Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Marah


__ADS_3

Usai percakapan keributan keduanya. Nato sangat merawat Letta meksipun di bumbui marah marah atau bahasa kasarnya. Panitia juga mengantarkan minuman dan makanan yang tertinggal di jalanan tadi, memberikan sarapan, dokter kembali datang di jam siang.


Dan jam 2, saat Letta merasa sudah baikan dan Nato juga sudah mau keluar, Letta keluar dari sana dan melihat orang-orang melakukan masa orientasi siswa.


“ Letta.” teriak Bastian dari bawah, karena posisi Letta memang bagian paling atas membuat orang mendongak memandang Letta.


Letta memandang Bastian tajam dibuatnya.” Hehe gws..” teriaknya melambaikan rumba rumba kuning terbuat dari tali rapia yang di gerai seperti kemoterapi


Letta menunjukan jempolnya tersenyum. Tama melihat hal itu memandang Letta tajam, sialan, dua hari tidak masuk MOS, saat masuk dia berlagak kesakitan dan tidak MOS. Tama sama sekali tidak bisa menyiksa Letta dibuatnya.


Semuanya segera bubar diberikan waktu untuk istirahat., buru buru Bastian mendekati Letta bersama Beta dan Udin.” Yaampun katanya tadi loe pingsan? Kenapa? Ada yang sakit?” Tanya Udin pada Letta, memegang kepala Letta untuk mengecek keadaannya. Hangat emang kepala Letta.


Letta menggeleng pelan.” pura pura, soalnya gue telat.” Bisiknya pada Udin didengar oleh Bastian,


Nato yang fokus pada orang orang berlalu lalang tak mendengar.


Plak. arghh Letta meringis memegang kepalanya sakit karena di lempar oleh Udin karton berisikan nama.” Sialan nih ni anak.” Gumamnya tersenyum masam menggeleng memandang Letta.


Letta meringis memegang kepalanya kesakitan, meliriknya dengan lirikan mematikan, “ loe sih din.” Gumam Bastian kepada udin kesal.


” Harusnya loe giniin.” Gumamnya mencubit kedua pipi Letta keras.


Letta meringis menepis kedua tangan Bastian membuat Udin dan Betta terbahak. Nato melirik hal itu tajam dan menepis tangan bastian dipipi letta, memandang mereka tajam.


Batuan memberikan cengir lucunya.” Sorry bro.” gumamnya menggaruk tengkuknya.


” Loe udah sama temen temen kan? gue ke sana dulu, sama orang fakultas gue.” jelas Nato menunjukan rombongannya. Letta menunjukan jempolnya kepada Nato.


Segera Bastian dan Udin duduk melingkar didekat Letta. ingin bertanya lebih jauh tapi suara dari belakang mereka mengagetkan mereka.


Plak.. Letta mengerjab merasakan sesuatu cairan menimpa kepalanya,. Melirik cairan yang jatuh Letta mengerjab, teman temanya ikut kaget melihat hal tersebut.


Plak plak.. Letta memejamkan mata merasakan cairan bening dan benda keras menimpa dirinya.


“ haha makan tu telor..” teriak segerombolan perempuan menggunakan kaos putih MOS.


“ Woy.” Teriak Udin menggema pada keempat perempuan yang salah satunya adalah Belle. Mereka memandang Udin yang memerah sebab terciprat telor yang mereka lempar pada letta.” kalian apa apaan sih?” teriaknya menggema kembali pada mereka.


Belle dan ketiga teman barunya tertawa tanpa rasa bersalah.” Kita Cuma ngelakuin apa yang kak Tama suruh aja kok, secara dia buat pengumuman, barang siapa yang bully dia, kita bakal jadi pacarnya dia.’” Teriak salah satu teman Belle yang letta tidak ketahui siapa namanya.


Kehilangan suara Udin dan teman temannya. “ oh iya???? Dan kalian ngelakuin hal begitu Cuma gara gara cowok?” Tanya betta menggeleng.,


“ kalian nggak ada hak ngelakuin hal begini sama letta, cewek murahan!!.” teriaknya kembali pada belle.


Plak. memejamkan mata kaget Beta mendapatkan kembali telur yang dilempari kembali pada Letta. dari rombongan lain.

__ADS_1


“ tuh cewek yang disuruh kak Tama untuk di bully.” Teriak yang lain melempar Letta telur dengan keras.


Bastian dan Udin segera memeluk Letta dan betta.” Stop.” Teriak Bastian mengerang marah di sana, melempari tas dan juga kursi di sebelahnya.


” Gue bilang berhenti berhenti sialan.” Teriak Bastian kembali melempar kan kursi dari lantai atas tersebut kebawa hingga kursi hancur. semua orang memandang Bastian shok dan kaget.


Mengepalkan tangan Bastian melihat mereka, Letta di tengah tengah mereka memejamkan mata dengan tenang mencoba diam tak bersuara.” Kalian nggak mikir ha?” teriak Bastian kembali.” Dia sakit dan kalian begini Cuma gara gara cowok. Stress kalian? Sini lawan gue kalo berani.” Teriak bastian bahkan suaranya kasar dan urat keseluruhan menonjol di area wajah dan lehernya.


Letta Membuka matanya lambat dan menarik tangan Bastian pelan. Bastian menghempaskan tangan Letta kuat ditengah kerumunan yang sudah melingkari mereka.” Tapi dia emang pantes dapat hal begitu, secara dulu dia juga suka bully orang kan? kita B aja. Sekarang dia dibully biar tau rasanya gimana si bully. “ jelas Brayen mencibir.


" Dia pantes buat di bully!!" tegas Brayen kembali membuat Letta kembali dilempari telur dan kertas. bahkan batu.


“ diem mulut loe anjing.” Teriak Betta pada brayen.


” kita ngomongin fakta. Letta dulu juga jahat kan tukang bully, anggap aja ini karma buat apa yang dulu dia lakuin.” Teriak Fajar kepada mereka juga, semakin bersorak memandang Letta. Nato, Fahmi dan Renja mendekati Letta dan memandang mereka dengan tajam.


” berhenti bubar bubar.” Teriak fahmi mencoba memisahkan kerumunan.


Suara mencibir terdengar nyaring di sana tapi tetap beberapa bubar dan ada juga yang memandang letta dengan pandangan kasihan.


“ loe nggak apa apa letta?” Tanya betta pelan pada Letta yang diam saja sejak tadi terlihat wajahnya sangat datar di sana.


Letta menggeleng pelan berdiri dari duduknya dan segera turun.” Mau kemana loe?” teriak Udin kepadanya, tapi letta tidak mendengar apapun, menuju tempat Brayen dan fajar berada. Fajar dan Brayen kaget melihat Letta mendekati mereka dengan aura mematikan.


Bugh.. semua orang kaget melihat Letta memukul kuat bibir Brayen. " apa yang loe bilang tadi?? Omong sekali lagi.” jelas Letta bengis menarik baju Fajar yang memberontak. Letta menendangnya menantang.


Brayen menepis pukulan Letta tapi Letta lebih lihai dan kembali memukul Brayen lebih kuat dua kali membuat Brayen dama sekali tidak bisa menghindar atau menepisnya. letta menginjak perut Brayen kuat dan menarik rambutnya kuat hingga kepala Brayen mendongak.


Brak.. tubuh Letta ditendang oleh teman Brayen., segera berdiri dan menendang teman brayen yang entah letta tak tau tepat mengenai wajahnya. Kembali berputar dan plak. argh, semua orang kaget melihat gigi yang ia tendang tepat di bagian rahang tercopot,.


Nato dan rekan temannya memandang letta kaget, saat Letta menarik kursi yang sudah hancur dan hendak menumpuk pada brayen semua berteriak histeris, segera Nato memeluk sang adik dan menjauhkan dari brayen dan teman temannya.” Kalian anjing sini.” Teriak Letta menggelegar.


Semua anak anak meneguk Saliva kering., " udah let udah.” Gumam Nato cemas melihat emosi adiknya benar benar meledak.


Letta memukul perut Nato menggunakan sikunya membuat Nato melepaskan Letta kesakitan. Letta segera mendekati brayen dan plak. argh, semua berteriak ngilu melihat kepala brayen berdarah akibat Letta tendang,


Sekali lagi, andai tama kurang satu detik saja menahan tangan Letta. Letta menoleh memandang siapa yang menahannya. Tama, menatapnya tajam. darah Letta benar benar mendidih saat ini menatap Tama.


Letta berasal dari orang jahat bukan orang baik, jika di pancing jahat salah siapa?


“ udah..” tegas Tama meremas tangan Letta kuat.


Letta berdiri menghempaskan tangan Tama hingga terlepas.” Gue nggak pernah cari gara gara sama loe ataupun siapapun..” jelas Letta kepadanya dingin dan tidak terima.” Tapi kalian selalu cari masalah sama gue. “ tegas Letta dingin.


Tama menggeleng pelan menyentuh pipi Letta lembut, tetapi belum beberapa detik letta sudah menepisnya kuat. udin dan yang lain baru tau jika Tama berprilaku buruk begini.

__ADS_1


” Kalo nggak mau loe bisa jadi cewek gue, jauhi bokap gue gimana?” bisiknya ditelinga Letta.


Letta membuang muka.” Gue nggak mau berurusan sama bokap loe ataupun loe.” Tegas Letta menunjuk Bahu Tama menggunakan telunjuknya.


“ sekali lagi gue dapet hal yang buruk kayak gini lagi., jangan sebut nama gue Letta Yoransa kalo nggak leher kalian gue patahin.” Tegas Letta menggema di dengar oleh seluruh orang.


" Dan buat loe!!" " ujar Letta.melirik Belle dan teman temannya dingin. mereka meneguk Saliva kering takut karena tatapan Letta. " Jangan salahin gue kalo hidup loe hancur!!" tegas Letta kembali semakin membuat mereka takut.


Semua orang tak berani kembali bicara pada Letta, Letta menghela nafas pelan didekati oleh Udin dan teman temannya, melirik Belle dan teman temannya dingin. Sepertinya mereka harus ia beri pelajaran sedikit untuk paham.


“ loe nggak apa apa let?” Tanya Betta mengusap pelan pipi Letta menggunakan tysu sebab cairan telur melengket di sana. melirik Brayen yang di bantu oleh teman temannya, tama hanya diam memandang Letta dengan pandangan dingin.


Letta menggeleng pelan menjauhkan tangan Betta. Letta segera pergi dari sana sendiri. “ letta.” teriak Udin mendekati nya.


Hanya saja Letta sama sekali tidak mengindahkan hal itu, segera memasuki mobil dan meninggalkan lapangan sekolah.


Mendengus kesal di dalam perjalanan menuju perusahaan Bima, Letta menghentikan mobilnya didepan perusahaan Bima. Menelepon Bima didalam mobil. Bima yang sedang baru saja istirahat melihat telepon letta mengembangkan senyumnya.


Duduk dengan tenang.


” Hal--. “


"gue ada di bawah sekarang.” jelas letta dingin dan tegas memotong ucapan milik Bima.


Bima mendengarnya melebarkan matanya.” baby kau bercanda?” tanyanya pelan.


Letta menggeleng pelan.” Ke sini sekarang om.” Tegas Letta.


Bima mengangguk segera mematikan Hpnya. segera turun dari lantai kantornya ke bawah, ia melihat sekeliling sampai ke mobil pembeliannya warna kuning. Melambaikan tangan ia mendekati Letta yang masih di dalam mobil.


Saat mendekat matanya melebar memandang Letta yang berpenampilan buruk dan bau.


Letta turun dari mobilnya membuat Bima shok.” Kamu.. kamu kenapa letta? siapa yang berbuat begini? Kamu ulang tahun?” tanyanya dengan kaget melihat Letta yang menatapnya tajam,


“ ini ulah anak anak Om..!!! mereka nyuruh semua orang kampus saya buat bully saya.” Tegas letta dengan dingin.


Bima melebarkan mata mendekati letta melirik sekeliling sebab beberapa karyawan memandang mereka penuh penasaran.” Kita bicara di dalam saja.” Tegasnya menarik Letta untuk masuk ke perusahaannya.


Letta segera masuk tanpa mengindahkan tatapan semua orang, masuk ke ruangan bima yang berlantai 10, Bima melirik Letta dengan kasihan sebab wajah letta terlihat sangat murkah dan menahan amarah, saat masuk ia membuka toilet,” kamu bersih bersih dulu biar saya suruh sekretaris saya belikan baju.” Jelasnya tegas.


Letta mengangguk.,” suruh juga bersihkan mobil gue, “ jelasnya melempar kunci mobil, segera bima menangkapnya, melirik Letta masuk ke dalam mobil dengan helaan nafas. Untung sayang.


.


.

__ADS_1


.


Tolong ingat kan author yah nanti biar Up lagi. haha suka lupa. kemaren juga lupa


__ADS_2