
Pagi ini sangat cerah, tapi tidak untuk Letta, rasanya mendung, sebab sejak pagi ia bangun baik Nadia, Agung tidak lah menyapa dirinya, hanya menyiapkan makanan pavorite nya, letta memandang makanan dimeja dengan malas, rasanya sangat sedih...
Agung berjalan ke dapur dan melirik Letta tak bersuara., tapi tak urung menaruh beberapa pastel dan gorengan yang Letta sukai di atas meja. Letta mengulum senyum dibuatnya. “ hehe bapak selamat pagi.” Jelas Letta pura pura memasang wajah menggemaskan.
Agung membuang muka, segera pergi dari sana. Letta memandang agung dengan lempeng, sejenak sampai Nadia juga ke belakang menaruh piring kotor. Letta tersenyum lagi agar mencuri perhatian ibunya ” Ibu...” panggilnya, Nadia pura pura tuli di sana segera pergi.
Letta menjadi kesal sekaligus sedih karena di angguri, memilih makan dengan dengan kasar dan bibir yang mericau tak jelas, ini menyebalkan..
“ loh?” gumam Nato yang memasuki dapur kaget melihat sosok yang ia cari cari ada disini.
Letta melihat Nato yang memasuki dapur kaget menatapnya hanya diam malas bicara.” Letta?” gumam Nato bergetar tak percaya. Matanya berkaca kaca mendekati letta.
Letta menyipitkan mata memandang nato yang hendak mendekati dirinya dengan kedua tangan sudah melebarkan.” Jangan deket deket.” Tegas Letta saat Nato ingin memeluknya,
Nato otomatis berhenti ditempat mendengar teriakan Letta. Letta disana memandang Nato penuh peringatan.. “ kita musuhan."Tegas letta dingin.” Masih ingetkan loe dateng ke ruangan gue teriak teriak ngatain gue p3rek??? Loe ngaptain gue murahan sampek nampar gue?” Tanya Letta tegas. Letta tentu masih ingat semua yang menyakiti dirinya.
Jika kalian lupa Letta ini pendendam,.
Nato melebarkan matanya, dirinya lupa astaga,, dari tadi ia sangat senang melihat letta pulang, menghempaskan rasa khawatirnya selama ini, sampai lupa jika Letta kabur karena dirinya yang menampar dan memaki dia.
“ Letta..” gumam Nato meneguk Saliva terasa kering.
Letta membuang muka dan memakan nasinya kesal, sayur perkjedel, kangkung di tumis asin manis, ada juga ikan goreng ini lezat sekaki baginya. Nato melihat Letta enggan menatapnya buru buru mendekati letta dan memegang tangan Letta. Letta segera menjauh dari Nato.
Nato memelas” sorry, maafin gue. maafin gue, gue pas itu bener bener diluar nalar, gue marah,. Gue kecewa sama loe.” Gumam nato memelas sedih pada Letta.
“ dan percaya sama berita murahan kayak gitu?” Tanya Letta melotot.
Nato menggeleng.” bukan tanpa alasan., loe nggak cerita kan dari mana loe dapet uang??? bisa bayarin kuliah gue sedangkan gue tau kuliah loe aja masuknya 80 juta dan gue??? 20 juta., loe ipikir aja uang segitu banyaknya dimana loe dapet???” Tanya Nato gelagapan.
“ oh jadi loe tetep nuduh gitu?” Tanya Letta berdecak pinggang.
Nato buru buru menggeleng tegas” bukan gitu, gue kan jelasin sama loe alasan kenapa gue bisa percaya pas itu, situasinya bener bener mendukung Letta. loe nggak pernah jujur sama keuangan loe, dimana loe dapet uang, apa pekerjaan loe.. semuanya diluar nalar gue. im sorry, gue bukan bermaksud mau nyalahin loe di saat itu, gue kecewa sama loe. Gue bener bener nggak bisa berpikir rasional.” Tegas Nato jujur.
“ tapi loe tetap salah.'' Tegas letta sama sekali tidak terpengaruh dengan wajah memelas Nato, rasanya itu semua tipuan,” sakitnya pas itu bukan Cuma di pipi, tapi di hati Nato, sorry gue bukan ngungkit apapun yang gue kasih ke elo, tapi loe bener bener bikin gue sakit hati..” tegas Letta segera mengambil satu pastel dan membawnaya pergi dari sana.
“ Letta.. tolong dnegerin gue..” gumam Nato buru buru menarik tangan Letta membuat pastel milik Letta jatuh.. Letta menatap pastelnya sedih segera memungutnya kembali..
Belum lima.menit.
Letta segera menjauh tapi Nato memeluk pinggang letta dan menangis dipunggung letta.” hiks hiks gue beneran minta maaf letta. gue nggak ada niatan gitu hiks hiks. Maafin gue..” gumam nato.
Letta tak membalas, makan dengan kesal Nato mengeratkan pelukannya.” Loe kan dulu juga pernah slaah sama gue, anggap aja kita impas gimana??? Loe mafain gue gue maafin loe. Loe nggak lupa kan kalo loe punya dosa besar juga??? Kalo gue nampar loe Cuma sekali sambil bilang loe murahan loe berkali kali teriakin gue dan nampar gue dimuka umum, nginjek kaki gue, bahkan leher gue. Menghina gue cuma tukang parkir dan anaknya bapak banci. Loe.. Loe lebih jahat..” tegas Nato buru buru pada Letta kesal.
“ letta gue belum maafin loe yah.” tegas Nato kembali.
__ADS_1
Letta melebarkan mata mendengar itu. “ gue nggak maafin loe kalo loe nggak maafin gue. gue akan ngelupain appaun yang loe lakuin sama gue, tapi yang jelas loe juga maafin gue.. gue bener bener nyesal udah ngelakuin itu sama loe.” Jelas Nato tulus dihadapan letta.
Letta mendnegar hal itu melirik nato kesal.” Diel?” Tanya Letta mengajukan tangannya.
Nato tersenyum lebar segera menjabat tangan letta. tapi sejenak letta menariknya lagi.” tapi ada syaratnya.” Tegas letta.
Nato menaiki alisnya heran. Letta menatap nato dalam dan tersenyum miring.
...----------------...
“ duh gue nggak mau ikut ikutan deh..” gumam Nato masam.
Letta melotot pada Nato yang disebelahnya.” Katanya mau bantiin gue.” ketus letta dingin.
” Tapi nggak gini juga Letta... bapak sama ibuk juga bakal marah kalo rumah loe bikin gini.” Tegasnya nanar.
Bagaimana tidak? Letta menuliskan banyak kata maaf di karton dan ditempel di setiap sudut rumah. seperti anak kecil saja.
Letta ini pernah minta maaf secara tulus tidak sih. batin Nato.
Letta mengusap kepalanya kasar.” Bapak sama ibuk marah sama gue. gue nggak tau lagi harus gimana.” Gumam Letta memelas.
“ loe nggak tau gimana khawatir yang bapak., setiap malem nungguin loe di depan rumah, dia nunggin loe kalo loe baik bisa langsung di sambut, terus ibuk juga selalu masakin kangkung dan ikan. Gue sampek muak makannya. Kata ibuk siapa tau loe pulang dan bisa langsung makan makanan kesukaan loe. Wajar lah mereka marah sama loe.” Ketus Nato. " Emang anak yang nyusahin nyokap bokap loe tu!!"
Letta mendengar itu jadi terharu.” Loe udah tau kan kalo sebenernya gue bukan adek asli loe?” Tanya Letta pada Nato kembali heran.
Nato mendengar itu rumit.” Kita tau.” Jelasnya tegas.
Letta mendengar itu mengernyitkan dahinya.” Bahkan gue rasa, kita udah tau sedari awal deh kalo kalian dua orang yang beda..” jelas Nato pelan sambil kembali menulis kata maaf di beberapa karton milik Letta.
“ mulai dari loe yang berbuat baik, nggak bentak Nemo, mobil loe boleh di naikin kami, bantuin gue biar nggak dibully. Bahkan nggak takut di hujat karema loe Cuma anak tukang kuli bangunan dan bapak kita yang terlalu lembut.” Jelas Nato jelas.
Letta mengangguk pelan disana. Nato tersenyum tipis.” Nggak masalah. Karena loe adik impian gue. Gue nggak peduli kalo adek asli gue meninggal, karena menurut gue dia pantes mati kok,” jelas Nato serius.
” Hoy dia tetep adek loe.” Jelas Letta kesal.
” Gue Cuma tau adek gue itu elo,. Yang jagain gue dan kebahagiaan bapak ibuk, sebelumnya dia cuma bikin hidup kami menderita.” jelas Nato tegas.
“ tetap beda, dia ad..”
“ gue tetep mau loe jadi adek gue bukan dia.” Tegas Nato tak mau dibantah .
Letta diam memandang Nato kaget saat Nato menolak tegas tentang kebenaran. Nato memandang manik mata letta.” gue tau kalian beda, tapi darah kita tetap sama, dari nyokap bokap kan? artinya kita satu darah dan loe adek gue. mau siapapun loe, loe tetap adek gue.” tegasnya kembali menekan.
Nato menghela nafas pelan, memiliki adik Letta Yonarsa adalah mimpi buruk sedangkan Letta didepannya adalah bangun dari mimpi dan menjadi mimpi indah. Nato bahkan bersyukur adik aslinya mati dan di gantikan oleh Letta.
__ADS_1
Letta mengangguk pelan.” kakak-kakak..” teriak dari luar.
Letta menoleh memandang Nemo yang masuk segera memeluknya kaget. Letta tersenyum tipis memeluk tubuh Nato, Nato menggunakan baju sekolah yang artinya dia pasti semalam sudah tidur pagi tadi dia sudah pergi kerja. “ kakak dari mana saja??? Nemo rindu kakak..” jelas Nato lancar.
Letta mendengar itu terkekeh.” Kata bapak kakak jalan jalan. jahat sekali tidak ajak nemo jalan jalan. huhu... padahal Nemo juga mau jalan jalan. Nemo kan sudah bisa pakai sepeda.. “ jelas Nemo dengan polos dan juga lugu.
“ oh iya???” Tanya Letta tak percaya.
Nemo mengangguk.” Nemo juga bisa membaca..”jelasnya girang.
Lagi lagi Letta tersenyum tipis.” Pintar sekali yah nemo.” gumam letta.
Nemo mengangguk kembali memeluk letta senang dan riang, sebab merasa rindunya terobati.
Agung melihat hamparan kertas yang Letta buat menjadi sedih, sebab ia tak tega melakukan pendiaman terlalu lama begini pada putrinya, tapi kali ini Letta sangat membuat dirinya khawatir.
” bereskan semuanya.. ini mengangu. "Tegas Agung pada Nemo. Nemo mendongak memandang Agung.,
Agung yang menjemput Nemo.
Letta hendak bersuara tapi Agung sudah pergi. Nato menghempaskan semua karton itu dengan tersenyum.” Udah gagal.. nggak usah dilanjutin.” Tegas Nato merasa jika tugasnya telah selesai, sebab kartonnya masih ada dua puluh lagi. lelah rasanya.,
“ yaudah lah gue mau pergi aja deh kalo gini, di diemin nggak enak tau.” Jelas Letta segera berdiri.
Nato mendengar itu mengerjab pelan.” loe mau kemana? Nggak gitu loh, loe harus bujuk bapak sama ibuk bukan malah kabur lagi. Bapak sama ibuk khawatir berat sama loe mangkanya gitu!!!” jelas Nato pelan memegang tangan letta.
“nggak mau gue. gue tau gue salah tapi kalo mau pukul yah pukul aja, bukan diemin gini. Gue mau pergi lagi aja.” jelas Letta dengan malas, tapi ada getir di ucapannya kepada Nato.
Nomo menatap kakaknya sedih " Kakak mau pergi lagi?? hiks hiks!!!" Tangisan Nemo mulai memenuhi ruangan.
Nato mendengar itu segera menahan letta.” bukan gitu, bapak ibuk Cuma terlalu marah letta. he loe mau kemana? Astaga...” Tanya Nato gelagapan melihat Letta menjauh.
“ BAPAK.. IBUK.. LETTA MAU KABUR LAGI..” teriak Nato buru buru keluar dari ruang tamu.
Letta mendengar teriakan jablai Nato terkekeh pelan, tapi juga kembali memberi wajah memelas di sana agar mereka semua percaya jika ia akan pergi.
“ bapak... “ teriak Nato pada Agung yang sedang melayani orang belanja. Agung berdehem pelan.” bapak Letta mau pergi lagi loh gara-gara bapak sama ibuk diemin dia seharian.” Tegas Nato takut.
Agung mendengar itu kaget sontak menatap nato.” Iya dia mau pergi karena bapak sama ibuk diemin dia.. Mau kabur lagi dia.” tegas Nato serius.
Agung disana segera melepaskan pegangan goreng dan pergi ke dalam. Nato melirik Nadia yang juga sedang mengoreng segera pergi juga dari sana membuat ia kicep.
” Loh mau kemana?” Tanya pembeli pada Nato yang ada disana.
Nato hendak kabur dari sini tapi jika ia kabur siapa yang menggoreng.
__ADS_1
” Cepetan dek. Kita mau berangkat lagi.” seru pembeli., Nato menatap mereka dengan tatapan kesal segera mendengus kembali melanjutkan kerjaan ayah dan ibunya.