
Sehabis masa di rumahnya Zeyn., Letta pulang diantar oleh Fajar, berkali-kali Fajar menolak tapi orang tuanya kekeh menyuruh anaknya mengantar Letta.
Letta yah terima terima saja karena pasrah. Dirinya juga menolak tapi orang tua Zeyn ini keras rupanya. Bahkan mereka tidak percaya Letta anak sembarang. Dari tampan Letta terlihat kaya raya katanya. Yah gimana yah??? keluarga ini menjunjung tinggi kekayaan.
Yah yah tetap keluarga Zeyn menganggap dirinya itu hanya bohong ketika mengatakan jika orang miskin.
diperjalanan pulang hanya ada kesenyapan, Letta dengan pikirannya dan Fajar dengan kekesalannya.
“ Keluar loh.” Ujar Fajar di jalanan membuat lamunan Letta yang memang didalam mobil Fajar buyar. Mereka memang pulang bersama mobil Fajar dan hey lihat Fajar ingin menurunkan dirinya dimana???? Di hutan, dijalanan tikungan yang senyap tak ada yang lewat, bahkan di sini benar benar gelap.
“ Loe gila nuruni gue di sini?” Tanya Letta kepala Fajar tidak terima.
“ loe lebih gila, nggak dapet gue loe pepet abang gue. loe katanya udah pacaran sama Mars. Letta mau loe apa sih ha??” bentak Fajar pada Letta kuat.
Letta memundurkan wajah menatap Fajar tak suka.” turun loe dari sini.,.,!” teriak Fajar kuat.
Letta membuang muka.” Nggak mau..!!”! tekan Letta tidka terima.” Gue bakal ngadu sama Zeyn dan orang tua loe nanti.” Ujar letta lanjut.
“ berani loe lakuin itu habis loe di tangan gue.” bisik Fajar kuat. Fajar keluar dari mobilnya dan membuka pintu milik letta.
Letta mendelik tidka terima.” Turun sendiri atau gue paksa.” Tegas fajar kepada Letta dingin.
" Gue nggak mau!!!!"
" Turun!!! atau gue p3rkos4 loe!!!"
__ADS_1
“ Fine..!!! gue turun.” Tegas Letta tidak terima, segera turun dari mobil, menatap Fajar dingin dan tajam. tepat didepan fajar telunjuk Letta mengarah pada wajah Fajar.” Detik ini juga loe masuk daftar hitam di muka gue Fajar. Kalopun suatu hari nanti loe mau mati di depan gue nggak bakal gue tolongin, meskipun di situ Cuma gue satu satunya orang. loe denger baik baik gue pastiin loe bakal menyesal lakuin ini sama gue.” Tegas Letta menarik tasnya dan menjauh.
Fajar membuang muka mendengar ucapan Letta yang mengancamnya, segera melangkah menuju kemudi mobil, ia melirik spion mobil arah Letta pergi. Hatinya tiba tiba terganggu karena ucapan Letta, ada rasa janggal tapi ia abaikan, memilih membawa mobilnya menjauh dari sana.
Letta melirik mobil menjauh sinis. Mengepalkan tangan Letta melepaskan hils yang ia kenakan, membentenginya kesal.” Awas aja loe.. “ gumamnya kesal.
Letta segera melangkah maju sampai pada ia kaget di mana pisau panjang hampir menebas kepala Letta. Untung letta refleknya bagus hingga ia mengelak dan lehernya terluka cukup panjang. Memegang lehernya yang mengeluarkan cairan darah, Letta menatap kedepan.
Sangat kelam sampai Letta tidak bisa melihat cukup bagus. Tapi letta sadar jika didepannya ada empat laki laki sedang membawa banyak senjata tajam.” kasih semua barang lo eke kita..” tekan salah satunya kepada Letta tegas.
“ enak aja loe. Mau uang kerja..!!!” teriak letta tak suka.
Mereka mendengarnya saling lirik dan tersenyum miring.” Gelap aja cantik, mana putih seksi lagi. boleh nih." Ujar salah satu lain berseteru. Letta tidak terima. Segera ia mundur dan memposisikan tasnya secara baik. Letta tidak akan membiarkan hartanya di ambil. Enak saja sudah miskin malah mau dibegal alias rampok pulak!!
Memegang kedua hils di kedua tangannya , saat pria hendak menangkapnya Letta memukul kepalanya kuat menggunakan ujung hilsnya hingga suara tancapan kuat terdengar dan suara nyaring terdengar. Letta yakin jika kepala laki laki itu jadi bolong. He Letta mantan penjahat juga jadi jangan sembarang.
Luka di lengannya sangat dalam sepertinya, mundur karena memang senjata mereka cukup banyak ditengah kegelapan, Letta bahkan tidak yakin jumlah mereka ada empat.
Letta memilih kabur dari sana. plas. “ eh mau kemana loe.” Letta terjengkang kaget saat salah satunya memukul Letta menggunakan kayu. Letta mundur merasakan pening dikepalannya.
Letta shok segera berlari dengan keadaan buruk. Letta harus mencari posisi tepat.,
Keempatnya berlari ikut mengejar Letta sedikit aja Letta butuh cahaya dan juga tempat.
Sampai di ujung melihat ada warung tutup letta semakin mempercepat langkahnya dan menarik palang yang ada bendera sekuat tenaga tanpa sadar tangannya terluka akibatnya. Menatap kebelakang rupanya keempatnya menatapnya. letta menyeringai dan memegang erat tongkat ditangannya.
__ADS_1
Letta balik menyerang keempatnya menggunakan bambu berisikan bendera itu ke keempatnya. Mereka mengelak tapi karena letta menyerang secara cepat keempatnya pun mundur merasa sakit terkena pukulan.
Letta menarik kayu itu dan menjurus kedepan. Srap argh suara teriakan nyaring. Ujungnya runcing dan terkena perut nya. Tidak tau itu tertancap tapi Letta kembali menariknya dan menancap kuat. srat. Suara robekan terdengar nyaring.
Bugh. Letta menarik kayunya menatap keduanya. Kan benar korban pertama kepalanya bolong tidak ada, artinya jumlah mereka lebih dari empat, mengambil ancang ancang saat satu orang menyerangnya pakai parang panjang dan satunya menggunakan sabit yang melengkung besar. Letta mundur dan menggunakan gerakan lincah. Srap, kayu yang ia kenakan tertancap parang yang menyerang.
Letta menggerakkan kuat dan melabit tubuh lawannya hingga Patang terlepas. satu maju dan menyerang letta sedikit terlambat.
Bahkan dagu letta kembali terkena. Letta mundur dan memukul kuat si pelaku menggunakan kayu. Mengambil hilsnya. Letta melempar kuat kearah pria yang terjatuh tadi. Suara pekikan sakit terdengar keempatnya sudah terluka cukup parah akibat Letta. tapi Letta lebih parah. Tubuhnya sudah berlumur darah.,
Letta kehilangan kendali, nafasnya bahkan baik turun.
Suara mobil melintas terdengar dan Letta menatap lamban mobil yang akan lewat. Letta segera berlari dan melambaikan tangan.
” Halp..” Letta melambaikan tangan dan mobil berhenti. Menatap nanar ,mobil ternyata milik empat pria. Letta segera masuk ke mobil dan pemilik mobil menatap letta kaget
.” Kenapa?” tanyanya., orang yang berada di posisi itu juga kaget dan menyingkir dari duduknya membuatkan Letta memeppet tubuhnya.
“ dibegal.” Ujar Letta dengan cepat, pia itu menatap Letta prihatin, dan segera keluar.
" Siapkan senjata kalian!!!" tegas nya membuat teman temannya mengangguk segera turun.
Letta tidak sadar jika pria tadi adalah polisi bersama ketiga rekannya yang berada di belakang mereka juga ikut keluar. Hanya berdua Letta bersama orang di sebelahnya Letta. Letta memegang lehernya terasa perih nanar. menarik sesuatu di dalam tasnya menaruh tysu di leher agar darah tidak keluar terus menerus.
" Kita harus segera ke rumah sakit!!!" Jelas seseorang yang duduk di dekat Letta mepet, Letta hanya menarik nafas cepat. Letta terlalu lemas.
__ADS_1
Keempat begal di tangkal dan Letta dilarikan ke rumah sakit. Letta tidak banyak Tanya hanya beberapa banyak wartawan yang membidiknya di sana. dan beberapa polisi yang membantunya kemarin menemaninya.