Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal

Transmigrasi Menjadi Gadis Nakal
surat


__ADS_3

“ loe..!” Teriak Zeyn dan Putra serentak.


Xior memejamkan mata merasa pekak ditelinga nya. Begitu juga dengan Letta. letta menghela nafas pelan melirik ke kanan dan kekiri memegang perutnya.” Laper. Mau cari makan akh.” Ghumam Letta pergi.


“ biar aku aja.. kamu diem, kaki kamu bengkak.” Tegas Putra dingin menghentikan kaki Letta yang hendak pergi dari sana meninggalkan mereka..


” gue aja... loe diem aja, loe tu tugas yah di sini bukan di suruh ngurusin cewek.” Ketus Zeyn mendorong Putra agar menjauh dari Letta.


” Siapa paling cepat dia yang gue makan. Cepet.” Teriak Letta. Putra dna zeyn mengangguk patuh segera menjauh, ia pergi dari sana melaksanakan apa yang Letta perintahkan.


Xior menatap keduanya terkekeh pelan, menggeleng melirik Letta yang menatap keduanya menjauh kesal.’ Gitu yah kalo jatuh cinta. Semua jadi gila.” Gumam Xior pelan melirik letta dingin.” Loe ngasih apa sama mereka sampek jadi begitu?” tanyanya enteng.


Plak. Xior kaget saat Letta tiba tiba memukul bibir Xior. Xior melebarkan mata memegang bibirnya, ini pertama kali di hidupnya ada yang berani memukul dirinya, apalagi bibirnya. Letta mellirik dingin Xior.”loe pikir gue cewek apaan ha? “ tanya Letta kesal.


Xior pikir dirinya apa? pakai dukun?


“ loe nampar gue?” Tanya Xior melebarkan mata menatap Letta memerah.


Letta ditatap begitu mana ada terintimidasi, ia malah ikut melotot, menatap Xior lebih garang.” Iya, kenapa? Mau lagi?” Tanya Letta menunjukan tangannya yang akan melayang.


Xior segera mundur menatap Letta diam. Letta mendengus sinis.” Enyah loh dari sini manusia aneh.” Tegasnya segera menyeret kakinya menjauh.


Xior mengusap bibirnya meringis, memandang Letta menjauh kesal.” Kok dia lebih menakutkan ketimbal gue,.’ gumamnya dingin,


Xior itu selalu di jauhkan sejak SD, SMP, dan SMA, tentu saja karena dia aneh dan memang dia yang punya kebiasaan buruk, siapa berani kepada Xior yang sudah pernah masuk penjara gara gara membunuh temannya sendiri???


Bukan hanya itu, Xior juga di rumorkan membunuh seluruh keluarganya sendiri sejak ia sekolah menengah pertama, sehingga ia dikenal sebagai monster. Katanya karena perebutan hak waris. Tapi tidak tau hal mengenai pastinya sebab kasus itu tidak berlanjut dan Xior di bebaskan tanpa ada penahannya.


...----------------...


“ lapor tuan,,, kita sudah menemukan tempat oprasi ganja di arah utara, “ tegas dari anggota mendekati Putra yang sedang menuju ke dapur bersama Zeyn. Putra melirik mereka dingin dan tajam.” tapi mereka cukup banyak membawa senjata tajam dan senjata api. Kita harus meminta beberapa pasukan kembali.” Jelasnya kembali.


“ kalian memerintah saya?” Tanya Putra membuat merteka kaget, segera menunduk merasa bersalah.


“ maaf komandan, kami tidak berani, kami hanya memberi saran sebab keadaan sudah semakin memanas.” Jelas mereka tegas tidak berani kembali menatap putra.


Putra mendengar hal itu melirik Zeyn dan Xior yang mendekat.” kita saja yang bantu bagaimana?” Tanya Xior, mereka melirik Xior yang datang dengan santai. Mereka menatap Xior tida suka.


” boleh, bawa satu anggota kembali, minta bantuan anggota Deno untuk mengirim mereka ke sini, aku akan melihat dulu seberapa bahaya nya dan kapan akan dilakukan pengepungan,” tegas Putra.


“ siap komandan kami laksanakan/l.” Tegas anggotanya segera mundur menjauh.


Putra melirik Xior dan Zeyn.”loe nggak mau ikut?” tanyanya pelan.

__ADS_1


Zeyn menggeleng.,” gue milih jagain letta aja, kalian kan nggak bisa jagain dia.” Jelas zeyn santai.


Tatapan dingin Putra menggerayang kearah Zeyn.” loe awas kalo ngapa ngapain dia.” Jelas nya.


” Enggak, paling Cuma di apain aja.” Gumam Zeyn santai., Putra mendelik tak terima kepada Zeyn, sednagkan empu ditatap hanya mengangkat bahu acuh.


“ letta..”


Letta melirik Jasmine yang datang bersama baju dinasnya, dia sangat cantik dan juga berwibawah, kenapa bisa Putra tidak tertarik kepada jasmine, apalagi senyum Jasmine yang sangat manis, rambut yang panjang. Dia sangat cantik, lebih cantik dari dirinya bahkan., ia memberikan sekeranjang buah yang Letta lihat berisikan jeruk, apel dan entah buah apa.” Ini buah dari hutan, kamu harus banyak makan buah agar lebih cepat sehat.” Jelasnya lembut.


Letta menerimanya dan menatap lagi Jasmine, Jasmine tersenyum tulus kepada dirinya." Saya nggak nyogok kamu, ini memang tugas kami sebagai tim kesehatan!!" Gumam Jasmin paham tatapan Letta.


” Loe cari sendiri?” Tanya Letta pelan menatap buah yang Jasmine berikan. Jasmine mengangguk dan duduk di sebelah Letta, Letta memang duduk dibawah pohon di dekat tenda, di sana ada pohon besar dan memang berakar besar.


“ iya... kita kalo hidup di hutan terbiasa cari makan apa adanya, apalagi kalo pakek misi begini, otomatis nggak boleh ada api atau cahaya.” Jelasnya dengan tenang pada letta.


Letta mendengar itu mengangguk paham. Jasmin memang keren sekali, bisa menjadi anggota utama dari putra, yang artinya dia sangat pintar. “ oh iya bukannya kamu harus memanggil saya kakak? atau eoni??” Tanya Jasmine tersenyum melirik Letta serius.” kau terlihat lebih muda dari saya.” Gumamnya tersneyum tipis.


Letta mendelik mendengar hal itu, lihat muka jasmine saja ia tau jika usianya paling 28 sama dengan Putra, he dirinya sudah 35 yah. letta menggeleng pelan.” males.” Gumam letta menatap ke depan mengacuhkan Jasmine yang malah tertawa.


“ siapa yang kemaren ke sini? Katanya dia tunangan mu?” Tanya Jasmin pelan pada Letta. letta jadi paham tujuan jasmine ke sini karena ingin menanyakan kehadiran zeyn, ia membawa buah dan mengobrol hanya untuk basa basi, apa ia merasa posisinya sekarang tidak terancam kembali. ?


“ Bukan rusan loe.’' Ketus Letta malas.


Letta menatap Jasmine menjauh, tatapanya menilai bagaimana Jasmin, dia terlihat polos dan baik, letta harus waspada, kebanyakan yang terlihat baik banyak tingkah buruknya yang di tutup.


“ dor.” Letta melirik Zeyn yang membawa makanan satu kotak lagi, itu makanan instan. Letta lelah sekali makan makanan instan di sini.


“ ini nasi instan, kata orang dapur nggak ada yang masak, makan ini aja ketimbang mie.” Jelasnya pelan meletakkan di depan letta dan melihat ada asap keluar sedikit. Letta mendengar itu mengangguk pelan, ini dimana ada batu yang panas dibawahnya sehingga bisa memasakkan nasi dan sayur yang ada di dalam kotak nasi instan.


“ putra mana?” Tanya Letta heran kepada Zeyn, bukannya Putra paling cepat tadi?


Zeyn menggeleng.” dia ada tugas tadi, jadi loe makan ini aja.” Jawba Zeyn ketus. Letta mendengar jawaban Zeyn yang ketus menggeleng pelan. bisa bisanya zeyn ini mengetusi dirinya.


“ itu buah dari mana?” Tanya Zeyn melirik buah di sebelah tubuh Letta.


Letta melirik buah yang jasmine berikan tadi.’ Sama dokter disini tadi dikasih. “ jelas Letta.


Zeyn mendengar itu mengambil satu buah apel dan memakannya, Letta melirik ajah Zeyn yang berubah sangat manis.” Enak banget , cobain deh,.” Gumamnya mengarahkan apel ke bibir letta.


Letta mau tak mau menerimanya dan memakannya pelan, tapi belum sampai dua gigitan wajah letta mendatar dan wajah Zeyn ikut kecut membuang apel di mulutnya.


” ZEYN..” gumam Letta mengerang marah, Zeyn malah terbahak mendengar itu, ia segera kabur dari sana.

__ADS_1


Letta menahan sumpah serapan yang akan terlontar untuk Zeyn. ini sangat kecut dan asam.


...----------------...


“ tok..tok..” rumah agung diketok pelan oleh seseorang. Agung yang di dalam segera keluar menemui siapa yang bertamu dimalam hari begini. Tetapi ia hanya mendapatkan kotak di depan pintu, agung mengambil kotak tersebut dan melirik ke kanan dan kekiri.


” Siapa pa? letta?” Tanya Nato bertanya. Ia ikut keluar bersama Brayen, Betta dan Udin.,


Teman teman letta memang tidak pulang semenjak letta hilang selama seminggu belakangan ini., “ Cuma ada ini, nggak ada orang.” jelas agung pada mereka.


“ coba buka pak apa itu.” jelas nadia pelan.


” nanti bom lagi?” Tanya Bastian memanasi suasana.


“nggak, nggak ada bunyi tit tit titnya.” Jelas Udin mendekati telinganya di kotak.


Mengangguk pelan Brayen berdehem.” Coba buka aja, siapa tau dari letta.” jelansya. Mereka mengangguk segera menatap Agung agar Agung membuka kotak itu,


Agung membuka kotak itu dan berisikan surat. “ surat..” gumam Agung, dengan pelan membuka surat. Menatap bait terakhir Agung melihat nama letta yang tertulis di sana. agung melebarkan mata segera membaca surat itu. tatapan wajahnya menjadi sendu dan sedih


“ HIi pak Agung dan Bu Nadia... apa kabar semua??? Semoga senantiasa di lindungi Tuhan.,”


Agung meremas pelan surat itu, Bastian dan yang lain memandang agung penuh ketegangan, bertanya Tanya siapa yang mengirim surat kepada dia.


“ tapi sebenarnya di sini aku ingin memberi pengakuan, jika sebenarnya anak Pak agung dan Bu Nadia bukanlah saya, saya hanya orang asing yang diberi kesempatan untuk hidup di kelilingi oleh kalian, terutama permasalahan oleh anak dari kalian. Letta yonarsa.”


Agung tak lagi sanggup, Agung sudah tau dia bukan anaknya. Agung tau hanya saja ia menghempas semua yang ada an yakin, tepi sekarang pertahanannya runtuh.


” Terimakasih karena kalian memberikan saya kebahagiaan sebagaimana keluaga yang saya impikan. “


“ harusnya kami yang berterima kasih, karena sudah membantu kami dan menjadi anak yang baik. Putri yang saya impikan.’ Gumam Agung meneteskan air matanya nanar.


“ mengenai berita itu, itu kalian pasti sudah tau itu tidak benar, yang benar adalah anak kalian melakukan kontrak pekerjaan menemani pria kencan, sama sekali bukan aku, aku hanya melanjutkan yang ada dan memperbaiki seluruhnya. Tetapi tetap saja, masalah terlalu banyak. Dan sekarang aku memilih pergi. “ Agung menggeleng lemas, enggan membaca lagi.


“ mari bu nadia, pak Agung., aku sudahh menyiapkan beasiswa untuk Nato dan Nemo, minta saja kepada pak Bima pemilik kampus, di kamarku ada kok rekening dan suratnya, dan lagi untuk rumah, ruko dan seluruh asset itu adalah milik kalian, aku memperbaiki seluruh kesalahan anak kalian. Dan nikmati tanpa harus memikirkan apapun lagi. terimakasih, mati berjumpa di lain waktu dengan waktu yang lebih baik lagi, jangan cari aku lagi yah aku akan pulang saat aku ingin,,, Alleta..”


Agung terjatuh menggeleng pelan, menatap Nadia yang menatapnya khawatir.” Bukk.” Agung meremas kuat kepalanya, menatap sekeliling rumahnya nanar.


,” letta.. pulang.. kamu tidak boleh pergi nakk.. Bapak sayang sama kamu... Bapak sayang banget sama kamu.” Teriak Agung membuat semuanya kaget. Agung yakin Letta masih ada disini usai mengirim surat kan?


” Letta..” teriak Agung berlari keluar dari perkarangan rumah menuju jalanan depan rumahnya.


” Pak..”

__ADS_1


__ADS_2