
Bulan berganti bulan,. Tahun berganti tahun. letta sudah melewati fase dimana ia kuliah dengan benar secara baik. semuanya berjalan dengan sangat baik. Letta bisa lulus kuliah kedokterannya 3 tahun setengah. Agung dan Nadia tentu saja sangat bahagia.
Letta di nobatkan sebagai lulusan termuda dari empat kali wisudah berturut tirut, biasanya kejuruan ini menghabiskan empat sampai lima tahun paling cepat dan letta memecahkan rekor.
Alasannya? Karena Letta sudah mengetahui cukup banyak tentang kedokteran,. Ia hanya mengulang pelajaran yang sama.
Sehingga letta saat ini hanya perlu melanjutkan program profesi kejuruan. Letta harus koas selama 2 sampai 3 tahun. dan sekarang letta sudah sibuk mengurus berkas berkas yang harus ia siap kan. masalah percintaan? Letta hampir empat tahun ini fokus pada kesehatannya dan juga sekolahnya.
Letta juga focus pada keluarganya, hingga sekarang pun tidak ada lagi yang dekat. yang mendekati dirinya banyak, mulai dari Kating, pengusaha tapi ia tetap tidak respon.
Putra? Putra sempat masih mengejar cinta letta tapi letta tidak suka akan hal itu. Letta tidak ingin seorang anak merasakan hidup tanpa kasih sayang orang tua yang lengkap.
Karena itu entah bagaimana Putra menghilang di telan bumi, ia hilang bersama semua yang bersangkutan dengan dia.
Begitu juga Bima., bima dan keluarganya sudah bahagia, anak terakhir Bima perempuan, dan itu bernama Cici. Iya letta sering bertemu Cici, kadang juga ia suka ke rumah Bima untuk menumpang makan.
Maklum jika pulang ke rumah itu sangat lama, Letta juga suka menginap di apartemen Beta. Sebab apartemen Beta kan dekat dari kampus.
“ enak banget jadi loe yah Letta. Kemaren cuti setahun tapi tamatnya duluan. Dunia nggak adil banget sih.” gumam Beta kesal melihat Letta yang mengurus berkas untuk keprofesian yang akan dia jalankan untuk kedepannya lagi.
Letta mendengar itu terkekeh. Beta kasihan sekali, ia belum lulus sekarang, begitu juga dengan Bastian dan Udin, mereka cukup terhembat di masalah skipsi dan magang. Nilai mereka masih kurang. Lagi pula jurusan mereka memang sulit lulus tepat waktu.
“ mana skripsi gue belum di acc acc tagi. Anjai.” Gumam Udin kesal menatap letta.
letta duduk santai mengambil minumnya dan berdehem.” Gue udah kasih saran loe buat judul tapi loe nggak mau.” Tegas Letta pada Udin yang mengeluh tapi tak mau mendengar solusi dari orang lain.
“ judul loe susah anjir. Gue nggak bisa.” gumam Udin memelas.
__ADS_1
” Nggak ada yang susah, yang susah itu kalo loe nggak mau nyoba. Apalagi sekarang? skripsi mana sih yang mudah, coba loe pahamin dan cari dulu, siapa tau cocok. “ tegas Letta.
“ bener sih. ketimbamng loe nggak ada judul sampek sekarang Udin, mau sampek di DO loe?” Tanya Bastian pada Udin yang menolak arahan dari letta. Apalagi mereka sudah semester ujung tanduk begini. Mereka tidak lagi bisa berleha-leha.
“ bener tu. Tante Mira yerus aja nanya sama gue. kapan kalian lulus? Kapan kalian lulus? Pusing gue. nggak lagi lagi deh gue ke rumah Udin.” Ketus Beta.
Letta dan Bastian terbahak mendengar itu.” anjir kalian tau? Kemarin gue sampek ke rumah Udin, beh Udin lagi kena omel, kata tante Mira._ Nggak lihat kamu? Letta temen kamu itu udah lulus padahal semester 7, kamu kapan? Mau jadi kakek kakek baru lulus?” Beta memperagakan gerakan ibu Udin.
Semua terbahak melihat Betta. Udjn mendengus di sana. mengusap kepalanya kasar.” Bahkan gue tu di sindir mulu soal ini. capek banget gue.” gumamnya mengaduk minumannya sedih.”padahal siapa yang nggak mau lulus?” gumamnya lagi berbisik sedih.
“ siapa aja mau lulus. Tapi loe anjir, coba deh loe tu Cuma skripsi aja lagi kan, nggak ada yang lain. tapi ke kampus jarang, ke kampus pun udah jam 9, dosen udah pada pulang.” ketus Letta pada udin kesal.
“ dosen gue jarang ke kampus.” Ketus Udin kesal.
“nggak. Gue aja dateng pagi pagi. Nginep di apartemen Beta buat bikin skripsi., dosen baru dateng gue sudah nunggu. Mereka setiap hari tu absen jam setengah 8, jadi kalian udah standby jam 7 di kampus,. Nih lihat.” Gumam Letta menunjukan HPnya yang sudah retak seribu.,
“ ye tinggal beli lagi lah.” Gumam Bastian melirik letta kesal.
“ enak banget loe ngomong, di sini enakan kuliah. Berkas, skripsi, dan banyak lainnya. Nggak bisa. beli HP emang mudah tapi kenangannya nggak bisa tergantikan.” Ketus letta.
“ maksud gue tu semua orang itu susah, Cuma loe nggak bisa mikirin kesusahan loe doang. Loe kalo susah doang nggak mau usaha yah susah anjir.” Gumam Letta lanjut pada Udin.
“ hahaha mamam tu ceramanya seorang wisudawan termuda kita.” Ketus Bastian pada Udin.
” Kalian juga belum tamat yah.” ketus Udin tak terima.
Semua teratwa disana membuat Letta menggeleng pelan. Letta menyelesaikan sklripsinya hanya 3 bulan. Dan lagi lagi memecahkan rekor tercepat di kampusnya.
__ADS_1
Terkenal sebagai otak jenius, Letta sangat di kenal oleh dosen, beberapa kali ditawarkan menjadi asisten dosen tapi Letta mnolak karena paham dengan fisiknya yang nggak memungkinkan. Letta tidak ingin terlalu ambis membuat dirinya kehilangan nyawa lagi oke.
Bahkan Letta skipp organisasi, dan beberapa kegiatan yang membuat dirinya kelelahan.
“ jadi loe dapet dimana koas nya?” Tanya Betta mengalihkan pembicaraan.
Letta menatap berkasnya.” Di rumah sakit mataram.” Gumam Letta pelan, itu membuat mereka menatap letta kaget.
” Anjir serius?? Itu rumah sakit swasta di pusat itu? yang terkenal?” Tanya Udin kaget.
Laetta mengangguk pelan.” iya di sana..” jelas letta lagi.
” anjing. Itu rumah sakit impian gue. padahal di sana nggak mau nerima mahasiswa Koas asal loe tau.” tegasnya tak terima.
Bastian mengangguk.” Iya katanya di sana kan emang ketat gitu. Rumah sakit terbagus loh Letta. Yaampun nasib loe!!!” Gumam Bastian kagum.
“ kok hidup loe beruntung banget sih Let?” gumam Betta merengek.
Letta mendengar itu terdiam. Beruntung yah??, atau ini bayaran dari apa yang sudah dirinya lewat kan???
“ haha santai aja., kalian bisa aja.” Gumam Letta mengangguk.
“ tapi di sana banyak dokter yang dari luar negeri let, hati hati aja. Katanya senioritasnya tinggi.” Jelas Udin.
Letta mengernyitkan dahinya. Sebenarnya ini rumah sakit Ragiel miliki.dulu. “ gue Disana magang sama Bara. Kalian tau kan Bara?? Anak kelas kalian?” Tanya Letta pada mereka.
“ oalah Dia dapet di sana juga? Soalnya dia pulang kampus nggak kelihatan, dia sibuk terus.” Tegas Betta.
__ADS_1
Letta mengangguk paham, dan yah ini rumah sakit milik dirinya yang di pimpin oleh Bara dan juga Prof Faris. Jadi menurut Letta ini akan lebih mudah kedepannya kan???