Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Membenci


__ADS_3

Letta menghela nafas pelan mendengar debat milik Bara. Tidak lagi ingin menjawab, Letta memilih duduk dengan tenang. Tring.


Hp bara berbunyi membuat ia meronggoh sakunya. Bara melirik Letta yang santai dan segera mengangkat telepon ringan.” Halooo Bun?” Tanya Bara pelan.


“ kamu dimana?? Kata dokter Frengki kamu bawa orang ke rumah sakit? siapa yang sakit?” Tanya dari seberang. Reta dia ibu angkat Bara setelah letta meninggal, alias kakak letta.


Bara menggeleng pelan.” temen Bara kok bun, nggak ada apa apa.” Jelas Bara tenang.


“ Nanti papa nyusul ke sana sama bunda yah, soalnya bunda juga lagi mau cek Up. “ jelas retak.


Bara mengangguk pelan."’ iya bun, Hati hati.” Jelas Bara, telepon dimatikan dan Bara duduk di dekat brabngkar nilik letta.” Bunda setiap malam nangis karena ngerasa bersalah sama mama, eh mama malah enak enakan hidup.” Jelas Bara melirik Letta.


Letta mendengarnya diam dengan kalem, seakan tak mendengar apapun.” mama egois banget tu nggak. Mana om Zaxi jug mau bunuh diri berkali kalii. “ gumam Bara menghela nafas pelan.


“ mana gue tau. Gue aja hidup baru enam bulan, yang artinya gue dateng pun udah nggak ada gunanya.” Jelas Letta dengan ringan dan tenang.


Bara mendengarnya mengangguk pelan.” yang penting sekarang mama sehat dan bahagia. Bara dukung apapun yang mama ambil, yang penting mama bahagia.” jelas Bara jujur dan tulus pada Letta.


“ mama udah bahagia kok, Cuma yang namanya hidup pasti ada masalah. “ jelas Letta pelan, Bara tersenyum tipis mendengarnya hal itu.


“ BTW gue boleh minjam uang 30miliyar nggak?” Tanya Letta pelan.


Bara mendengar hal itu shok.” Gila aja sekali minjam sebanyak itu, “ gumam Bara kaget.


Letta memutar bola mata jengah.” Uang yang loe punya harta gue yah kalo loe lupa.” gumam Letta kesal.


“ bukan gitu juga, kalo uang keluar sebanyak itu papa pasti tau, dia pasti nanya gue kemanain itu uang.” Jelas Bara kesal.” Uang itu bukan jumlah dikit yah letta, semisall beli mobil udah dapet 10 kali., bisa bikin showroom malah.” Gumamnya kembali.


“ tapi kalo nggak ada uang segitu gue ngak bisa lepas kontrak.” Jelas Letta kesal.


Bara terdiam mendengar ucapan letta.” selama gue bangun punya tubuh ini terikat kontrak, sama Zeyn 20 mililiyar kalo mau putus hubungan, sama Mars lima ratus juta kalo mau putus hubungan, sama Bima,? Gue bakal jadiin ini alasan buat putus hubungan sama dia. “ jelas Letta tenang


Bara meringis mendengar jawaban letta.” bukan masalah nggak bisa ngasih ma. Gue nggak tau mau ngeluarin uang dengan alasan apa. Tunggu bentar..” jelas bara tenang.” Tunggu beberapa sampai proyek yang gue jalankan selesai, itu ada kok untungnya nanti gue pinjem uang sama papa juga buat tambahin beserta tabungan pribadi.” Jelas Bara pelan.


Letta menghela nafas pelan mendengar hal itu, “ cape banget gue hidup, mau meninggal aja.” Gumam Letta mulai memejamkan matanya.


Bara mendesis tak senang mendengar ucapan letta.” omongan loe kayak omongan monyet di hutan.” Gumam Bara mencebik.


” Durhaka loe, gue kutuk jadi monyet tauk rasa.” Jawab Letta melotot. Bara mencibir Letta malas.


“ gue mau keluar cari makan bentar yah. laper gue ngak apa apa kan?” Tanya Bara pada Letta pelan.

__ADS_1


Letta mendnegar hal itu berdehem pelan.” iya.” Bara segera bangkit, dan pergi dari sana, ingin pesan gofood tapi gofood tidak bisa mengantar sampai ruangan pasien, kasihan jika harus keliling rumah sakit, rumah sakit ini cukup besar.


Bara meninggalkan ruangan Letta, dan Letta sendiri di sana.


Menghela nafas pelan Letta memegang dadanya yang terasa nyeri dan perih. Selain memiliki tubuh lemah, pemilik tubuh ini juga merepotkan, sebab selama ini dia tidak mengonsumsi obat rutin sehabis tlanspantasi jantung, baik AGung maupun Nadia pun tidak mengetahui alut seusia transpantasi jantung, mereka pikir usai tlanspantasi jantung yah sudah sehat, jadilah ia harus merasakan sakit begini.


Tiktik..


“ Masuk..” Letta bergumam pelan, melirik siapa yang masuk,


Renja. Renja datang sendiri membawa bunga lili di pelukannya, ada buah juga membuat Letta tersenyum tipis. “ gue denger kabar loe masuk rumah sakit sehabis berantem sama presma.” Gumamnya dengan pelan,.


Letta mendengar hal itu mengangguk. Renja menghela nafas pelan melihat wajah letta penuh lebam dan luka.” Loe kenapa hobi banget sih luka sekarang? Loe nggak bisa jadi letta kayak dulu???? Baik, manis. Nggak suka bikin ulah?” Tanya Renja kembali saat sudah duduk di depan letta.


Letta menatap Renja dengan tatapan dingin.” Loe pikir gue mau kayak gini?” tanyanya pelan penuh intimidasi,


Renja mendengarnya hal iru terganggu, letta menggeleng.”nggak ada yang mau punya masalah hidup, kayak gue. gue juga nggak hidup dalam luka,. Gue juga capek asal loe tau.” Jelas Letta lelah.


“ tapi gue juga nggak tau, seakan hidup gue penuh luka dan masalah, sekarang gue harus salah siapa?? Diri gue sendiri yang pembawa sial atau nyalahin Tuhan yang buat gue hidup?” Tanya Letta dengan pelan. Letta tidak bisa disalahkan dengan apa yang dirinya dapatkan.


“ letta..” gumam Renja menghentikan ucapan letta, ia menggeleng pelan.” kita pergi aja yuk, gue nggak mau lihat loe gini terus. Maafin segala kesalahan gue dan loe balik sama gue. gue bakal bahagiaain loe. Gue janji.” Gumam Renja sedih dan lirih.


Renja menggangguk pelan.” Renja, jangan ngomong hal yang nggak mungkin, pantang gue balik sama tukang selingkuh.” Jelas letta tega.


“ letta.” gumam renja pelan, ia menghela nafas.


” sorry nggak usah bahas masalah apapun, kalo semisal loe datang ke sini Cuma buat nambahin masalah gue loe pergi aja.” Jelas Letta tegas menunjukan pintu di depannya dingin.


“ gue ke sini mau jenguk loe.” Tegas renja pelan.


” sorry, gue terlanjur emosi lihat luka luka loe.” Jelas Renja sedih.


Letta menghela nafas pelan mendengar alasan Renja.” Sorry... “ gumamnya memberikan bunga lili ditangan nya.” Ini buat loe, cepet sembuh yah.” bisiknya lirih.


Letta mengangguk pelan.” taru aja di atas sana.. “ jelas letta pelan.


Renja mengangguk kaku,.” Dulu loe suka banget sama bunga Lili. Sekarang loe masih suka kan?” Tanya Renja penuh keseriusan.


Letta berdehem pelan mendnegar hal itu.” gue nggak suka bunga sih sebenernya, repot mau di siram dan di urus, kalo dikasih suka suka aja.” Jelas nya jelas.


Renja mengerjab pelan mendengar hal itu. tak lagi bersuara karena hatinya sakit. tapi Renja tidak bisa menyalahkan Letta, dirinya dan Letta memang sudah selesai.

__ADS_1


Dan itu karena kesalahan dirinya.


Di sisi lain, Tama meringis sebab kepalanya yang dijahit karena terluka cukup parah, wajahnya bonyok, giginya bagian depan goyang dan satu patah. Telinganya berdengung sejak tadi karena berkelahi dengan letta.


“ gila,. Cewek itu gila banget berantem sama loe.” Gumam Deno menggeleng pelan melihat keadaan Tama yang cukup menyedihkan,.


Tama mendengar hal itu mendinginkan wajahnya.” Loe juga berani banget nyerang dia di kampus, harusnya kita tunggu sampek pulang kampus aja, biar bisa langsung bunuh dan di eksekusi.” Jelas Galen pelan dan dingin. Ketiganya adalah orang orang gangguan mental.


Tama menghela nafas pelan.” tadi niat gue Cuma mau gertak dia, Cuma ngelihat muka dia yang ngelawan dan songong buat emosi gue naik, rasanya mau banget ngebunuh dia. Gue kelewat emosi.” Jelas Tama pelan dan serak. Dirinya memang tidak bisa mengendalikan diri tadi.


“ tapi ceweknya cantik. Gue jadi pengen milikin dia, dia menantang.” Gumam Galen terkekeh pelan, menjilat pelan liurnya yang hampir menetes. Ingat bagaimana seksinya Letta menghajar Tama, itu membuat obsion di matanya membara. Letta sangat menggoda dan seksi di matanya.


“ jangan bilang loe suka sama dia..” jelas Deno mendelik pada temannya.


Galen terkekeh pelan dan berdehem.” Paling Cuma obsion aja kayak bunuh orang.” sahut Tama melirik temannya ini.


Galen sosok paling bersih, dia paling membenci kuman, tapi sayangnya dia tidak memiliki moral.


Galen hanya melirik Tama dan berdehem pelan.” hmm.. menurut gue dia memang cocok buat jadi mainan kita berikutnya.” Jelas Galen mengangguk.


Deno mendnegar hal itu mendesis. “ gue mau dia jadi salah satu koleksi gue.” jelas Galen terdenyum miring. Yah da hyper, memiliki sifat tidak bermoral, pengoleksi perempuan.


“ dan gue mau dia hancur di tangan gue.” gumam Tama dingin.


“ tapi loe lucu, masa kalah sama cewek.” Gumam Galen mencibir tama.


Tama menatap Galen tajam.” gue bukan kalah, tapi gue Cuma ngalah karena dia cewek.” Jelas Tama, dia berbohong, dia tidak mungkin mengatakan dan mengakuhi jika dirinya memang kalah, mengakuhi jika dirinya memiliki kelemahan dalam melawan Letta.


“ halah, loe nggak bisa boong.” Jelas galen terkekeh mengejek.” Bahkan saat kaki dia yang masih diperban dan tangan dia yang luka masih bisa ngelawna loe. Apalagi kalo dia sehat. Gue yakin kalo loe yang mati di tangan dia.” Gumam Galen mengejek Tama.


Tama mengepalkan tangan memandang Galen yang merendahkan dirinya.” Udah udah. Itu bukan urtusan kita.” jelas deno menenangkan Galen.


” Yang gue lihat sendiri kalo dia sendiri emang udah terlatih banget dalam berantem. pukulan dia aja ngak main main, gendang telinga Tama hampir pecah padahal kekuatan cewek jarang ada segede itu.” jelas Demo memilih menengahi, ketimbang nanti akan ada aduh pukulan kembali.


Galen menghela nafas pelan.” yah karena itu dia kelihatan seksi dan beda sama cewek cewek lain.” Gumam Galen tersenyum mengerikan.


” Stopin senyum loe, senyum loe ngebuat gue mau mukul muka loe bolak baik.” ketus Deno tak suka senyum Galen.


Galen melirik deno malas.” Terserah gue dong kan muka gue.” jelas Galen.


Deno melirik Galen semakin kesal, begitu juga Tama. “ pokoknya gue harus suruh komunitas kita buat bunuh dia. Dia udah mempermalukan gue, itu artinya dia harus mati ditangan gue.” gumam Tama dingin, Tama kelewat membenci Letta usai peristiwa ini.

__ADS_1


__ADS_2