauh dari kejaran polisi., saya cari jantung kamu secara illegal dan ketahuan.. saya lontang lantung.” Tegas Xior pada letta sesak. Letta mendengar itu terdiam keluh memandnag Xior.,
Xior menjadi lelah dan terjatuh... “ tapi.” Gumam letta serak.” Kamu tidak bilang.” Bisik letta sedih. Air matanya jatuh tak tertahan kan.” ,mengapa tidak biarkan aku pergi saja jika kamu harus menderita?” Tanya Letta sesak pada Xior.
Letta mendengar itu sesak. Xior memejamkan matanya.” kamu pantas hidup bahagia letta.” bisiknya lagi dengan pelan pada letta.
“ tapi..” letta menangis lagi membuat xior gelagapan menahan letta. “ tapii aku tidak tau jika kamu harus menjadi buronan. “ jelas letta sediih.
Xior pun ikut sedih menatap letta, “ aku nggak apa apa..” bisik Xior pelan mengusap pipi letta.
Letta menerjab pelan menatap Xior sedih. Xior melihat wajah sedih letta sangat kesal pada dirinya. Mengapa ia bicara hal ini pada letta. sekarang ia harus mendpatakan rasa bersalah dari letta.” aku tidak apa apa.. aku hanya sedih kamu tinggal nikah.” Jelas Xior Jujur.
Letta menatap Xior kembali menangis.” Kamu suka sama sunja bukan sama aku.” Jelas letta tegas.
xior menatap letta tak terima.” Dia peliharaanku.” Jelas Xior dingin.
Letta mencibir xior.” Bahkan kamu tidak tau perasaanmu sendiri.” Jelasnya.” sekarang aku Tanya, sejauh ini apa kamu pernah merindukan aku?? Apa kamu tersiksa?” Tanya letta pada Xior lagi.
Xior berdehem dan mengeleng pelan.”letta siapa yang datang kenapa lama sekali?” keduanya segera mlepaskan diri.
Putra melihat letta yang menangis menaiki alisnya, menatap siapa yang datang. Tau siapa yang datang letta menaiki alisnya heran.” Ada apa?” tanyanya dingin.
” Mengapa kamu menangis?” Tanya putra menatap wajah Letta sedih lalu melihat xior yang suram.” Kamu apakan istri saya?” tanyanya dingin.
Xior membuang muka tak terima. Letta menggeleng pelan.” aku hanya senang bisa bertemu dengan Xior kembali setelah sekian lama tidak berjumpa.’'Jelas letta tegas pada Putra. Putra melirik Xior dengan tatapan menuntut tidak percaya akan penjelasan letta. letta yang tidak ditanggapi menghela nafas pelan.
“ Kami memang hanya bertemu untuk bersapa salam..” jelas Xior lalu memeluk letta dan putra.
Letta mendapatkannya pelukan Xior menjadi hangat.” Selamat untuk kalian. Aku harap kalian bisa bahagia.” jelas Xior. Xior menyukai letta tapi ia tak bisa membuat letta bersedih.
__ADS_1
Putra pun membalas pelukan Xior.” Xior..” jelas Putra pelan melepaskan pelukannya.
Xior menatap putra dalam.” Aku yang harus berterimakasih karena kamu sudah menjaga letta, kamu yang ada saat letta susah..” jelas putra tegas.
Xior diam memandangi putra dalam.” Sekarang kami sudah aku anggap seperti adikku sendiri... terimakasih.” Jelasnya. Xior menatap Putra dalam.
Mengangguk paham xior mengangguk. “ jika begitu aku titip letta. kamu harus membahagiakan doa.” Jelas Xior tegas.
putra mengangguk.” Kita sama sama membahagiakan dia..” jelas puutra.
” Aku boleh jadi suami keduanya berarti?” Tanya Xior pada Putra melotot.
Putra menempeleng kepala Xior membuat xior meringis.” Enak saja mau jasi suami kedua.” Ketusnya malas.
Xior menatap letta memelas.” Lihatkan dia jahat sekali letta.” gumam xior. Letta menatap putra dan meliuk putra dibagian bahunya.
” Kamu ini jahat sekali.” jelas letta. Putra melotot dan xior menatap putra melotot. Letta terkekeh saja.
...----------------...
Hidup itu bukan sesuai yang diharapkan, tapi sesuai dari ketentuan dan takdir. Jika ditakdirkan bersama maka mau diujung dunia sekalipun masih akan tetap bersama. Seperti nabi adam dan hawa. Mereka dipisahkan dari ujung dunia dan keujung lagi, drai gurun ke gurun.
Tetapi mereka tetap dipertemukan oleh tuhan, jika dipikir pikir bagaimana mereka bisa bertemu padahal dunia ini sangatlah luas bukan? Begitu juga dengan cinta manusia biasa. mau kita mencintai seseorang sangat dalam dan paling dalam sekalipun jika dia bukan jodoh kita. kita akan tetap kalah pada takdirnya. Takdir yang membawa ke jalan hkehidupan dan takdir pula yang membawa pasangan kita.
Xior menunjukan arti dari rasa yang pasrah, pasrah saat dimana ia ikhlas memberi segala galanya meski dirinya harus terlibat dalam suatu masalah, yak apa. Karena cinta bukan prihal memiliki tapi prial pengorbanan dalam kehidupan.
Zeyn pun sama,. zeyn mencintai letta tampa batas, selalu melindungi letta dan berusaha melakukan yang terbaik untuk letta. tapi karena jodoh tidak ada, ia terlalu mudah menyerah disaat semua orang bersemangat dan berlomba lomba. Ia tidak, ia memilih pasrah dan tidak melanjutkan perjuangannya. Menikahi wnaita yang tidak ia cintai sekalipun.
“ Duh Gina.. kalian sudah nikah berapa lama kenapa belum juga hamil?” Tanya Bita kepada gina yang sudah menikah dengan Zeyn hampir selama 5bulan tapi belum juga di karuniai anak.
Gina yang dituntut memiliki anak menatap mertuanya masam.” Maaf ibu Gina belum bisa memberikan cucu sekarang. doakan saja gina bisa memberikan kalian cucu secepatnya.” Jelas gina tak enak hati.
Bita menghela nafas pelan.” jangan menunda nunda yah Gin. Mama mau cucu dari kalian. mama udah tua dan sakit sakitan.” Jelas Bita pada Gina tegas. Gina hanya diam melirik zeyn meminta pendapatnya. Tapi zeyn hanya diam menatap ke atah jendela saja.
“ atau mau promil aja??? Mama ada dokter dari rumah sakit untuk kalian. Mau coba nanti mama kasih alamatnya yah.” jelas Bita lagi pada mereka.
” Ma..” gumam Genta pada Bita
Bita menggeleng pelan.” pa mama mau lihat cucu mama, “ jelas bita sedih.
“ tapikan ma cucu anak dan semua hal itu dari tuhan nggak bisa kita desak desak. Kita tunggu aja dari mana baknya tuhan kasih sama kita. doakan supaya Gina cepat hamil.” Jelas Panji lembut kepada sang istri yang terus merengek cucu.
Bita melirik zeyn dan Gina.” Kalo enggak, kalian periksa saja kesuburan kalian, bisa jadi kan kalian ada yang bermasalah.” Jelas bita.
” Ma udah.” Jelas Genta tegas pada Bita.
” Apa sih maS? kan aku Cuma kasih saran baiknya buat mereka. Zeyn kan anak aku dan bita istrinya. Memangnya salah kalo mama kasih saran buat mereka? Kecuali kalo mama hina mereka.” Jelas Bita tidak mau mengalah.
Zeyn memejamkan mata mendengar hal itu. lalu segera pergi. Gina melihat itu hendak menyusul suaminya tapi rasanya sakit. Zeyn bahkan enggan menatapnya. “ bita kamu nggak apa apa kan kalo mama bilang begini? Apa kamu sakit hati mama suruh hamil dan kasih mama cucu?” Tanya Bita pada Gina.
Gina menatap Bita sedih tetapi tetap menggeleng pelan.” tuh kan mama bilang apa. Dia aja nggak apa apa. Papa aja yang cerewet.” Ketus Bita.
Gina mendengar itu suram. Mengingat ddirinya dan Zeyn. gina tidak tau siapa yang salah di antara dirinya dan juga Zeyn. sebab mereka sudah seaksimal mungkin tapi belum juga dikaruniai anak.
__ADS_1