Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
sebelum


__ADS_3

“ kita harus keluar dari sini.” Jelas Zeyn tegas.


Xior menggeleng.’” sepertinya di sini beberapa hari lebih baik. untuk menuntas rasa suntuk, aku ingin bermain main .” jelas Xior tersenyum menang. Zeyn menggeleng pelan.


yang dimaksud Xior bermain-main itu banyak arti, entah bermain nyawa atau perasaan orang lain.


“ Letta..”


Letta melirik Putra memasuki tenda, tapi melihat ada Zeyn Dann Xior menjadi dingin.” Zeyn??? Xior?” gumamnya tersenyum mendekati Zeyn.


Zeyn melihat Putra yang datang dan menyapanya ikut tersenyum lebar.” Wahhh kenapa kalian ada di sini?” Tanya Putra bertos ria pada Zeyn.


Zeyn dan Xior terkekeh pelan kepada Putra.” Kau sendiri mengapa di sini??” Tanya Zeyn melirik ke kanan dan kiri. apakah putra bersama orang lain?


Putra menunjukan tenda miliknya.” Ini tempat ku yah.” jelas Putra tak suka.


Zeyn mendnegar hal itu menjadi paham. “ wah Xior.” Gumam Putra bersalaman ala laki laki kepada Xior. Xior membalasnya dengan senang.


“ loh kalian kenal?” Tanya Letta heran. Putra, Zeyn dan Xior terlihat akrab


Putrra tersneyum lebar kepada Letta.,” iya, dia teman saat kuliah kemarin, dan cukup akrab.. yah kan Zeyn?” Tanya Putra melirik Zeyn kembali. Zeyn mengangguk pelan kepada Letta. Letta paham mendengar hal itu.” dengan lelaki aneh itu juga?” Tanya Letta pelan melirik Xior.


Iya Dimata Letta Xior itu aneh, seperti orang berkebutuhan khusus.


“ aneh?” Tanya Xior tak enak hati mendengar pertanyaan letta untuk dirinya.


” Iya. Emang aneh.” Gumam Letta kepada Xior jujur.


Putra menggeleng pelan.” dia emang aneh, jangan terlalu dejat. Kami memang satu kuliah semua, “ jelas Putra tenang pada letta. Xior mendengus saat Putra malah setuju kepada Letta.


“ kalian sendiri saling kenal atau gimana?” Tanya Putra pada Letta dan Zeyn.


” dia tunangan gue.” jelas Zeyn menunjukan Letta. senyum Putra pudar melirik letta bertanya.


Letta melirik Zeyn mendelik.” Tunangan kontrak, nggak beneran yah.” jelas Letta tegas.


Zeyn menatap letta kesal dan Putra menjadi diam menatap letta datar.” Jadi hanya kontrak?” gumam Putra tak enak hati. Tetap saja meski kontrak hatinya patah.


“ iya. “ jelas Letta tak merasa bersalah.


Xior terkekeh melihat wajah masam kedua laki laki di depannya ini. siapa yang tak bisa melihat wajah masam mereka begini??? Letta sadar pastinya jika kedua laki laki ini suka kepadanya tapi pura pura tak sadar saja.


“ yaudah. Gue mau mandi dulu.” Jelas Letta segera berdiri.


” Biar gue bantu.” Jelas Putra dan zeyn bersamaan memegang lengan Letta. putra memegang lengan kanan letta dan Zeyn memegang lengan kiri Letta erat.


Letta mendelik melirik keduanya.” Gue bisa sendiri.” Jelas Letta tegas.


Putra dan Zeyn saling lirik, menyiputkan mata tajam satu sama lain.” gue aja yang bantu, loe lepasin tangan letta.” tegas Putra dingin pada Zeyn.

__ADS_1


“ kenapa enggak loe aja yang lepas tangan letta? dan biar gue yang bantu letta?” Tanya Zeyn kembali kepada Putra.


Putra berdehem pelan.” nggak mau. Loe yang harus lepasin tangan Letta dan biar gue yang bantu.” Tegas putra dengan tatapan penuh permusuhan.


Letta merasakan aura permusuhan sekelilingnya melirik Xior, laki laki gila itu hanya diam saja sembari memakan pisang.” He kalian ini. gue bisa mandi sendiri dan sana.kalian.” Ketus Letta menepis tangan mereka.


”nggak. biar gue bantu.” Tegas Zeyn dan Putra membentak serentak.


” Loe.” Putra menatap Zeyn dingin dan Zeyn pun menatap Putra tak kalah dingin.


“ lepas.” Ketus putra menepis tangan Zeyn.


zeyn tak terima segera menepis tangan Putra.”loe mau berantem sama gue ha?” Tanya Zeyn dingin.


Putra mendengar itu mengangguk paham.” Oke sini loe.” Zeyn tak segan mendekati Putra dan saling serang.


Letta melihat keributan yang terjadi bergidik ngeri, segera turun dari kasurnya dan berdehem.” gue mandi duluan ye.” Gumamnya pelan, sangat pelan, mengambil kayu yang dijadikan tongkat untuknya, ia segera memilih pergi meninggalkan kedua orang yang ribut di depannya.


Xior melihat Letta yang keluar secara pelan pelan agar tak ketahuan meninggalkan Putra dan Zeyn yang saling tarik baju satu sama lain.


” loe ngelawna yah.. gue tunangan letta.” ketus Zeyn dingin dan kesal kepada Putra.


“ inget yah Cuma kontrak bukan beneran.” Jelas Putra dingin ikut menjambak rambut Zeyn.


” he loe kok jambak jambak sih?” teriak Zeyn ikut menjambak rambut Putra. Hingga berakhir saling cakar satu sama lain. itu berlangsung hingga letta sudah menghilang tak ada di sana.


“ kalian ributin papa?” Tanya Xior menghentikan keduanya yang sedang rebut.,


Xior menggeleng pelan.” tapi yang kalian ributin sekarang udah nggk ada di sini tu.” Ia menguap pelan memandang keduanya.


Putra dan Zeyn seketika berhenti, melirik dimana Letta berada, tapi kosong, sudah tak ada letta.” loh letta?”: gumam Putra dan Zeyn segera melepaskan satu sama lain,


“ ini semua gara garaloe, coba aja nggak ngajak rebut pasti nggak akan di tinggal sama letta.” tegas Zeyn dingin pada Putra.


“ loe duluan yah yang ngajak berantem. lagian loe maksa lan udah gue bilang gue aja yang bantu letta.” tegas Putra.


” ini gara gara loe. “ ketus Zeyn kembali mendorong lengan Putra.


“ loe yang mulai yah.” balas Putra membalas serangan Zeyn.


“ stop..” teriak Xior membuat keduanya berhenti, melirik Xior yang menatap mereka muak.” Orang yang kalian ributin udah nggak ada. Bisa diem kan???? lagian kalian mau apa? Mau bantu dia bandi? Kalian siapanya dia emang ha?? Suaminya?” Tanya Xior kembali remeh dan sinis.


Jbleb. Zeyn dan Putra merasa ada yang menusuk jantungnya tapi tak kasat mata.” Jahat banget omongan loe.” Jelas Putra pada Xior malas.


“ emang. Kalian tu kalo nggak di jahatin nggak akan sadar.” Jelas Xior kesal. Zeyn dan Putra saling lirik dan berdehem pelan.


Tapi keduanya melirik handuk yang tertinggal. Zeyn melirik Putra dan Putra melirik zeyn juga. Sampai sadar apa yang mereka pikirkan sama matanya membola dan segera merebut handuk.” Ini gue duluan yang ambil.” Ketus Putra.


” Gue duluan., gue yang harus kasih sama letta.” zeyn mendorong tangan Putra.

__ADS_1


Keduanya kembali rebut hal sepeleh.


Xior melihat keduanya memijit pelipisnya, sakit, pusing. Memilih pergi dari sana.” gilak semua kalian.” Gumam xior saat didekat keduanya.


” DIEM LOE. LOE YANG GILA..!” teriak serentak Putra dan Zeyn dingin pada Xior.


Xior nyaris melompat sembari memegang dadanya kaget. Melotot memandang Zeyn dan Putra yang lebih melotot kepadanya Xiior meneguk saliva kering nya.” Lanjut aja. Iya gue yang gila.” Gumam Xior pelan.


“ gue duluan.” Sekana terjeda Zeyn dan Putra kembali rebut tentang ahnduk untuk letta, xior menggeleng segera pergi dari sana.” maksud gue. kalian lebih gila ketimbang gue.” gumamnya ngeri, dibandingkan kepalanya pecah di dalam sana mendengarkan perdebatan yang tiada hentinya


Xior lebih memilih berburuh, jika berburukan ia akan mendapatkan dua kesenangan, satu membunuh dan makan,


Letta menggaruk kupingnya yang berdengung sejak tadi karena Putra dan Zeyn, lupa membawa handuk tak membuat Letta balik lagi, ia memilih kembali mengenakan baju sebelumnya dan hanya membasuh tubuh sewajarnya saja, lukanya malas jika nanti basah.


Keluar dari ruang mandi letta melotot melihat ada Xior di sana.” Loe ngapain di sini?” Tanya Letta kaget, melirik sekeliling, tidak ada Putra dan Zeyn. mengapa hanya ada laki laki aneh ini didepan sini? Dia sedang mengintip kah?


Xior menggeleg pelan melihat letta.” gue tau loe siapa sebenernya.” Gumam Xior menyeringai.


Letta mendengar hal itu menaiki alisnys.” Alletta Ragiel? Loe alleta yang dikabarkan udah meninggal 10 tahun yang lalu kan?” Tanya Xior mendekati Letta dan memojokkan Letta di dinding tirai. Letta mundur tetapi berhenti saat sadar jika tenda ini akan roboh jika ia kembali mundur.


Letta mendengar perkataan Xior mengenai identitas dirinya cukup kagum, sebab Xior mengetahui identitas dirinya yang artinya Xior sangat cerdas, dia tidak bisa di remehkann. “ kenapa loe yakin begitu?” Tanya Letta tnang, sama sekali tidak merasakan terintimidasi.


Xior mengangkat dagu Letta dan menatap seluruh wajah letta teliti. Letta diam menikmati Xior yang menatap wajahnya.” Soalnya Letta asli bodoh, dan loe, pakek akun Alleta saat menyelidiki orang. Gue tau kalian dua orang yang beda, Tapi kalian satu jiwa yang sama. “ jelas Xior dengan tenang.


Letta mengangguk pelan mendengar hal itu.” yah nggak apa apa kalo loe yakinnya gitu, tapi faktanya gue Letta Yornarsa kan?? dan gue hidup di usia 17 tahun, gue belum meninggal.”jelas Letta menahan tangan Xior yang menyentuh bibirnya.


Xior menatap mata letta mencari kebohongan, tapi mata itu sangat tenang.


“Letta..'’ teriak putra dan Zeyn yang mendekati dirinya membawa handuk di tangannya. Segera Xior mundur dua langkah dan Letta hanya diam saja.


” Ini.” teriak Putra memberikan pada Letta, melirik Xior dingin sebab jarak keduanya sangat dekat.


'‘ gue duluan yang mau ngasih, dia yang ngerebut.” Teriak Zeyn mendekat menarik handuk dan memberi pada Letta.


letta menatap keduanya menghela nafas kesal.” Kalian bisa diem nggak sih? pusing gue lihatnya.” Gumam letta kesal.


Mereka saling diam dengan mmemandang Xior dingin, xior menyeringai melihat mereka yang menatap dirinya begitu dingin.” Kalian ada hubungan apa?” Tanya Putra mengabaikan emosi letta kepada dirinya dan Zeyn,.


“ loe nggak berkhianat kan Xior?” Tanya Zeyn dingin menaiki satu alisnya.


Letta memandang mereka menganga dan Xior yang merangkul letta.” letta milih gue dari pada kalian.. gimana dong? Tanyanya dengan angkuh kepada Putra dan zeyn.


Zeyn melebarkan mata mendekati Xior dan menarik tangan Xior kasar.” Loe apa apaan sih?” Tanya Zeyn ngegas.


Putra mendekati Xior dan menarik kera bajunya dingin.” Loe berani sama kita? cukup Zeyn aja saingan gue. loe nggak usah yah.” ketus Putra kesal.


Xior yang di hadapan mereka malah terkekeh pelan menatap Putra dan Zeyn yang memarahi dirinya yang dekat dengan letta.


Letta melirik Xior, Zeyn dan Putra menyingkir pelan pelan, agar tidak ikut tersenggol.” Sabar dude, kan kalian belum ada yang diterima sama dia, sebelum malam pertama terjadi artinya Letta belum milik siapapun.” Jelas Xior santai melepaskan tangan mereka dari tangannya.

__ADS_1


Letta tersedak ludah sendiri. perasaan bukan begitu deh bahasanya


__ADS_2