Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
Berkumpul kembali


__ADS_3

Mobil yang nato bawa cukup cepat membela jalanan, dengan tatapan Letta yang kosong kedepan dengan pakaian serba gelap dan bunga lili di pelukannya.


Letta masih menangis dalam diam.. Nato sudah tau apa yang terjadi. Letta tadi bercerita jika yang meninggal adalah kembarannya sebelum ia hidup di tubuhnya letta Yonarsa.


Dan sekarang mereka menuju pemakaman milik kembaran Letta.


Areta, Areta meninggal di penghujung uurnya, di usia yang terbilang cukup muda, yakni usia 40 tahun lebih, Letta memejamkan matanya, kemarin Reta di diagnose memiliki penyakit kangker rahim, Bara terus mengajaknya menjenguk Reta tapi ia menolak dan terus menghindar, dan sekarang ia sedikit menyesal.


Alleta bukan tidak ingin menjenguk, hanya saja ia takut jika bertemu dengan Areta ia akan sedih melihat keadaan kembarannya, bagaimanapun mereka tetap saudara.


Sampai di pemakaman Reta, disana sudah ramai, seluruhnya berkumpul, ada Bara. Zaxi istri dan anak anaknya, ada teman teman Bara, ada Fajar. Bastian, Udin dan Beta sebab mereka satu kelas kemarin dengan Bara, ada pejabat dan beberapa lainnya di sana juga ada Milo, Nio dan Diki beserta keluarga.


Sampainya Letta di acara pemakaman, dimana Bara yang masih menangis dipelukan Rizal memeluk nisan untuk ibunya, semnua menatap letta yang datang bersama nato. Bara melihat kedatangan Letta segera meepaskan pelukanya dari Rizal dan segera memeluk letta erat..


” mama.. bunda..” bisiknya lirih.


Letta terdiam dan jatuh bersama memeluk bara, semua diam melihat mereka menangis, Nato segera mengusap bahu adiknya. Letta menangis sulit untuk bicara, “ bunda udah nggak ada ma..” bisik barat menangis di bahu nya letta,.


Letta diam memejamkan matanya.” letta sabar jangan menangis.” Bisik Nato mengusap bahu letta, Letta menggeleng pelan, merasakan sesak di dadanya.


Zaxi menatap Bara bingung. Ia ingat wanita itu, teman Bara tujuh tahun lalu, di mana ia mengingatkan dirinya tentang kesehatan.


Letta datang di acara pemakaman Reta, melihat bagaimana suadaranya dimakamkan, di doakan, acara penyambutan dan sebagainya.


Di tengah pelukan Nato dan Bara yang menguatkan Rizal, mereka saling menguatkan. Letta menangis lirih didepan nato. Nato melihat itu tau jika letta pasti sangat sedih kehilangan setengah belahan hidupnya. “ sakit nato.” Bisiknya lirih.


Saat semua orang sudah habis,


meninggalkan keluarga besar, terutama Zaxi, Bara, dan juga Diki letta mendekati makam Reta dan menaruh bunga di atas makamnya, letta mencum nisan milik kemabarannya dan tersenyum.” Sekarang kamu sudah sehat dan bertemu mama papa, kakak di surga...” jelasnya melambaikan tangannya menggeleng. Tangisannya lebih sulit.


Bara menepuk pelan pundak Letta. Bara tau mengapa Letta tak pernah menjenguk Reta, ia tak mau terluka melihat keadaan reta,. Letta menyarankanuntuk oprasi di dokter George tapi dokter George tak tau dimana sekarang.


Letta selalu menanyakan kabar reta dan sekarang Letta hanya melihat gundukan tanah milik kembarannya.

__ADS_1


Lengan letta ditarik, letta mendongak menatap siapa yang menariknya. Diki, letta menangis didepan diki.” letta?? kamu beneran letta?” bisiknya lirih,


Ia tak sempat yakin jika Letta didepannya pernah mengaku Letta itu nyata, ia pikir letta berbohong, dan sekarang ia baru tersadar.


Letta mengangguk pelan membuat Diki memeluk Letta erat dan menangis hebat.


Letta disana diam dipelukan diki lemas.. dan pingsan.


.” letta??” bisik dikit kaget menahan tubuh Letta yang lemas.


Nato menatap itu kaget, buru buru mendekati letta dan menepuk pipinya.” Kan udah gue bilang.” Bisiknya lirih.


“ letta kenapa?” Tanya bara kaget. Nato segera membawa Letta menuju mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Canva kaget mendapatkan Letta sebagai pasiennya hari ini, ia baru tau jika letta pasien tetap sebagai pasien gagal jantung, dan sudah melakukan transplantasi jantung.


Canva tidak pernah tau letta selama ini memiliki penyakit tanggungan sebab selama ini Letta sangat professional, tidak pernah mengeluh dan memberikan yang terbaik.


Diki dan Zaxi yang sudah tau Letta itu adalah adik mereka menatap Nato dingin. Nato yang tak sadar hanya rungkap dan diam.


“ keadaannya baik baik saja, jantungnya aman, dia hanya terlalu banyak pikiran dan terlalu sedih. Segera ia akan kembali sadar.” Jelas dokter Canva pelan.” saya baru tau jika Letta memiliki penyakit jantung.” Jelasnya lagi sulit.


“ dia punya penyakit jantung?” Tanya Zaxi hampir murkah.


” Sudah melakukan oprasi, tetapi dia sedikit lebih lemah.” Gumam Canva redup.” Dia hanya butuh istirahat.” Jelas canva. Ia sedikit merasa bersalah karena sudah menguras tenaga letta selama dua tahun lebih belakangan ini.


Nato mengangguk pelan mendekati letta dan memegang tangan letta...” terimakasih dokter.” Jelansya pelan.


Zaxi menepis tangan nato membuat nato mendelik. Menyipitkan mata zaxi menatap nato tak suka. Nato menaiki alisnya.” Ada apa?” tanyanya


“ ada apa dengannya?” tanyanya pelan.


” dia benar benar Alleta adik saya?” tanyanya pada dikit lagi.

__ADS_1


Diki mengangguk pelan, Bara pun disana terdiam lemas. Zaxi melirik Bara kecewa.” Kamu tidak bilang? Bahkan sampai bunda kamu pergi kamu enggak bilang bara? Sedangkan kamu sendiri tau bagaimana kerindukan bunda kamu kepada adiknya?” tanyanya bergetar.


Bara menatap pamannya dengan bergetar.” Itu pilihan mama letta. “ jelasnya.


Zaxi menatap letta sedih. Tapi melihat tangan letta bergerak dan mata yang mengerjab pelan Nato segera mendekat tapi Zaxi segera mendorongnya kuat.


Nato melotot.” He. apa-apaan sih loe!!!.” teriak Nato tak terima.


Zaxi menatapnya dingin.” Saya kakaknya.” Ujarnya dingin.


” Gue yang kakaknya.” Tegas Nato tak terima.


” Jangan sok sokan deh..” tegas Nato lagi mencoba mendorong Zaxi kuat.


Zacxi hendak melayangkan tangannya tapi Nato segera menghindar dan berkata.” Pantes letta nggak mau ngaku sama kalian kalo dia masih hidup, soalnya loe kasar.” Ketusnya dingin. Zaxi terdiam, menatap nato datar dan terluka.


Letta ditengah sadarnya mengerjab pelan.” minum..” bisiknya.


Bara segera mengambil air dan memberikan Letta Apr minum, meringis sejenak Letta duduk dibantu Bara. Memegang kepalanya letta seperti melayang karena rasa sakit di kepalanya.


Mundur sejenak Zaxi dan nato segera mendekati Letta dan memegang bahunya.” Kamu baik baik aja?” tanyanya.


Letta mengangguk pelan.” pusing dikit, “ jelansya pelan memijit pelipisnya, membuka matanya, ia kaget ada Zaxi dan Diki di sini.


Zaxi melirik Letta takut dan kecewa, ingin bicara tapi mulutnya bungkam, tak tau apa yang harus ia katakan,


Letta melirik bara disebelahnya bertanya. Bara menatap Letta memelas.” Sorry.. “ bisik bara.” Gue dan OM Diki ngasih tau sama Om Zaxi.” Jelas Bara pelan.


Zaxi menatap Letta sedih.. letta pun bungkam, ditatap begitu terluka oleh kakaknya. Zaxi menghela pelan.” gue ngak akan nanya kenapa dan apa alasannya... tapi gue boleh peluk?” tanyanya bergetar, tangannya bahkan juga bergetar.


Letta menatapnya nanar dann mengangguk membuat Zaxi menangis dan memeluk Letta erat. Tangisnya mendera sangat deras dengan rasa hampa menjadi berisi kembali” maafin gue....” bisiknya lirih..


Letta mengangguk dipelukan Zaxi... Dengan rasa rindu dan sakit menjadi satu. Letta tidak pernah berfikir jika ia akan tetap berkumpul lagi dengan Zaxi meskipun tanpa Reta ditengahnya.

__ADS_1


__ADS_2