
Seperti rencana Letta sebelumnya dengan Putra, mereka pergi ke paris untuk honeymoon selama tujuh hari mendatang, dengan jadwal pesawat besok pagi jam 7 agar waktu mereka lebih banyak di Paris.
Mereka segera menuju stasiun usai cek in paket eklusif, di sana Letta dan Putra saling berdekatan, menatap awan bersama. Putra menaruh kepalnya di pundak Letta dan berdehem menatap langit pesawat. jujur saja putra masih merasa ini mimpi, mimpi bisa bersama wanita yang ia cintai.
hampir mati rasanya putra tapi akhirnya dapat juga. usaha tidak mengkhianati hasil memang.
Menghabiskan waktu berjam jam baru saja sampai. Putra senang melihat wajah Letta yang bahagia,
Pergi jalan jalan, berlari ke sana kemari, di tempat yang ia inginkan. Mereka jalan jalan ke seluruh wisata kota paris yang dikatakan sangat terkenal, dimulai dari taman maple, lalu ada ke museum Louvere, menara evel. Faris Disneyland sampai kepada jembatan gembok cinta.
Putra membeli gembok yang ada di sana, lalu mendekati Letta, menaruh namanya dan juga letta di sana, menyangkutkan gembok di dekat jajaran gembok dan membuang kuncinya.
Letta diak saja menatap hal itu.” semoga kita bisa berjodoh sampai tua, saling menemani dan saling menyayangi.” Gumam Putra sembari membuang kuncinya.
Letta menatap Putra dengan tatapan heran.” Kamu mempercayai hal ini?” Tanya letta dnegan putra.
Putra merangkul pundak Letta dan menatap ke bawah, dimana sungai yang menjadi saksi kunci cinta dari pada pengunjung yang datang.” Sayang, kamu tau tidak? Sebenarnya yang datang dan yang melakukan ritual sebagaimana yang dikatakan mitos itu bukan karena percaya.” Jelas Putra serius.
Leetta mengangguk pelan.” terus karena apa?” Tanya letta mengangguk.
Putra menatap letta dalam.” Karena mereka menaruh harapan, harapan yang bisa mereka utarakan lewat suatu benda, contoh seperti aku yang juga melakukannya. Percaya tidak percaya hal yang aku lakukan tadi adalah sebuah bukti cinta atau pengharapan kepada sesuatu hal. Tetapi pengungkapan keinginan dan harapan. “ jelasnya dengan serius. “ percaya itu yah tergantung pikiran tapi harapankan tergantung dengan hati.” Jelasnya dengan pelan pada Letta.
“ jadi jika begitu aku akan melakukan yang sama” jelas Letta mengangguk paham.
Putra menggeleng pelan membuat letta menaiki alisnya.” Hanya 1 orang yang membuat dan hanya ada dua orang di dalamnya, kamu tidak usah biar aku saja.” Jelas Putra.
” Kenapa begitu?” Tanya Letta heran.
“ karena tidak saja.” Jelas Putra terkekeh.
Letta mendengus mencubit perut putra membuat Putra meringis kesakitan.” Kamu sedikit berbelit.” Jelas Letta terkekeh pelan.
putranya mendengus pelan mendengarnya itu lalu mencubitnya kedua pipi letta.” kamu sangat cantik nona..” jelasnya.
Letta di puji menatap putra malu.” Apa lagi saat malam kemarin.” Jelas Putra mengingat malam panasnya.
Wajah Letta memerah malu.”Putra ih kamu mesum sekali.” Gumam Letta memukul pundak Putra.
Putra terbahak bahak.” Aku benar, kamu semakin cantik sata tidak menggunakan apapun.” jelas Putra dengan godaan.
‘“ Putra kamu menyebalkan.” Jelas letta memukul pundak putra kesal.
Putra tertawa keras melihat wajah letta yang malu..” wajah yang memerah dengan pipi yang natural tampa pemerah buatan.”
“ berhenti bicara nakal.” Jelas Letta lagi menutup bibir Putra.
Putra mengeleng pelan dan memeluk tubuh Letta erat. Letta kekeh memberontak. Tapi putra menahannya dan mengecup bibir letta lamban
. Letta terdiam dan memejamkan matanya, merasakan pergerakan dan juga balasan letta Putra semakin menciumi Letta dalam, rasa manis, dingin dan lembutnya bibir Letta adalah suatu yang candu baginya sekarang. “ ini lihat pipimu, sangat indah.” Puji Putra usai meepaskan ciumannya.
Letta menatap Putra kesal dan garang.” PUTRA..!!!” Seru Letta kesal. Ini menyebalkan bagi letta.
...----------------...
Pulang dari liburan. Letta berjalan tenang di dekat putra yang membawa koper, dibantu dua orang mereka akan segera pulang.” mau jalan jalan lagi.” gimam Putra menatap letta memelas.
“ mau berduaan terus.” Gumamnya memelas.
Letta menatapnya dengan sinis lalu berdehem,” aku harus kerja. Juya juga tinggal aendiri, nanti kalo dia udah sehat kita jalan lagi.” gumam letta pelan pada Putra.
Putra mencibir letta.” nanti kalo ada Juya kita jalannya ngak bisa plus plus.” Gumam putra tengil.
Letta tersenyum salah tingkah mencubitnya perut putra.” Mesum banget kamu yahhh.” Gumam Letta tak menyangka.
__ADS_1
Sebelumnya Putra tidak semengerikan ini. Letta benar benar merinding. Putra menatap letta mengoda.” Emang kenapa toh sama istri sendiri.” Gumamnya pelan.
Letta melotot melirik ke belakang pengawalnya yang salah tingkah mendengar obrolan mereka.” Putra kamu malu maluin banget.” Gumam Letta melotot tak suka karena malu
Putra melirik letta malas, segera menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Panji dan Komala untuk menjemput mereka. Letta dan putra segera pulang ke rumah Panji dan komala terlebih dahulu sebab mereka harus menjemput juya di rumah itu.
Sampai di rumah nya panji dan komala. Letta melihat juya yang duduk didepan rumah termenung menatap air mancur dan ikan ikan. Putra melihat wajah sedih anaknya ikut sedih. Letta melirik Putra dan menyurunya diam, segera mendekati Juya secara pelan pelan. Juya sama sekali tidak sadar sampai tangan letta memeluk juya.
Juya kaget nyaris jatuh jika tidak letta tahan tubuhnya.
Juya melotot menatap letta.” mama cantik?” serunya senang segera memeluk letta.
Letta terkekeh pelan dipeluk Juya, mengecup pipi juya pelan. “ mama cantik lama banget perginya. Juya pikir juya dibuang huhu.” tangisnya pelan.
Letta terkjekeh pelan memeluk Juya. Juya memang bukan anaknya tapi Juya tidak membencinya, sama sekali tidak.
Letta berfikir jika ia tak mampu memberikan Putra anak setidaknya Putra Masih memiliki penerusnya.
Letta juga bersyukur dengan kehadiran Juya. Juya adalah salah satu bukti ketulusan perasaan Putra terhadap dirinya.
“ kenapa Juya berpikir mama akan membuang Juya?” Tanya Letta mengusap pelan kepala Juya.
Juya menatap letta sedih.” Soalnya mama dulu juga gitu. Katanya nggak akan ninggalin juya, tapi nyatanya dia pergi dan nggak kembali.” Jelasnya sedih.
Letta melirik Putra bertanya. Berdehem pelan Putra menajwab.” Jasmine menikah dengan Thomas sekitar tiga tahun yang lalu saat Juya usianya 2 tahun, dia di sana sudah mempunyai anak dan suaminya posesif,. Sejak tiga sampai empat tahun belakangan ini dia sibuk dengan anak mereka, jadi sulit untik ke Indonesia. Dia juga sedikit sulit di hubungi.” Jelas Putra serak.
Mengusap pelan kepala Juya putra merasa bersalah.” itu bukan tampa alasan, dia bilang sama aku kalo dia nggak bisa pulang terlalu lama, karena taut rasanya denganku akan tumbuh. Ia harus belajar menerima suaminya dan hidup bersama orang yang ia cintai. Dia tidak melupakan Juya. Dia hanya mencoba melupakan aku.” Jelas Putra merasa bersalah.
Letta mendengar itu sakit, ia sebagai perempuan saja merasakan apa yang jasmine rasakan, mengejar seseorang sejak kecil, ditolak mentah mentah bahkan taka da cela untruk masuk. Itu benar benar luka.
Letta mengusap kepala Juya dan mengusapnya air mata Juya.” Mama papa nggak akan ninggalin Juya... tapi mama boleh minta Juya buat panggil mama ibu aja?” Tanya Letta pelan pada juya.
Juya mengerjab pelan dengan mata basah memandang letta polos.” Kenapa?” tanyanya serak.
Letta tersenyum tipis.” Soalnya mama itu satu yah mama jasmine. Kalo aku ibu Letta hehe. Oke?” Tanya letta. Letta tidak ingin ada peran Jasman yang dirinya rebut.
” Ibu?” tanya Letta.
Juya tersenyum lebar.” Sekarang ibu.” Jelasya menepuk pelan pundak Letta. Letta terkekeh mendengarnya itu.
“ loh udah sampek letta??” Tanya Komala dan panji mendekati mereka. Letta tersenyum menatap komala dan panji.
Puytra segera hendak menyalami ibu dan ayahnya tapi ia tertegun saat komala mendorongnya dan malah memeluk Letta.
Putra memasang wajah sedih melihat ibunya. Letta terkekeh membalas pelukan ibunya.” Yaampun gimana kemarin jalan jalannya? Seru? Putra nggak nyakitin kamu kan?” Tanya komala kepada Letta dengan khawatir.
Letta menggeleng.” putra baik sama letta, tapi masa letta di suruh bawa koper sendiri.” Gumam Letta memelas.
Komala melotot kepada Putra. Panji pun sama membuat putra gelagapan.” Loh aku bawa tiga koper loh, isi semua oleh oleh buat mama papa Juya. Kamu Cuma bawa koper satu sayang itupun otomatis kamu pegang aja jadi nggak berat. “ jelas Putra melotot.
Letta mencibir putra.” Tetap aja, kan bisa kamu taro di kepala itu koper Kamu keterlaluan.’ Jelas panji geram.
Putra kaget. Mana ada koper di taro di kepala?? Memang dasar keluarga kampret batinnya.
Panji mengusap pelan lengan letta.” yaudah masuk ayok. Mama udah masak buat kamu. Di dalem juga ada mama papa, kakak kamu juga yang nungguin. Ayo masuk.” Jelas komala.
Letta mengangguk segera mengajak Juya masuk.” Sini sama opa saja.” Jelas Panji.
Juya menggeleng pelan memegang tangan letta.” juya mau sama ibu.” Gumamnya serak.
Komala menatap juya kaget sebab juya menolak. Letta menganguk.” Biar letta aja yang sama Juya.”
“ Juya sudah bisa jalan loh dikit dikit..” jelas juya menarik tingkatnya dan tersenyum lebar.
__ADS_1
“ wah bagus.. kamu keren.” Jelas Letta senang.
Juya tersenyum malu malu segera berjalan didepan letta dengan nyaman. Letta melihat itu tersenyum lebar.
“ ayo sayang. '' Gumam Putra membawa letta memasuki rumahnya.
“ wahh ada yang pulang nih. Oleh oleh dong.” Seru Beta mendekati letta semangat.
Nato pun mendekati putra dan menaik turunkan alis tengil. Letta mengangguk girang.” Aku bawain oleh oleh buat kalian. Ayo ayo.” Seru letta segera bergabung dengan para perempuan.
Sednagkan nato menyenggolnya lengan Putra. Putra menaiki alis menatap nato.” Gimana malam pertama? Berhasil?” Tanya nato dengan genit. Putra memainkan bibirnya memasang wajah tengil.” Uhh yah gitu deh.” Gumamnya.
Nato tergelak mendengarnya.” Berapa ronde?”
“ yah tiga lah yah.” gumam putra tengil.
” Buset... loe ngotak dikit lah, adek gue anjing.” Gumam Nato melotot tidak terima.
” Yah gimana dong?” Tanya Putra tengil.
Nato mendengus mendengarnya itu sebal.” Awas loe nyakitina dek gue.” serunya tak terima.
Dengan keberadaan Letta ditengah keluarganya.” Aunty aunty... ini buat ceca kan?” Tanya Ceca kembaran caca anaknya dari Zaxi letta mengangguk pelan
” asikk. Keren banget.” Gumam ceca kagum kepada baju miliknya
” Aunty tau kalo ceca suka gaun disnay??” gumamnya dengan kagum. Memang ia itu type anak yang manis dan ceria. Jadi letta berikan gaun.
“ aunty juga belikan caca baju keren.. ceca mau bumbum sama papa pakek baju ini.”s seru caca. Caca type cewek tomboy membuat letta menberikan ia jaket denim berjenis kulit berwarna hitam. Letta menjadi terkekeh melihat keberadaan kedua anak ini.
“ juya juga. Lihat juya punya banyak.” Jelas juya berbinar menunjukan baju baju miliknya dan juga Coklat.
” aunty kok yang ceca dan caca nggak dikasih permen coklat, juya Dikasih ih..” gumam ceca merajuk kepada Letta karena ia tak diberi permen coklat.
” Benar ini tidak adil aunty.” Gumam Caca mendengus.
Letta menggeleng pelam.” Ada semua kok.. coba deh buka koper satunya lagi.” Seru letta pada mereka.
Mereka buru buru mencari koper belum di buka, dan bamm.” Huraa.... aunty kami satu satu yah.” serunya mereka.
Letta menmberikan jempol membuat mereka berlarian senang mendekati juya dan menunjukan milik mereka. Sedangkan alleta menguap pelan melihat keributan yang ada.
Letta memberikan sesuatu pada alleta membuat alleta menaiki alisnya, menerima kotak pemberian letta, sejenak tatapan malasnya berubah kaget melihat isinya adalah hp. HP pengeluaran terbaru yang ia impikan.” Astaga... kakak.. inikan yang aku mau.. kyakkk ada fotocard Sehun nya terbaru.” Serunya bahagia memeluk letta.
Letta menjadi terkekeh pelan.” kamu suka EXO kan? ini ada album sama beberapa hal milik exo.” Jelas letta.
Akhh.. teriakan Alleta melengking kegirangan membuat letta tertawa senang.
Muac muach pupi Letta kanan kiri di cium oleh Aleta. "Kakak yaallah yaallah ini mimpi apa sih aku akh..” teriaknya lagi tertahan karena pemberian letta.” gila ini sumpah yaallah.. aku nggak kuat.” serunya menggema memeluk pemberian letta.
“ kamu ini jangan teriak teriak kayak monyet aja.” Gumam Panji pada anaknya.
“nggak bisa ini nggak bisa.. aku cinta kakak ipar.” Teriaknya girang lagi mencium pipi Letta.
Letta terkekeh pelan. Agung mengusap kepala letta.” buat kamu mana?” Tanya nya pelan. sebab Agung dan Nadia tadi sudah ia belikan oleh oleh beda beda. Agung ia berikan baju Sedangkan Nadia ia berikan tas branded.
L;etta menatap mereka ragu.” Letta beli berhiaskan .. tapi diem.” Gumamnya terkikik.
Agung mendengar jawaban letta menggeleng pelan.” pasti cantik. Jangan lupain diri sendiri yah.” jelas Agung pada Letta tegas. Letta mengangguk senang.
“ bapak sama ibuk udah nggak bisa ngatur kamu gimana gimana lagi, sekarang letta sudah punya imam, sudah ada yang bisa mengarahkan letta dengan baik dan benar. Bapak sama ibuk hanya berharap letta bisa menjadi istri sekaligus ibu yang baik oke?” jelas Agung tegas pada Letta.
Letta mengangguk tegas. Agung menatap kepada Putra yang bicara pada nato.” Dan buat Putra jika ada yang terluka sedikit aja pada letta. bapak akan bawa pulang anak bapak. Bapak nggak akan segan bawa jauh sejauh mungkin anak bapak dari kamu.”
__ADS_1
Putra yang tadinya bicara terdiam dan mengangguk.” Gue juga. Semisal ada yang luka dikit aja di badan adek gue. abis loe gue bunuh.” Seru Zaxi sejak tadi diam bermesraan dengan istrinya menatap Putra.
” Ayah juga. Ayah gebuk kamu Sampek jadi kayak ayam gepuk!!!.” Jelas Panji pada sang anak. Putra saking kicep. Ini kenapa ia yang di ancam ancam sih???