Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Kating


__ADS_3

“ Lapor tuan, kami sudah membuat nona Letta memasuki kampus dengan jurusan yang dia mau.” Tegas dari Xior kepada Zeyn,


Zeyn mendengar hal ini tersenyum miring.” Bagus..” gumamnya tersenyum miring.


Memang dirinya yang memasukan Letta ke kampus tersebut. Letta memiliki nilai paling buruk mana mungkin di terima di kampus ternama. Dan lagi kampus yang letta masuki ini adalah kampus miliknya dan keluarga.


Melirik ke lantai dua dimana letak kamar Letta, yah sedang tak jauh dari rumah Letta, dirinya di dalam mobil sering mengawasi letta setiap malam dari sini.


Samar samar dirinya bisa melihat dari tirai jika Letta sedang berjalan di kamarnya.


” Tidak ada yang bisa menolak saya, sekali saya mau maka itu adalah milik saya. Termasuk kamu.” Tegasnya dingin., tangan kananya hanya diam melirik Zeyn ngeri.


...----------------...


Letta memandang kedepan, kampus yang ia akan masuki, sejujurnya mengapa Letta mengambil jurusan kedokteran karena sebelumnya dirinya kan memang s2 biologi, juga memiliki banyak pengetahuan tentang kedokteran.


Memiliki banyak luka setiap waktu, Letta banyak mengetahui dunia kedokteran, salah satunya seperti bedah, menjahit atau beberapa kandungan dalam setiap obat-obatan. bisa dikatakan dia mahir.


Tidak mau memperebutkan urusan, Letta melirik Nato yang di sebelahnya sama menggunakan baju kemeja rapi. Setelah bujuk Letta ternyata Nato mau kuliah, dengan syarat ia akan mengambil kerja part time, ia mau membiayai kuliahnya sendiri.


Letta sih ACC saja, Nato juga sudah mau menaiki mobil yang sama dengan letta., meksipun ucapanya selalu nyeletuk buruk, hubungan keduanya makin lama makin baik.


“Ini fakultas gue?” Tanya Nato pada Letta pelan.


Letta mengangguk pelan menunjuk di depan Nato. “ itu punya gue. Nah syukur syukur deh ngak terlalu jauh.” Jelas Letta senang pada Nato.


Nato mengangguk tersenyum senang.” Gue masuk yah. kuliah yang bener jangan nyusahin bapak sama ibuk.” Tegasnya. Letta mengangguk semangat dan segera melambaikan tangan menuju tempat dirinya kuliah.


" Belum ege. kita masih lihat-lihat!!" teriak Letta membuat Nato tak mengindahkan nya.


“ He cewek indiogo.”


Letta yang berjalan ke fakultasnya melebarkan mata melihat ada Bara.. ada Bara anak angkatnya yang juga sama dengannya, mendekat dan memandangnya tajam. “ loe ngambil jurusan kedokteran juga?” tanyanya dingin dan sinis.


Letta mendengarnya paham., Bara juga satu fakultas dengannya. “ iya.. loe juga?” Tanya Letta.


bara berdehem pelan berjalan beriringan dengan letta. “ BTW ada mama gue nggak di sekitar gue?” Tanya Bara kepada letta pelan.


Letta mendengar pertanyaan Bara paham, pasti yang dimaksud adalah dirinya. Hahaha jadi Bara percaya jika dirinya masih ada di sekitarnya” Ada tu,” jelasnya.


Biara melebarkan mata mendekati letta.” beneran? Gimana mukanya?” tanyanya sedikit bergejolak. Saat sadar ia mundur dan berdehem malu.


“ yah cantik, tinggi, langsing, btw dia ada luka yah di dekat alisnya?” Tanya letta. Bara berehem pelan memandang letta serius.


” Katanya dia bangga sama loe. Loe udah jadi anak yang hebat.” Jelas letta.


samar-samar telinga Bara memerah dan pipi yang merona. Bara mengulum senyum mendengarnya.


Letta melihat Bara yang tersenyum begini sedikit geli. Rupanya Bara bisanya salting jika dipuji oleh ibunya. Apa Bara benar benar percaya jika dirinya bisa melihat mahluk yang sudah mati? Apa Bara sepolos itu?


" Tapi katanya loe nyebelin sekarang.." Gumam Letta mendengus membuat wajah Bara berubah menjadi datar melirik Letta.


“ karena loe bisa komunikasi sama mama gue. loe nggak boleh jauh jauh dari gue. loe harus kasih tau gue apa aja yang mama gue bilang sama gue.” tegas Bara pada Letta menekan apa yang ia inginkan.


Letta melirik bara tidak terima.” Mana boleh begitu, loe pikir gue nggak ada kerjaan?” Tanya Letta malas.

__ADS_1


Bara meliik letta dingin.” Gue ngak mau tau pokoknya..” tegas Bara.


Letta menghela nafas pelan.” sorry kalo dibayar boleh juga tapi kalo gratis sorry aja yah kerjaan gue banyak.” Tegas letta memasuki gedung lebih dalam.


“ gue bayar. Berapa loe mau?” Tanya Bara menahan lengan Letta.


Letta tertahan menyipitkan mata melihat Bara yang bicara serius.”: gue bakal bayar asalkan gue bisa tau mama gue bilang apa sama gue atau dia ada di sisi gue atau nggak.” Tegasnya kembali.


Suaranya terdengar getir di telinga Letta. apa Bara merindukan ibunya? Dirinya?


Meneguk saliva kering Letta berdehem.,” sepuluh juta sebulan?” Tanya Letta.


Bara mendengarnya mengangguk mengajukan tangannya.” Diel.” Tegas Bara. Bara akan membayar berapapun untuk bicara dengan ibunya.


Letta tersenyum lebar menyambutnya. “ Diel yah.” terkekeh pelan Letta kepada Bara.


Bara melihat kekehan Letta merasa ada hal aneh, ada rasa senang bukan karena menyukai tapi lebih kepada hangat, senyum yang dirinya rindukan.


“ OMG... Nggak sama Fajar sekarang sama pengusaha cucu Ragiel. Letta loe jadi cewek matrek banget yah?”


Suara Belle yang datang membuat letta merasa pening meliriknya. Letta sangat kesal melihat Belle, ingin rasanya ia membunuh belle, apalagi Belle pekertinya satu pakultas dengannya, kenapa sih dunia sesempit ini.


Letta segera menjauh dari sana untuk menjauhi masalah membuat Bara segera mengikutinya.


Mengepalkan tangan Belle mlihat hal tersebut.” Kenapa sih Letta selalu deket sama cowok kaya... “bisiknya kesal, menghentakkan kaki segera menjauh, dirinya iri, Letta selalu mendapatkan hal yang bagus. Semacam laki laki, selalu mendapatkan orang yang kaya raya.


“ Dia siapa?” Tanya Bara kepada Letta dingin.


Letta mengangkat bahu acuh dengan wajah suram dan dingin.” Dia tu heters gue. rasanya pengen banget gue bikin urat lehernya putus,, “ tegas Letta dingin. Bara mendengarnya mengerjab melihat Letta yang berubah drastic, tatapan itu sama dengan tatapan yang selama ini ia rindukan.


dingin..


Letta dan Bara sendiri duduk di bagian tangga no uriut 2 bisa melihat wajah tama lebih jelas ditengah bisik bisik orang melihatnya


“ oke acara ini akan di selenggarakan selama tiga hari, hari pertama adalah perkumpulan seluruh anak baru yah, ini hari pertama hanya untuk pembagian apa saja yang harus kalian siapkan nanti untuk perkenalan kampus. Besok acara nya akan di mulai sungguhan, acara di hari kedua berlangsung di fakultas masing masing dan hari terakhir akan digabungkan kembali. Karena sekarang MPS sudah dilarang tetapi tidak dengan ke disiplinan,. Kalian harus datang jam enam besok, jika tidak kalian akan kami hukum.” Tegasnya.


“nggak sekalian jam lima bang?” Tanya Udin berseru tak jauh dari Letta.,


" Jam 4 aja nggak si biar sekalian bantuin satpam jaga kampus..!" Seru Bastian.


Letta mendengar temannya terbahak bersama Beta dan juga Bastian.


Presiden mahasiswa melihat Udin dan Letta yang tertawa, melirik Bastian yang menyahut juga tajam dan dingin.” Kalian turun..” tegasnya kepada Udin dan Bastian..


Udin menelan Saliva kering melirik Bastian, “ turun.” Tegas Tama.,


semua senyap dan sunyi, “ kamu juga.” Tegas Tama kepada Letta. " Atau kalian saya keluarkan dari kampus ini!!"


Letta shok apa salah dirinya??


“ cepetan.” Tegas Udin berbisik menggunakan bibirnya.


Letta melirik bara yang di sebelahnya hanya meihat dirinya jengah. Pelan Letta keluar dari barisannya dan mendekati Udin dan juga Bastian.


“ siapa nama kalian?” Tanya Tama tegas.

__ADS_1


“ Jefri Nicole bng eh Kak.” Jawab Udin pelan.


plak. letta menepuk pelan lengan Udin membuat sang empu meringis. Melirik Letta yang memperingatinya, banyak yang tertawa memandang udin.


“ yang serius.” Ujar Tama turun dari podium dan berdiri di depan Letta.


Letta mundur mencium wangi Tama, wah ini kok wanginya mirip dengan wanginya Bima yah? apa dia ini anak om Bima batinnya.


Tama memanang Letta dan tersenyum miring.” Wahh simpanan papa.” Gumamnya ditelinga Letta.


Letta menegang memandang Tama yang memberikan tatapan peringatan. Benar dia anak Om Bima pantas saja mereka mirip.


“ perkenalkan kembali.” tegas Tama pada mereka.


“ Nama saya Udin Mandala kak.” Tegas udin melirik Bastian yang diam sejak tadi.


” Nama saya Sebastian Putra.” Tegas Bastian.


melirik Letta tama tersenyum miring.” LETTA YONARSA?” Tanyanya bertanya dengan sorot berbeda.


Letta diam melirik Tama, duh rasanya panas dingin, kenapa rasanya beda dan janggal. Apa ini?? kenapa tatapan Tama seperti ingin memakannya.


Apa dia juga mantan orang yang menyewa dirinya?


” Saling kenal kalian?” Tanya Bastian pada Letta.


Tama melirik Letta yang diam saja.” Kita saling kenal Letta?” tanyanya dengan dingin.


Letta menggeleng.” enggak, “ tegas letta.


“ tapi dia kenal loe.” Bisik Bastian heran. Letta menyenggol lengan Bastian pelan agar tak bertanya kembali.


Semua pandangan terarah pada Letta dan kedua temannya, Letta kesal juga sebenarnya diposisi begini.” Apa yang kalian ucapkan tadi? Saya ingin dengar ayo ulangi.” Tegas Tama pada Bastian dan Udin.


Melirik Letta yang kesal berdiri di sana.” dan kamu ulangi tertawanya saya mau dengar.” Tegas Tama kembali menbuat banyak siswa dan siwi tertawa.,


“ emang ketawa salah yah? salahin tu Udin yang bikin ketawa.” Jelas letta menunjuk Udin.


“ loh kok gue. loe yang ketawa gue yang disalahin.” Tegur Udin kesal pada Letta.


“ gue nggak ngapa ngapain tapi.” Jelas letta kepada Udin dan Tama cemberut.


Tama tersenyum miring melirik Letta yang melawan.” Coba ulangi apa yang kalian katakan. Kalian keberatan datang jam enam?” Tanya Tama tegas.


“ keberatan lah kak, jam enam, emang ngak ada waktu lagi selain jam enam? Kalo ngasih arahan yang bener bner aja.” Tegas letta kepada Tama kesal.


Udin dan Bastian abstain mengangguk.” Setuju. kalo jam 7 masih batas wajar tapi kalo jam enam? Kita kan butuh mandi, jarak dari rumah ke kampus juga udah satu jam, kita harus siap siap jam 4 gitu?” Tanya udin.


“ tapi ini ketegasan kampus, jika kalian ingin menolak kalian ajukan kepada rektor saja.” Jelas Tama mengangguk, Letta mendongak menatap Tama yang tinggi sekali, Letta hanya sebatas bahunya saja jika disini. Tama yang ditatap oleh Letta melirik Letta dan menatap Letta penuh peringatan.” Untuk kalian tunggu saya sesudah acara ini.” tegasnya.


Letta berdehem pelan bersama teman temannya, salah juga dirinya tertawa keras, sepele sekali masalah hidup Letta, Letta segera menjauh dari sana, tetapi Tama menahannya dan merangkul nya pelan.” pulang nanti tunggu gue atau gue sebar berita kalo loe simpanan om-om, “ bisiknya menjilat telinga Letta. Letta merinding melirik Tama dan menampar pipi Tama reflek.


Semua orang shok melihat Letta menampar Tama, Tama terdiam memegang pipinya yang terasa kebas. Melirik letta dingin penuh arti,.” Mau gue sebarin?” tanyanya terkekeh.


Letta melirik Tama penuh emosi, jika saja tidak memiliki keterbatasan dan kenyataan jika ia punya hubungan dengan Bima, Letta ogah menurut dengan laki laki ini. “ kalo ada masalah kita selesaikan berdua sayang bukan disini, di depan orang banyak.” Ujar Tama mengusap pipi Letta. Tama terkekeh pelan melihat Letta yang begitu kasar.

__ADS_1


Letta menepisnya kasar segera menjauh. Udin dan Bastian mendekati Letta dan memandangi tama yang aneh.” Kenapa let?” tanyanya.


Letta di Tanya melirik tama dingin, meggeleng sejenak. Semua siswa melihat Letta aneh, sialan jika begini Letta pasti akan buruk dimata banyak orang. akh sial sial sial..


__ADS_2